Me And Yu : Maevino

Me And Yu : Maevino
Eps. 53 'Me2Yu' : Perasaan Suka


__ADS_3

Arnold ada di kampus padahal sekarang kampus terlihat sepi karena pembelajaran semester genap sudah selesai dan mahasiswa menikmati libur semester ini. Dia punya keperluan di kampus untuk mengambil makalah, dia akan sibuk setelah libur semester ini, memasuki setiap akhir semester yaitu semester 8. Setelah keperluannya di kampus telah selesai, beradanya diparkiran untuk pulang. Tiba-tiba saja terlintas ada Hanna dipikirannya.


"Keadaan Hanna sekarang gimana ya? Apa gue jenguk lagi aja?"


"Ahh nggak-nggak." Arnold sambil menggeleng. "Jenguk Hanna harus ada izin. Berarti dia orang kaya..." Arnold baru sadar dengan status keluarga Hanna itu. Dia juga baru menyadari pantas saja rumahnya besar. "Apa gue chat ajah ya? Eh. Nanti dia mikir yang enggak-enggak lagi."


Arnold akhirnya memutuskan untuk pulang saja. Namun saat motor melewati sebuah kafe tempat sahabat Hanna bekerja. Ia malah berhenti dan memarkir motornya di depan kafe. Saking penasarannya dengan kondisi Hanna dan akhirnya pura-pura datang ke kafe untuk mengetahui situasi Hanna dari sahabatnya yang bernama Afra.


Arnold telah masuk ke dalam kafe mencari keberadaannya. Berpikir bahwa orang yang dicarinya itu sedang tidak bekerja. Tapi.


"Eh bang Arnold..." Arnold menoleh pada suara yang memanggilnya dan itu sosok orang yang dicari berada di antara meja pengunjung. Dan Arnold juga merasa akrab dengan pengunjung tersebut. Benar. Mereka adalah teman SMA Hanna yang dia temui kemarin di rumah sakit. Mereka juga pasti merasa tidak asing terhadapnya, tersenyum dan Arnold membalasnya.


"Mau pesen apa, Bang?"


Tampaknya Arnold kebingungan. "Ah minuman yang pernah lo kasih ke gue. Gue mau itu."


Setelah Afra menyebutkan harga, Arnold membayar. "Mohon ditunggu."


Arnold berjalan mencari kursi kosong dan itu berada di antara meja teman SMA-nya, Hanna, tetapi ketika dia hendak duduk, mereka menyuruh Arnold untuk bergabung dengan mereka dan Arnold tidak menolak.


"Bisa pas ginih, ketemu lagi." Satu-satunya laki-laki dari tiga teman Hanna. Arnold tersenyum dan berjabat tangan dengannya.


"Bukannya kalian udah balik ke Bogor?" Basa-basi Arnold.


"Harusnya gitu. Tapi karena ada sedikit masalah, kita tinggal sehari dulu disini," jawab Nasrul. Dan Arnold hanya mengangguk senyum.


"Kak, kakak kan seniornya Hanna. Udah semester berapa?" tanya Oni. Kepo maksimal.


"Masuk semester akhir."


"Udah mau lulus dong," sahut Gina.

__ADS_1


Arnold angguk. Tak lama kemudian Afra tiba dengan membawakan minuman pesanan seniornya. "Makasih."


Tapi tampaknya seseorang di antara mereka tampak cengegesan saat kedatangan Afra. "Lebih baik lo kerja ginih terus biar banyak senyum."


Afra menahan kejengkelannya kepada teman laknatnya ini. "Selesai ini, lo bakal habis kayak ayam geprek."


"Uwww gue jadi takut," ejek Oni.


Meskipun begitu mereka hanya saling bercanda seperti dulu kala. Afra kembali bekerja, tidak bisa bergantung dengan teman-temannya disini.


Setelah menyesap sedikit minumannya. "Em kalau boleh tahu, kabar Hanna sekarang gimana?"


"Yaah... masih sama kayak kemarin," terang Gina.


"Kakak pasti nggak nyangka ya denger Hanna kayak ginih?" selosor Oni.


"Iyah," terangnya.


...****************...


Di rumah sakit, dalam kondisi Hanna seperti ini, Fauzi memberanikan diri untuk menemuinya. Yang Aji juga berkata bahwa setidaknya dia bisa membantu menyembuhkan Hanna.


Sepertinya Hanna sedang duduk di luar sini melihat ke jendela yang menunjukkan suasana kota dan jalan raya bersama ibunya.


Bu Diana memperhatikan kedatangan Fauzi, dia memberi tahu putrinya. Hanna tersenyum bahagia saat melihat Fauzi di sini. Bu Diana pun pergi memberi mereka waktu berdua.


"Bosen ya?"


Hanna mengangguk membuatnya terlihat menggemaskan. "Pengen pulang."


Karena gemas, Fauzi mengusap rambut Hanna. "Bentar lagi juga kamu dibolehin pulang."

__ADS_1


"Kata siapa?"


"Kata aku," jawab Fauzi percaya diri.


"Hem dasar."


Fauzi dan Hanna tersenyum bersama. Apa yang mereka rasakan? Tentu saja begitu membahagiakan bagi mereka tentu bagi Fauzi yang selama ini menahan perasaannya terhadap semua yang terjadi.


"Uzan."


"Um?"


"Soal ucapan kamu di prom night itu..."


"Tunggu," kejut Fauzi setelah mendengar Hanna mengucapkan prom night. Apa Hanna sudah mengingat kejadian di malam itu. Malam yang mengejutkan semua orang dan menimbulkan masalah yang terjadi, sampai sekarang masalah itu belum terselesaikan.


"Kenapa?" heran Hanna.


"Kamu..." Degup jantung Fauzi yang gugup dan gelisah memuncakinya. "K-kamu inget soal itu?"


Hanna angguk. Fauzi begitu terkejut. "Apa yang kamu bilang di malam itu aku belum sempet jawab."


"Hah?"


Fauzi bingung. Fauzi pikir pembicaraan ini menunjuk pada masalah yang terjadi pada malam prom itu. Namun sebaliknya Fauzi malah bingung dengan maksud Hanna. Apa yang belum sempat dia jawab. Apa yang Fauzan katakan.


"Aku juga suka sama kamu."


...🦄🌹...


...Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2