Me And Yu : Maevino

Me And Yu : Maevino
Eps. 65 'Me2Yu' : Hari Kehilangan


__ADS_3

Bersama keluarga Maevino, Hanna ada di sana. Bermain dengan adik dari si kembar, Hanna pertama kali melihatnya masih dalam kandungan dan sekarang dia sudah lahir begitu menggemaskan dan sudah besar. Begitu banyak kenangan telah berlalu untuknya. Penyesalan? Benar. Namun ini sudah menjadi jalan yang harus dilalui.


"Uzi..."


"Iyah, Mah?"


"Mamah sama ayah mau ke rumah sakit. Kamu disini aja ya jagain adek."


"Iyah, Mah. Siap."


Ibunya melihat ke arah Hanna berada. "Hanna, tante tinggal dulu ya."


"Iyah tante," jawab Hanna tersenyum.


Setelah kepergian orang tua Maevino mengunjungi rumah sakit untuk menjaga putra kedua mereka, Fauzan. Fauzi dan Hanna menemani adik perempuan Maevino, tidak hanya mereka tapi juga ada pelayan di rumah ini.


"Han."


Fauzi memanggil dengan senyum penuh arti.


"Iyah?" Hanna tetap fokus bermain dengan adik perempuan.


"Jalan," ajaknya.


Karena ajakan itu Hanna langsung melihat pada Fauzi. "Kemana?"


"Mmm ke pantai?"


Nampaknya Hanna menyukai ajakan tersebut, namun ia kembali pada sang adik yang harus dijaga. "Adik kamu gimana?"


"Kan ada bibi."


Hanna terlihat ragu. "Nggak papa ditinggal?"


Fauzi angguk. "Ayok." Dia berdiri dan langsung memanggil pekerja di rumah ini. "Bi..."


"Iyah, Den?"


"Fauzi mau keluar dulu sebentar sama Hanna. Bibi tolong jaga rumah sama adek ya."


Bibi itu tersenyum angguk. "Baik, Den."


Fauzi langsung menggenggam tangan kekasihnya dengan penuh semangat, keluar jalan-jalan ke pantai menggunakan motor Vespa miliknya.


...****************...


Kesepian dunia ini entah dimana. Namun perasaannya begitu nyaman dengan keindahan tempat ini. Hanya suara orang yang menemaninya selama ini. Tangis, tawa dan sebuah cerita mereka yang tersampaikan sampai sini. Tapi mereka tidak bisa mendengar suara balasan darinya. Tidak ingin pergi dari sini sama sekali ketika cahaya telah tiba. Penasaran dengan apa yang ada di balik cahaya itu tetapi dia lebih baik diam. Padahal sebenarnya dibalik itu adalah sebuah keajaiban baginya.

__ADS_1


Tapi sekarang, cahayanya semakin bersinar ke arahnya. Naluri penasarannya semakin dalam untuk menemuinya di sana. Berjalan perlahan meski dia sangat gugup untuk datang pada cahaya itu.


Chring.....


...****************...


Orang tua Maevino baru saja tiba di rumah sakit. Berjalan menuju bangsal putranya yang cukup dekat, para perawat dan dokter berlarian dari belakang. Mereka terheran-heran tetapi ketika mereka mengetahui bahwa orang-orang rumah sakit sedang menuju bangsal putranya. Mereka dengan panik berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Seorang ibu yang begitu panik meskipun tidak tahu apa yang terjadi tetapi melihat dari balik kaca besar ini bahwa anaknya di sana sedang ditangani oleh dokter, suara peralatan rumah sakit semakin membuat panik dirinya dan orang-orang di dalamnya. Ruangan ini. Wanita tua itu langsung saja menangis mendekat pada suaminya untuk menerima sedikit kekuatan agar bisa melihat kondisi anaknya di dalam sana.


...****************...


Cinta itu tidak akan sempurna jika hanya salah satunya yang mencintai. Tapi begitu rumit baginya dalam sebuah naskah yang sudah menjadi jalan baginya. Meski kenyamanan yang ia rasakan padanya, tapi tidak lebih untuk bisa mencintainya. Karena hatinya sudah milik seseorang.



Memeluknya dengan erat saat dia bermain-main dengan sepeda motornya membuatnya semakin takut tetapi tidak bisa menahan senyum dan tertawa bersama.


"Ah!! Fauzi!!"


"Ahahaha... Hahah..."


"Udah ih jangan dimain-main kalau jatuh gimana?"


"Hehe iyah yah."


Tapi apa lagi yang tidak terpikirkan bahwa sesuatu akan terjadi pada mereka adalah hari kepergiannya seseorang.


BRAK...!


Hosh


Hosh...


Sepeda motor lepas kendali saat di jalan berbelok untuk menghindari motor yang sangat kencang yang melewati. Sehingga mereka menabrak mini bus dari depan membuat mereka terpental dari motornya cukup keras. Semua orang berlarian untuk menolong. Penumpang yang ada di dalam bus ikut keluar untuk menolong mereka. Darah yang keluar memenuhi mereka cukup membuat orang-orang ketakutan untuk mendekati. Tapi tidak semua orang menghindar, mereka segera menelpon ambulans dengan panik.


