
beberapa menit kemudian, caca dan teman-temannya pun telah selesai makan,
sedangkan danu masih sibuk menggambar,
dika melihat danu yang sedang bekerja,
jadi ini pekerjaan kakak sekarang... ucap dika
ini memang kerjaan kakak... ucap danu
jadi waktu di bandung kakak juga bekerja seperti ini... ucap dika
iya, cuma gambar ini dijadikan bangunan beneran, seperti gedung kampus kalian ini... ucap danu
ooo... arsitek.... ucap dika
wah hebat kalau gitu... ucap rita
teman-teman caca pun melihat hasil gambar yang danu buat yang masih belum selesai dan akhirnya mereka pun mengobrol dengan danu,
kalian juga bisa sukses, mangkanya kalian kuliah yang bener dan capai cita-cita kalian... ucap danu
iya kak... ucap dika, rita, zaza, dan andre
berarti waktu kakak ngambil jurusan arsitek karena menjadi penerus usaha orang tua kakak dong.... ucap andre
tidak, itu berbeda... ucap danu
bedanya kak, bukannya sama aja ya bidangnya.... ucap dika
memang sama, sama-sama di bidang yang saling melengkapi, cuma kakak sama ayah kakak tidak sama,
kalau kakak ahli dalam membuat bangunan, kalau ayah kakak ahli dalam memperindah isi bangunan.... ucap danu
ooo... begitu... ucap teman-teman caca
tapi kayaknya susah deh kuliah ambil jurusan kaya kakak.... ucap rita
sebenarnya sih enggak, kalau kalian mau belajar dan kuliah dengan serius... ucap danu
tapi belum tentu juga bisa kak... ucap dika
itu orang yang enggak mau belajar dan serius dalam kuliah, jadinya cuma status sertifikat saja.... ucap danu
bisa kaya gitu juga ya kak... kalau memang ada bahaya juga, bisa-bisa bangunnya roboh pas di buat... ucap dika
ya begitu, kalau sedikit aja kesalahan dalam ukuran pasti seperti itu... ucap danu
bahaya juga... ucap dika
memang tanggung jawabnya besar, mangkanya harus teliti... ucap danu
terus kakak bisa hebat begini apa karena kakak suka menggambar atau ada alasan lain... ucap andre
em, karena kakak suka menggambar, kalau alasan lainnya karena kakak ingin membangun rumah sendiri dan membantu orang-orang yang ingin membuat rumah dengan hasil karya sendiri, ya tidak hanya rumah, tapi bangunan lain juga... ucap danu
ooo... begitu... ucap teman-teman caca
pantes, kakak menekuni di bidang ini... ucap rita
jadi kakak juga berencana membangun rumah untuk menikah.... ucap andre
em, maunya begitu, tapi belum ada calonnya... ucap danu
masa sih, cowok sempurna begini enggak ada yang mau.... ucap rita
mungkin enggak sesuai, karena belum tentu orang yang terlihat sempurna gampang untuk mencari pasangan... ucap danu
bisa gitu ya, orang yang sempurna aja susah dapet pasangan apa lagi aku yang buluk... ucap dika
seketika, semuanya tertawa mendengar ucapan dika
hahahaha.... tawa caca dan teman-teman
kuliah yang bener dulu, nanti kalau kamu udah sukses dan banyak uang cewek-cewek juga pasti ngejar kamu, mau kamu buluk atau cakep... ucap caca
iya bener tuh... ucap rita
denger bro... ucap andre
kalian ini malah ngeledek.... ucap dika
sudah-sudah... oh ya, kalian masuk kuliah jam kedua jam berapa? ucap danu
oh iya asik ngobrol ampe lupa... ucap rita
mereka pun langsung melihat ke arah jam yang ada di tangannya,
em... masih ada waktu sih kak... ucap andre
nanti aja deh ke kelasnya... ucap caca
sayang, kamu... ucap danu pada caca
hehehe, habis males di kelas nunggu lama... ucap caca nyengir kuda
danu hanya menghela nafas melihat adiknya sedang berkelakuan aneh
