Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
111


__ADS_3

hari mulai sore,


danu yang berada di kamarnya sudah bersiap-siap untuk pergi bersama caca,


namun lain dengan caca, yang masih membaringkan badannya di atas tempat tidur sambil membaca novel,


beberapa menit kemudian danu yang sudah siap untuk berangkat langsung keluar dari dalam kamarnya melangkah menuju kamar caca untuk memberi tau caca...


sampainya danu di depan kamar caca,


danu langsung mengetuk pintu kamar caca,


tok


tok


tok


sayang... ucap danu memanggil


caca yang mendengar langsung berkata,


masuk aja kak.... ucap caca dari dalam kamarnya,


danu yang mendengar, langsung membuka pintu kamar caca dan masuk...


kenapa kak... ucap caca yang langsung duduk


sayang ayo siap-siap kita pergi sekarang.... ucap danu yang sudah duduk di sofa,


mau pergi sekarang ya... ucap caca


iya sayang.... ucap danu


kalau gitu caca siap-siap dulu ya kak... ucap caca


kakak tunggu di depan ya... ucap danu yang langsung berdiri dan keluar dari kamar caca


setelah danu keluar kamar caca, caca pun langsung bergegas turun dari tempat tidurnya dan bersiap-siap...


beberapa menit kemudian caca pun telah selesai dan langsung keluar dari kamar untuk menghampiri danu yang sudah menunggunya...


sampainya caca di ruang TV, caca pun langsung mengajak danu,


ayo kak... ucap caca yang sudah berdiri di hadapan danu


sudah siap... ucap danu


sudah... ucap caca


yuk... ucap danu berdiri dari duduknya,


namum sebelum mereka berangkat danu memberi tau bibi jum lebih dulu,


bibi... panggil danu,


tak lama bibi jum muncul...


iya den... ucap bibi jum


bibi saya sama caca mau pergi dulu ya... ucap danu


baik den, hati-hati... ucap bibi jum


iya bibi,.. ucap danu

__ADS_1


danu pun melangkah keluar rumah bersama caca dengan di ikuti bibi jum dari belakang,


danu langsung menuju garasi mengambil mobil, sedangkan caca menunggu danu bersama bibi jum...


tak lama mobil danu pun keluar dari garasi dan berhenti tepat di mana caca berdiri...


caca yang melihat langsung berpamitan pada bibi jum,


bibi, caca pergi dulu ya... ucap caca


iya non, hati-hati... ucap bibi jum


caca pun masuk ke dalam mobil,


setelah caca masuk, danu pun menjalankan mobilnya meninggalkan rumah,


bibi jum yang melihat kepergian caca dan danu langsung mengunci pagar kembali, lalu masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu...


setelah itu bibi jum kembali mengerjakan pekerjannya...


dalam perjalanan, yang entah kemana caca akan di bawa... caca yang bingung dengan sikap kakaknya danu yang menurut caca agak aneh,


caca pun sesekali melirik ke arah kakaknya yang hanya fokus mengharap ke jalan, dengan ekspresi bingung caca pun memilih diam mengikuti danu menyusuri sepanjang jalan yang terbilang cukup ramai...


selama perjalanan mereka ke tempat tujuan,


suasana mobil hening,


akhirnya mereka pun sampai di tempat yang di tuju,


danu menghentikan mobilnya....


caca melihat ke sekeliling tempat yang ia datangi bersama kakaknya dari dalam mobil,


kakak mau ngapain kita ke sini... ucap caca


ayo turun... ucap danu membuka pintu dan turun,


caca pun mematuhi ucapan danu turun dari mobil...


caca semakin merasa aneh dengan kakaknya...


caca pun melangkah mendekati danu yang sudah berdiri di depan mobilnya...


sebenarnya kakak mau ngapain ngajak caca ke sini... ucap caca yang sudah berada di samping danu


pengen menikmati suasana laut dek... ucap danu tetap melihat ke arah pantai


caca pun tidak bertanya lagi pada kakaknya,


caca pun duduk di kap mobil sambil menikmati suara ombak bersama danu...