Hanna sama sekali tidak bisa bergerak, tubuhnya serasa mati rasa seperti halnya Fauzi.


"Ha-aa-Haana." Suara gemetar untuk memanggilnya, air mata mulai membasahi pipi dari keduanya. Berusaha untuk meraih tangannya yang terlihat ketakutan.


Perasaan begitu hancur, sangat. Sakit melihat orang yang dicinta kembali dalam perasaan takut seperti ini. Kembali terjadi menimpanya dalam sebuah kecelakaan.


Suara orang-orang terdengar mencemaskan kami yang dilumuri oleh darah. Pikiran, rasa sakit ini seakan tidak bisa dijelaskan. Berharap untuk hidup, berharap seseorang bisa menyelamatkan mereka. Untuk Hanna.


Meski sekejap memilikimu, aku bersyukur bisa dicintai olehmu. Aku akan tetap mencintaimu Hanna. Selama-lamanya. Sampai maut memisahkan kita.


Henti.

__ADS_1


Semakin gelap.


...****************...


Saat salah satu pekerja rumah sakit baru saja datang dengan tergesa-gesa. Dengan cepat sang ibu menghentikannya untuk menanyakan apa yang terjadi di dalam sana. "Suster apa yang terjadi dengan anak saya?" Suaranya begitu gemetar.


"Kenapa dengan putra kami, suster?" Dilanjut suara panik dari suaminya.


"Jantung pasien melemah," jawabnya terburu-buru. Tanpa berkata-kata lagi suster itu masuk ke dalam.


Mendengar hal ini terulang kembali pada putranya yang membuat kesempatan hidupnya semakin kritis di ambang kehilangan. Sang ibu jatuh lemas karena isak tangis. Suaminya menggendongnya sampai dia khawatir dengan kondisi istrinya itu.


"Hiks... hem-hegg Fauzan..." Isakan yang terputus-putus begitu sakit yang dirasakan.


Tiba-tiba ponsel milik ayah anaknya yang mengalami kritis berdering di balik celananya. Ia langsung mengecek, mendapatkan nomor dari putra pertamanya. Dia segera mengangkat telepon tersebut. Tapi di belakang telepon tidak ada suara putranya, dia mengatakan sesuatu yang mengejutkan padanya, membuatnya semakin cemas. Tubuhnya semakin melemah dengan kabar buruk itu. Istrinya menyadari sesuatu yang terjadi pada suaminya. Mereka saling menatap satu sama lain dengan perasaan yang resah.


Perlahan untuk memberitahu agar tidak terlalu mengejutkan istrinya. "Fauzi, anak kita kecelakaan."


Tangis seorang ibu semakin menjadi, nafasnya semakin tidak terkontrol. Begitu panik dari pria tua yang begitu tegar mengalami ujian berat ini.


"DOKTER...!!! DOK!! SUSTER...."


"Sayang... bangun. Bangun sayang... Hiks..."


Beberapa perawat datang dengan terburu-buru, segera untuk membantunya.


"Ya Allah,, ujian apa lagi yang kau berikan pada hamba-Mu ini... Hiks..."


Genangan air mata tidak bisa lagi ditahan oleh seorang ayah. Cobaan yang menimpa keluarga semakin berat. Sekarang kedua putranya mengalami musibah, kecelakaan itu kembali terjadi dan hal lain mengalami kritis.


Dia datang menemui putranya. Melihat banyak orang di sini, dia tidak peduli. "Fauzi .... !!" Mencoba masuk ke ruangan ini untuk bertemu dengannya. Seseorang berusaha menahannya agar tetap tenang di balik musibah ini.


Diisi dengan air mata dan ketakutan seolah-olah bernapas sangat sulit. Hidup dan mati anak-anak mereka dipertaruhkan di balik ruangan ini.


Hari ini dunia kembali memperlihatkan kenyataannya pada sebuah keluarga. Manusia tidak akan lepas dari berbagai ujian, tapi itu adalah bentuk dari sebuah kekuatan dan mengampunan. Tidak akan ada yang bisa lepas dari kematian. Kematian adalah ujung dari perjuangan. Pintu kembalinya kehidupan, matilah yang membuat kita kembali hidup. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk mereka yang sudah berjuang.


...🥀...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Tidak terasa cerita ini akan segera tamat :' Ide Author semakin turun untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk cerita ini. Berusaha yang terbaik untuk menyelesaikan cerita Maevino....


...Banyak pemindaian yang terlewat dan belum diceritakan dalam cerita Me and Yu : Maevino. Jadi Author akan merevisinya setelah cerita dinyatakan selesai....


...So, masih banyak kejutan di balik cerita Me and Yu selanjutnya ......


...COMING SOON!...

__ADS_1


...^^...


__ADS_2