ya sudah, kalau memang ada kelas kakak nunggu di perpustakaan, kalau enggak ada kelas kakak tetap di sini lalu kita jalan-jalan... ucap danu
iya kak... ucap caca dan teman-temannya
sudah sana ke kelas, kabarin kakak... ucap danu
iya kak... ucap caca
kita ke kelas dulu ya kak... ucap andre
iya... ucap danu
caca dan teman-temannya pun melangkah meninggalkan kantin, namun belum jauh melangkah tiba-tiba danu memanggil caca
sayang... ucap danu memanggil caca
langkah caca terhenti, begitu lun dengan teman-temannya,
iya kak... ucap caca membalikkan badan
jangan lari-lari.... ucap danu
caca tersenyum
iya kak... caca ke kelas ya kak, bay... ucap caca melambaikan tangan lalu berbalik dan kembali melangkah meninggalkan kantin menuju kelas,
danu hanya tersenyum tipis melihat tingkah adiknya dan kembali fokus pada laptop di hadapannya sambil menunggu caca,
__ADS_1
caca dan teman-temannya pun sudah meninggalkan kantin,
oh ya ca, kalau kamu terus bersama kakak danu, gimana dengan kakak eko... ucap rita
maksud kamu, gimana apanya? ucap caca
maksud aku tuh waktu kalian untuk berdua... ucap rita
dia pasti akan sering ke rumah kalau enggak bertemu di kampus, lagi pula kak eko pun sibuk aku enggak mau mengganggu, lagi pula orang tua aku sudah merestui jadi enggak ada masalah tidak bertemu di kampus... ucap caca menjelaskan sambil berjalan
ooo... begitu, sepertinya hanya kakak kamu yang belum bisa melepas kamu... ucap rita
sepertinya begitu... ucap caca
andre langsung menyenggol rita untuk diam,
rita yang di senggol langsung menoleh pada andre,
andre langsung memberi isyarat untuk menghentikan perkataannya,
rita pun mengerti dan mereka terus melangkah menuju kelas
caca, rita, zaza, dika dan andre
sudah berada di dalam kelas, mereka sudah duduk di bangku mereka masing-masing sambil menunggu dosen masuk ke dalam ruang kelas, begitu pun dengan mahasiswa lainnya, satu persatu masuk ke dalam ruang kelas,
keadaan ruang kelas saat ini begitu berisik karena mahasiswa yang berada di dalam kelas, mereka sedang asik dengan kegiatan masing-masing,
namun tidak dengan caca yang asik dengan novelnya dan headphone walau caca sedang bersama teman-teman, namun andre, dika, zaza dan rita sudah tau caca seperti itu, maka mereka pun tidak mempermasalahkan caca yang jarang bergabung bersama mereka, mereka pun tetap asik mengobrol.
caca yang sedang asik membaca,
merasa heran karena dosen tak kunjung datang,
caca melihat jam di tangannya,
sudah sepuluh menit dari jadwal kelas yang seharusnya sudah di mulai, namun dosen tak kunjung datang masuk ke dalam kelas,
caca pun melihat sekeliling teman-teman nya masih asik mengobrol begitu pun dengan mahasiswa lainnya,
namun caca kembali membaca novelnya,
tak lama datang seorang dosen ke dalam ruang kelas,
caca pikir itu dosen pengganti, caca pun meletakkan novel dan headphone nya ke dalam tas,
siang anak-anak, saya mau menginformasikan pada kalian bahwa dosen yang mengajar kalian berhalangan masuk karena ada urusan mendesak, jadi kalian bisa pulang... ucap dosen langsung meninggalkan ruang kelas,
ternyata kelas hari ini tidak ada,
maka caca dan teman-temannya pun langsung menuju kantin di mana danu berada,
ayo kita ke kantin, kak danu sudah menunggu... ucap caca
iya ayo... ucap dika, andre, zaza dan rita
mereka pun langsung keluar dari ruang kelas menuju kantin,
rita, caca, zaza dika dan andre sudah sampai di kantin,
mereka melihat kakak danu masih berada di kantin, sambil mengerjakan pekerjaan nya,
