Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
12


__ADS_3

mereka menghabiskan waktu di taman


bercanda, bercerita,


karena selama ini hanya danu yang selalu ada buat caca, semenjak danu kerja caca kehilangan sosok danu....


sedih.... namun caca sadar enggak mungkin kakaknya hanya sibuk mengurusi caca.....


malam ini caca begitu bahagia bisa bersama kakaknya.....


caca... panggil danu


iya kak.... jawab caca yang masih dengan posisi menyandarkan kepalanya di pundak danu


kalau nanti kakak udah berangkat ke luar kota kamu jangan nakal ya dek...... jangan bikin ibu sama ayah khawatir.... ngerti sayang.... ucap danu


iya kakak.... ucap caca


kakak harap selama kakak tinggal kamu akan baik-baik di sini.... ucap danu


iya kak caca janji enggak akan bikin ayah dan ibu repot.... ucap caca


mereka pun menikmati suasana taman,


setelah cukup lama berada di taman, danu pun mengajak caca untuk pulang


dek.. kita pulang yuk..... tapi sebelum itu kita mampir makan dulu ya.... ucap danu


iya kakak..... jawab caca


danu dan caca langsung beranjak dari tempat duduk berlalu menuju mobil....


kita mau makan apa kak.... tanya caca yang sudah berada di dalam mobil


enaknya makan pinggir jalan aja gimana..... tanya danu


warung lesehan kak atau warung prasmanan? tanya caca


terserah kamu aja dek..... ucap caca


ok kalau gitu.... danu melajukan mobilnya tanpa memberi tau


caca hanya diam tanpa bertanya....


sampailah di satu tempat dimana selalu rame pengunjung....


ayo turun.... ajak danu


di sini kak.... tanya caca


iya, di sini..... jawab danu


ayo kita turun..... ajak lagi danu


rame kaya gitu kak.... ucap caca


ke napa emangnya kalau rame? tanya danu


enggak apa-apa seh.... ya udah yuk kak..... ucap caca


mereka pun turun dari mobil, menuju warung lesehan yang danu maksud, walau selalu rame namun tempat ini selalu di penuhi orang karena makanannya yang enak....


sampai di tempat lesehan itu,


caca melihat banyak makanan berbagai macam pilihan, caca di bikin bingung dengan pemandangan di depan matanya....


danu yang sudah memilih melihat caca hanya diam,


heh...... ko bengong..... ucap danu yang memperhatikan caca hanya diam memandang makanan yang ada di depannya....


eh..... iya kak.... caca bingung, banyak banget makanannya.... ucap caca


pilih aja sayang yang mana kamu suka.... ucap danu


iya kak..... ucap caca


caca punya melihat lihat ke kanan dan ke kiri mana yang akan caca pilih....


lalu caca pun mulai memilih beberapa mana makanan yang ia taruh di piringnya,


setelah merasa cukup caca pun berkata pada danu,


kak sudah.... ucap caca


udah... ucap danu


iya.... ucap caca

__ADS_1


yuk.... ucap danu


setelah selesai caca dan danu pun mencari tempat duduk untuk menikmati makanan yang sudah mereka bawa sambil menikmati pemandangan ramai lampu jalan dan kendaraan lewat,


danu melangkah menuju meja lesehan...


danu pun melihat satu meja kosong di sudut, danu langsung mengajak caca..


ayo dek.... ucap danu melangkah menuju meja itu


caca pun mengikuti danu dari belakang...


sampainya di meja yang di maksud, danu langsung duduk...


ayo dek duduk... ucap danu


caca pun langsung duduk


setelah duduk caca bertanya pada danu yang sudah mulai makan....


kakak suka ke sini ya dulu.... ucap caca


ya, disini murah dan enak.... ucap danu


ooo.... gitu.... ucap caca sambil memakan makan di hadapannya


danu dan caca pun makan sambil mengobrol bercanda tawa serta menikmati suasana di malam ini..


caca begitu bahagia...


beberapa menit kemudian,


selesai menyantap makanan mereka hingga habis, mereka pun meninggalkan tempat itu dan pulang.....


di perjalanan..... caca hanya diam, karena merasa mengantuk....


danu yang melihat ke arah caca hanya tersenyum melihat wajah lucu adiknya itu


enggak lama kemudian caca pun terlelap terbawa oleh mimpi....


danu melihat ke arah adiknya lagi yang ternyata sudah tertidur dengan posisi ke arah kaca tangan kiri menahan kepala...


danu memberhentikan mobilnya dan turun


untuk membetulkan posisi tidur caca


setelah di pastikan semuanya telah aman, danu kembali masuk dan menjalankan mobilnya dengan berlahan agar caca tidak terbangun,


beberapa menit kemudian, sampailah di depan rumah....


