Mas Dosen Dan CEO

Mas Dosen Dan CEO
BAB 29


__ADS_3

Setelah menunggu akhirnya ayah Nayla pun sadar, Nayla langsung menghampiri sang ayah dan Ares langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi ayah Nayla.


" Nayla kamu disini nduk " tanya Pak Agung


" Iyah pak, Nayla pulang sama Mas Ares pak " jawab Nayla sambil menahan tangis


" Gimana Nak Ares nduk..? Dia ga macem macem kan nduk..? "


" Bapak ini ngomong apa, ya Ndak mungkin Nak Ares macem macem pak " jawab Bu Sri


" Hehehe " Ares hanya tertawa mendengar ucapan Pak Agung


Tak lama dokter dan perawat masuk untuk memeriksa kondisi Pak Agung.


" Bu, ibu mending tidur biar Ares yang gantian jaga bapa jadi Ibu sama Nayla tidur dulu " ucap Ares kepada Ibu dan Nayla


" Iyah Bu, kalau ibu sakit nanti Nayla tambah sedih " timpal Nayla


" Iyah Iyah nanti ibu akan istirahat sayang " jawab Bu Sri


Dokter menjelaskan jika kondisi Pak Agung sudah membaik dari sebelumnya, setelah diperiksa Dokter dan perawat pergi meninggalkan mereka


" Pak Biar Ares yang jagain yah, nanti kalau bapa butuh apa apa bilang sama Ares " ucap Ares kepada Pak Agung


" Maaf yah Nak Ares bapa jadi merepotkan kamu " jawab Pak Agung


" Engga ada Pak, lagian sekarang bapa juga kan orang tua Ares masa ngerepotin sih "


Pak Agung tersenyum mendengar ucapan Ares, Ibu dan Nayla pun beristirahat ditempat yang sudah di sediakan.


" Nak Ares, gimana Nayla ga menyusahkan kamu kan...?" tanya Pak Agung


" Engga pak, Nayla baik sekali bahkan nurut sekali pak sama Ares. "


" Tolong jaga Nayla yah, bahagiakan dia seperti kami membahagiakan Nayla. Ya walaupun memang Nayla banyak sekali kurangnya, tapi sebenarnya dia itu anaknya mandiri sekali "


" Iyah Pak , Nayla itu sangat mandiri pak bahkan beberapa kali Ares menawarkan diri untuk mengantarkan Nayla di tolak "


" Yah begitulah Nayla, tapi kadang kalau sudah ngambek duhh udah deh pasti dia diem aja "


" Hehehehe iya ga apa apa pak, Ares terima apapun itu. Ares janji sama bapa sama ibu akan bahagiain Nayla terus pak "


" Hmm emang bapa sama ibu ga salah kasih restu untuk kamu dan Nayla "


Pak Agung merasa lega Nayla bertemu dengan sosok suami yang begitu menyayanginya.


...****...


Keesokan pagi setelah beristirahat Nayla, Ibu dan Ares berkumpul didekat kasur Pak Agung untuk bercerita.


" Jadi nak Ares kalau Nayla kuliahnya males malesan udah kasih nilainya jelek aja biar dia introspeksi " ucap Pak Agung

__ADS_1


" Ih bapa harusnya bilangin ke Mas Ares jangan galak jadi dosen, mentang mentang banyak yang sukain cewe cewe kampus " jawab Nayla dengan manja


" Ooo jadi Ares itu banyak fansnya, berarti kamu seharusnya beruntung bisa mendapatkan Ares " jawab Pak Agung kembali


" Jangan percaya Pak Bu " ucap Ares malu


" Orangtua kamu gimana Res kabarnya..? " tanya Bu Sri


" Alhamdulillah baik Bu, mereka lagi ke Paris baru bisa pulang bulan depan jadi maaf ga bisa jenguk " jawab Ares


" Waa ke Paris katanya Paris itu kota romantis tau " ucap Nayla


" Kamu mau kesana..?" tanya Ares


" Engga Nayla maunya ke Korea " jawab Nayla


" Nayla masih sering nonton film Korea Res..?' tanya Bu Sri


" Masih banget Bu , bahkan Ares di paksa buat ikut nonton film itu Bu padahal kalau di liat liat nih Bu, Ares juga ganteng ko malah gantengan Ares " jawab Ares dengan bangga


" Ih Mas Ares boong Bu, padahal dia sendiri yang kepo terus ikut nonton film " Nayla membela dirinya


