Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
157


__ADS_3

tibalah di hari yang sangat penting untuk eko dan mahasiswa lainnya yang satu angkatan dengan eko


pada hari ini adalah dimana eko, dava, dewa, fikri, faldo dan mahasiswa lainnya akan melakukan sidang skripsinya,


suasana kampus sudah ramai,


mereka telah bersiap untuk menunggu giliran,


caca juga berada di kampus bersama eko dan teman-teman eko tentunya untuk mendampingi eko memberi semangat pada eko dan teman-temannya juga,


teman-teman eko sudah lebih dulu masuk ke ruangan sidang secara bergantian, dewa pun sudah berada di dalam ruang sidang sedang menjalankan prosesi sidang,


kakak semangat ya semoga lancar ucap caca tersenyum


makasih sayang kamu udah mau nemenin kakak dan ngasih semangat ucap eko tersenyum


kakak gugup ya ucap caca


sedikit, tapi ada kamu di sini jadi enggak begitu tegang ucap eko


caca di sini kok kak nemenin kakak ucap caca


iya sayang ucap eko tersenyum


caca pun menggenggam tangan eko agar lebih rileks, eko pun menggenggam tangan tiwi dengan erat untuk menghilangkan rasa gugupnya,


kini saatnya giliran eko yang masuk ke ruangan sidang,


sayang semangat ucap caca tersenyum


semangat ucap eko dengan sedikit gerakan lalu melangkah masuk ke ruangan sidang,


kini giliran caca yang tegang menunggu eko yang sedang melakukan sidang di dalam,


dewa yang melihat kegelisahan caca pun menghampiri caca


kamu tenang saja, buat eko ini bukan masalah ucap dewa yang langsung duduk di samping caca


caca tetap diam sambil menggerakkan jarinya


dewa pun tetap menemani caca,


sedangkan fikri, dava, dan faldo sedang sibuk mengobrol sambil menunggu eko,


tak lama kemudian eko telah keluar dari ruang sidang,


teman-teman eko dan caca langsung menghampiri eko


bagaimana ucap caca pada eko


semuanya lancar, ayo ucap eko tersenyum


caca pun mengangguk


eko pun menggandeng tangan caca meninggalkan ruang sidang


dengan di ikuti oleh teman-temannya dari belakang,


saat menyusuri lorong meninggalkan ruang sidang tiba-tiba ada yang memanggil eko,


eko!! panggil seorang wanita dari ujung lorong


wanita itu langsung melangkah mendekat pada eko dengan senyuman,


caca yang melihat dengan tatapan aneh dan tentunya dengan rasa cemburu,


siapa wanita itu ucap batin caca dengan terus menatap wanita itu yang sedang melangkah mendekat


caca yang terus melihat hanya diam lalu melepas tangan eko yang sedang menggenggam tangannya,


dengan penampilan yang jauh lebih cantik darinya membuat caca merasa minder tak sebanding dengan wanita itu,


eko yang menyadari caca melepas genggamannya langsung meraih tangan caca kembali dan menggenggam tangan caca dengan erat,


caca berusaha melepasnya namun apa daya tenaga eko lebih kuat darinya, caca pun lebih milih diam dan menyaksikan apa yang telah terjadi dengan rasa cemburu yang ia tahan,


teman-temannya yang melihat hanya mematung diam


bakal ada perang nih ucap faldo berbisik


hus ucap dewa sambil menyenggol faldo dengan sikutnya,

__ADS_1


faldo pun langsung diam,


mereka pun hanya menyaksikan tontonan gratis yang akan segera di mulai,


wanita ini adalah rania azahra dia adalah wanita yang menyukai eko dan satu angkatan dengan eko namun eko tak pernah merespon rania, eko hanya menganggapnya sebagai teman baiknya,


namun rania selalu berusaha mendekati eko berharap eko akan membuka hati untuknya,


