
Hari ini Ares bangun lebih awal dibandingkan Nayla, ia pun bergegas untuk bersiap siap ke kantor.
Saat Ares sedang berada di dalam kamar mandi, Nayla terbangun dari tidurnya.
" Tumben Mas Ares udah bangun duluan " gumam Nayla melihat Ares tak berada disebelahnya
Nayla segera menyiapkan baju untuk Ares, setelah selesai memilih Nayla meletakkan diatas kasur.
" Loh kamu udah bangun sayang..? " ucap Ares setelah keluar dari kamar mandi
" Udah, Mas mau kemana tumben udah rapih " tanya Nayla
" Sebentar mas pakai pakaian dulu yah " ucap Ares dan Nayla pun pergi ke kamar mandi agar tak melihat Ares berganti pakaian.
Saat Nayla keluar ia tak melihat Ares didalam kamar, ia pun mencoba mencari Ares keruangan lainnya.
" Loh mas mau kemana..? " tanya Nayla kembali melihat Ares berpakaian rapih
" Ke kantor sayang " Jawab Ares
Nayla mendekati Ares dan memakaikan kancing kemejanya, ia juga memakaikan dasi yang sudah Ares pilih.
" Pinter juga kamu Nay buat masang dasi " puji Ares melihat dasi yang Nayla pakaikan rapih
" Ya dong " jawab Nayla senang
" Kamu hari ini mau kemana..? " tanya Ares
" Engga tau, kira kira mas pulang jam berapa..? "
" Kamu maunya mas pulang jam berapa..? "
" Loh emang bisa pulang sesuka mas gitu.. "
Ares tersenyum mendengar ucapan Nayla, ia lupa jika Nayla belum mengetahui siapa dirinya.
" Ayo Nayla ikut mas ke kantor " ucap Ares membuat Nayla bingung
" Ko jadi ajak Nayla ke kantor sih, nanti mas di omelin kerja bawa istri " jawab Nayla
" Siapa yang berani marahin mas..? ga ada..!! udah sana Nayla siap siap nanti ikut mas ke kantor " ucap Ares
" Hmm kalau Mas dimarahin Nayla ga tanggung jawab yah "
" Iyah sayang "
Nayla pun segera bergegas mandi dan mencari pakaian yang cocok untuk ia gunakan ke kantor, tak lupa Nayla juga memakai sedikit riasan di wajahnya..
Setelah siap Nayla pun langsung menghampiri Ares yang sudah menunggu dirinya dibawah.
" Mas beneran mau ajak Nayla..? " ucap Nayla sekali lagi untuk memastikan
" Iyah sayang, ayo sarapan dulu " ucap Ares yang sudah membuatkan teh hangat dan roti untuk Nayla
Setelah selesai sarapan Nayla dan Ares segera berangkat menuju kantor Ares.
.
.
Sesampainya dikantor Ares, Nayla dibuat terkejut dengan kantor yang begitu tinggi dan besar.
" Hmm keren ya Mas bisa kerja disini " ucap Nayla begitu saja
Ares turun lebih dulu, kemudian ia membukakan pintu untuk Nayla
" Ayo sayang kita masuk " ucap Ares dan Nayla mengangguk
__ADS_1
Ares menggenggam tangan Nayla dan masuk kedalam kantor, semua staff yang berpapasan menyapa Ares dan menatap bingung siapa wanita yang berjalan bersamanya.
" Selamat Pagi Pak Ares " sapa karyawan yang bertemu sambil menundukkan tubuhnya
Nayla yang melihat merasa bingung, kenapa setiap orang yang bertemu dengan Ares selalu menundukkan tubuhnya.
Ares dan Nayla pun naik ke ruangannya menggunakan lift, Ares menekan lantai 40 untuk sampai kesana.
Tiingg..!!
Pintu lift terbuka Ares dan Nayla melangkah keluar dari lift, didepan ruangan Ares sudah ada bayu yang sudah sampai lebih dulu.
" Pagi Bos " sapa Bayu ia melirik wanita yang berada di sebelah Ares
" Pagi Bay, perkenalkan ini Nayla istri saya " ucap Ares memperkenalkan, dan Bayu pun terkejut
" Hallo Bu Nayla perkenalkan namanya Saya Bayu, saya asisten pribadinya pak Ares " ucap Bayu memperkenalkan diri
" Gausah pake Bu, panggil saja Nayla " jawab Nayla
" Bos ko nikah ga ngundang saya sih " ucap Bayu
" Hahahah biar jadi kejutan, yaudah saya masuk dulu yah. Ayo Nayla " ucap Ares
" Permisi Pak Bayu " ucap Nayla
" Buset tuh bos diem diem udah nikah aja, pantesan kaga masuk masuk kantor. Terus gue kapan nikahnya dong " gumam Bayu sendiri
Sesampainya di ruangan Ares membuka Blazer yang ia gunakan dan ia gantung di sebelahnya, sedangkan Nayla dibuat kagum dengan ruangan Ares yang besar dan mewah.
