Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
14


__ADS_3

dokter terdiam dan memberikan ekspresi yang agak kecewa....


dok anak saya sakit apa? tanya Ratna penasaran karena ekspresi muka dokter yang menegangkan


maaf sebelumnya kalau saya menyampaikan kabar yang kurang baik kepada keluarga pasien..


anak ibu sama bapak ada masalah di jantungnya,


tangis Ratna pecah dan danu terduduk seperti tersambar petir mendengar ucapan dokter....


enggak mungkin dok anak saya sakit jantung.... anak saya itu sehat dok.... ucap Ratna sambil menangis


bagas memeluk Ratna, mencoba memenangkan Ratna....


tenang dulu bu...


sekarang kondisi anak saya gimana dok? tanya ratna


danu masih mematung enggak percaya dengan apa yang dokter katakan


kondisi pasien sudah melewati masa kritis, sekarang pasien sudah bisa di pindahkan ke ruang perawatan dan sudah bisa di jenguk, sampai kita tunggu perkembangan pasien dan hasil lab selanjutnya....


kalau begitu saya permisi dulu.... pamit dokter yang memeriksa caca


makasih dok.....


yah.... ko caca enggak ada bilang apa-apa selama ini, kenapa harus caca yah..... ucap Ratna yang masih terus menangis di pundak bagas


danu yang mendengar penjelasan dokter hanya bisa menangis tanpa suara dengan menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya....


" kenapa..... kenapa.... harus kamu cantika, kenapa kamu enggak ada bilang apa-apa ... apa maksudnya semua ini dek.... kakak enggak sanggup dek.... "


batin danu


permisi..... maaf keluarga cantika.... ucap suster


iya Sus... jawab danu


cantika sudah di pindahkan ke ruang rawat, jadi sudah bisa di jenguk..... ucap suster


makasih Sus.... ucap danu


Ratna langsung melangkah masuk ke rungan caca di rawat di susul bagas


danu yang mengikuti dari belakang


melihat caca yang terbujur kaku di atas ranjang membuat Ratna meneteskan air mata


ibu enggak kuat yah liat caca kaya gitu.... kenapa harus caca yah... ucap Ratna


ibu jangan nangis terus.... kasian caca.... ucap bagas


ibu enggak tega yah liat caca.... lirih Ratna


Ratna dan bagas mendekat ke arah caca yang terbaring lemas tanpa sadarkan diri...


sayang.... bangun sayang ini ibu ada ayah juga, buka mata kamu sayang....

__ADS_1


kamu harus sembuh, ibu enggak mau kamu kenapa-kenapa sayang..... sambil mengelus pipi caca


namun Ratna memilih keluar ruangan karena enggak kuat melihat kondisi caca....


saat Ratna dan bagas keluar ruangan tiba-tiba air mata caca keluar dari sudut matanya....


seolah caca merasa sedih akan kondisi saat ini


berlahan danu melangkah masuk yang sedari tadi berdiri di sudut ruangan yang memandang caca dengan sendu....


dan kecewa akan dirinya sendiri yang tidak mengetahui kondisi adiknya....


danu yang sudah berada di samping caca memandang caca dengan mata berkaca-kaca,


sadar akan air mata caca menetes membasahi ujung matanya... langsung danu menyeka air mata caca...


danu meraih tangan caca dan menciumnya....


air mata danu tanpa sadar sudah menetes membasahi pipinya....


bagun dek.... jangan tidur terus kaya gini... ucap danu


maafin kakak dek... maaf dek... udah bikin kamu kaya gini....


kakak lebih milih kamu mukul kakak, marahin kakak, ketimbang kamu giniin kakak dek.... kakak enggak bisa ngeliat kamu kaya gini....


kenapa kamu bisa kaya gini dek... apa yang kamu sembunyiin dari kakak, ayah dan ibu...


sejak kapan kamu sakit kaya gini dek? kenapa kamu enggak ada cerita sama kakak dek.... lirih danu


danu terus berada di samping caca....


