Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 19


__ADS_3

Ares masih setia menunggu Nayla didepan kamar rumah sakit, walaupun ia tak bisa melihat Nayla namun ia masih bisa menjaga Nayla dari luar


Anin yang baru saja keluar dari kamar Nayla melihat Ares yang tertidur di kursi, merasa tak tega Anin kembali masuk dan menyampaikan kepada Nayla.


" Loh kamu gajadi beli makan..? udah makan mending kamu makan dulu, daritadi kan kamu cuma makan seadanya nin " ucap Nayla.


" Nay, didepan kamar kamu masih ada Bang Ares dia kayaknya nungguin kamu sekarang lagi tidur " jawab Anin


" Loh Mas Ares bukannya udah pulang Nin " ucap Nayla terkejut


" Biarin malam ini Mas Ares temani kamu yah, sepertinya Mas Ares benar-benar menyesal Nay "


Mendengar ucapan Anin akhirnya Nayla mengiyakan, dan Anin pun keluar membangunkan Ares.


" Bang Ares.. bang " ucap Anin


" hmm Nin gimana kondisi Nayla " ucap Ares sambil mengatur posisinya


" Lo temani Nayla ya malam ini, gue mau pulang dulu ga enak Mamah juga gatau soal ini " ucap Ares


" Tapi Ni.. " ucap Ares menggantung


" Udah sana lo bujuk bini lo " Anin menarik tangan Ares


Ares pun perlahan membuka pintu kamar Nayla, ia berjalan hati hati ia takut mengganggu Nayla.


" Kenapa jalannya gitu. ? " tanya Nayla mengejutkan Ares


" Aku pikir kamu tidur, aku gamau ganggu kamu istirahat " jawab Ares yang memberi jarak kepada Nayla


" Duduk aja saya ga gigit " ucap Nay menunjuk kursi didekat kasur.


Ares pun mengikuti permintaan Nayla, ia duduk di kursi sebelah kasur Nayla.


" Udah makan..? " tanya Nayla


" Udah ko " jawab Ares berbohong


" Bohong, kapan makannya..? " tanya Nayla kembali


" Ga laper ko lagian, yaudah kamu tidur aja biar cepet pulih " jawab Ares ia pun menundukkan wajahnya


Nayla mengelus kepala Ares yang tengah menunduk, perlahan Ares mengangkat wajahnya dan menatap Nayla.


" Kenapa Mas Ares ngantuk..? kalau ngantuk tidur aja " ucap Nayla sanbil mengelus wajah Ares.


" Engga Mas ga ngantuk, mas mau jaga kamu sayang " jawab Ares


Nayla menggeser tubuhnya untuk memberikan ruang kepada Ares.


" Sini jaganya sebelah Nayla Mas " ucap Nayla.


" Engga mau kan kamu yang sakit, Mas disini aja " jawab Ares


" Yaudah Nayla marah lagi sama Mas Ares deh " Nayla mencoba merajuk kepada Ares


" Jangan jangan yaudah Mas nurut "


Ares pun merebahkan tubuhnya disebelah Nayla.


" Ga dipeluk nih istrinya..? " ucap Nayla malu malu


Dengan tersenyum Ares pun memiringkan tubuhnya dan memeluk Nayla, dan ia jga memberikan kecupan dikening Nayla.

__ADS_1


" Mas sayang " panggil Nayla


" apa apa mas ga denger tadi kamu manggil apa " goda Ares


" Engga jadi, udah tidur " ucap Nayla yang malu


Ares tersenyum gemas melihat tingkah Nayla, ia memeluk tubuh Nayla dengan erat.


" Maafin mas yah Nay, belum bisa jadi suami yang sempurna " ucap Ares


" Tidur Mas Ares " ucap Nayla yang sudah memejamkan mata


Ares pun tertidur sambil memeluk tubuh Nayla.


...****************...


Pagi hari Ares bangun lebih dulu, ia melihat Nayla yang masih tertidur dengan pulas.


Ia pun langsung mengambil air wudhu dan sholat di samping kasur Nayla, tak lama Nayla bangun dan melihat Ares yang sholat di sebelahnya


Setelah selesai sholat Ares kembali menghampiri Nayla yang sedang mengecek ponselnya.