mobil sport masuk ke halaman rumah yang cukup luas....


berhenti di depan pintu utama rumahnya,


danu yang langsung turun dan membuka pintu utama setelah terbuka danu langsung menghampiri caca dan membuka pintu mobil lalu menggendong caca masuk


bibi jum langsung bergegas menghampiri setelah mendengar suara mobil dan suara pintu yang terbuka,


bibi jum berada di depan pintu langsung bertanya karena melihat caca yang tidak sadarkan diri,


den, non caca kenapa? tanya bibi jum panik


tidak apa-apa bibi, caca hanya tertidur karena lelah berjalan-jalan.... ucap danu


danu langsung masuk sambil menggendong caca yang tertidur menuju kamar caca,


bibi jum melihat danu yang sudah berjalan ke kamar caca langsung bergegas mengunci pintu dan menyusul danu ke kamar caca....


bibi jum membuka pintu kamar caca,


danu langsung menuju ranjang caca dan membaringkan caca di atas tempat tidurnya dan memakaikan selimut...


bibi tolong gantikan baju caca.... ucap danu


baik den... ucap bibi jum


danu pun keluar dari kamar caca dan menutup pintu,


bibi jum langsung mengganti baju caca,


beberapa menit kemudian, caca telah selesai di ganti bajunya oleh bibi jum,


bibi jum langsung menyelimuti caca dan keluar dari kamar caca


di kamar danu membaringkan badan sejenak....


karena merasa lelah

__ADS_1


setelah merasa hilang rasa capek yang danu rasa, danu bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri....


di dalam kamar mandi danu berendam air hangat untuk menghilangkan rasa lelahnya


setelah selesai, danu keluar kamar mandi dan memakai baju....


danu ke luar kamar untuk melihat situasi....


namun di lihat begitu sepi rumahnya....


karena orang tuanya belum juga pulang


caca masih tidur di kamar....


danu memutuskan untuk duduk di ruang TV


dengan lampu di matikan,


namun tiba-tiba danu sedih mengingat bahwa dirinya berada di rumah itu tinggal satu hari lagi...


namun danu berusaha menutupi kesedihan itu dari keluarganya...


terutama adiknya yang danu sayang.....


dengan posisi danu yang membaringkan badannya di sofa depan TV sambil melihat langit-langit


" maafin kakak ya dek, kalau kakak bikin sedih kamu dan ayah ibu... namun mau bagaimana lagi ini kerjaan kakak.... kakak mau nunjukin kalau kakak bakal sukses di sini.... kakak harap adik dan ayah ibu selalu dukung kakak... biar kakak selalu semangat....kakak juga pasti kangen sama kamu selama di sana...... "


tanpa sadar danu meneteskan air mata....dengan mata yang ia pejamkan di dalam kegelapan...


danu memang orang yang tertutup dan dingin


danu enggak akan menunjukkan kesedihannya di depan orang


saat sedang menyendiri, danu mendengar suara pintu terbuka,


suara langkah kaki yang memasuki rumah


saat melewati ruang TV, dengan sekilas seperti ada orang di sofa


ayah.... itu.... dengan suara pelan dan memberi isyarat


sedang apa dia di situ.... penasaran bagas


namun Ratna mengangkat ke dua bahunya dengan maksud tidak mengetahuinya....


bagas dan Ratna mendekat ke arah danu....


kak.... kamu sedang apa di sini? ucap bagas


danu yang mendengar suara langsung bangkit menjadi posisi duduk....


enggak apa-apa ko.... lagi pengen aja.....


danu langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya


Ratna dan danu saling berpandangan,


berharap mendapatkan jawaban


namun nihil.... karena mereka enggak tau, ada apa dengan danu....


mereka pun memutuskan masuk ke dalam kamar....


yah.... danu kenapa ya? tanya Ratna yang masih penasaran


enggak tau ayah juga.... jawab bagas


aneh.... anak itu.... kalau ada masalah pasti enggak mau cerita.... ucap Ratna


ya sudah bu jangan di pikirkan anak kita udah dewasa juga..... bagas berusaha menenangkan Ratna


iya yah.... ucap Ratna


Ratna pun masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badan


setelah selesai


gantian bagas yang masuk kamar mandi untuk menyegarkan badan bagas


setelah selesai


mereka memutuskan untuk beristirahat


danu yang sudah berada di dalam kamar sudah membaringkan badannya di atas tempat tidur


memejamkan mata dan berharap bisa tertidur bersama mimpi dan merupakan kesedihan di hatinya

__ADS_1


__ADS_2