Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 21


__ADS_3

Nayla mendengar seseorang memanggil dirinya untuk bangun, Nayla pun langsung membuka matanya.


" hiks Mas Ares " Nayla langsung menangis dengan kencang


" Kamu kenapa sayang, kenapa nangis ada apa..? " tanya Ares yang bingung melihat Nayla


" Nayla mimpi Mas Ares ninggalin Nayla hiks " Nayla terus menangis


" Sstt udah udah jangan nangis sayang, Mas Ares ga ninggalin Nayla ko " Ares menarik Nayla kedalam pelukannya


Nayla pun menangis dipelukan Ares, pelukan yang selalu membuat Nayla nyaman perlahan Nayla kembali tidur dalam pelukan Ares.


" Mas ga akan ninggalin kamu Nay ga akan " ucap Ares kemudian ia mencium kening Nayla


***


Ares bersiap siap untuk berangkat ke kantornya ditemani oleh Nayla.


" Kamu beneran mau main sama teman teman kamu sayang..? " tanya Ares sambil bersiap


" Iyah Mas Ares, Mas kabarin Nayla terus yah " ucap Nayla yang masih khawatir akan mimpinya


" Iyah sayang, sebenarnya mas juga khawatir ninggalin Nayla sendiri atau mas libur aja ya "


" Engga boleh, Mas harus kerja "


Nayla mendekati Ares untuk memakaikan dasi Ares.


" Kamu jangan lupa istirahat ya Nay, pokoknya kamu harus sering kabarin mas ya " ucap Ares yang sangat khawatir


" Iyah Mas Ares Iyah, udah ayo sarapan dulu " ucap Nayla setelah selesai memakaikan dasi


Nayla dan Ares menuruni anak tangga bersama, mereka berdua menuju meja makan untuk sarapan.


Saat Ares tengah sarapan ponselnya berdering, Ares pun mengambil ponsel miliknya.


" Ya Hallo Al kenapa..? " ucap Ares lebih dulu


" .... "


" Belum nih gue baru mau berangkat " jawab Ares kembali


"..... "


" ooo oke oke, yaudah di tempat biasa ya siap " setelah itu panggilan berakhir


Nayla yang sejak tadi mendengarkan pun akhirnya bertanya kepada Ares.


" Mas mau ketemu sama temen..? " tanya Nayla


" Iyah sahabat Mas " jawab Ares


" Ooo yaudah hati hati " ucap Nayla


" Iyah sayang, yaudah mas berangkat yah " Ares mencium kening Nayla


" Iyah Mas " Nayla mengantar Ares hingga masuk mobil


Setelah itu Ares pun mulai meninggalkan rumahnya.


***


Saat Ares sampai ia melihat Alvian yang sudah lebih dulu sampai, ia pun langsung menghampiri Alvian.


" Weh bro sory lama " ucap Ares ia langsung duduk disebelah Alvian


" Santai gue juga baru, minuman lo udah gue pesen " ucap Alvian

__ADS_1


Minuman yang Alvian pesan pun akhirnya datang.


" Anin lagi di Jakarta Res..? " tanya Alvian lebih dulu


" Iyah, lo ketemu dimana emang..? "


" Kemarin dirumah sakit, katanya sahabatnya masuk rumah sakit "


" Hmm "


" Lo masih ga setuju sama hubungan Anin dan suaminya..? "


" Ya feeling gue tuh cowo ga baik aja Al, ya lo paham lah sesama punya adik perempuan. Buktinya sekarang dia di Jakarta ga adaa ketemu gue, bahkan gue ga pernah liat juga Anin pergi sama tuh cowo "


" Iya sih yah gue juga paham siapa sih kaka yang mau adiknya disakitin "


" Nah itu "


Ares dan Alvian pun meneguk minuman mereka bersamaan.


" Res kira kira kalau gue tiba tiba ajak jalan Nayla dia mau ga yah " ucap Alvin membuat Ares terkejut


" Yaa mana gue tau, lo ajak gue aja pasti dia mau " jawab Ares


" Ah ajak lo mah nanti yang ada dia kaga nyaman lah lo kan dosennya, tapi Res dia jadi ga yah cerai sama suaminya "


" Lo berharap banget kayaknya dia cerai Al, ya kali aja dia udah baikkan dan memperbaiki hubungannya "


" Engga Res gue yakin banget dia mau cerai, orang dia nanya nanya masalah cerai gitu ke gue ya gue tau berkas berkas apa yang perlu dia siapin "


Ares terdiam mendengar ucapan Alvian, ia juga teringat tentang Nayla yang bertanya tempat Ares menyimpan berkas.


