
Nayla dan Anin saling bertatap dengan bingung, sedangkan Rio yang tak tau apa apa hanya melihat keduanya.
" Duduk dulu Na duduk dulu " ucap Nayla
" Ko kalian bisa berempat..? " tanya Ana bingung
" Iya tadi kita ga sengaja ketemu sama Pak Ares lagi sama Rio " ucap Anin berbohong
" Hah.." Ana pun bingung dengan apa yang Anin katakan
" Jadi gini Na, Rio ini sahabatnya Anin nah kebetulan Pak Ares lagi sama Rio dan karena gue kenal sama Pak Ares jadi sekalian aja kita duduk bareng gitu " ucap Nayla menjelaskan
" Ya gitu Na " timpal Anin
" Ooo yaudah deh gue duluan ya gue ga bisa lama lama, inget Nay Senin kuliah udah masuk " ucap Ana berpamitan
" Iyaa Na hati hati " jawab Nayla
Ketiganya pun menarik nafas lega, sedangkan Rio masih tak paham dengan apa yang terjadi.
" Dia siapa..? ko gue ga paham " ucap Rio
Anin dan Nayla pun akhirnya menjelaskan kepada Rio tentang hubungan Nayla dan Ares, dan setelah dijelaskan akhirnya Riopun paham.
" Ooo main kucing kucingan toh " gumam Rio paham
" Kalau gitu gue sama Anin harus ikut Lo bang kalau pergi sama Nayla " Ucap Rio memberi saran
" Ah males banget gue ga bebas dong mau ngapa ngapain " jawab Ares
" Yaelah Lo kan udah halal mau ngapa ngapain kan bisa dirumah kali bang " jawab Ares menggoda Nayla
" Iya bener Bang kata Rio, kamu setuju kan Nay..?" tanya Anin
" Ya aku sih setuju setuju aja ko " Nayla mengangguk
" Hufh yaudahlah 3 lawan 1 udah tau kan siapa yang menang...? " ucap Ares pasrah
Ares memilih mengalah karena percuma jika ia akan menolaknya.
...***...
Kini Nayla dan Ares sudah berada di kamar
Nayla melihat Ares yang tengah sibuk dengan Ipad-nya, ia merasa beruntung memiliki Ares sekarang.
Cupp
Nayla mencium pipi Ares, seketika Ares langsung mengalihkan pandanganya kepada Nayla
" Apanih tiba tiba nyium nyium " ucap Ares
" Ngga apa apa emang ga boleh..?" tanya Nayla
" Boleh lah sayang " Ares mengelus kepala Nayla
Nayla pun akhirnya memantapkan dirinya untuk memberikan hak Ares.
" Mas Ares " panggil Nayla
" Apa sayang ? " saut Ares, ia mengalihkan pandangan dari Ipad-nya
" Mas Ares tau ga hari ini hari apa..? "
" Hari kamis, kenapa memang..? "
" Hari kamis itu berarti malam apa Mas..?"
" Malam Jum'at kenapa..? Kan tadi habis magrib kita habis yasinan masa kamu lupa "
Nayla menarik nafasnya dan mulai memberikan dirinya berkata lebih jauh.
" Hmm Mas Ares gamau apa gitu " Nayla masih memberikan kode
__ADS_1
" Gitu apa..? Emang ada apa..? " Ares yang masih tak paham belum menyadari arah ucapan Nayla
" Yaa malam Jum'at kan katanya sih bagusnya Sunnah Rasul" jawab Nayla malu malu
" Hah.." Ares masih mencerna ucapan Nayla
" Ah udahlah kalau mas Ares ga paham , gajadi gajadi lupain aja " ucap Nayla ia langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Ares
Ares pun terdiam sambil berfikir ucapan Nayla, kemudian iapun akhirnya menyadari apa yang Nayla katakan.
" Memang kamu udah siap..?" tanya Ares sambil meletakkan Ipad-nya
" Siap apanyaa " jawab Nayla yang masih membelakangi Ares
" Siap buat itu " Ares pun memeluk Nayla dari belakang
" Katanya Mas Ares engga mau yaudah gajadi "
" Ihh Mas ga bilang ga mau yah, lagian ngasih kode kode aja "
" Ya siapa suruh mas Ares mikirnya lama "
Ares menarik bahu Nayla untuk mengubah posisi Nayla, sekarang Nayla dan Ares pun saling berhadapan.
" Kamu beneran udah yakin, udah siap..? " tanya Ares sambil mengelus pipi Nayla
" Iyah Nayla yakin Mas, tapi tetap di perjanjian awal " jawab Nayla ikut mengelus pipi Ares
" Iyah Mas masih inget ko " ucap Ares
" Jadi mau dimulai kapa..?" ucap Ares melanjutkan
" Terserah Mas Ares aja " jawab Nayla malu
Ares pun langsung mendaratkan ciuman di bibir Nayla, dan karena sudah terbiasa Nayla pun sudah mulai mengimbangi ciuman Ares
Perlahan Ares membuka kancing piyama yang Nayla gunakan dan tak ada perlawanan dari Nayla.
" Mau Nayla bantu ..?" tanya Nayla melepaskan ciumannya
" Boleh sayang " jawab Ares
Setelah berhasil Ares kembali mencium bibir Nayla, kini ciuman Ares mulai turun kearea lain pada tubuh Nayla
Ada hal baru yang Nayla rasakan pada tubuhnya yang meminta untuk Ares tak berhenti, justru ia menginginkan hal lebih dari Ares.