hari ini pun rania yang melihat eko masih tetap berusaha mendekati berharap eko akan memberikan kesempatan, walau rania tau eko sedang bersama caca,


rania pun menghampiri eko berharap eko mau menerima ajakan makan malamnya tanpa menghiraukan caca sedikit pun,


eko hanya berdiri dengan tenang dengan terus menggenggam tangan caca,


rania yang melihat eko menggenggam tangan caca namun rania mengganggap caca tidak ada dan berkata,


eko kamu ada waktu enggak? aku mau ngajak kamu makan malam ucap rania dengan sikap yang sok manja


caca yang mendengar langsung emosi namun iya tahan,


dalam rangka apa? ucap eko dengan dingin


ya anggap aja merayakan kesuksesan kita ucap rania tersenyum manis


eko yang menyadari calon istrinya yang sudah marah karena cemburu langsung saja berkata tanpa pikir panjang,


sorry aku udah punya janji, aku mau pergi dengan istri aku ucap eko yang menunjukkan tangannya yang menggenggam tangan caca dan di jari manis caca sudah melingkar cincin berlian yang begitu indah,


sontak saja membuat orang yang di sekitar terkejut langsung membulatkan mata mereka,


jeger!!! mematung rania seperti tersambar petir mendengar apa yang eko ucapkan barusan padanya,


teman-teman eko merasa terkejut dan langsung berbisik


" sejak kapan dia ngasih cincin itu "


" iya "


" gila "


" mantep "


" kartu mati "


ucap batin tiwi yang terkejut langsung memandang eko yang masih bersikap cool memandang rania,


sekarang kamu paham kan? aku harap kamu bisa membuka hati kamu dan menemukan seseorang yang benar-benar mencintai kamu ucap eko


rania tetap mematung dengan wajah sedih, seakan mimpi namun inilah kenyataannya yang harus dia terima,


riana yang tertunduk lalu tersenyum berusaha kuat memandang eko dan caca,


aku paham, terimakasih ucap riana


tanpa berkata apa-apa eko menarik caca dan pergi meninggalkan riana seorang diri,


ayo sayang ucap eko menarik caca meninggalkan tempat itu,


caca hanya terdiam mengikuti langkah eko yang membawanya pergi meninggalkan rania yang masih mematung, dengan diikuti teman-teman eko dari belakang


caca yang sudah melangkah meninggalkan rania, terus memandang ke arah rania yang masih mematung dengan perasaan kecewa, namun caca seakan tak tega melihat rania,


kakak ucap caca yang belum sempat menyelesaikan pertanyaannya,


sudah tidak perlu memperdulikan dia ucap eko yang terus menariknya,


tapi kak ucap caca terhenti


sudah caca dengarkan saja jangan membantah ucap dewa yang menasehati caca,


caca pun memilih mendengarkan tak berdaya membantah eko, eko terus menariknya melangkah meninggalkan tempat itu hingga riana tak lagi terlihat oleh pandangan mata caca,


setelah kepergian eko, caca dan teman-temannya, riana terduduk dan menangis, dengan lemah lunglai seorang diri, kini hatinya telah hancur berkeping-keping saat mendengar ucapan eko dan melihat cincin yang melingkar di jari manis caca dan eko, membuat usahanya selama ini mendapatkan eko menjadi sia-sia,


apa daya riana berusaha menerima walau perlu waktu,


riana bukanlah orang berhati picik,


sebenarnya riana tau jawaban apa yang akan eko berikan padanya namun riana tetap ingin mencoba untuk terakhir kalinya sebelum mereka lulus dari kampus agar tidak ada penyesalan,


saat eko, caca dan teman-teman eko sudah keluar dari gedung kampus caca menghentikan langkah eko karena rasa marah yang ia pendam sadari tadi,

