Me And Yu : Maevino

Me And Yu : Maevino
Eps. 33 'Me2Yu' : Kelulusan


__ADS_3

"Zi, lo seriusan nggak mau liat dulu Hanna? Terus tante Diana?"


Fauzi menganguk tampa beban. "Lebih baik gini, Yo. Kalau ketemu sekarang, keaadan bakalan kacau. Lo mau ngerusakin acara kelulusannya Aji?"


"Mm iyah juga, sih. Lo bener."


Fauzi tiba-tiba saja memeluknya hanya sedetik. "Makasih, Yo. Lo banyak bantu gue dan Fauzan."


"Sama-sama. Itu gunanya teman, kan?"


Fauzi tersenyum.


Your attention please, passengers of ***** Indonesia on flight number GA328 to Indonesian please boarding from door A12, Thank you.


Pesawat yang akan dinaiki oleh Fauzi dan Bu Diana sudah waktunya.


Tyo memegang pundak kanan Fauzi. "Gue harap permasalahan ini cepet tuntas, Zi. Dan Fauzan, semoga dia cepet-cepet bangun."


"Lo doain."


"Pastinya."


Tak lama Bu Diana dan Katlyn pun datang.


Ketlyn mendekat dan memeluk sosok kerabatnya itu. "Hati-hati."


"Makasih, lo selalu ada buat gue."


Masih dalam pelukan, tiba-tiba saja ditariknya pakaian Katlyn dari belakang membuat pelukan ini terlepas. "Eh-ehh! Tyo!"


"Ngapain lama-lama, nanti juga ketemu lagi. Kayak yang mau pergi jauh aja," gerutu Tyo tidak suka.


"Aish suka-suka aku, lah. Kenapa kamu yang ribet."


"Gue jadi nggak yakin ngebiarin lo jagain saudara gue," kata Fauzi menatap Tyo dengan senyum penuh arti.


"Apa? Huh? Apa?" Tyo begitu sewot.


Fauzi tertawa kecil lalu menoleh pada Bu Diana. "Tante, kita berangkat sekarang."


Bu Diana menganguk senyum.


"Mevrouw, hati-hati."


Bu Diana itu memeluknya. "Terima kasih, Nak." Namun entah kenapa ada kehangatan yang diterima oleh Tyo darinya. Merasakan kembali kehangatan seorang ibu. Tyo tersenyum senang.


"Tante jaga kesehatan ya," ucap Katlyn.


Dan Fauzi bersama Bu Diana pun pergi pulang kembali ke Indonesia.


Ketlyn melirik pada Tyo dan memandanginya cukup lama.


"Lo mulai suka sama gue yah?"


Kalimat tiba-tiba membuat Ketlyn tersentak kejut.


"Kepedean," lirihnya lalu pergi.


"Mooi meisje, tungguin gue," teriak Tyo dan segera menyusuli langkahnya.


Mooi Meisje artinya perempuan cantik.


"Yaa! Kita bakalan telat. Buruan." Ditariknya tangan Katlyn untuk berlari bersama dan membuatnya terkejut lagi.


"Telat apaan?"


"Kelulusan Aji."


Katlyn melepaskan genggamannya itu membuat lari kami terhenti. "Aku nggak ke sana. Bye."


Dan lagi, Tyo meraih tangannya saat hendak akan pergi. "Lo temenin gue."


"Huh?"


"Masa gue pergi sendirian, nanti dikiranya jomblo."


"Ya emang kamu jomblo," sindir Ketlyn. "Cih, nggak mau ngakuin."


"Lo nggak bisa nolak, temenin gue."


"Tunggu dulu. Masa aku pake baju kayak ginih ke acara kelulusan."


Tyo tersenyum. "Tenang aja, serahin sama gue."


...***...

__ADS_1


Afra bersama Gilang ditemani oleh mentor kami Dimas telah sampai di gedung Deutsches Architekturmuseum (DAM), Frankfurt, Jerman. Begitu ramai tetapi menghangatkan. Diselimuti oleh dinding bata ekspos setinggi 3 meter dan memiliki pemandangan sungai Main, museum arsitektur ini bagai menjamu tamu dengan ramah.


Ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan oleh mereka.


DAM ini pertama kali yang dibuka oleh publik pada tahun 1984 ini menyuguhkan pameran arsitektur legendaris dari abad ke-20, baik untuk arsitektur Jerman ataupun internasional. Tidak hanya pameran, DAM sering menyelenggarakan seminar atau diskusi terbuka mengenai perkembangan dan kondisi arsitektur di masa kini dan masa depan. Dan tentu kesempatan berharga yang diterima Afra dan Gilang ini bisa berada di tempat ini, mengagumkan.


Mereka begitu fokus memperhatikan apa yang disampaikan oleh orang yang memberi ilmu kepada mereka semua. Tapi ada satu orang yang sedikit terguncang dalam pikirannya. Afra memikirkan Aji bertepatan hari ini dia menerima kelulusannya.


Happy graduation Aji. Dalam hati Afra tersenyum.


...***...


Aji bersama keluarganya begitu juga Hanna ada di sini. Mereka berkumpul memberikan ucapan selamat atas kelulusan anaknya bagi kedua orangtuanya, dan sebagai kakak dan sahabatnya bagi Hanna.


"Selamat, Nak. Papah bangga."


"Makasih, Pah."


"Anak bunda udah lulus aja, selamat yah."


"Makasih bundaku sayang."


Berganti dan berganti saling memeluk. Dan kali ini waktunya Hanna. "Selamat yah."


"Makasih Hanna." Aji mengelus kepalanya pelan dengan senyum yang lembut menatap bahagia seperti layaknya kakak untuknya.


"Oyyy Aji ....!" teriakan seseorang memecahkan gendang semua orang.


