Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
149


__ADS_3

faldo, fikri dan dava yang sudah meninggalkan kampus, mereka tidak pulang ke rumah masing-masing, namun mereka sedang mengikuti mobil danu, karena merasa penasaran dengan caca dan laki-laki yang bersama caca,


ayo dava buruan kejar nanti kita kehilangan jejak ucap faldo


ini udah ngebut tau, lo jangan bawel napa pusing gue dengernya jadi enggak fokus gerutu dava


sorry sorry, tapi buruan ucap faldo


iya bawel ucap dava


mereka bertiga pun tetap fokus memandang ke depan memperhatikan mobil danu,


sedangkan danu,caca, dika, andre, rita dan zaza yang berada di dalam mobil sedang adik mendengarkan musik dengan riang,


mobil danu berbelok ke salah satu gedung terbesar,


eh eh itu mereka belok tuh ucap fikri


ayo belok belok ucap faldo


tau tau sabar dong ucap dava yang juga membelokkan mobilnya dan masuk, danu telah memarkirkan mobilnya hingga akhirnya mereka pun sampai di sebuah mall,


danu dan caca pun turun dari mobil diikuti dika, andre,rita dan zaza yang juga turun dari mobil,


sedangkan dava,faldo dan fikri terus memantau pergerakan caca dan danu


ayo sayang ucap danu merangkul caca memasuki mall


ayo masuk ucap caca pada teman-teman caca


mereka pun masuk ke dalam mall


saat danu merangkul caca masuk ke dalam mall saat itu teman-teman eko pun memfoto mereka,


kena lo sekarang ucap dava


udah enggak bisa bantah lagi tuh eko, biar tau kelakuan tunangannya ucap fikri


ayo kita ikutin mereka ucap faldo


mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam mall dan terus mengikuti caca dan danu serta teman-teman caca yang sedang asik jalan-jalan di mall,


dava, faldo dan fikri yang terus mengikuti caca dan danu mereka sungguh tercengang dengan apa yang danu dan caca lakukan,


karena mereka melihat danu yang selalu merangkul caca, begitu pun dengan caca menggandeng tiwi dengan perasaan senang dan terlihat bahagia,


gila, seperti ini ternyata kelakuan tunangan eko kalau di belakang eko ucap faldo


eko udah tertipu dengan wanita murahan itu ucap dava kesal


iya, kita harus menyadarkan eko ucap fikri


ayo ayo kita ikutin lagi ucap faldo,


mereka pun mengikuti caca dan danu kemana danu dan caca pergi,


saat caca, danu dan teman-teman caca melintas di area bermain caca pun menghentikan langkahnya yang membuat langkah danu dan teman-teman caca pun ikut terhenti,


caca menunjuk ke arah area permainan dan mereka pun masuk,


faldo, fikri dan dava yang melihat caca dan danu yang masuk ke area bermain mereka pun ikut masuk dengan penampilan yang mengenakan topi dan masker agar tidak ketahuan akan keadaan mereka dengan bersembunyi sambil melihat aktifitas caca dan danu,


sedangkan di dalam area permainan itu caca, danu dan teman-teman caca mereka sudah asik bermain,


begitu pun dengan dava, faldo dan fikri yang juga bermain agar tidak terlihat mencurigakan sambil mengambil foto danu dan caca yang begitu mesra,


setelah caca dan teman-temannya puas bermain, mereka pun keluar dari tempatnya itu,


eh eh itu mereka keluar ucap fikri memberi tau dava dan faldo yang asik bermain,


dengan cepat dava, faldo dan fikri berlari keluar untuk mengejar caca dan danu,


caca, danu dan teman-teman melanjutkan berjalan-jalan mengelilingi mall dan tak lupa caca pun berbelanja di sana,


setelah cukup lama berkeliling caca yang merasa lelah pun mengajak danu untuk makan,


kakak caca capek ucap caca


kamu capek, kalau gitu kita ke food court duduk santai di sana sambil makan ucap danu


ayo kita ke sana ucap caca pada teman-temannya


mereka pun melangkah menuju food court,


dava, faldo dan fikri pun mengikuti caca dan danu yang melangkah menuju food court dan duduk tak jauh dari caca dan danu berada agar terjangkau dari pandangan mereka,


kalian mau pesan apa? ucap caca pada rita, zaza, dika dan andre

__ADS_1


em apa ya? jadi bingung banyak banget pilihannya ucap rita sambil melihat ke sekitar


iya enak-enak ucap dika


em, aku ikut aja deh ca ucap zaza


saya deh ucap dika


aku juga habis bingung ucap rita


kalau gitu kalian tunggu sini, biar kakak pesan dulu ucap danu


iya kak ucap teman-teman caca


kamu sayang mau makan apa? ucap danu


caca ikut kakak aja ucap caca tersenyum


baik, tunggu ya kakak pesan dulu ucap danu tersenyum lalu berdiri meninggalkan meja untuk memesan makanan dan minuman,


namun saat danu mau melangkah caca memanggil yang membuat langkahnya terhenti,


kakak ucap caca memanggil


iya sayang ucap danu yang sudah membalikkan badan,


saat caca mau berbicara, perkataannya sudah di ucapkan lebih dulu oleh danu


minumnya jus stroberi ucap danu


caca langsung tersenyum,


kakak sudah tau sayang tunggu ya ucap danu langsung melanjutkan langkahnya,


kamu sama kak danu itu kaya orang pacaran tau pantes pada curiga ucap rita


iya tuh, malah di kampus malah makin panas gosip kamu selingkuh sama kak danu


apa lagi anak informatika taunya kamu sama kak eko ca ucap dika


anak ekonomi malah taunya kamu sama danu ucap zaza


iya ca kamu enggak takut eko ninggalin kamu dan kamu enggak mau ngejelasin ke mereka gitu kalau kak danu kakak kamu ucap andre


