Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
22


__ADS_3

hiks... hiks.... hiks....


ibu... ucap serentak


danu dan bagas yang kaget melihat Ratna telah menangis pun sontak bangkit dari duduknya dan melangkah ke arah ratna


menuntun Ratna ke tempat duduk....


hiks... hiks.... hiks.... tangis Ratna


apa separah itu penyakit caca.... ucap Ratna


bagas dan danu saling berpandangan karena bingung harus menjawab apa....


anak kita pasti sembuh Ratna, kamu enggak usah khawatir soal itu, kita akan mencari solusinya... ucap bagas


iya bu... ibu tenang aja... ibu jangan banyak pikiran nanti ibu malah sakit.... ucap danu


gimana ibu enggak kepikiran, anak kita perempuan satu-satunya yah... kenapa harus dia yang menerima ini semua, kenapa buka ibu.... ucap Ratna emosi


ibu ngomong apa.... ibu enggak boleh ngomong kaya gitu... kasian caca bu,.... ucap bagas


kita harus ngasih semangat ke caca, walau caca enggak tau soal penyakitnya. tapi kita harus saling bantu agar caca cepat sembuh... seharusnya kita bersyukur karena penyakit caca bisa ketauan sekarang dan masih ada waktu bu buat caca bisa sembuh.... ucap bagas


jadi sekarang ibu tenang, jangan menyiksa diri ibu seperti ini... jangan sedih lagi apa lagi di depan caca, Bisa-bisa dia curiga.... ucap danu


bibi jum dan mang ujang yang mendengar pembicaraan majikannya pun saling berpandangan....


kasian non caca... ucap bibi jum


iya jum,... ucap mang ujang


ya sudah kita kembali bekerja saja, kita enggak boleh ikut campur masalah majikan... ucap mang ujang lagi


iya... ucap bibi jum


mereka pun kembali bekerja


Ratna pun hanya menuruti perintah bagas dan danu


Ratna sudah mulai tenang....


setelah mengobrol cukup lama, Ratna kembali ke kamar caca


untuk melihat kondisi caca saat ini...


saat ratna membuka pintu, Ratna melihat caca yang sedang terlelap...


Ratna menghampiri caca dan memandangi caca dengan tatapan sendu


Ratna memandangi caca yang sedang tertidur dangan tatapan sedih....


" sayang... maafin ibu, karena ibu terlalu sibuk dan tidak memperhatikan kamu sayang hingga kamu sakit seperti ini... " batin Ratna


tanpa Ratna sadari air matanya pun keluar membasahi pipi Ratna,


Ratna pun mencium kening caca dan bangkit meninggalkan caca di kamar yang sedang tertidur.... bibi jum yang enggak sengaja melihat Ratna sedang berdiri di depan pintu caca sambil menangis


nyonya kenapa..... tanya bibi jum


Ratna langsung menyeka air matanya


e enggak apa-apa bibi jum.... ucap Ratna yang agak terbata-bata


nyonya jangan nangis terus kaya gini kasian non caca.... ucap bibi jum


iya bibi.... ucap Ratna yang tersenyum ke arah bibi jum dan ratna pun pergi...


begitu pun dengan bibi jum yang juga pergi dari depan kamar caca


hari ini nyonya istirahat saja.... biar bibi yang masak untuk makan malam.... ucap bibi jum


maaf ya bibi.... ucap Ratna


enggak apa-apa nyonya, memang sudah pekerjaan bibi membantu nyonya di rumah.... ucap bi jum


bibi jum pun kembali ke dapur meninggalkan Ratna yang berada di depan pintu kamarnya


danu kini berada di kamarnya sedang beristirahat karena merasa lelah beberapa hari ini....


Ratna masuk ke kamar melihat bagas sudah berbaring di atas tempat tidur, Ratna memutuskan untuk menyegarkan badan dan masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berendam memenangkan pikirannya


setelah merasa rileks Ratna pun keluar kamar mandi dan memakai baju


ratna membaringkan badannya di sebelah bagas dan memeluk bagas


Ratna pun memejamkan matanya


hari sudah beranjak sore...


bibi jum mulai berperang di dapur, menyiapkan makan malam....


Ratna terbangun dari tidurnya.....


sedangkan. bagas sudah terbangun dan menyandarkan badannya di sandaran tempat tidur

__ADS_1


kamu sudah bangun sayang.... ucap bagas


eem..... jawab Ratna


ratna pun merubah posisi badannya, Ratna menyandarkan kepalanya di bahu bagas dan memeluk bagas


kamu kenapa sayang? ucap bagas


tidak, aku hanya mau seperti ini.... ucap Ratna


sudah lah jangan di pikirkan terus, jangan masang muka sedih seperti itu.... ucap bagas


aku tau yah... namun aku selalu merasa sedih setiap melihat caca, aku tidak bisa menahannya.... ucap Ratna


aku paham Ratna, tapi cobalah untuk selalu ceria di depannya.... apa kamu enggak kasian pada anakmu, kalau melihat kamu seperti ini... apa yang akan kamu jawab kalau anakmu melihat dan menanyakannya padamu.... ucap bagas


baiklah.... aku akan mencobanya.... ucap Ratna


yasudah kamu mandi sana, agar lebih baik suasana hati mu.... ucap bagas


Ratna pun bangkit dan melangkah ke kamar mandi


bagas yang memandang Ratna, merasa tidak tega, padahal dalam batin bagas pun menangis melihat anak gadis satu-satunya harus mengalami seperti ini... namun bagas berusaha untuk kuat...


beberapa menit kemudian Ratna keluar kamar mandi dan memakai baju....


