Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 18


__ADS_3

Ares mendatangi satu persatu rumah sakit yang tak jauh dari rumah Nayla, namun sudah beberapa kali ia tak menemukan pasien bernama Nayla.


" Gue harus cari kemana lagi.. " Ares menjambak pelan rambutnya


Saat Ares hendak pergi kembali, ponsel miliknya berdering panggilan masuk dari Bayu.


" Hallo Bay.. " ucap Ares lebih dulu


"... "


" Oke saya kesana, terimakasih infonya " ucap Ares dengan segera Ares pergi


..


" Lo ngapain disini Nin..? " tanya Alvian yang berpapasan dengan Anin


" Oo gue nganter sahabat gue kak , lo ngapain disini kak ..? " tanya Anin kembali


" Abis ketemu client, lo sejak kapan di Indonesia nin..? " tanya Alvian


" Belum lama kak " jawab Anin


" Gue boleh minta nomor lo nin..? " ucap Ares memberikan ponselnya dan Anin mencatat nomornya di ponsel Ares


" Yaudah kak gue duluan yah, gue buru buru soalnya permisi "


Anin dengan segera pergi menuju tempat pendaftaran, sedangkan Alvian kembali melanjutkan langkak kakinya.


Setelah mendapatkan kamar, Nayla langsung dipindahkan dari igd menuju kamar inap.


" Makasih yah nin " ucap Nayla dengan lemas


" Santai aja Nay, kamu kenapa dirumah berantem lagi sama Mas Ares..? " tanya Anin khawatir


" Engga ko Nin, kamu ko bisa tau rumah aku..? "


" Oo itu aku nanya sama Ayu "


Nayla kembali melamun, ia mengambil ponsel miliknya dan tak melihat pesan dari Ares.


Tak lama pintu kamar Nayla terbuka, dan masuklah sosok laki laki yang keduanya kenali.


" Bang Ares " ucap Anin dan Nayla terkejut


" Huh huh huh Nayla " Ares mengatur nafasnya dan menghampiri Nayla yang terbaring lemah dirumah sakit


" Lo tau darimana bang gue sama Nayla disini " ucap Anin bingung


" Bayu liat lo pas masuk rumah sakit ini, dia abis nganter orangtuanya buat berobat " jawab Ares


" Yaudah kalian ngobrol berdua aja, Aku keluar dulu ya Nay " Anin pun pergi meninggalkan Ares dan Nayla berdua


" Nayla maafin Mas Nay " ucap Ares


" Hmm lebih baik mas Ares ke kantor " ucap Nayla yang tak berani menatap Ares

__ADS_1


" Nay maafin Mas Nay, maaf mas selalu gagal jadi suami kamu " ucap Ares merasa menyesal


" Buat apa Mas nyamperin wanita murahan kayak Nayla..? " ucap Nayla dengan suara bergetar


" Engga Nayla bukan wanita seperti itu, Nayla itu perempuan baik baik yang Mas Ares kenal "


" Biarin Nayla sendiri Mas, lebih baik memang Nayla ga hadir di hidup Mas Ares "


" Kamu beneran mau Mas pergi dari sini Nay.. " ucap Ares namun Nayla tak menjawab maupun menoleh kearah Ares


" Lebih baik kita pisah aja Mas " ucap Nayla tiba tiba


" Nay kenapa Nay.. "


" Buat apa bangun suatu hubungan jika masih ada masa lalu didalamnya, jangan pernah menjalin dengan yang baru jika masih ada masalalu Mas " ucap Nayla sambil menghapus air matanya.


" Nayla mas udah ga ada rasa Nay sama dia, sekarang cuma Nayla yang mas mau " ucap Ares


" Andai Nayla nolak perjodohan ini mungkin rasanya ga sesakit ini Mas, dan kenapa Nayla juga harus jatuh hati sama Mas Ares kalau ternyata cuma bikin hati Nayla sakit Mas " ucap Nayla dengan sedikit emosi


" Nay.. " ucapan Area terpotong


" Lebih baik kita urus hidup kita masing masing Mas, anggap saja kita adalah dua orang asing yang memang tinggal dirumah yang sama " ucap Nayla kembali


" Tolong pergi, biarkan saya sendiri " ucap Nayla dengan ketus


Ares pun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Nayla, walaupun rasanya berat namun ia tak ingin menambah beban Nayla saat ini.


Saat Ares keluar ia berpapasan dengan Anin yang datang membawa dua gelas kopi, dan Anin mengajak Ares untuk ngobrol didepan ruangan Nayla.