apa yang perlu di jelasin? kalau pun aku dan kak danu ngejelasin emangnya mereka bakal percaya ucap caca


mangkanya itu terserah apa kata orang, apa lagi soal kak eko, kalau memang dia tulus sama aku dia enggak akan mudah percaya dengan apa yang dia lihat dan apa kata orang di sekitarnya ucap caca


maksud kamu, kamu sengaja lagi menguji kak eko ucap andre


iya, itu kamu tau ucap caca


pasti ini rencana kak danu ucap andre


iya, ya kalian pikir aja selama kalian kenal aku apa pernah kalian ngeliat aku bersikap manja dengan orang lain selain kak danu ucap caca


enggak sih cuma kak danu doang ucap teman-teman caca


ya kali kamu mau deket sama orang, yang ada anti ucap dika


iya, cuma eko lah orang yang beruntung kalau bisa dapet caca ucap rita


kalau lulus ujian itu juga ucap dika


sekolah kali ujian ucap rita


hahahaha tawa caca dan teman-temannya


tanpa mereka sadari danu telah datang


asik bener ketawa nya, ngomongin apa sih ucap danu yang langsung duduk


ah enggak ada kak ucap caca


masa sih, ngomongin kakak ya ucap danu


ih pede banget sih Kakak ini ucap caca mengerutkan keningnya


enggak kok kak kita lagi ngomongin lulus ujian ucap dika


kalian udah tau ucap danu langsung menangkap apa yang mereka bicarakan


emangnya kakak tau apa? ucap caca bingung


soal eko kak ucap danu datar


wah wah wah kalau IQ di atas rata-rata kaya gini ya langsung tau ucap dika kagum

__ADS_1


emangnya lo IQ jongkok ucap rita meledek


sial lo ucap dika


jadi bener ya kak danu lagi menguji kak eko ucap andre


iya, soalnya kakak masih ragu sama dia ucap danu


ooo gitu ucap teman-teman caca baru paham


asal kalian tau, dari tadi juga kita di ikutin sama teman-teman eko, mereka duduk di belakang kakak dua meja dari sini ucap eko memelankan suara nya


hah masa sih ucap rita


mereka pasti sudah melihat semuanya dan memfoto kakak dan caca, itu pasti akan sampai ke eko ucap danu


terus gimana kak ucap caca


tenang saja, enggak perlu takut ucap danu


baiklah ucap caca


danu pun mulai memainkan perannya bersama caca dan teman-teman caca pun hanya tersenyum melihat kelakuan danu dan caca,


sedangkan teman-teman eko sudah sibuk memfoto caca dan danu yang sedang bermesraan seperti pacar,


caca yang sedang menyandarkan kepalanya di pundak danu tiba-tiba pelayan pun datang,


permisi ucap pelayan yang meletakkan makanan yang di pesan


caca pun langsung menegakkan badannya karena merasa malu,


teman-teman caca tersenyum melihat tingkah caca dan danu pun hanya bersikap cool saja,


makasih ucap danu


makasih ucap caca dan teman-teman caca


ayo kita makan ucap danu


mereka pun mulai menyantap hidangan yang ada di depan mereka,


sedangkan eko sedang bersama dewa ada di sebuah cafe sedang bersantai sambil mengerjakan skripsi,


namun eko tak fokus dengan apa yang di kerjakan karena eko masih memikirkan caca yang bersama laki-laki yang eko lihat di rumah caca,


saat eko melihat caca di kampus tadi caca begitu bahagia,


eko mulai bimbang,


dewa yang sadari tadi memperhatikan eko yang tak fokus pun langsung menegur eko,


eko kamu kenapa? ucap dewa


hah enggak, enggak ada apa-apa ucap eko berbohong


kamu enggak usah bohong, pasti kamu lagi mikirin tunangan kamu ya ucap dewa


eko diam dan tertunduk dengan raut wajah uang sedih dan bingung lalu berkata,


sudah jangan kamu pikirkan, aku yakin caca enggak mungkin selingkuh ucap dewa


tapi kenapa dia selalu bersama laki-laki itu ucap eko


apa? selalu ! ucap dewa tanda tanya besar


iya, selama aku kenal caca dia selalu dengan laki-laki itu jika aku tidak bersamanya, apa lagi aku pernah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu saat aku ke rumah caca dan aku makan satu meja bersama laki-laki itu, sebenarnya siapa dia dan apa hubungan mereka ucap eko


apa kamu sudah menanyakan langsung dengan caca?ucap dewa


belum, aku tidak ada keberanian menanyakan soal itu ucap eko


saran aku sih lebih baik kamu tanya langsung ke caca biar kamu enggak kepikiran seperti ini yang membuat hubungan kamu renggang ucap dewa


bukan waktu yang tepat untuk bertanya aku mau fokus dengan persiapan sidang dan mempersiapkan acara lamaran di saat wisuda ucap eko


kamu sudah yakin ucap dewa


iya, walau dia seperti itu aku enggak bisa kehilangannya ucap eko yang jujur dengan isi hatinya yang selama ini ia pendam karena sifat dinginnya,


mangkanya jadi orang itu jangan kaya gunung es ucap dewa meledek


memang seperti ini ucap eko cuek


dasar gunung es, padahal peduli tapi sok enggak perduli ucap dewa bingung dengan sikap temannya yang tak pernah berubah,


mereka pun kembali fokus mengerjakan skripsi yang harus mereka revisi karena waktu penyerahan tersisa satu minggu lagi

__ADS_1


__ADS_2