danu melihat kedua orang tuanya yang sudah lelah menunggu caca di rumah sakit sedari pagi


danu menghampiri mereka yang sedang duduk di sofa ruang inap di mana caca di rawat


ayah ibu, sebaiknya pulang ke rumah untuk istirahat.... pinta danu


enggak, ibu mau di sini....ibu enggak mau ninggalin caca.....ucap ratna


bu kalau ibu sakit gimana? kasian caca bu.... ucap danu


tapi dan.....


enggak ada tapi-tapi, sekarang ayah dan ibu pulang ya, kan ada danu di sini... nanti ibu sama ayah bisa balik lagi ke rumah sakit untuk liat caca.... kalau ada perkembangan dari caca, danu beri kabar langsung..... potong danu


benar bu, kita pulang dulu... nanti kita kesini lagi.... ibu harus jaga kesehatan.... ucap bagas


baik lah.... tapi kalau ada apa-apa beri tau ibu ya.... ucap Ratna


iya bu..... jawab danu


Ratna dan bagas pun beranjak melangkah keluar rumah sakit....


selama perjalanan Ratna hanya menangis.... karena merasa gagal sebagai ibu...


udah bu jangan nangis terus...... nanti kalau ibu sakit gimana!!!! kasian caca bu..... bujuk bagas

__ADS_1


ibu enggak bisa ngebayangin yah, kalau kita kehilangan caca.... ucap Ratna yang masih menangis


ibu ngomong apa, caca anak kuat bu, caca pasti sembuh..... ucap bagas yakin namun dalam hatinya juga sangat takut dan sedih dengan kondisi anaknya saat ini


maaf tuan, gimana keadaan non caca sekarang.... ucap mang ujang tiba-tiba membuka suara


masih belum sadar mang.... danu sedang menunggu perkembangan caca di sana.... ucap bagas


Mudah-mudahan non caca cepat sembuh ya tuan.... ucap mang ujang


iya mang.... makasih.... ucap bagas


beberapa menit kemudian, sampailah bagas dan Ratna sampai di rumah....


bagas dan Ratna langsung masuk ke dalam rumah,


bibi jum yang melihat langsung menghampiri majikannya di ruang tengah


tuan nyonya.... bagaimana kondisi non caca? non caca enggak apa-apa kan? ucap bibi jum yang panik


namun Ratna meneteskan air mata dan masuk ke dalam kamar meninggalkan bibi jum dan bagas....


bibi jum yang merasa enggak enak...


bagas langsung menjelaskan....


ibu masih sedih bibi, jadi biarkan saja.... caca belum siuman bibi di sana danu yang menjaga.... jawab bagas yang langsung menyusul Ratna ke kamar


bibi jum hanya diam memandang bagas dan Ratna yang telah masuk ke dalam kamar.....


" kasian nyonya sama tuan.... sebenernya non caca sakit apa... " batin bibi jum


bagas yang sudah masuk ke dalam kamar menutup pintu dan melihat ke arah Ratna yang sedang menangis semakin jadi....


bagas menghampiri Ratna..... dan duduk di sampingnya


bu.... udah jangan menangis... kalau ibu kaya gini, bisa-bisa ibu sakit.... kalau ibu sakit kasian caca bu.... caca sedang berjuang.... kalau caca tau ibu sakit bisa-bisa caca kepikiran terus dan makin drop bu.... ucap bagas


maaf yah, ibu cuma belum bisa Terima kalau caca harus menghadapi ini semua....


ibu merasa bersalah yah, ibu enggak memperhatikan caca dengan baik selama ini...


hiks.... hiks.... hiks.....


tangis ratna


sudah jangan menyalahkan diri sendiri bu...


sekarang kita harus memberi semangat pada caca dan kita juga harus lebih memperhatikan caca...


ayah juga salah bu hanya sibuk dengan pekerjaan tanpa memperdulikan kondisi caca...


iya yah... ucap Ratna


sudah jangan menangis lagi ya.... ucap bagas


Ratna mengangguk menuruti nasihat bagas

__ADS_1


__ADS_2