" Gue udah bilang kan Bang, gue juga udah kasih lo peringatan tapi kayaknya emang lo ga bisa dikasih kayak gitu bang " ucap Anin sambil menyeruput kopi


" Lo tuh emang bloon atau gimana sih bang..? dengan lo bawa Nayla lo pikir mereka akan ngelepasin lo gitu aja..? engga bang. Dia juga hubungi gue semalem bilang katanya habis coba bunuh diri gara gara di putusin sama lo, yah gue bilang kenapa ga mati aja sekalian " jawab Anin dengan ketus


" Gue gamau nin kehilangan Nayla " ucap Ares dengan menundukkan wajahnya


" Untuk hal ini gue ga bisa bantuin bang, lo yang harus berjuang sendiri buat ngeyakinin Nayla jangan sampai lo akhirnya kehilangan dia bang "


" Bantu gue nin, biar gue ga pisah sama Nayla nin " ucap Ares memohon


" Maaf bang gue ga bisa, yaudah lo mending pergi biar Nayla gue yang jaga "


" Engga gue gamau pergi, gue akan tetap disini buat nunggu Nayla "


" Yaudah terserah lo aja kalau gitu, gue mau masuk dulu "


Anin pergi meninggalkan Ares sendiri, saat ia masuk ia melihat Nayla yang tengah melamun.


" Hai Nay kenapa ko kamu ngelamun " ucap Anin mengejukan Nayla


" Ehh Nin engga ko " ucap Nayla membantah


" Kamu ga apa apa Nin disini, suami kamu ga nyariin " tanya Nayla


" Nay boleh aku cerita, walaupun bukan waktu yang tepat sekarang tapi aku butuh teman cerita Nay " jawab Anin

__ADS_1


" Boleh dong aku siap dengerin cerita kamu Nin " ucap Nayla


Anin menceritakan tentang hubungannya kepada Nayla, walaupun sebenarnya ia malu namun ia butuh teman curhat untuk mendengarkan ceritanya.


" Mas Ares tau..? " tanya Nayla


" Engga Nay, Bang Ares engga tau. Mamah dan Papah sepakat buat ga cerita ke Mas Ares dulu " ucap Anin


" Kenapa..? "


" Sebenarnya aku kenal Laras Nay, dia mantan bang Ares. Mereka jalin hubungan udah 7 tahun, tapi sayang hubungan mereka kandas begitu aja. Laras memilih laki laki lain karena ia pikir Mas Ares itu bukan siapa siapa, karena sejak dulu Mas Ares selalu tertutup siapa keluarga nya. Laras memilih untuk tinggal di luar negeri bersama pacar nya, dan ternyata selama 7 tahun Laras juga selingkuhin Bang Ares " cerita Anin


" Terus ketauan selingkuhnya gimana Nay.. "


Flashback On


Hari ini Ares baru saja tiba di Jakarta setelah ia pergi dari Korea untuk menandatangani kontrak kerjasama.


" Bay, nanti saya bawa mobil sendiri aja karena saya ingin bertemu dengan Laras " ucap Ares dengan semangat


" Hmm mau bucin bucinan nih ceritanya, iyah deh selamat senang senang pak bos " goda Bayu


Sebelum pergi ke apartemen Laras, Ares membeli beberapa tangkai bunga ia juga sengaja tak mengabari Laras agar ia dapat memberikan kejutan.


Tak sulit bagi Area untuk masuk kedalam apartemen Laras, karena ia sendiri sudah memegang kunci apartemen Lars.


Ares membuka perlahan pintu kamar Laras, saat ia masuk ia terkejut melihat pakaian yang berserakan di lantai dan terdapat dua baju laki laki yang ikut berhamburan di lantai.


Ares juga mendengar suara ******* dari kamar Laras, perlahan Ares berjalan menuju kamar Laras.


" Aahh gila ras body lo enak banget hahaha " ucap suara laki laki


" Gimana rasanya ras lo main sama dua cowo sekaligus enak kan, makanya lo jangan jual mahal ras " ucap laki laki satu lagi.


" Ahh brengsek lo ahh " ucap Laras


" Halah brengsek brengsek juga lo nikmatin kan, buktinya lo aja udah ga perawan gini " ucap kembali laki laki


" Iyah bener hahaha " kedua laki laki itu tertawa puas menikmati tubuh Laras


" Ahh bangsat lo berdua brengsek ahhh " jawab Laras sambari mendesah.


" Pacar lo Ares nyesel ga nyoba tubuh lo gini Ras, lagian lo masih aja mau sama laki laki ga punya apa apa kayak dia "


" Ahhh diem lo gausah nyebut nyebut nama Ares, ahh selama dia masih bisa nguntungin kenapa engga ahh " ucap Laras


" Hahaha emang bener bener nih cewe ahh gila mantep banget "


Ares yang mendengar terdiam, ia sedikit melirik kearah kamar Laras ia melihat bagaimana Laras disetubuhi oleh dua laki laki.


Ares pun pergi meninggalkan Laras, sejak saat itu ia tak mau menemui Laras. Ia pindah rumah agar Laras tak bisa bertemu dengannya, hingga terdengar kabar jika Laras pergi ke luar negri karena hamil.


Setelah kejadian itu Ares menutup hatinya rapat rapat, namun ia juga merasa hubungannya dengan Laras belum berakhir.


Ia juga menyibukkan dirinya sebagai dosen agar bisa melupakan Laras

__ADS_1


Flashback Off


Nayla mendengarkan semua cerita Ares, lalu kenapa Ares bisa jatuh cinta kepada dirinya bahkan di kampus Ares pun terlihat sangat dingin kepada siapapun.


__ADS_2