mereka pun larut dalam keheningan serta suasana pantai dan senja yang akan berubah menjadi malam dengan di temani minuman dan cemilan yang mereka bawa...


caca tetap merasa penasaran dengan sikap kakaknya saat ini, caca memandangi danu dengan raut wajah yang terlihat sedih...


namun caca tidak berani bertanya...


hanya dapat menunggu kakaknya akan memberi taunya...


setelah cukup lama mereka berada di sana dengan kesunyian...


akhirnya danu memberanikan diri membuka suara, memberi tau pada adiknya apa yang ingin ia katakan...


sayang... panggil danu

__ADS_1


iya kak... ucap caca


dalam beberapa hari ini kakak akan kembali ke bandung, untuk menyelesaikan pekerjaan kakak... tadi kakak dapat kabar kalau kakak di minta segera ke bandung... ucap danu


caca yang mendengar seakan kaget karena begitu mendadak kakaknya harus kembali pergi meninggalkannya,


kamu enggak apa-apa kakak tinggal sayang... ucap danu


rencana kakak berangkat kapan... ucap caca


masih ada beberapa hari lagi, sampai liburan kuliah caca selesai... ucap danu


baguslah, selama liburan ini caca ada teman dan tidak kesepian... ucap caca


tenang saja sayang kamu tidak akan kesepian kan ada teman-teman kamu yang menemani dan kakak pun akan segera kembali setelah semuanya beres, kakak akan menemani kamu di sini.... ucap danu


maksud kakak... ucap caca


setelah pekerjaan ini selesai, kakak akan menetap di sini untuk menemani kamu, ayah dan ibu... kakak berencana mau bekerja di sini... ucap danu


benar itu kak... ucap caca langsung bahagia mendengar ucapan danu


benar itu... ucap danu


caca pun tersenyum dan langsung memeluk danu dengan hangat,


danu pun langsung membalas pelukan caca dengan perasaan lega dan bahagia,


kamu benar enggak apa-apa kan kakak tinggal... ucap danu meyakinkan dirinya,


iya kak, enggak apa-apa kok... lagian kakak pulang juga karena kakak dapat kabar dari ayah soal caca... ucap caca


tidak sayang, itu kakak juga memang berencana pulang untuk beristirahat beberapa hari di sini sambil nemenin kamu.... ucap danu


tapi kakak baik-baik saja kok kak... ucap caca


itu karena ayah dan ibu mengkhawatirkan kamu sayang... ucap danu


maaf ya karena caca bikin masalah, membuat kalian cemas... ucap caca


tidak sayang, itu hal wajar hanya saja ayah dan ibu tidak tau penyebab kamu murung kemarin... ucap danu melepas pelukannya,


jadi mulai sekarang jangan suka memendam sesuatu seorang diri ya? ucap danu memandang caca


iya kak... ucap caca


kalau memang tidak ingin bercerita sama ayah dan ibu, caca bisa cerita pada kakak... apa pun itu... ucap danu


iya kak... ucap caca menyandar di pundak danu sambil mengandeng lengan danu


jadi udah enggak sedih lagi kan... ucap danu


tidak.... ucap caca


baguslah kalau seperti itu, mulai sekarang kamu harus belajar memahami seseorang jika ingin menjalani suatu hubungan yang baik, apa lagi memiliki hubungan dengan yang lebih tua dari kamu dan memahami kesibukannya dan kewajibannya sebagai mahasiswa yang sama seperti kamu, karena kamu juga akan seperti dia saat ini nantinya, paham... ucap danu


iya kak... ucap caca


karena itu kakak berharap cowok pilihan kamu ini, bisa terus membuat kamu bahagia dan dapat melindungi kamu sebagai pengganti kakak nanti, di saat kakak menikah dan tidak bisa menjaga kamu... ucap danu


kakak enggak boleh ke mana-mana harus ada buat caca... ucap caca


danu tersenyum mendengar ucapan manja adiknya


selesai mengobrol, mereka pun menikmati pemandangan pantai di malam hari seperti orang sedang berpacaran....

__ADS_1


__ADS_2