" Chat siapa sih sayang.. " Ares mengelus kepala Nayla


" Ehh ini Mas Ares udah selesai, engga aku ga chat siapapun ko " jawab Nayla kembali meletakkan ponselnya


" Oiya Mas Ares kenapa bisa tau Nayla dirawat..? "


" Dari tetangga depan rumah kamu "


" Ooo Mas Dika ya "


" Engga tau Mas ga kenal "


" Terus kenapa Mas tau rumah Nayla..? "


" Mas ko diem " ucap Nayla


" Ya Mas kan udah bilang, Mas itu tau segalanya tentang kamu " jawab Ares


Tak lama suster masuk untuk memeriksa kondisi Nayla.


" Gimana Sus kondisi istri saya..? " tanya Ares melihat Nayla sudah selesai di periksa


" Bagus, tensinya juga bagus tapi nanti tunggu keputusan dokter ya pak. Setelah ini Bu Nayla akan diberikan sarapan nanti dihabiskan yah, ini obatnya diminum setelah makan nanti " ucap Suster tersebut


" Makasih Sus " ucap Ares


Suster tersebut pun pergi meninggalkan ruangan Nayla.


" Mas Ares engga kerja..? " tanya Nayla


" Engga mana mungkin Mas ninggalin istri Mas sendiri dirumah sakit "


" Tapi nanti kan ada Anin yang kesini "


" Engga udah biar Mas yang jagain Nayla "


Nayla tersenyum senang mendengar ucapan Ares, entah mengapa sikap Ares lah yang membuat Nayla menjadi jatuh hati.


" Nay, omongan kemarin jangan kamu pikirin lagi yah. Bukan salah Nayla, lagipula kan Nayla engga tau apapun tentang perjodohan ini " ucap Ares


" Hmm Mas, Nayla boleh nanya..? " ucap Nayla

__ADS_1


" Boleh sayang, Nayla mau nanya apa..? "


" Apa mas dan dia akan balikan..? "


" Engga akan Nayla, dia hanya masa lalu mas sedangkan kamu masa depan mas "


" Udah kamu gausah khawatir sayang " Ares mencium kening Nayla


Tak lama pintu terbuka suster membawakan makanan untuk Nayla.


" Ayo makan dulu " ucap Ares memposisikan kasur Nayla


Arespun menyuapi Nayla, jantung Nayla merasa berdetak dengan cepat.


" Nayla.. " ucap Anin yang masuk tiba tiba


" Hallo sayang " diikuti oleh Bu Amanda


" Anin Mamah " ucap Nayla bahagia


" Cih ganggu aja " gimana Ares pelan.


Anin dan Bu Amanda datang membawa buah buahan, Ares pun tetap menyuapi Nayla.


" Duduk Mah " ucap Ares yang pindah di pinggir kasur Nayla


" Uuu romantis banget sih Bang Ares nyuapin istrinya " ucap Nayla menggoda


" gimana kata dokter kondisi Nayla..? " tanya Bu Amanda


" Kondisinya sudah lebih baik, cuma nunggu keputusan dokter aja katanya " jawab Ares


Bu Amanda mengelus kepala Nayla dengan tersenyum.


" Makasih yah Mah udah jenguk Nayla " ucap Nayla


" Iyah sama sama sayang, ibumu tau kalau kamu dirawat..? " tanya Bu Amanda


" Engga, Nayla engga mau Ibu sama Bapa khawatir " Nayla menggelengkan kepalanya


" Res jaga istrimu baik baik, kamu ini bagaimana bisa bisanya Nayla seperti sekarang. Kalian berdua kenapa ga bulan madu aja sih " ucap Bu Amanda


" Nayla belum mau Mah, nanti aja kalau emang senggang baru Nayla sama Mas Ares jalan jalan " Jawab Nayla membela Ares


" Yaudah tapi Mamah engga mau kamu seperti ini lagi yah " ucap Bu Amanda


" Iyah Mah " jawab Nayla


Anin melirik Ares dengan tatapan tajam.


" Yaudah Mamah pulang dulu yah cantik, Ares kamu kasih kabar gimana kondisi Nayla " ucap Bu Amanda


" Iyah Mah " jawab Ares


" Nay aku pulang dulu, cepet sehat kita jalan jalan nanti " ucap Anin


" Iyah Nin "


Bu Amanda dan Anin pergi meninggalkan kamar Nayla, kini hanya tinggal Nayla dan Ares yang bersama.


" Mas Ares " panggil Nayla


" Iyah sayang " saut Ares

__ADS_1


" Mas Ares kalau nyimpen dokumen dimana..? " tanya Nayla tiba tiba


Pertanyaan Nayla membuat Ares teringat tentang Nayla yang ingin mengajukan perceraian..


__ADS_2