Nayla melihat nama Ares di mejanya dan ia terkejut dengan jabatan Ares.
" Direktur utama " gumam Nayla dalam hati
Untuk memastikan Nayla mencarinya di google, setelah mendapatkan jawaban ia kembali menatap Ares yang tengah membuka laptopnya.
" Iyah sayang kenapa..? " Ares yang sejak tadi menatap layar laptop kini beralih menatap Nayla
" Mas Ares pemilik perusahaan ini..? " tanya Nayla dengan polos
" Hehehe Iyah sayang " Jawab Ares sambil tertawa kecil
" Mas Ares kenapa engga cerita "
" Yaa biar kamu tau sendiri hehe "
Nayla merasa malu karena sejak kemarin ia tak mengetahui siapa Ares yang sebenarnya.
Tok..
Tok..
Tok..
" Ya masuk " ucap Ares
Bayu masuk dengan membawa beberapa berkas ditangannya.
" Permisi bos, ini untuk berkas berkas yang perlu ditandatangani. " ucap Bayu sambil meletakkan berkas diatas meja Ares
" Oke, untuk schedule saya hari ini bagaimana..? dan gimana perkembangannya yang lainnya " ucap Ares dengan serius
" Untuk hari ini tidak ada jadwal apapun, saya juga sudah Terima info untuk pembangunan hotel sebelum akhir tahun sudah selesai, untuk apartemen juga 90% selebihnya belum ada info apapun lagi bos " jawab Bayu
Nayla yang mendengar melirik kearah Ares, ia mendengarkan semua yang Bayu ucapkan kepada Ares.
__ADS_1
" Oke kalau gitu, jangan masuk ruangan sebelum saya menyuruh " jawab Ares
" Baik Bos " ucap Bayu
" hmm kan bisa dirumah bos ngapain harus di kantor sihh " gumam Bayu dalam hati
Setelah Bayu keluar dari ruangan, Ares menghampiri Nayla dan duduk disebelahnya.
" Itu Hotel sama Apartemen punya rekan kerja Mas Ares..? " tanya Nayla penasaran
" Bukan, itu punya Mas kenapa memang..? "
" Hah..!! Gilaa " gumam Nayla pelan
" Apanya yang gila ? " Ares mendengar ucapan Nayla
" Ehh engga Mas bukan apa apa " jawab Nayla
" Nay, Mas kayaknya butuh semangat nih " ucap Ares dengan manja
" Butuh semangat kayak gimana..? "
Ares mendekatkan wajahnya ke wajah Nayla.
" Disini..? " tanya Nayla yang seolah paham keinginan Ares
" Iyaa " jawab Ares pelan dan Nayla memejamkan matanya
Ares langsung mencium bibir Nayla dengan lembut, kini Nayla sudah mulai membalas ciuman Ares. Tangan Ares memegang pinggang Nayla, sedangkan tangan Nayla melingkar dileher Ares.
Ares mendorong pelan tubuh Nayla disofa, hingga Nayla kini berada dibawah Ares. Ciuman Ares turun kebagian leher milik Nayla, entah mengapa saat itu Nayla tak menolak justru ia merasakan hal yang belum pernah ia rasakan
" mmhh " desah Nayla pelan
Ares dengan segera menghentikan ia takut jika dirinya tidak dapat mengontrol.
" Maaf Nay, mas kelepasan " ucap Ares ia takut Nayla marah kepadanya
" Iyah Mas, hmm Mas kalau Nayla pulang sekarang engga apa apa kan..? " ucap Nayla yang merasa canggung
" Kamu marah sama Mas..? " tanya Ares yang khawatir
" Engga engga, Nayla ngga marah cuma ingin pulang aja "
" Yaudah biar Bayu antar kamu kerumah yah "
" Ngga usah Nayla pesen ojek online aja yah, daah Mas Ares " Nayla pun segera pergi dari ruangan Ares.
Saat Nayla keluar dari ruangan ia bertemu dengan Bayu yang tengah sibuk dengan laptopnya.
" Mau kemana Nay..? " tanya Bayu
" Mau pulang pak, permisi yah " jawab Nayla yang terburu buru.
.
.
Sesampainya dirumah Nayla langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, ia jantungnya berdebar mengingat kejadian tadi.
Ia juga melihat Ares yang sepertinya menginginkan, Nayla pun berfikir untuk memberikan hak Ares malam ini.
Nayla pun segera memilih baju yang cocok untuk ia gunakan nanti, setelah mendapatkan ia menyimpanya.
.
Dikantor Ares merasa pikirannya kacau, ia takut jika Nayla marah kepada dirinya.
__ADS_1
" Duh Res lo bodoh banget sih, kalau Nayla jadi takut sama lo gimana " Area memukul pelan kepalanya
Ares mengacak acak rambutnya, ia bingung harus seperti apa saat bertemu Nayla nanti