Me And Yu : Maevino

Me And Yu : Maevino
Eps. 22 'Me2Yu' Cerita Panti


__ADS_3

Hanna dan si gadis kecil manis Rara asik memakan es krim. Mereka duduk di atas rumput-rumput yang bergoyang sambil menikmati suasana dan keduanya melupakan mereka teman-temannya di sana.


Arnold mencari-cari keberadaan Hanna dan Rara karena mereka tidak ada di tempat.


Nampak jelas setelah melintas.


Arnold menggeleng kepalanya lalu tersenyum. Ia menghampirinya.


"Kak Arnold ..."


Panggil Rara melambai padanya.


"Ternyata kamu di sini huh makan es krim, enak?" tanya Arnold gemas pada adik pantinya ini.


"Enak, Kak. Kak Arnold mau?"


"Mana?" Arnold sudah bersiap membuka mulutnya itu untuk mendapatkan jilatan es krim milik Rara.


Namun.


"E-eh?"


Hap.


Arnold tercengang dan Hanna terkejut. Mereka saling menatap sejenak.


Segera Arnold membuka mulut kecilnya agar sendok es krim yang dipegangi Hanna lepas dari bibir dirinya.


Meski begitu Arnold menelan es krim strawberry yang sangat manis ini.

__ADS_1


"Kelinci ..." Arnold menatap gadis kecil itu.


Dia malah tersenyum. "Hehehe. Enak kan Kak es krim punya Kak Hanna?"


Arnold terdengar berdehem memberikan senyum. Dan Hanna tersenyum menggelang pada tingkah gadis kecil Rara ini.


"Kak Arnold mau es krim juga?" tanya Hanna.


"Um? Nggak." Arnold tersenyum.


"Mau ke mana?" tanya Arnold setelah Rara bangkit.


"Liat air mancur itu." Rara menunjukkan.


Arnold mengangguk. "Jangan jauh-jauh."


Rara mengangguk senyum lalu pergi untuk melihat air mancur. Mereka sama-sama duduk melihat ke arah Rara berada.


"Yah. Gue udah anggap anak-anak Panti Pelangi itu keluarga, dan bunda Malini," jawab Arnold. "Mm dan gue sendiri bagian dari Panti Pelangi."


"Hah?" Hanna masih bingung untuk mencerna. "Maksud Kak Arnold, Kak Arnold dari... panti."


"Gue anak Panti Pelangi. Bagian dari mereka, nggak punya orangtua." Arnold menoleh padanya.


Hanna terdiam setelah mendengarnya.


"Anak-anak Panti Pelangi sebenarnya lebih banyak dari ini dan Panti Pelangi ini ada di Bandung."


"Bandung?"

__ADS_1


Arnold mengangguk. "Gue juga asli sana."


"Kenapa bisa ada di Jakarta? Semuanya?"


"Itu karena ..."


Arnold bercerita tentang awalnya Panti Asuhan Pelangi. Panti itu sebenarnya berada di kota Bandung. Namun, karena dana dan donasi yang semakin berkurang untuk panti membuat bunda Malini alias ibu panti harus menyerahkan anak-anak panti ke tempat panti lain agar anak-anak lebih terjamin dan sangat diharuskan oleh pemerintahan. Dan rumah panti ini harus segera dikosongkan.


Bunda Malini merasa sedih semakin berkurangnya anak dari Panti Asuhan Pelangi. Ia harus ikhlas dengan anak-anak yang sudah diasuhnya itu akan lebih baik jika meninggalkan panti ini ke panti lain. Hanya mereka lah yang tersisa. Oliver dan Olive, Rara, Bagus, Nano dan Abista. Mereka bersembunyi dan tak mau meninggalkan bunda Malini. Mengetahui masalah itu, Arnold yang sudah berada di Jakarta untuk kuliah karena mendapatkan beasiswa segera ia pulang ke Bandung.


"Bunda." Arnold memegangi tangannya untuk memberikan ketenangan. "Bunda nggak usah khawatir. Bunda nggak lupa, kan? Kakek Arnold ninggalin rumah di Jakarta. Bunda sama anak-anak bisa tinggal di sana."


"Tapi..."


"Bunda, ikutin kata Arnold yah."


Dan situlah Panti Asuhan Pelangi kembali ada di kota yang berbeda. Dengan keluarga yang sama.


Hanna mengangguk-angguk. Ia dapat mengetahui cerita Panti Asuhan Pelangi yang sebenarnya sekarang.


"Kalau soal Kak Arnold?" tanyanya polos.


Arnold terdiam terlihat sendu. "Ah, kita di sini udah terlalu lama. Mereka pasti nyarain." Arnold bangkit. "Ayo."


"Rara ... liat air mancur udahan dulu," lanjutnya.


Hanna ikut bangkit dari duduk. Dia ngindarin. Melirik pada Arnold.


Rara berlari dengan senyuman segera Arnold menggenggam tangannya. Melirik juga pada Hanna untuk mengajaknya pergi sekarang. "Ayo."

__ADS_1


...🐻🌹🐨...


__ADS_2