" Yaudah gue cabun ke kantor dulu ya Al, jam 10 gue ada meeting nih nanti kita lanjut lagi " ucap Ares yang sudah merasa tak tenang


" Oke oke gue juga mau ketemu client sih, hati hati lo Res jangan ngebut " ucap Alvian


Ares yang merasa tak tenang langsung kembali ke rumahnya, ia ingin memastikan jika ucapan Alvian tidak benar.


Ares mengendarai mobilnya secepat mungkin untuk tiba dirumah, dan tak butuh waktu lama Ares sampai dirumah.


Sesampainya dirumah Ares langsung masuk dan mencari Nayla, ia pun dengan segera masuk kedalam kamarnya


" Nayla.. Sayang " panggil Ares



Ares terkejut melihat Nayla yang tengah tidur diatas sofa, ia pun berjalan pelan pelan menghampiri Nayla.


" Tidur " gumam Ares pelan


Ares memperhatikan Nayla yang sedang tertidur sangat pulas, ia pun duduk di sofa lain sambil memperhatikan Nayla.


Semakin lama Ares semakin tak tega melihat Nayla tertidur di sofa, Ares pun menggendong Nayla dan memindahkan ke kasur.


" Emmm Mas Ares " ucap Nayla yang terbangun setelah Ares pindahkan


" Maaf mas ganggu tidur kamu ya sayang " ucap Ares merasa bersalah


Nayla langsung melihat jam, dan ia melihat jam menunjukkan pukul 9.


" Mas ko pulang lagi kenapa..? " tanya Nayla yang masih setengah sadar


" Engga apa apa Mas tiba tiba khawatir aja sama kamu " jawab Ares


" Nayla ngga apa apa mas Ares, beneran ko Nayla ngga apa apa "


" Nay, jangan tinggalin mas ya Nay jangan pernah ya Nay "

__ADS_1


" Mas Ares kenapa..? emang Nayla mau kemana, orang Nayla mau main doang sama temen Nayla "


" Mas takut Nayla minta cerai sama Mas " ucap Ares sambil menundukkan wajahnya


" eehh ko tiba tiba mas mikir kayak gitu..? " Nayla terkejut mendengar ucapan Ares


" Yah tiba tiba aja Mas takut Nay, Mas mohon banget jangan tinggalin Mas yah Nay "


" Iyah Mas Ares yaa kecuali mas Ares selingkuh dan Kdrt "


" Ya enggalah, yaudah kamu tidur lagi maaf ya mas ganggu "


" Udah ga ngantuk mas, tadi juga ketiduran karena keasikan nonton film aja "


Ares mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Nayla.


" Masih pagi, sana sana kerja " ucap Nayla yang terkadang masih malu


" Hmm sayang. " ucap Ares


" Apa Mas Ares..? " saut Nayla


" Yang waktu itu masih berlaku ga..? " ucap Ares hati hati


" Yang waktu itu yang mana mas..? " Nayla mencoba berpura-pura lupa


" Yang malam waktu itu loh sayang "


" Kenapa emang mas..? "


" Ya engga apa apa kali aja masih berlaku " Ucap Ares sambil mengendurkan dasinya.


" Masih pagi ihh, sana sana kerja mas Ares "


" Berarti malem boleh dong..? " goda Ares semakin membuat Nayla malu


" Engga tauu, sana sana kerja Mas " usir Nayla sambil mendorong Ares


" Cium dulu dong biar semangat kerjanya " goda Ares


Nayla pun mencium kening, pipi dan saat berhenti dibibir Ares menahan ciumannya agar lebih lama.


Nayla pun membalas ciuman Ares, perlahan Ares mendorong tubuh Nayla hingga Nayla berbaring.


" Gimana kalau sekarang Nay " ucap Ares yang kini sudah berada diatas tubuh Nayla


" Nayla... Nay.. Nayla " panggil seorang wanita dari bawah


" Anin " Nayla langsung mendorong tubuh Ares


" Aduh " ucap Ares yang tiba tiba di dorong


Nayla pun dengan segera pergi meninggalkan Ares, Nayla turun menghampiri Anin.


" Aniiinnnn bisa bisanya lo gangguuuu " gumam Ares kesal


Ares pun turun menghampiri Nayla dan Anin, ia berniat untuk kembali ke kantor.


" Eh ada Bang Ares, belum berangkat bang..? " tanya Anin dengan polos


Ares tak menjawab pertanyaan Anin, bahkan ia juga tak berpamitan kepada Nayla.


" Bang Ares kenapa Nay..? kalian berantem..? " tanya Anin yang bingung


" Engga ko mungkin lagi banyak pikiran kali nin " jawab Nayla asal karena ia sendiri bingung dengan perubahan Ares


Nayla merasa tidak enak kepada Ares, ia berniat akan meminta maaf saat Ares pulang nanti.

__ADS_1


__ADS_2