
Karena sekarang di Eropa telah memasuki musim gugur, dalam bahasa Belanda disebut herfst. Matahari yang bersinar pun semakin menitipisnya waktu. Meski begitu kami menikmati hari-hari ini. Menemani Hanna saat berlibur di Belanda, tentunya kami menemaninya, jangan sampai melewatkan objek sedikitpun. Kanal Amsterdam salah satu yang Hanna sukai. Lalu kami pergi ke Belanda bagian paling Selatan ada sebuah kota Maastricht. Di tempat ini rutin diselenggarakan festival terbesar sepanjang tahun, termasuk musim gugur dan musim dingin. Dan waktu yang tepat untuk kami pergi kesana.
Menghabiskan waktu dengan kegembiraan, tertawa kecil sampai terbahak-bahak, tersenyum saling bercerita dan mengobrol. Menyenangkan.
"Ah hujan?"
"Katlyn ayok..."
"Hujan... hujan... berteduh."
"Han..."
"Iyah..."
Rintik hujan tanpa memberitahu mengguyuri kota ini. Kami berlari untuk berteduh mencari perlindungan.
"Yaa sepatu gue.."
"Kebasahan nggak?"
"Sedikit. Kamu? Mantel kamu basah..."
Ketiga orang yang sibuk mempersalahkan pakaian mereka yang terkena air hujan. Tapi tidak dengan Hanna, suara rintikan hujan mampu membuatnya terhipnotis yang memenuhi pikirannya.
Rintik. Rintik. Hujan.
"Kembali lagi dengan Hujan dan Malam..."
Seketika Hanna terkejut dengan suara yang ada dalam pikirannya. Suara itu? Oh astaga! Hujan dan Malam. Itu dulu sekarang sudah berakhir terjebak dalam lubang. Entah kapan mereka berdua akan keluar dari sana.
Hujan dan malam yang selalu ia takuti selama ini namun tidak untuk sekian kalinya karena dia. Dia adalah hujan yang berkata, 'Tidak akan pernah lupa untuk setiap harapan pada rintik-rintik hujan yang jatuh'. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Perasaan yang selalu takut dan gelisah tetapi hujan ini berbeda. Apa yang salah dengannya? Dia begitu unik dan tidak bisa ditebak. Mampu menyejukkan hati. Tapi ketika hujan pergi pamit? Apakah akan ada ketakutan lagi yang dirasakan, begitu juga denganmu?
__ADS_1
"Han..."
"Hanna..."
"Ah i-iyah Ji kenapa?"
"Lo mikirin apa?"
"Umm gue..."
"Guys hujannya mulai reda, lebih baik kita pergi sekarang..." ujar Katlyn.
Kami pun menyetujui usulannya itu. "Ayok."
Cuaca semakin dingin diselimuti hujan tadi.
Kenapa akhir-akhir ini dia muncul terus? Ada apa dengan mu, Hanna? Dalam hati Hanna seperti awan yang berkelut di atas langit sekarang.
"Yo, lo bilang mau ngasih tahu sesuatu. Apaan?" tanya Aji.
"Oh itu, untung lo ingetin. Gue mau ngajak kalian ke rumah gue."
"Serius lo ajak kita ke rumah utama lo?"
"Hum, selagi papa gue nggak ada di rumah gue mau balik. Yaa sekalian kalian jalan-jalan di sana mumpung lagi kumpul ginih. Gimana?"
"Jadi rumah asli kamu bukan di sini?" tanya Katlyn.
"Bukan. Rumah utama gue di Jerman," terang Tyo.
Mendengar Jerman, Hanna mengingat sesuatu. "Ahiyah Afra juga kan di sana, sekalian kita ketemu ajak--"
"TUNGGU DULU!" Suara Aji membuat kami terkejut.
__ADS_1
"Apaan sih Ji?" cicit Hanna.
"Lo... bilang Afra di sana? Di... Jerman?" Setiap kata yang perlahan terucap.
"Iyah. Kenapa emang? Lo juga udah tahu, kan?" tanya Hanna begitu santai.
1 detik.
2 detik.
3 detik.
Otaknya tiba-tiba konslet. Aji sedang memprosesnya. Loading. Dan. BOMM! Kedua tangannya memegang pundak Hanna menatapnya.
"Lo bilang sekali lagi kalau Afra ada di Jerman," pintanya.
"Iiiyah Afra ada di Jerman," gugup Hanna namun menatap heran. "Dia perwakilan dari kampusnya, dah disana barengan sama gue sampe sini."
"Kenapa lo nggak bilang sama gue HANNA MAFAZA....!!!!" tekan Aji. Terlalu gemas untuk kesal kepadanya.
Tyo dan Katlyn diam melihat pertunjukan drama yang sudah dimulai ini.
"Gue kira lo udah tahu. Emang ngga dikasih tahu sama Afra?" pekik Hanna.
"Nggaklah. Mana gue tahu, kalau gue tahu gue udah pergi ke sana."
"Arme jij..... (Kasian kamu)" sahut Tyo dan Katlyn bersamaan sambil menggeleng ke kanan da ke kiri lalu pergi meninggalkan mereka.
Hanna menepuk pundak Aji. "Sabar yaa..." Di sela-sela itu nampak mengejek menahan tawa lalu pergi meninggalkan Aji seorang diri.
"Ihss yaaa! Hanna!" Aji begitu geram. Bisa-bisanya dia tidak tahu perempuan yang dicintai dan dirindukannya tak jauh darinya sekarang. "Waaa nyebelin banget. Afra kenapa lo nggak ngasih tahu gue?!"
...🦄🥀☔...
__ADS_1