
" Nin, Mas Ares berangkat dulu " dengan cepat Ares menutup pintunya
" Sejak kapan Anin manggil Lo mas..? Dan sejak kapan lu nyebut diri Lo mas ke Anin..?" ucap Alvian penuh kecurigaan
" Bukan urusan Lo, ayo anterin gue ke kantor Lo kesini buat anterin gue kan..?" Ares terus menarik tangan Alvian
" Ah kampret Lo Res " ketus Alvian
Didalam rumah Nayla pun merasa kebingungan, siapa yang datang pagi pagi kerumah dan mengapa ia dipanggil Nin oleh Ares.
Namun ia pun kembali teringat jika pernikahannya masih harus di rahasiakan, ia pun tak memikirkannya kembali.
.
.
" Lo ngapain pagi pagi kerumah gue. ?" tanya Ares yang kini sudah berada di dalam mobil Alvian
" Biasanya juga gue main pagi pagi, Lo ga komplen apa apa " jawab Alvian sambil fokus menyetir
" Ya Iyah " ucap Ares gugup
" Res gue niatnya hari ini mau ajak jalan si Nayla tapi dari semalem gue chat ko belum di baca yah " ucap Avian
" Ya mana gue tau, lagian emang ga ada cewe lain apa selain si Nayla "
" Ya gue kan jatuh cintanya sama dia Res, kayak Lo gatau aja kalau gue udah naksir sama orang gimana "
Ares pun hanya terdiam mendengar cerita Alvian, bukannya ia berniat untuk membuat Alvian semakin berharap namun ia belum siap menceritakannya semuanya terlebih Nayla meminta untuk merahasiakannya pernikahan mereka.
" Lo masih ga setuju res sama hubungan Anin sekarang..?" tanya Alvian mengubah pembicaraan
" Hmm ya begitulah Al, feeling gue laki laki itu ga baik aja. " jawab Ares
" Terus selama di Indonesia Lo pernah ketemu sama suaminya..?"
Ares terdiam dan mencoba mengingat, dan benar ucapan Alvian sejak Anin datang kemarin tak pernah Ares melihat Anin membawa suaminya.
" Ah mungkin suaminya lagi sibuk " ucap Ares Mecoba berfikir positif
" Kemarin gue ketemu dia dirumah sakit lagi jagain sahabatnya katanya, dan dia bilang mau ketemu gue "
" Ooo ya Lo tau sendiri Anin ga pernah cerita sama gue masalah hubungannya sejak gue ga ngerestuin dia "
" Oiya btw gue denger dari Naya, Laras jadi dosen di kampus yang sama..? Dan gue denger juga dia kemarin cari masalah sama Nayla "
" Iyah gue kaget kenapa tiba tiba dia bisa jadi dosen disana "
" Lo ga berniat buat balik sama dia Res..? Kayaknya dia masih sayang banget sama Lo "
" Cih engga lah, gue ga berniat Al buat balik sama dia setelah yang dia lakuin ke gue waktu itu "
Alvian hanya mengangguk paham, ia sendiripun tau bagaimana hancurnya perasaan Ares saat itu.
Bagaimana ia melihat kekasihnya yang tengah berselingkuh dengan laki laki lain.
.
.
Sebelum Alvian mengantar Ares ke kantor, ia lebih dulu mengajak Ares untuk pergi ke cafe sekedar ngopi bersama
" Res ko gue masih ga percaya ya " Ucap Alvian tiba tiba
__ADS_1
" Ga percaya apa sih..? " tanya Ares sambil menyeruput kopinya
" Yaa sejak kapan Lo sama Anin kayak gitu panggilannya, dan tadi juga kayaknya bukan suara Anin deh " jawab Alvian
Saat Ares hendak menjawab tiba tiba ponselnya mendapatkan panggilan masuk, Alvian pun melirik kearah ponsel Ares yang terbeletak diatas meja.
" Istri Kesayangan " gumam Alvian menatap Ares
" Ooo engga gue emang iseng aja namain ini, ya kali aja jadi beneran kan " jawab Ares mencari alasan
" Sejak kapan Lo jadi alay gini sih, ihh " ucap Alvian dengan ekspresi jijik ke Ares
" Yaudah bentar gue angkat dulu " yg ucap Ares karena Nayla menghubungi
" Hallo ya sayang" ucap Ares lebih dulu dan Alvian menatap Ares
"...."
