
baik anak-anak kelas telah selesai, sampai jumpa di kelas selanjutnya ucap dosen yang langsung meninggalkan ruang kelas,
mahasiswa lain pun langsung keluar dari kelas,
teman-teman ayo kita ke kantin ucap caca yang berdiri
ayo ucap rita dan zaza yang juga sudah berdiri
ok siap ucap dika dan andre yang melangkah mendekat
caca pun langsung meninggalkan kelas melangkah menuju kantin bersama teman-temannya, karena danu sudah menunggu di kantin,
sedangkan eko dan teman-temannya sudah berada di taman yang di tunjukkan faldo namun nihil danu sudah tidak ada,
mana laki-laki itu ucap eko yang tidak melihat nya
loh kok enggak ada, tadi ada disini ucap faldo
gimana sih kamu ucap dava
ya aku enggak tau ucap faldo
sudah lah eko ayo kita kembali jangan emosi gitu ucap dewa
aku bukan nya mau ngajak ribut aku hanya ingin mencari kejelasan, ada hubungan apa dia dengan caca ucap eko
aku tau eko tapi kamu lagi emosi dan itu akan memancing keributan kamu bisa dalam masalah eko ucap dewa membujuk,
hah sial kemana itu orang ucap eko emosi
sudah ayo ucap dewa mengajak eko pergi meninggalkan taman,
mereka pun meninggalkan taman,
kemana dia pergi ucap faldo
iya, apa dia sudah pergi ya ucap fikri
kemana pun dia pergi bukan urusan kita, yang penting sekarang kita harus serahin skripsi kita jangan sampai telat ucap dewa
eko tetap diam karena masih memikirkan masalah foto yang di berikan oleh dava
namun saat eko dan teman-temannya akan kembali ke gedung jurusan informatika, tiba-tiba dava melihat caca dan teman-temannya yang melangkah menuju kantin dan langsung memberi tau pada eko,
eko eko lihat itu tunangan kamu sama teman-temannya seperti nya mereka mau ke kantin ucap dava
mana mana ucap faldo dan fikri
itu tuh ucap dava
oh iya tuh, ayo kita ikutin eko ucap dava
eko, kamu harus tenang jangan gegabah ucap dewa
eko hanya diam lalu melangkah mengikuti caca dengan di ikutin dava, fikri dan faldo
caca dan teman-temannya yang telah sampai di kantin langsung menghampiri danu yang sudah lebih dulu menunggu mereka di kantin,
dengan gaya danu yang cool dengan pandangan yang tetap fokus pada laptopnya tanpa menghiraukan keadaan di sekitar,
kakak ucap caca yang langsung duduk di samping danu dan bersikap manja,
dengan di susul teman-temannya caca yang juga langsung duduk,
kakak sapa teman-teman caca dengan tersenyum
gimana kuliah nya ucap danu yang sudah menghentikan pekerjaannya,
ya seperti biasa ucap caca
jadi mau kapan kalian ujian ucap danu
satu minggu lagi ucap andre
berarti sebelum eko sidang skripsi ya sayang ucap danu pada caca
iya kak, habis itu kita libur dan baru masuk setelah wisuda kak eko ucap caca
kamu enggak mau ketemu eko dan menjelaskan semuanya soal nya yang kakak denger kalau kamu selingkuh dari kakak dan kamu menjalani hubungan dengan eko ucap danu
caca diam, sebenarnya ingin caca menjelaskan semuanya namun di saat seperti ini pastinya eko enggak bisa di ganggu, lagi pula eko tidak pernah mengatakan apa-apa padanya soal gosip soal danu
caca pun bersandar di pundak danu dengan sedih
biar saja, kak eko pun tidak peduli soal gosip itu ucap caca datar
tapi caca, enggak bisa terus-terusan diam kaya gini orang-orang kampus pasti akan terus bergosip ucap rita
benar itu sayang ucap danu
__ADS_1
biar saja, aku hanya mulai capek mengurusi urusan yang sebenarnya gampang kalau saja dia mau bertanya ucap caca sedih yang masih bersandar di pundak danu