itu kak danu... ucap dika
iya, ayo ke sana.. ucap rita
kakak.... ucap caca
danu pun langsung menoleh ke sumber suara dan menghentikan pekerjannya,
caca langsung duduk, begitu pun dengan teman-temannya
loh kalian, tidak ada kelas... ucap danu
dosennya berhalangan hadir, jadi sudah bisa pulang... ucap andre
ayo kita pergi sekarang.... ucap danu yang sudah menutup laptop nya dan memasukkan ke dalam tas,
ayo sayang... ucap danu pada caca
danu dan caca pun meninggalkan kantin
ayo... ucap caca pada teman-temannya
teman-teman caca pun mengikuti danu dan caca yang sudah lebih dulu melangkah,
danu, caca, rita, zaza, dika dan andre sudah berada di parkiran kampus,
mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kampus menuju tempat yang danu maksud yaitu taman bermain,
memang sudah cukup lama caca tidak pergi ke sana, maka dari itu danu mengajak caca serta teman-temannya ke sana untuk bersenang-senang sejenak,
namun caca yang berada di dalam mobil merasa bingung tidak tau dia akan di bawa ke mana oleh kakaknya danu,
maka caca pun bertanya pada danu,
kakak sebenarnya kita mau ke mana? ucap caca
em, kita akan bersenang-senang... ucap danu yang tetap fokus melihat ke depan,
kemana itu kak... ucap caca yang penasaran
em, kakak akan mengajak kamu ke taman bermain, kita sudah lama tidak ke sana, kali ini kita akan bersenang-senang... ucap caca
serius kak... ucap caca senang
iya sayang... ucap danu
asik, kalau gitu caca di sana mau naik bermacam permainan... ucap caca
boleh saja tapi ingat, jangan naik wahana yang berbahaya... ucap danu
raut wajah caca mulai sedih,
danu yang melihat ekspresi wajah caca merasa tidak tega, namun apa boleh buat itu demi kebaikan caca sendiri,
sayang, jangan sedih begitu, kakak hanya mau kamu baik-baik saja, kakak harap kamu mengerti.... ucap danu
em, iya kak, caca mengerti... ucap caca
danu memegang kepala caca dan membelai lembut,
danu pun melajukan mobilnya menuju taman bermain
mobil danu sudah memasuki area taman bermain begitu pun dengan mobil andre yang menyusul di belakang mobil danu sudah memasuki area taman bermain dan mereka pun langsung memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil,
__ADS_1
caca dan danu sudah turun dari mobil,
begitu pun dika, zaza, rita dan andre yang juga turun dari mobil,
wah taman bermain.... ucap rita dan zaza
ayo kita masuk.... ucap danu pada teman-teman caca
ayo sayang... ucap danu menggandeng tangan caca dan melangkah masuk ke taman bermain,
dengan di susul dengan teman-teman caca di belakangnya,
setelah masuk ke dalam taman bermain, caca dan teman-temannya sudah sangat antusias tak sabar ingin bermain,
kalian boleh main apa saja, sepuasnya.... ucap danu pada teman-teman caca
yang benar kak... ucap rita
iya... ucap danu
wah asik.... ucap zaza
kalau gitu ayo kita main... ucap dika
ayo ayo... ucap zaza dan rita
andre hanya diam mengikuti teman-temannya
mereka pun pergi bermain,
namun tidak dengan caca, caca bermain bersama danu,
setelah teman-teman caca pergi,
danu pun mengajak caca untuk bermain permainan yang aman untuknya,
ayo sayang... ucap danu menggandeng tangan caca yang juga pergi bermain,
mereka pun bersenang-senang di sana,
eko yang sudah berada di kampus bersama teman-teman nya, tidak melihat keberadaan caca,
dengan sikap eko yang cuek, jarang mengirim pesan dan menelpon caca membuat eko pun tak tau keberadaan caca di mana,
