Me And Yu : Maevino

Me And Yu : Maevino
Eps. 19 'Me2Yu' Akur dan Kembali Lagi


__ADS_3

Berlanjut ...


Diperjalanan Arnold menyadari arah jalan ini. Mereka sudah dekat dengan tujuan. "Ngambil barang di kampus?"


"Hah?" Hanna tak mendengarnya jelas. Telinganya benar terjepit oleh helm.


Arnold memberhentikan motornya.


"Kak kenapa berhenti?"


"Ini udah di kampus. Lo ketinggalan barangnya di mana?"


Hanna berseri. "Heheh bukan di kampus kok, Kak. Ke depan dikit keluar, kakak tahu kan Aroma Cafe?"


Arnold hanya menyimak.


"Hanna ketemuannya di sana," lanjutnya.


Tanpa membalas pembicaraan segera Arnold kembali menghidupkan mesin motor cross-nya dan melaju. Hanya beberapa menit saja mereka telah sampai di depan cafe tersebut.


Cekit! Arnold menekan rem tiba-tiba.


"Ahh!" Hanna berteriak kaget, tanpa sadar ia meletakkan tangannya di pinggang Arnold seperti memeluknya dari belakang.


"Sorry, Na. Ada kucing lewat."


Hanna melepaskannya. "Ihs! Makanya hati-hati. Kalau kucingnya ketabrak terus mati Kak Arnold mau tanggungjawab?"


Hanna kembali bersikap. Dia menuruni motor.


Dan Arnold hanya diam. Mendengar kembali suara Hanna yang selalu mengoceh padanya.


Hanna melepaskan helm dan memberikannya pada Arnold. "Makasih udah nganterin Hanna." Lalu ia pergi masuk.


......................


"Ouww sepertinya ada orang yang kehausan banget."


"Banget," jawab Afra.


Tring! Trining! Suara bring bel.


Afra menoleh begitu juga dengan Gilang.


"Han.."


Hanna tersenyum nampak terlihat sahabatnya ini. Dan seseorang yang bersamanya.


Afra bangkit dari duduknya. "Lo duduk dulu, gue ambil dulu barangnya."


Hanna mengangguk dan duduk namun dalam kursi yang berbeda.


Tring! Tring! Suara bring bel. Afra keluar dari kafe.


Temannya Afra menoleh padanya dan tersenyum. Hanna pun hanya tersenyum tak terlalu mengenalnya hanya tahu dia adalah Gilang teman Afra satu jurusan yang membantunya bekerja di cafe ini dan laki-laki yang terus mengejar cinta Afra tanpa letih. Penolakan beberapa kali bukan akhir baginya.


Hanna jadi ingat dengan nama Gilang itu. Mengingatkannya pada masa SMA seorang pemilik Studio Radio Kasih.


......................

__ADS_1


Di luar Afra mendapati seniornya Hanna. Meskipun begitu Afra terus berjalan pada mobilnya yang terparkir dengan pikiran yang bertanya-tanya. Ia membuka dan mengambil barang Hanna yang tertinggal di mobilnya.


Saat akan masuk kembali.


Senior itu hendak pergi.


Afra menyapanya. "Bang Arnold ..."


Dia menoleh membalikkan badannya. Dia terlihat bingung mengangkat sebelah alisnya.


"Maaf bang, ke sini sama Hanna?"


Arnold hanya mengangguk.


Dan tebakan asal-asalan Afra benar.


"Kenapa nggak masuk, Bang?" Afra sudah terbiasa dengan memanggil seniornya dengan sebutan abang, bang. Bukan bang Toyib. Terkadang lo gue. Karena di jurusannya mengajarkannya seperti itu.


"Hanna pasti ngerepotin. Masuk dulu, gue kasih minum." Afra mencoba membujuk senior itu.


Berharap senior itu dapat masuk ke cafe ini tanpa maksud tertentu. Hanya ingin menawarkan minuman. Arnold pun mengiyakan. Ditawarkan minuman mana mungkin untuk menolak. Lagipula dirinya sedang kehausan.