tapi kalian harus tetap bicara mengutarakan isi hati kalian masing-masing ucap danu
iya kak, tapi biarkan saja dulu dia selesaikan urusan kuliah hingga selesai setelah itu baru caca akan ngajak bicara kak eko ucap caca
kakak ikut saja dengan rencana kamu, tapi jangan sedih gini dong masa adik kesayangan kakak seperti ini ucap danu menggenggam tangan caca untuk memberi semangat
dan di saat itu juga eko yang susah berada di kantin bersama teman-temannya telah melihat apa yang sudah di lakukan caca dan danu tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi eko pun sudah emosi melihat apa yang di lakukan caca dengan danu di tambah dava, faldo dan fikri yang menambah suasana menjadi panas, namun eko masih berusaha tenang mengingat ini kampus,
lihat eko, enggak salah kan dengan apa yang aku katakan ke kamu ucap dava
iya, aku bilang juga apa tunangan kamu itu selingkuh ucap faldo
samperin aja eko, kasih pelajaran ucap fikri
kalian kok malah bikini suasana jadi panas sih ucap dewa pada dava, fikri dan faldo
kenyataannya kok ucap dava
tapi bukan berarti kalian memperkeruh suasana, kalau sampai apa yang kalian lihat enggak sama dengan kenyataan kalian yang malu ucap dewa
malu gimana buktinya ada kok ucap faldo
sudah sudah males ngomong sama kalian ucap dewa
eko kamu harus tenang, kamu jangan pakai emosi ini kampus, kita samperin tapi kamu jangan emosi, kamu masih ingat kan dengan apa yang aku bilang ke kamu ucap dewa
iya, aku hanya mau memastikan siapa laki-laki itu ucap eko yang langsung menghampiri danu, caca dan teman-teman caca,
saat eko masuk ke kantin bersama teman-temannya suasana di sana cukup ramai dan sepasang mata sudah melihat ke datangan eko mereka pun mulai berbisik bisik
wah bakal ada perang nih ucap salah satu mahasiswa di sana
rasain tuh, lagian sok cantik banget sih punya pacar dua ucap mahasiswa lainnya
mahasiswa yang berada di kantin pun langsung berkumpul di sekitar meja dimana caca duduk,
sayang apa maksudnya ini ucap eko yang sudah berdiri di samping caca
caca yang kaget langsung membenarkan duduknya yang sudah tegak,
sayang ucap caca yang kaget melihat eko
kak eko tenang dulu kita bicara baik-baik, apa yang kaka lihat enggak seperti yang kakak pikirkan ucap andre
sedangkan danu hanya diam bersikap cool dengan senyum tipis,
karena akhirnya waktunya telah tiba dimana danu memang ingin bertemu dengan eko dan berbicara padanya,
kalian diam saya enggak bicara dengan kamu saya bertanya dengan caca ucap eko emosi
sayang apa maksudnya semua ini, jadi benar soal gosip kamu selama ini kamu sudah punya pacar sebelum kenal aku ucap eko dengan suara penuh emosi
eko tenang ucap dewa
jawab cantika putri wijaya ucap eko dengan suara keras dan membentak
yang membuat caca kaget langsung memandang eko dengan membulatkan matanya,
eko tenang ucap dewa
danu langsung panik melihat caca,
sayang kamu tenang atur nafas ucap danu yang sudah merangkul caca
eko yang melihat danu begitu panik pada caca saat dirinya membentak caca, membuat eko bertanya-tanya ada apa sebenarnya,
eh kenapa caca ucap faldo
mana aku tau ucap dava
kalian liat kan mukanya caca ucap fikri
iya lihat ucap dava dan faldo
eko tetap diam melihat caca,
rita dan zaza yang melihat ekspresi caca langsung menghampiri caca untuk menenangkan caca
caca kamu tenang ucap rita
caca atur nafas kamu ucap zaza
danu emosi danu berusaha tenang,
tolong kalian bawa caca ke UKS ucap danu pada teman-teman caca
iya kak ucap rita dan zaza
