Me And Yu : Maevino

Me And Yu : Maevino
Eps. 55 'Me2Yu' : Adik


__ADS_3

Mobil tua milik Zeki tampaknya terlihat di sekitaran kampus, dua orang di dalamnya tengah membahas sesuatu.


"Rasanya begini kalau bukan anak rantau. Kalau dah libur, kagak tahu mau kemana. Cuman diem di rumah. Disuruh ini disuruh itu, padahal pengen rehat sejenak. Hufh..."


"Sama. Gue juga bingung, nggak ada kerjaan lagi. Temen-temen gua pada balik semua, pulang kampung."


"Bukannya temen kita sama ya?" Heran Mia.


"Hehehe bener juga," kekeh Zeki. Mia berdeham. "Pacar lo emang nggak balik ke Jakarta, hem?"


"Kagak. Katanya ada kerjaan disana." Mia tampaknya sedih tidak bisa bertemu dengan pacarnya yang LDR.


"Kasian hahaha..." sindir Zeki.


Ketika melihat salah satu kafe yang laku di kalangan mahasiswa kampusnya. "Zek, daripada keliling naek mobil butut lo ini, panas. Mending--"


"Mobil butut darimana nya?" hembus Zeki


"Yaelah nggak mau ngaku segala. Panas nih... Mampir dulu ke Aroma Cafe."


Zeki yang masih kesal karena mobilnya dikata-katain tapi pada akhirnya menurut. Zeki telah memarkirkan mobilnya itu. Saat keluar dari mobil, mereka berdua begitu akrab dengan motor yang terparkir disini.


"Eh bukannya ini motor nya kak Arnold ya?"


"Heeh kayaknya bang Arnold ada disini deh. Ayok dah masuk."


Tring. Training. Suara bring bel terdengar saat pintu itu terbuka. Apa yang dipikirkan mereka, benar. Mereka berdua melihat kakak tingkatnya yaitu Arnold. Tapi tunggu. Mereka terheran-heran dengan Arnold yang tengah bersama teman SMA nya Hanna.

__ADS_1


"Bang Arnold..." panggil Zeki. Bukan Arnold saja yang menoleh. Tapi semua orang yang ada di dekatnya. "Bang Arnold ngapain disini? Kok bisa sama temen-temennya Hanna?"


"Hallo," sapa Mia. Mendapatkan sapaan balik dari teman-temannya Hanna.


"Duduk-duduk ayo..." kata Gina.


"Makin rame nih," sambung Oni.


Zeki dan Mia pun duduk bersama mereka.


"Gue nggak sengaja ketemu sama mereka. Jadi ya ginih, ngobrol-ngobrol dulu," jawab Arnold.


"Oooohhhhh...."


Dert.. Dert.. Dert...


"Oke, Bang."


Arnold berjalan keluar kafe dan mengangkat telepon dari ibu panti, yaitu bunda Malini.


📞


"Hallo assalamu'alaikum bunda. Ada apa?"


"......"


Apa yang dikatakan oleh ibu panti membuatnya membeku, terkejut. Setelah kabar itu tersampaikan kepada Arnold, Arnold memutuskan sambungnya dan bergegas untuk pergi. Tampa sebelum itu Arnold berpamitan terlebih dulu pada mereka yang ada di dalam kafe. Dan mengambil jaketnya yang tertinggal disana.

__ADS_1


Rautnya wajah yang begitu panik terlihat. "Gue harus cabut duluan. Sorry."


"Mau kemana buru-buru, Kak?" tanya Mia.


"Urusan panti. Sorry ya." Arnold pun langsung pergi.


"Urusan panti?" tanya Gina.


"Hu'um bang Arnold deket sama anak-anak panti Pelangi," ungkap Zeki. "Tapi, kita nggak tahu hubungannya apa."


Semua hanya mengangguk-angguk. Tapi di sisi lain, setelah mendengar kata 'Panti Pelangi'. Gadis bernama Gina ini jadi mengingat pada masa lalu, karena dia juga pernah berada di Panti Pelangi. Apa panti itu sama-sama yang dimaksud? Atau mungkin beda, hanya namanya saja. Dan berpikir, lagi pula panti yang mereka maksud berada di Jakarta bukan di tempat asalnya Gina di waktu kecil.


...****************...


Arnold dengan cepatnya sampai di Panti Pelangi. Meninggalkan motornya dengan terburu-buru. Pintu panti sudah terbuka, membuat Arnold mudah untuk masuk.


"Bun... bunda...." Arnold sudah melihatnya. "Bunda. Gimana sama adik Arnold? Bunda dapet informasi apa?"


"Tenang dulu. Kita duduk dulu..." ajak Malini.


Setelah tenangnya Arnold, ibu panti pun memberitahu informasi yang ia dapat tentang adiknya yang hilang. "Bunda nggak tega liat kamu terus-terusan sedih, bunda juga merasa bersalah sama kamu, karena bunda... kamu sama adik kamu jadi terpisah."


"Itu bukan salah bunda. Justru bunda udah selamatin adik Arnold, bawa Saskia ke Panti Pelangi."


Malini tersenyum menatapnya sendu. "Kamu harus ke Bandung, Nak. Bunda udah dapet alamat rumah orang tua yang mengadopsi Saskia."


Akhirnya penantian panjang Arnold. Semoga dia bisa bertemu dengan adiknya, Saskia.

__ADS_1


...🐨🥀...


__ADS_2