Tring! Trining! Bring bel terdengar.


Bukan hanya Afra yang masuk. Tapi. Kedua orang itu berjalan mendekati.


"Nih." Afra meletakkan barang milik Hanna di meja.


Namun tatapan Hanna pada orang yang bersama Afra.


"Kak Arnold belum pulang?"


Hanna segera menatap sahabatnya ini. Memberi sinyal padanya menatap serius dan tajam. Afra hanya tersenyum.


"Lo duduk dulu aja, Bang."


Arnold mengangguk dan ikut duduk dalam satu meja bersama Hanna.


"Temen lo baik, tapi kenapa lo nya yang--"


"Yang apa?!" Hanna sedikit melotot pada seniornya itu.


Arnold masih terdiam. Dan Hanna masih menatapnya.


"Yang apa Kak Arnold?" Suaranya menekan.


Arnold pun meletakkan kedua tangannya di atas meja menyilang lebih mendekat pada Hanna. Hanna menatapnya heran.


"Gue mau tanya sesuatu sama lo."


"Tanya apa?"


"Sebenarnya..."


Hanna masih menunggu.


Di sisi lain Afra yang berada di sana melihat tingkah laku junior yang berubah-ubah pada sosok senior itu. Dan temannya Afra, Gilang dia pun melihatnya.


"Sebenernya lo ada masalah apa sih sama gue?" tanya Arnold pada Hanna.

__ADS_1


Pertanyaan-pertanyaan yang telah tersimpan sekian lamanya akhirnya dapat tersampaikan padanya. Arnold menjauhkan diri. Duduk dengan normal. Hana terdiam dengan pertanyaan itu. Hanya otaknya saja yang berbicara tapi mulut tak mampu.


Senior nyebelin emang.


"Dasar Koala."


"Bukannya jawab malah nyebutin gue Koala."


Hanna mengerutkan keningnya.


Begitu juga dengan Arnold. "Dasar Boneka."


Segera matanya semakin melotot pada Arnold.


Sebelum peperangan terjadi segera Afra tiba meletakkan dua minuman di meja mereka. "Hei, gue nggak mau ya kafe orang ancur karena kalian."


Hanna mengambil minuman itu dan meminumnya agar kepalanya sejuk dan tidak panas lagi karena senior itu.


"Part time gue udah abis, Han. Gue mau ke kampus," kata Afra yang sudah berganti pakaian.


"Lo mau tetep di sini atau pulang? Ah, Bang Arnold tolong anterin Hanna pulang ya."


"Nggak!" Keduanya saling menolak.


Sama-sama masih dalam keadaan saling marah.


"Kalau gitu kalian bayar minuman itu," ancam Afra.


"Sejak kapan sahabat gue perhitungan gini?" kesal Hanna.


Afra pun tak menggubrisnya lagi. "Lang." Melihat pada temannya mengajak pergi. "Gue udah telat gara-gara kalian. Bye." Lalu Afra menatap senior Hanna. "Bang Arnold, anterin gadis kecil ini pulang."


Hanna terkejut mengerutkan keningnya. "Gadis kecil?"


"Dah Han.."


Afra dan Gilang pergi.


Terlihat Arnold menahan tawanya terdengar suara tawa yang tertahan ingin mengejek.


"Apa?" ketusnya.


"Phtt! Gadis kecil lebih buruk daripada boneka."


"Gadis kecil lebih baik daripada boneka. Karena yang nyebut sahabat baik gue." Hanna pun berdiri beranjak.


"Mau ke mana?"


"Pulanglah," ketus Hanna. "Jadi nganterin nggak?"


Terukir senyuman dari Arnold.


"Terpaksa Hanna ikut sama kak Arnold."


"Gue juga terpaksa karena udah janji sama bunda buat nganterin lo."


"Yaudah sekarang impas. Ayo."


Dan akhirnya Hanna dan Arnold pun pulang bersama.

__ADS_1


...🐻🌹🐨...


__ADS_2