__ADS_1


selama ini caca tidak mengetahui bahwa wanita yang selalu iya lihat bersama eko dan teman-temannya itu adalah wanita yang sedang mengejarnya,


tunggu!!! ucap caca dengan ekspresi wajah kesal


ada apa sayang ucap eko dengan tenang


teman-teman eko yang mengetahui akan ada perang dingin langsung berpamitan meninggalkan eko dan caca, mereka lebih dulu menuju kantin,


em kalian mengobrol saja, kita duluan ke kantin ucap faldo dengan gugup lalu menarik yang lainnya melangkah meninggalkan eko dan caca


kalian ngobrol pelan-pelan jangan pakai emosi ucap dewa memegang pundak eko dan pergi menyusul yang lainnya,


tinggallah eko dan caca,


namun belum ada di antara mereka yang membuka suara,


sayang kamu marah soal kejadian tadi ucap eko dengan lembut


eko bukan nya merasa marah namun malah tersenyum tipis melihat calon istrinya yang saat ini telah cemburu,


karena menurut eko, sangat menggemaskan jika caca marah seperti itu, membuat eko ingin menggigit pipinya yang seperti bakpao dan semakin mencintai caca yang bersikap manja padanya,


eko yang tau, caca telah cemburu langsung berbicara pada intinya,


jadi kamu cemburu sama riana? ucap eko tenang sedikit menggoda caca


ih siapa juga yang cemburu, caca kan cuma nanya ucap caca yang menampik bahwa dirinya telah cemburu, dengan mengalihkan pandangannya,


eko pun tersenyum kembali melihat tingkah caca,


baik baik, kalau gitu kamu tenang dulu jangan emosi, kakak akan menjelaskan semuanya sama kamu ucap eko dengan lembut sambil memandang caca,


eko sedikit khawatir penyakit nya akan kambuh maka eko memastikan caca tidak dalam keadaan emosi,


caca enggak minta kakak jelasin kok ucap caca


ok ok kakak enggak akan bicara, kamu atur emosi kamu dulu baru kakak bicara ucap eko


caca mendengarkan apa yang di katakan eko, caca mulai mengatur emosinya,


teman-teman eko yang masih dalam perjalanan ke kantin sedang menghawatirkan caca dan eko


mereka gimana ya sekarang? ucap fikri


iya, apa mereka berantem hebat? soalnya eko tidak pernah cerita soal riana pada caca ucap dava


lagian itu anak masih aja usaha walau di tolak berkali-kali ucap faldo


ya kata orang cinta itu buta, walau tidak memaksa namun tetap usaha ucap fikri


benar, walau riana orangnya tidak berpikir picik tapi secara tidak langsung dia itu terobsesi dengan eko sudah bertahun-tahun mengejar eko ucap dava


betul juga buktinya selama ini dia berusaha mendekati eko walau eko tidak merespon ucap faldo


betul itu betul itu ucap dava dan yang lainnya,


sudah sudah jangan membahas lagi mereka ucap dava


mereka pun berhenti bergosip dan melanjutkan langkah mereka,


sedangkan dewa hanya diam sepanjang perjalanan menuju kantin, mendengarkan teman-temannya yang terus membahas eko, caca dan kiara,


sedangkan eko dan caca yang berada di taman sudah dengan kondisi berbaikan,


setelah eko menjelaskan pada caca, akhirnya caca pun mengerti,


kakak janji ya jangan merahasiakan apa pun dari caca? caca mau kakak cerita sama caca ucap caca


baik baik,kakak janji tidak akan menyembunyikan apa pun dari kamu mulai sekarang ucap eko yang sudah merangkul caca


caca tersenyum,


kamu percaya kan sama kakak ucap eko


caca mengangguk lalu berkata,


caca percaya kakak ucap caca


eko pun tersenyum lalu mencium kening caca dengan lembut


kalau gitu ayo kita ke kantin, mereka pasti sudah menunggu ucap eko

__ADS_1


ayo ucap caca


mereka pun meninggalkan taman melangkah menuju kantin dengan begitu romantisnya dan sangat serasi


__ADS_2