teman eko melihat eko yang gelisah dan dia pun bertanya pada eko,
ko kamu kenapa? ucap temannya yang bertanya
hah, enggak apa-apa... ucap eko yang pandangannya terus mencari keberadaan caca
ada yang lagi kamu cari.... ucap temannya
tidak kok.... ucap eko berbohong
yakin, bukannya kamu lagi nyari pacar kamu ya, mahasiswi jurusan ekonomi itu, dia sudah pulang... ucap temannya
tidak kok... ucap eko berbohong
padahal temannya tau kalau eko sedang dekat dengan caca namun tidak mengetahui hubungan eko dan caca yang sudah jauh, hanya tau eko pacaran dengan caca,
jujur aja bro, di kampus ini sudah pada tau soal hubungan kamu dengan dia... ucap temannya
eko terdiam mendengar perkataan temannya,
pulang, bukannya anak ekonomi masih ada kuliah ya, seharusnya masih jam kuliah... ucap eko
tuh kan bener... ucap temannya
eko kembali terdiam,
ok ok, dosennya enggak masuk... ucap temannya
eko diam dan hanya mendengarkan,
oh ya bro, tapi denger-denger pacar kamu itu sebenarnya sudah punya pacar sebelum kenal kamu dan dia bukan mahasiswa sini, cowok itu juga selalu antar jemput pacar kamu... ucap temannya,
sok tau kamu, gosip enggak bermutu, enggak mungkin dia punya pacar selain aku, sedangkan aku sudah bertemu orang tuanya... ucap eko
serius kamu sudah pacaran... ucap temannya
iya... ucap eko datar tetap memandang ke depan
wah teman aku ini diam-diam rupanya sudah pacaran saja... ucap temannya,
mungkin itu kakaknya yang sudah pulang, karena dia anak perempuan satu-satunya yang benar-benar dijaga dan dia bukan dari keluarga sembarangan... ucap eko,
sebenarnya dalam hati eko emosi namun eko berusaha menahannya,
syukurlah kalau memang itu tidak benar... ucap temannya,
mereka pun terus melangkah menuju kelas,
sepanjang jalan menuju kelas,
eko terus berpikir soal perkataan temannya tadi yang bilang caca memiliki pacar sebelum kenal dirinya,
eko dan temannya telah sampai di ruang kelas,
mereka langsung duduk sambil menunggu dosen
eko yang sudah duduk di dalam ruang terus terdiam,
hingga dosen yang sudah memasuki ruangan dan menjelaskan materi kuliah pun, eko tidak fokus mendengarkan dosen yang berada di depan kelas, pikiran eko masih memikirkan soal gosip yang di bicara temannya barusan,
apa betul gosip yang tersebar di kampus, namun eko tidak percaya dengan kabar itu, bahwa caca selingkuh darinya, karena orang tuanya caca pun menitipkan caca dirinya dan tidak berkata apa-apa soal caca sudah menjalin hubungan dengan orang lain,
eko pun merasa bingung dan penasaran, sebenarnya apa yang sudah terjadi,
eko merasa sedih dan sakit hati mendengar gosip tersebut,
namun eko berusaha tenang dan meyakinkan dalam hatinya bahwa caca tidak seperti yang mereka bilang,
maka eko pun ingin mencari tau soal kabar tersebut dan ingin tau siapa laki-laki yang dekat dengan caca sebelum dirinya,
maka eko berencana untuk datang ke rumah caca dan bertanya langsung pada caca soal gosip tersebut benar atau tidak,
teman eko yang melihat eko melamun dan hanya menggerakkan pulpennya saja tanpa mencatat apa yang di jelaskan langsung menyenggol pengan eko,
eko yang tersadar karena lengannya yang di senggol langsung melihat ke arah temannya itu,
kenapa lo... ucap temannya
hah, enggak... ucap eko kembali fokus pada dosen yang sedang menjelaskan,
temannya hanya tersenyum melihat tingkah eko yang tidak pernah bersikap seperti itu,
__ADS_1
namun mereka pun kembali fokus pada dosen yang masih berada di depan sedang menjelaskan,