__ADS_1
ayo caca ucap rita
caca pun berdiri dari duduknya di tuntun oleh rita dan zaza, dika dan andre pun pergi bersama caca, rita dan zaza untuk menjaga caca,
kenapa tuh ucap mahasiswa lain
iya kok sampai di tuntun begitu ucap mahasiswa lainnya
enggak tau ucap mahasiswa lainnya
eko melihat caca yang pergi dengan di tuntun menjadi tanda tanya besar di kepalanya, ada apa dengan caca padahal tadi eko hanya mengucapkan namanya saja dengan nada yang agak keras,
setelah caca di bawa pergi,
danu pun berdiri dari duduknya dan memandang eko dengan cool lalu berkata,
kalau kamu mau tau semuanya, saya akan kasih tau tapi enggak di sini kamu ikut saya ucap danu sambil menahan emosinya
danu pun melangkah meninggalkan kantin dengan diikuti eko dan teman-temannya,
danu mengajak eko ke salah satu tempat dimana hanya ada mereka berdua saja,
danu dan eko telah sampai di sebuah danau, mereka pun berdiri sambil menghadap ke danau tersebut,
awalnya suasana masih tegang karena tak ada sepatah kata pun terucap dari mulut danu,
danu hanya asik memandang ke arah danau begitu pun dengan eko,
namun pada akhirnya danu buka suara
aku sudah mendengar kamu ingin melamar caca saat wisuda nanti, apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu untuk menikahi caca ucap danu yang tetap memandang danau
eko terkejut dengan apa yang di ucapkan danu,
kamu tau dari mana? karena aku hanya berbicara para orang tua caca saja soal lamaran itu, apa kamu berniat untuk bersaing, yang jelas aku yakin dengan keputusan aku ucap eko
danu tertawa,
apa yang aku tidak tau soal caca ucap danu
eko makin bingung,
sebenarnya kamu siapa? apa hubungan kamu dengan caca? mengapa orang tua caca tidak pernah berkata apa-apa soal kamu ucap eko
selama ini kamu sudah salah faham dengan caca, kamu terpengaruh dengan gosip di kampus dan perkataan teman kamu dan bukti-bukti yang kamu dapat dari teman kamu tanpa tau jelas apakah aku memang pacar caca atau bukan ucap danu
apa maksud kamu, kamu mau bilang semua itu bohong? terus yang aku liat tadi apa? ucap eko mulai emosi
semua yang kamu lihat dan dengar itu enggak sama seperti pada kenyataanya ucap danu
terus apa yang bisa kamu buktikan kalau semua itu enggak benar, kamu aja manggil caca sayang, kurang bukti apa lagi ucap eko
aku memanggil caca dengan sebutan sayang memang sudah dari dulu seperti itu dan tak pernah berubah begitu pun dengan caca ucap danu
apa dari dulu ucap eko kaget campur emosi
iya, karena sebenarnya aku kakak nya caca ucap danu
kakak ucap eko kaget namun lega ternyata selama ini caca tidak selingkuh,
iya, kakak, mungkin caca pernah cerita kalau dia punya kakak ucap danu
pernah, tapi caca bilang kakak nya ada di luar kota ucap eko
aku sudah lama kembali ucap danu
eko merasa tidak enak hati dengan apa yang sudah dia lakukan pada danu,
aku minta maaf kak karena sudah salah faham selama ini sama kakak ucap eko
tidak apa eko, lagi pula aku hanya ingin melindungi caca saja ucap danu
melindungi? sebenarnya apa yang terjadi sama caca, aku lihat tadi caca ucap eko tak melanjutkan perkataannya,
danu terdiam,
kakak sebenarnya ada apa dengan caca ucap eko
sebenarnya perkataan danu terputus karena ponsel danu berbunyi,
eko hanya melihat danu,
danu pun mengangkat ponselnya,
dengan kaget
APA, kakak akan segera ke sana ucap danu langsung berlari, eko pun mengikuti danu dari belakang,
mereka pun langsung naik ke mobil dan meninggalkan danau,
__ADS_1