bagas pun bangkit dan masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badan...


setelah selesai bagas keluar dari kamar mandi dan memakai baju...


setelah bagas selesai memakai baju, bagas melihat Ratna berada di atas tempat tidur sedang menyandarkan badannya...


kamu tidak keluar sayang.... ucap bagas


aku mau di sini dulu... ucap Ratna


mendengar jawaban Ratna, bagas pun mendekat ke arah Ratna dan duduk di samping ratna,


baiklah aku temani setelah, suasana hati mu membalik kita keluar untuk makan... ucap bagas


Ratna mengangguk...


bibi jum telah selesai memasak dan menata makanan di atas meja makan...


tak lupa bibi jum pun menyiapkan makanan untuk caca


bibi jum pun melangkah kan kaki ke kamar majikannya untuk memberi tau bahwa makan malam telah selesai


tok


tok


tok


bagas yang mendengar langsung membuka pintu,


maaf tuan makan malam sudah siap... ucap bibi jum


iya bibi sebentar lagi saya sama ibu ke meja makan....makasih bibi.....ucap bagas


Sama-sama tuan.... saya permisi dulu.... ucap bibi jum


iya bibi.... ucap bagas yang menutup pintu kembali


bibi jum pun menuju kamar danu


tok


tok


tok


den.... makan malamnya sudah siap.... ucap bibi jum


danu langsung membuka pintu


iya bibi nanti saya menyusul.... makasih.... ucap danu


sama-sama den, saya permisi dulu... ucap bibi jum


iya bibi.... ucap bagas


bibi jum pun kembali ke dapur


Ratna dan bagas keluar kamar menuju meja makan


di susul oleh danu yang juga sudah datang dan duduk di meja makan...


mereka pun menikmati makanannya...


saat bibi jum lewat dengan membawa makanan untuk caca, danu melihat dan menghentikan langkah bibi jum


tunggu.... ucap danu


bagas dan Ratna yang sedang makan langsung menghentikan makan mereka karena kaget dengan suara danu yang agak keras

__ADS_1


kenapa kamu danu... ucap Ratna


bibi jum.... biar saya aja yang ngasih makanan itu ke caca... ucap danu


danu yang langsung berdiri dan mengambil alir makanan ya di bawa bibi jum langsung melangkah ke kamar caca


Ratna dan bagas hanya bengong melihat tingkah danu


anak itu mengagetkan saja... gerutu bagas


sudah.... jangan marah-marah biarkan saja... ayo lanjut lagi makannya.... ucap Ratna,


Ratna yang tersenyum sendiri karena tingkah anak dan suaminya


danu membuka pintu kamar caca...


caca yang sedang bersandar di sandaran tempat tidurnya sambil membaca buku, langsung menghentikan aktifitasnya


kakak.... ucap caca


danu melangkah mendekat ke arah caca dan meletakkan makanan di atas meja


kamu... baru sembuh kenapa sudah baca buku.... gerutu danu


bentar lagi ujian kak.... caca harus belajar


lagian caca juga sudah sehat ko... ucap caca


sekarang belajarnya sudah dulu... ucap danu mengambil buku yang caca pegang dan meletakkannya


sekarang makan terus minum obat... ucap danu


danu pun mengambil makanan dan mulai menyuapi caca,


a.... ucap danu menyuruh caca membuka mulut sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan.....


caca pun mematuhi perintah danu, caca membuka mulut dengan lebar...suapan pertama telah masuk...


pintar....ucap danu


sedikit demi sedikit caca menghabiskan makanannya hingga tak bersisa...


nah sudah habis.... ucap danu


sekarang sudah selesai makannya... ucap danu lagi yang meletakkan piring dan memberi caca minum


ca... sekarang minum obatnya ya.... ucap danu


enggak mau... tolak caca


sayang, enggak boleh gitu.... caca enggak sayang sama kakak, ibu dan ayah ya... ucap danu


caca sayang kakak.... caca langsung memeluk danu dan menangis


sudah... sudah jangan menangis.... ucap danu yang memeluk caca dan mengelus kepala caca


kalau caca sayang kakak, ibu, dan ayah caca minum obat ya.... bujuk danu


caca mengangguk di pelukan danu


ya udah sekarang minum obatnya.... ucap danu


caca pun melepaskan pelukannya dan mengambil obat yang sudah danu siapkan....


setelah caca minum obat danu pun menyuruh caca untuk istirahat


sayang.... sekarang kamu istirahat ya... ucap danu


caca hanya memberi anggukan dan berbaring


danu membetulkan letak bantal dan selimut agar caca nyaman


kalau gitu kakak keluar dulu... kamu istirahat.... ucap danu


danu pun beranjak keluar kamar caca sambil membawa piring , namun langkahnya terhenti dan berbalik


sayang.... ucap danu


iya kak.... ucap caca


istirahat ya... jangan baca buku lagi.... tegas danu


iya kakak sayang, caca tidur....


danu pun tersenyum dan melangkah ke luar dan membiarkan caca istirahat


danu menyimpan piring di dapur dan kembali ke meja makan....


untuk menyelesaikan makannya yang tadi tertunda


ratna dan danu melihat ke arah bagas


bagas adik kamu sudah makannya.... tanya bagas


sudah yah.... caca sudah minum obat juga sekarang lagi tidur.... ucap danu yang tetap fokus dengan makanan yang ada di hadapannya....

__ADS_1


Ratna dan bagas saling berpandangan dan tersenyum mendengar jawaban bagas


dan mereka pun melanjutkan makan kembali


__ADS_2