Me And Yu : Maevino

Me And Yu : Maevino
Eps. 31 'Me2Yu' Tiba di Eropa


__ADS_3

Sesampainya di Holland. Hanna dan orang tua Aji langsung beristirahat di apartemen tempat tinggal anaknya, Aji, bersiap untuk besok menghadari upacara kelulusannya. Karena disini hanya ada dua kamar. Tentu saja orang tua Aji menempati satu kamar itu dan kemudian Hanna tidur di kamar Aji. Sedangkan Aji, dia bisa tidur dimana saja. Mungkin di sofa.


"Han, lo istirahat aja."


Hanna mengangguk. "Lo mau pergi?" Karena sedari tadi Aji melihat ponselnya.


Aji angguk. "Nggak papa kan gue tinggal dulu?"


Hanna tersenyum angguk.


"Kalau lo mau minum tinggal ambil aja di dapur atau mau makan ada roti juga di sana. Ah terus kalau lo mau pipis atau boker lo bisa ke WC."


Hanna menatap tajam ke arahnya. "Kalau lo sayang nyawa pergi sekarang."


Aji cengegesan. "Ahaha yaudah bye Hanna. Gue nggak akan lama, kok. Kalau papah sama bunda nanyain bilangin yah keluar sebentar gituh."


"Iyaaaahh."


Aji sudah pergi dan Hanna di sendirian di kamar. Dia langsung saja membaringkan tubuhnya di atas kasur menatap langit-langit kamar. Lalu ia teringat pada sahabatnya yang akan datang ke mari. Maksudnya ke Eropa. Hanna pun mengirim pesan kepadanya memberi kabar bahwa dirinya sudah tiba dengan selamat dan juga untuk menanyakan apakah sahabatnya itu sudah sampai apa belum.


...****************...


Bandar Udara Internasional Frankfurt (Frankfurt Airport), Jerman



Afra bersama Gilang sudah tiba di Jerman tentunya di Frankfurt. Mereka berdua adalah mahasiswa jurusan arsitektur sebagai perwakilan untuk menghadiri kegiatan arsitektur dunia.


Kami melihat pria nampak belum terlalu tua mengangkat karton bertuliskan UI Indonesia dan menyadari bahwa mentor inilah yang telah ditunjuk untuk menemani kami selama kami di sini, mungkin sampai akhir kegiatan kami di sini.


"Afra dan Gilang?"


"Iyah itu kami."


"Selama datang." Kami pun saling berjabat tangan. "Senang bisa bertemu dengan kalian, mahasiswa Indonesia yang berprestasi."


"Hahah tidak, tidak .."

__ADS_1


Kami pun tertawa kecil mendengar hal itu. Pria itu bukan orang luar tapi sama seperti kami berwajah lokal. Hahaha.


"Saya lupa belum memperkenalkan diri. Nama saya Dimas sama seperti kalian saya alumni sana."


Kami tercengang senang.


"Nggak usah formal kali yah. Bisa dong saya manggilnya gue elo .." Sambil bercanda.


"Hahahaha boleh boleh, Bang Dimas," sahut Gilang.


Percakapan kami berlanjut di dalam mobil berbicara satu sama lain dan saling memberikan informasi dan pengalaman juga. Karena Dimas, yang ternyata senior di jurusan kita di kampus, sudah sukses bekerja sebagai di perusahaan arsitektur di Jerman.


"Kalian dateng di musim gugur. Itu juga bagus. Kalian bisa lihat daun-daun berguguran, nggak kalah indah sama musim lain. Yaa kadang-kadang sih suhu kerasa dingin, karena lembab. Jadi kalian kalau keluar pakai pakaian yang hangat, jangan yang tipis."


"Siap, Bang."


Kami datang pada musim gugur. Matahari di musim gugur mulai bersinar lebih singkat dibandingkan dengan musim panas dan malam akan terasa begitu panjang, kata sumber senior kami ini, Dimas.


"Di sini sudah berapa lama tinggal, Bang?" tanya Afra.


"Wah udah lama juga yah," sambung Gilang.


Dimas tertawa tidak bersuara. "Ahah yah umur gue hampir kepala tiga juga."


"Tiga puluh, Bang?"


"Aduh jangan dulu deh. 28 tahun."


"Udah nikah?"


"Kalau itu sih doain yah. Calon istri udah punya."


"Wahhh selamat, Bang. Semoga dilancarkan nanti hari-H nya."


"Aamiin aamiin."


Kami pun bercanda-canda dengannya.

__ADS_1


Afra mengecek ponselnya untuk mengabari ibu dan adiknya yang ada di Indonesia. Namun nampaknya ada pesan masuk lebih dulu ia pun membacanya. Pesan itu datang dari kontak yang simple, yaitu Hanna.


Hanna


| Fra, gue udah nyampe nih. Lo gimana? Udah nyampe juga belum?


| Ohiyah, jadi gimana lo besok bisa dateng, kan ke wisudanya Aji?


^^^Me^^^


^^^Alhamdulillah kalau gitu. Gue juga baru aja nyampe dan sekarang gue lagi diperjalanan ke hotel.^^^


^^^Sorry, Na. Buat besok gue kayaknya nggak bisa ikut. Besok kegiatan gue udah mulai.^^^


...Afra sedang mengetik ......


^^^Na, sebenarnya Aji belum tahu kalau gue bakalan ke Jerman.^^^


^^^Delete.^^^


Seketika kalimat pesan itu diurungkan. Afra tidak jadi mengirim kalimat pesan itu.


Afra teringat usai insiden videocall yang ditemukan Aji bersama teman perempuannya, Yollanda, di apartemen. Yang ia sudah ketahui bahwa temannya itu menyukainya. Saat itu dan hingga saat ini Afra mengabaikan pesan dan panggilan dari Aji. Tidak tahu kenapa tapi Afra tidak mau menghubunginya


"Kenapa, Fra?" tanya Gilang karena Afra sedari tadi terdiam.


"Nggak." Afra tersenyum.


.


.


.


🦄🥀


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2