Ares mulai melepaskan pakaiannya hingga kini mereka bisa melihat satu sama lain.
Nayla yang baru pertama kali melihat merasa malu, ia mencoba mengalihkan pandanganya
" Kenapa..?" tanya Ares tersenyum
" Engga apa apa mas hehe " jawab Nayla sambil tertawa kecil
Ares menuntun tangan Nayla dan Nayla pun mulai mengimbangi permainan Ares
" Mas izin yah sayang " bisik Ares pelan
" Iyah Mas " Jawab Nayla mengangguk
Arespun dengan hati hati melakukan hal tersebut, ia tau jika ini akan terasa sakit bagi Nayla
" Ssshh sakit mas " ucap Nayla meringis
" Tahan sayang " ucap Ares yang masih terus mencoba
Hingga sekali dorongan akhirnya berhasil masuk, dan Nayla mencengkram pundak Ares.
Untuk mengurangi rasa sakit Nayla, Ares mencoba untuk memberikan sentuhan dibagian gunung Nayla
" Mmmhh " dshan mulai keluar dari mulut Nayla
Ares mulai memainkan dengan pelan dan Nayla pun mulai menikmati permainan Ares
" Mmmhh " dshan keduanya mengisi kamar mereka
__ADS_1
" Mass Nayla mau Pi.. " ucapannya terbata dan Ares tau Nayla pun sudah sampai
" huuhh iyaa ga apa apa sayang " jawab Ares yang semakin cepat
Dan tak lama Ares merasakan sesuatu yang hangat, dan ia melihat Nayla yang masih kuat.
" Kamu sudah datang bulan sayang..?" tanya Ares disela sela permainan
" Mmmhh belum mas " jawab Nayla
Ares yang hampir sampai langsung mempercepat, mendapatkan hal seperti itu membuat Nayla kembali sampai.
Ares pun menumpahkan miliknya didalam, namun entah mengapa ia masih menginginkannya.
" Kamu masih kuat sayang..?" bisik Ares sambil mengatur nafas
"mmhh masih mas " jawab Nayla sambil mengatur nafas
Ares kembali memainkan permainannya, malam itu Ares dan Nayla benar benar menghabiskan malam yang panjang bersama.
.........
Keesokan pagi Ares terbangun dan melihat Nayla yang masih tertidur dengan pulas akibat permainan mereka.
Ares mencium kening dan pipi Nayla, seketika Nayla terbangun dan menatap Ares.
" Makasih ya sayang " ucap Ares tersenyum
" Sama sama Mas " jawab Nayla yang juga tersenyum
Nayla pun mencoba bangun dari tempat tidurnya untuk pergi ke kamar mandi, namun entah mengapa ia merasa miliknya terasa sakit.
" Sakit Mas " Nayla meringis kepada Ares
" Yaudah mas gendong yah ke kamar mandi " tawar Ares dan Nayla setuju
.
.
Setelah selesai Ares langsung bersiap dengan pakaian kerjanya, saat Nayla membersihkan kasur ia melihat percak drh menempel di seprainya.
" Ayo kita turun " ajak Ares yang sudah siap dengan pakaian kerjanya
" Iyah Mas " jawab Nayla
Ares dan Nayla pun turun bersama untuk sarapan, setelah selesai sarapan Ares segera berangkat ke kantor.
" Mas Berangkat yah kalau kamu mau main nanti kabarin mas " ucap Ares berpamitan
" Iyah Mas " Nayla mencium tangan Ares
Arespun masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumahnya, Setelah Ares pergi Nayla memilih untuk bersantai.
...***...
Semenjak ia mendapatkan kabar mengenai orangtua Nayla yang sakit, Alvian belum ada lagi berkomunikasi dengan Nayla.
Entah mengapa Alvian ingin sekali bertemu dengan Nayla, ia pun mencoba mendatangi rumah Nayla.
Sesampainya dirumah Nayla ia melihat rumah itu tampak sepi, berkali kali Alvian mengetuk pintu namun tak ada yang membukakannya.
" Cari siapa Mas..?" tanya Laki laki dari sebrang rumah Nayla
" Ehh Naylanya kemana ya Mas, apa sudah pergi..?" tanya Alvian
" Ooo sudah lama Mas Nayla ga pulang kerumah, kayaknya terkahir waktu Nayla masuk rumah sakit dia diantar sama temannya " jawab Dika tetangga depan rumah Nayla
" Rumah sakit..? kalau boleh tau apa ini temanya " Alvian menunjukkan foto Naya
" Oo bukan Mas " ucap Dika
Alvian mencoba memberikan foto Anin kepada Dika
" Nah Iyah betul ini Mas, tapi setelah Nayla dibawa kerumah sakit ada laki laki juga yang mencari Nayla namanya Pak Ares dan setelah itu Nayla belum ada lagi pulang kerumah. Tapi emang udah lama juga sih Nayla ga tempatin rumahnya " ucap Dika
__ADS_1
" Yaudah Mas saya pergi kerja dulu permisi " Dika pun berpamitan kepada Alvian
Alvian masih mencoba mencerna semua ucapan Dika, ia merasa ada sesuatu yang tengah Ares tutupi