"Weii bro gefeliciteerd met je afstuderen. Nih ..." Dia melemparkan bunga padanya.


Dan Aji terkekeh geli. "So romantis lo, Yo."


"Shit, gue juga nggak tahu mau ngasih apa, tapi karena usulan dia gue beli itu." Tyo melirik kepada Ketlyn.


Aji mendekat bersisik padanya. "Jadi, lo udah move on nih."


Tyo langsung memandang pada Katlyn. Sudah move on atau tidak. Yang jelas Tyo belum tahu. Dan Katlyn, Tyo tidak bisa bohong. Bahwa Katlyn memang cantik, dewasa dan lembut juga. Tanpa sadar Tyo tersenyum.


"Senyum juga lo," sindir Aji memergoki.


Dan Tyo tidak bisa berkata-kata.


"Gefeliciteerd met je afstuderen."


"Makasih, Kat."


"Hallo om, tante." Sapa katlyn ramah. Lalu melihat ke arah Hanna dan tersenyum. Dia berusaha seolah tidak mengetahui namanya.


"Gimana kalau kalian ikut makan sama kami. Kalian lagi nggak sibuk, kan?" tanyanya bunda.


"Dengan senang hati Tyo akan ikut, tante." Lalu ia meraih tangan Katlyn. "Sama Katyln."


"Yo, lepas." Bisiknya merasa canggung.


Dan Tyo tidak mengikutinya.


"Kalau gitu, kita berangkat sekarang," ajak papah Aji.


"Mas Aji."


Hendak akan pergi ada lagi seseorang yang memanggil. Yah dia adalah Yolanda.


"Kayaknya ucapan selamat dari temen-temen belum selesai. Aji ..."


"Yah, Pah?"


"Papah sama bunda tungguin di mobil."


"Iyah, Pah."


"Aji, kita tunggu di parkiran juga," sambung Hanna.


"Iyah, Han. Tungguin yah," balas Aji.


Hanna?


Yolanda merasa tidak asing dengan nama itu. Ah jelas saja. Hanna pacarnya Aji.


"Lo ngapain di sini? Sana, rayain sama keluarga lo."


"Ih! Mas Aji jahat banget, sih. Padahal aku baik-baik dateng nyamperin ke sini buat ngasih ucapan selamat sama ngasih bunga."


Aji membuang nafas. Kali ini dia sadar dia sudah keterlaluan kepadanya. "Selamat atas kelulusan lo."


Yollanda mematung. Dia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah kelulusan seperti ini. Dipeluk oleh pria yang dia cintai. "Selamat juga, Aji."

__ADS_1


Hanya beberapa detik saja pelukkan kami terlepas.


"Sana. Keluarga lo pasti nungguin."


Yollanda tersenyum mengangguk. Seperti ada bunga-bunga berterbangan di dalam dirinya. Dia begitu senang.


Cup!


"Dadahh Mas Aji .... sampai ketemu lagi. I Love You."


Dia pergi begitu saja setelah mendaratkan bibirnya di pipi kanan Aji.


"Aish!" Aji langsung saja menghapus bekas bibir itu tak suka. "Dasar ngelunjak."


________


"Wah maen nyosor aja tuh mbakyu," sahut Tyo. "Kalau Afra tahu habis dah."


"Makanya jangan dikasih tahu, mulut lo harus dijaga," lirih Hanna.


"Hemm yahyah."


"Ah iyah kita belum kenalan secara resmi," ucap Hanna kepada Katlyn.


"Ck, kenalan secara resmi. Kayak konferensi aja," gumam Tyo yang terdengar. Tapi Hanna abaikan.


"Hanna."


"Katlyn."


"Dari Indonesia?"


"Iy--" ucapan Katlyn terpotong oleh sahutan bule yang menyebalkan ini.


"Iyah dari Indonesia," jawab Tyo mewakili dengan santainya.


"Tinggal dimana di Indonesia?"


"Di Jaka--"


"Jakarta, Hanna. Katlyn rumahnya di Jakarta."


Lagi-lagi Tyo memotong ucapan Katlyn. Membuat keduanya kesal pada Tyo.


"Gue ngajak ngobrol Katlyn bukan lo, Yo," ucap Hanna kesal.


"Kamu ini nggak sopan motong pembicaraan orang," seru Katlyn.


"Iyah iyah maaf deh, beautiful girl."


Hanna menatap pada Tyo dan Katlyn. Sedikit curiga atas sikapnya itu. "Kalian pacaran?"


Dua orang itu langsung menatap terkejut.


"Nggak!"


"No!"


Sama-sama tidak mau. Atau tidak mau mengakui perasaan masing-masing.


"Gue kira kalian pacaran. Jadi, lo belum move dari Oni?" sindirnya.


Oni? Dalam hati Katlyn. Ohh jadi cewek yang di foto itu namanya Oni.


"Ngapain gue masih mikirin bocil Ollaf. Dia juga udah sama orang lain," geram Tyo yang disembunyikan.


"Ahahahah lo stalking Oni yaaaa ...." Hanna tertawa puas.


"Berisik Hanna." Tyo membungkam mulut teman luknat yang satu ini dengan tangannya.


"Mmm-ppp! Tyo!! Mm-p le-m--pas!"


"Woyy lo mau bunuh adik gue, huh?" sahut Aji yang sudah tiba.


Tyo pun melepaskannya.


Bugh!


"Awww."


"Rasain," lirih Hanna kesal.


"Yaudah ayok. Kasian orangtua gue udah nunggu kelamaan," tutur Aji.


"Itu kan gara-gara lo," sindir Tyo padanya dan Aji hanya terkekeh.

__ADS_1


...🦄🥀...


__ADS_2