Me And Yu : Maevino

Me And Yu : Maevino
Eps. 63 'Me2Yu' : Malam dan Hujan Tidak Saling Melupakan


__ADS_3

Berlanjut ...


Berpegang pada rasa sakit tidak akan memperbaiki apapun. Masa lalu tidak bisa kita ubah sesuai yang kita inginkan, memutar balik pun itu hanya sebuah angan-angan, berharap akan sesuatu yang berlainan tidak akan membuat berbeda pula. Menerima dan mengiklaskan adalah jawaban untuk semua yang menyangkut masa lalu yang telah disesali, melanjutkan hidup agar kembali mendapatkan kebahagiaan.


Penyesalan, rasa sakit yang dirasakan tumpah kembali dalam air mata, dada yang begitu sesak atas semua yang telah terjadi. Jangan lari dari masalah - Menerima dan Mengiklaskan. Kata-kata itu telah masuk dengan susah payahnya, tertanam dalam benak hati seorang gadis yang telah menjalani hidupnya begitu kosong.


Derasnya hujan pada malam hari membuat sejarah kembali bagi kenangan gadis itu. Langkah kaki begitu berat untuk berjalan. Menompang pada seseorang yang terpaksa berbohong untuk kebaikan, pikirnya. Sulit sebenarnya, tapi jika terus menyangkal, perjalanan tidak akan kembali hidup, terus terjebak dalam kegelapan. Bahagia? Tentu tidak.


Sebuah mobil baru saja tiba di rumah yang memiliki kenangan pahit. Suami istri dan menantunya itu berkunjung untuk melihat kondisi putrinya. Namun tibanya bukan mendapatkan kabar baik melainkan kabar yang membuat semua orang cemas dan... saling menyalahkan antara pasangan yang telah bercerai itu.


Pria tua berdecak kesal sambil menahan amarah dan kekhawatiran pada putrinya yang menghilang. Begitu juga dengan wanita tua mantan istrinya yang tidak bisa tenang karena putrinya tidak ada di rumah. Ponsel putrinya pun ditinggalkan di kamarnya.


"Diana," berangnya. "Kau bilang kau akan menjaganya dengan baik. Tapi apa sekarang? Hanna tidak ada di rumah! Dan kau tidak tahu dimana keberadaannya." Emosi yang tidak bisa terkontrol. Merasakan ketakutan jika dia harus kehilangan putrinya yang kedua kalinya.


"Kenapa kamu menyalahkan ku seorang? Kamu juga salah, Wisnu!"

__ADS_1


"KAU YANG SALAH! Lihat, sudah larut malam Hanna belum kembali. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?!" Cecarnya.


Ternyata kebiasaan saling menyalahkan antara mereka masih ada, terulang kembali.


"Ayah..." keluh Bella. "Ini salah Bella juga. Ayah jangan salahin tante Diana."


Hanya diam dengan kekesalan. Waktu telah berlalu mobil terlihat telah kembali lagi ke sini. Fatur keluar dari mobil berjalan ke arah mereka. "Maaf ayah, ibu, tante, aku nggak nemuin Hanna."


Semakin khawatir dalam benak semua orang.


Meski mendapat amarah dari mantan suaminya. Diana tahu diri, bahwa Hanna tidak ada di rumah adalah kesalahannya.


Saat malam ini suasana begitu mencekam. Orang yang telah menciptakan suasana seperti itu akhirnya terlihat. "Hanna...." Dia datang dengan pakaian basah kuyup bersama pemuda yang kita tahu bahwa dia adalah kekasihnya, orang yang telah berjuang untuk menyelamatkan kebahagiaan Hanna.


"Hanna... Kenapa kamu hujan-hujanan? Mamah khawatir sama kamu. Kamu nggak kenapa-kenapa, kan? Kamu pergi kemana, hum?" Diana begitu panik pada putrinya.

__ADS_1


Raut wajah Hanna murung, mengerut dada menahan rasa sakitnya.


"Kamu bawa putri saya kemana sampai basah kuyup?" decak Wisnu menatap mencekam pada Fauzi.


Fauzi masih diam menatap sendu pada semua orang.


"Ganti baju dulu, ayok..." Cemas Diana mengajak putrinya untuk masuk mengganti pakaian basahnya. Tapi Hanna menahan, menolak membuat semua orang terheran.


"Mah... Ayah..." Hanna menandingi kedua orangtuanya. Rasa khawatir dari orang tua begitu dalam dengan raut wajah putrinya yang mulai meneteskan air mata. Terisak yang tertahan olehnya. "Aku kangen sama mamah, aku kangen sama ayah hiks... aku--aku kangen sama kak Anissa. Hiks... ayah mamah..." Tangis kembali membasahi pipi sebuah keluarga. Diana dan Wisnu begitu erat memeluk putri mereka hingga mereka merindukan satu sama lain. Kehilangan apa yang telah terlewatkan oleh anggota keluarga.


Hidup tidak selamanya berjalan dengan mulus. Sedih dan kecewa kerap datang. Kesedihan bukan menjadi seseorang yang lemah tapi mereka telah berusaha kuat untuk waktu yang lama. Seperti mereka. Mereka yang sudah dianggap dewasa namun masih tidak mengerti apa pendewasaan yang telah mereka lalui itu, dan mereka yang muda telah melalui proses pendewasaan dalam hidup mereka, melalui ujian-ujian yang terjadi dalam hidup mereka.


Tidak berdaya berjuang untuk hidup dan matinya, bertahan untuk tidak membuat orang-orang disayangi sedih untuk tidak kehilangan dirinya. Apa perjalanan sudah berakhir bagi dia yang telah membawa muka saudara kembarnya dalam kehidupannya selama ini sebagai manusia yang ingin membawa harapan padanya. Dan memperbaiki semua apa yang terjadi yang telah dilalui dan yang telah diperjuangkan selama ini untuk kehidupan orang lain.


Dia memberinya waktu untuk bertemu dengan orang yang seharusnya menjadi bagian dari hidupnya. Gadis itu mendekati dengan tidak percaya bahwa itu dia yang berbaring. Laki-laki yang membuatnya sedih sekaligus bahagia dalam hidupnya. Bahwa Malam dan Hujan tidak saling melupakan melainkan saling merindukan Langit yang menjadi tempat mereka berharap.

__ADS_1


... 🥀🌹...


__ADS_2