Saat mereka sedang asik berkumpul terdengar suara ketukan dari luar, dan tak lama pintu pun terbuka


" Assalamualaikum " ucap seseorang memberi salam


" Waalaikumsalam " saut semuanya


" Anin " ucap Nayla dengan bahagia


" Sini sini duduk, Pak Bu kenalin ini Anin adiknya Mas Ares " ucap Nayla memperkenalkan Anin


" Ini Pak Bu Anin bawa buah, ini juga dadakan belinya " ucap Anin meletakkan buah yang ia bawa


" Waah makasih Anin, cantik yaah kamu " puji Bu Sri


" Pantesan Nayla cantik ibunya aja cantik banget " Anin berbalik memuji


" Ah kamu Nin bisa aja " jawab Nayla malu


" Kamu sendiri Nin..?' tanya Ares


" Iyalah sama siapa lagi " jawab Anin ketus


" Gimana kondisi Bapa Bu ..?" tanya Anin kepada Bu Sri


" Alhamdulillah lebih membaik Nin " jawab Bu Sri


" Alhamdulillah syukurlah Anin ikut senang dengarnya " ucap Anin


" Oiya Bang, Anin mau ngomong sebentar di luar " ucap Anin kepada Ares

__ADS_1


" Oo yaudah bentar yah Ares sama Anin keluar dulu " ucap Ares berpamitan


Anin dan Ares mencari tempat yang aman untuk berbicara, setelah dirasa cukup aman barulah Anin berbicara kepada Ares.


" Loh gimana sih Bang, Kak Alvian tuh curiga tau " ucap Anin dengan kesal


" Nayla juga udah tau kalau Alvian sahabat gue Nin " jawab Ares


" Bang gue rasa semuanya udah ga bisa di tutupin lagi, apa lagi yang gue denger Alvian ada rasa sama Nayla kalau semakin lama yang ada semuanya pasti akan lebih kacau bang "


" Gue bingung jelasinnya gimana Nin ke Alvian, dan Lo tau sendiri Nayla masih mau sembunyiin semuanya "


" Terus gue denger Laras jadi dosen di kampus..? Kenapa Lo ga lapor ke Papah sama Mamah, Lo udah ga ada rasa kan sama dia ..!!"


" Engga Gue udah ga ada rasa sama dia, buat apa gue nyimpen perasaan buat dia "


" Bagus, kalau bisa secepatnya Lo bilang ke Mamah dan Papah biar di pergi dari kampus Lo "


" Iyah gue akan secepatnya bilang setelah Mamah dan Papah balik "


Setelah selesai berbincang Ares dan Anin kembali ke Naylaa dan keluarga nya.


" Gue ke toilet dulu Bang " ucap Anin berpisah dengan Ares


" Iyah " jawab Ares


Ares pun melanjutkan langkahnya menuju kamar awal, saat Ares membuka pintu terdengar Nayla dan keluarga nya yang tengah berbincang.


" Apa kamu yakin itu keputusan kamu Nay..? Engga kamu coba pikiran dulu baik baik" ucap Bu Sri


" Engga Bu, mungkin ini yang terbaik untuk Mas Ares dan Nayla Bu " jawab Nayla


" Yasudah Bapak sama Ibu ga akan nahan nahan, lakukan apa yang menurut kamu baik Bapak tau kamu sudah dewasa pasti bisa menentukan yang terbaik untuk rumah tangga kalian " ucap Pak Agung


" Surat surat kamu ada dimana..? " tanya Bu Sri


" Mas Ares bilang ada dirumah Mas Ares Bu, tapi Nayla belum tau dimana " jawab Nayla


Saat Ares tengah mendengarkan percakapan, tiba tiba Dokter mengejutkan Ares


" Permisi Pak boleh saya masuk " ucap Sang Dokter yang ditemani perawat


" Oiya iya dok silahkan " ucap Ares terkejut


Dokter dan perawat pun masuk untuk memeriksa dan Ares mengikuti dari belakang.


" Anin mana Mas..?" tanya Nayla melihat Ares hanya sendiri


" Dari toilet Nay " jawab Ares menunduk


Setelah selesai di periksa Dokter pun keluar, kini hanya tinggal Ares Nayla dan keluarganya.

__ADS_1


" Nak Ares ada yang Bapa sama Ibu ingin bicarakan soal hubungan kalian " ucap Bu Sri


Mendengar hal itu Ares pun merasa siap, tidak siap ia sendiri tau ke arah mana Bu Sri akan membahas hubungan mereka


__ADS_2