" Ooo yaudah kamu jangan panik yah kamu siap siap aja biar nanti mas langsung pulang " ucap Ares mendapatkan panggilan dari Nayla
" ...."
" Iyah sayang ini mas kerumah yah " setelah itu panggilan terputus
Alvian menatap Ares penuh dengan khawatir.
" Ada apa Res..?" tanya Alvian panik
" anterin gue pulang Al sekarang " Ares langsung mengambil tasnya
" Ooo oke oke " Alvian pun menurutinya
...***...
" Hallo Assalamualaikum Bu " ucap Nayla dengan lembut
"...."
" Kapan Bu..? Yaudah Nayla sama Mas Ares langsung kesana yah Bu " jawab Nayla yang panik
" ..."
" Iyah Bu, Assalamualaikum "
Nayla mendapat kabar jika Ayahnya masuk kerumah sakit, dengan segera Nayla menghubungi Ares.
" Mas Ares, Bapa masuk rumah sakit Mas tadi ibu telp Nayla " ucap Nayla
"..."
" Mas pulang sekarang yah kita kerumah bapa sama ibu Mas "
"...."
" Iyah Mas "
Setelah panggilan terputus Nayla dengan segera menyiapkan baju untuk ia dan Ares bawa ke kampung
Pikirannya merasa tak tenang karena ia takut akan terjadi sesuatu kepada orangtuanya
Sambil menunggu kedatangan Ares, Nayla mencoba tidak panik dan mencoba tenang.
" Tenang Nay tenang bapa ga apa apa " gumamnya sendiri
__ADS_1
Saat Nayla tengah menyiapkan baju, Ares datang menghampiri Nayla.
" Sayang " panggil Ares
" Mas Ares " Nayla langsung memeluk Ares dan menangis dipelukan Ares
" Engga apa apa, ayo kita siap siap sayang mas ganti baju dulu yah " ucap Ares dan Nayla melepaskan pelukan Ares
" Iyah Mas " jawab Nayla sambil menangis
Dengan segera mungkin Ares berganti pakaiannya, ia juga menyuruh Bayu untuk memesakan tiket pesawat dan mobil sesampainya disana.
Setelah semua siap Ares dan Nayla langsung berangkat diantar oleh supir Ares.
" Kita naik apa mas .? " tanya Nayla
" Kita naik pesawat sayang " jawab Ares
Sepanjang jalan Nayla hanya terdiam dengan sesekali mengusap air matanya
Ares sendiri paham bagaimana perasaan Nayla saat ini, ia pun tak menahan Nayla untuk tidak mengis.
Sesampainya di Bandara Ares langsung menunggu pesawat mereka, walaupun sebenarnya bisa saja Ares menaiki pesawat pribadi milik temannya namun ia tak punya waktu untuk menjelaskan.
" Kita flight jam berapa mas..?" tanya Nayla sambil melihat jam ditangannya
" Jam 11 sayang " jawab Ares
.
.
Setelah menunggu merekapun kini sudah berada didalam pesawat, pikiran Nayla sudah bercampur aduk memikirkan kondisi sang ayah
Sesampainya di Jogja Ares dan Nayla langsung menaiki mobil yang sudah Bayu pesankan, mereka langsung menuju rumah sakit yang ibunya beritahu.
" Duh macet banget " ucap Nayla dengan resah melihat jalanan yang macet
" sabar sayang " ucap Ares menenangkan
Ingin sekali rasanya Nayla turun dari mobil dan berlari menuju rumah sakit, namun Ares selalu menenangkan Nayla agar tidak panik.
.
.
Setibanya dirumah sakit Nayla langsung menuju ruang IGD, dan disana sudah ada ibu Nayla yang duduk sendiri
" Ibu " panggil Nayla sambil berlari
" Nayla anak ibu " ucap Bu Sri memeluk Nayla
" Gimana Bu kondisi bapa " tanya Nayla sambil menangis
" Bapa masih diperiksa nduk " jawab Bu Sri yang ikut menangis
Ares yang berada disana pun mencoba menenangkan keduanya.
Tak lama dokter keluar, mereka langsung menghampiri dokter tersebut.
" Gimana dok keadaan suami saya " tanya Bu Sri
Dokter pun diam dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1