Me And Yu : Maevino

Me And Yu : Maevino
Eps. 54 'Me2Yu' : Hubungan yang Menyakitkan


__ADS_3

...Flashback ke Season 1 'Diary Of A School : Me and Yu'...


Tahun 2019.


Wisuda angkatan 2019 SMA Bakti Nusa belum selesai hingga para siswanya mengenakan toga wisuda. Setelah itu sudah menjadi tradisi SMA Bakti Nusa mengadakan prom night di sekolah. Dimana semua siswa begitu gembira malam itu, mengobrol, bercanda satu sama lain, menyanyi, menari dan masih banyak lagi kegiatan lainnya yang tertata dengan sempurna. Tunjukkan video kenangan di generasi mereka.


Saat musik terdengar. Semua orang menari dengan gembira. Tapi sosok pemuda yang begitu dingin, sedikit nakal dan kaku tapi sebenarnya dia begitu hangat menjadi suatu kejutan baginya. Pemuda itu mampu membuatnya nyaman.


Hanna menarik Fauzan untuk bergabung dengan yang lain, dia menggerakkan tangan Fauzan untuk menari.


"Han."


"Nggak papa." Hanna tersenyum lebar dan merasa puas bisa menjahilinya.


Dengan terpaksa. Atau mungkin Fauzan menikmatinya, dia ikut menari-nari bersama Hanna. Mereka berdua bergembira seolah beban hidupnya hilang.


Hanna tidak bisa lepas dari senyumannya kepada dia.


Sungguh, hujan itu selalu membuatku takut. Tapi tidak dengan Hujan yang ada di depanku. Ia mampu menyamarkan tetesan air mataku dari kesedihan.


Fauzan menatapnya lekat pada sosok gadis di depannya. Merasa ....


Ketika melupakan mu sama sulitnya untuk memaafkan diriku sendiri. Merasa bahagia dan sakit di waktu bersamaan. Suatu penyelesaian yang tidak bisa ku ungkapkan padamu. Tapi, bolehkah aku egois untuk malam ini saja?


"Bentar Han..."


"Ada apa?" Hanna berhenti menari dan diam menunggu apa yang akan dilakukan Fauzan. Fauzan mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Dia membuka sebuah kotak dan kemudian membukanya. "Gelang?"


"Buat lo, Han."


"Buat gue?"


Fauzan mengangguk. "Gue beli ini karena bentuknya ada angsa. Kayak yang ada di buku dongeng Berbie yang dikasih lo ke gue."


"... Terima yah." Fauzan memasangkan gelang tersebut pada lengan Hanna. Hanna tersenyum sangat senang atas pemberian hadiah tersebut. "Cantik kalau angsanya lo."

__ADS_1


Hanna tersenyum malu dan kemudian tertawa. "Hahahah lo bisa gombal juga."


"Jangan ketawa gue malu," protes Fauzan.


Mendengar hal itu Hanna malah semakin tertawa keras dan menggodanya. "Ahahah cieee Uzan..."


Saat itu, personil The Hago mengejutkan semua orang dengan kedatangan Aji. Kala itu dia sudah meninggalkan negara ini, berangkat ke Negeri Holland. Tapi dia kembali untuk mengucapkan selamat tinggal pada malam prom. Dan tak lupa mengutarakan perasaannya kepada Afra saat itu.


"Hanna," panggil Fauzan.


"Yah?" Hanna terlihat sangat bahagia hari ini. Suasana hatinya benar-benar sempurna untuk bahagia.


Musik The Hago nyatanya telah selesai. Tapi Fauzan masih belum berbicara. "Ada apa Uzan?" tanyanya lagi.


"Aku... mau ngomong sesuatu."


Hal yang selalu membuat gugup wanita ketika pria mengatakan hal itu. Apa mungkin ... Hanna tidak akan berharap lebih.


Fauzan memberanikan dirinya. Bahagia tapi menatap sendu sekaligus. "Bolehkah aku berharap kamu tidak membenci hujan untuk malam ini? Aku ingin menjadi hujan yang selalu kau rindukan dan menjadi payung untukmu berteduh. Seperti pertemuan awal kita."


"Hanna. Aku suka sama kamu."


...Flashback end....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aku juga suka sama kamu."


Fauzi terkejut dengan pengakuan Hanna yang tiba-tiba. Senang? Tentu saja tidak. Pengakuan itu bukan untuknya.


Fauzan. Ternyata lo juga suka sama Hanna, lo udah ngungkapin perasaan lo sama dia.


Ada kekecewaan dengan saudara kembarnya karena sudah lama sekali Fauzan mengungkapkan perasaannya pada Hanna.


"Aku minta maaf, aku tiba-tiba bilang ini. Aku juga minta maaf baru bisa balas perasaan kamu sekarang. Aku sama sekali nggak inget setelah kamu bilang suka sama aku."

__ADS_1


Saat ini kamu hanya ingat kejadian yang indah, Han. Itu yang membuat mu lupa, karena setelahnya berakhir menyakitkan untuk kamu dan Fauzan.


"Jadi...." Hanna menatap Fauzi yang ia anggap sebagai Fauzan. "Apa dulu kita udah pacaran? Atau sekarang hubungkan kita rusak? Atau mungkin dulu kita belum pacaran?"


Fauzi tidak menjawab. Karena dia tidak tahu sama sekali apa yang terjadi. Hanya Fauzan yang tahu.


Aku Fauzi, Hanna. Bukan Fauzan. Kamu salah orang.


Sakit yang Fauzi rasakan. Ingin sekarang Fauzi mengatakan hal itu pada Hanna. Tapi ia tidak bisa.


Melihatnya begitu berbeda yang dirasakan oleh Hanna. "Aku tahu. Ini udah bertahun-tahun. Wajar kalau kamu udah nggak suka lagi. Tapi--"


"Nggak, Han," ucap Fauzi. Fauzi menggenggam tangannya menatapnya begitu dekat. "Aku nggak bisa bohong lagi. Aku suka sama kamu. Aku sayang sama kamu, Hanna." Hanna tersenyum senang mendengarnya. Perasaannya terbalaskan. Fauzi menarik tubuh Hanna ke dalam pelukannya.



"Aku benar-benar jatuh cinta sama kamu." Hanna mengeratkan pelukannya, dibalik itu perasaan bahagia untuk Hanna tapi tidak dengan sosok yang dipeluknya.


Apa gue berhak bahagia?


......................


Fauzi baru saja kembali setelah bertemu Hanna. Wajahnya menahan kesedihan meski kini Fauzi dan Hanna resmi berpacaran. Memandangi saudara kembarnya di balik jendela ini.


"Fauzan. Gue nggak tahu apa yang terjadi lo sama Hanna waktu itu. Tapi gue mau bilang, kalau Hanna suka sama lo."


Air mata terjatuh membasahi pipinya. Terisak tangis, dia sudah tidak mampu menahan rasa sakit di dalam hatinya. Apa sekarang dia menjadi orang yang baik atau tidak, memanfaatkan keadaan saudara kembarnya yang seperti ini untuknya.


...🦄🥀...


...Cast/ Gambar Sebagai Ilustrasi agar memudahkan untuk mendalami karakter....


...Dukung Author dengan LIKE - HADIAH - VOTE - FAVORIT dan tinggalkan KOMENTAR tentang chapter ini....


...Terima kasih ^^...

__ADS_1


__ADS_2