
di kantin teman-teman eko sudah menunggu eko dan caca dengan cemas,
bagaimana mereka sekarang? mengapa belum muncul juga ucap dava panik
iya, apa mereka bertengkar hebat ucap faldo
semoga saja enggak ucap fikri
mereka sama-sama udah dewasa, tunggu saja sebentar lagi juga datang ucap dewa santai
kamu santai sekali, memangnya enggak khawatir apa dengan mereka apa lagi caca yang kondisinya seperti itu ucap faldo
dengan kondisi caca yang sedang cemburu itu bukan masalah besar jika eko bisa mengerti caca, kecuali eko yang tidak peka dengan keadaan itu yang membuat suasana menjadi kacau ucap dewa menjelaskan
apa eko bisa? dengan sifat dia yang cuek ucap dava
iya betul itu ucap faldo dan fikri
aku rasa bisa jika eko berpikiran dewasa,
karena aku liat selama kenal caca, memang caca yang sikapnya lebih dewasa, selalu ngertiin eko, sabar, namun di sisi lain caca itu manja dan cengeng, mereka itu saling melengkapi sebenarnya ucap dewa
semoga saja enggak ada apa-apa ucap faldo
iya ucap dava
tak lama eko dan caca muncul dengan bergandengan tangan,
eh itu mereka datang ucap fikri yang melihat eko dan caca
eh iya tuh, sepertinya mereka baik-baik saja ucap dava
iya betul ucap faldo
teman-teman eko masih dengan tatapan bingung, saat melihat caca dan eko
kalian kenapa? ucap caca
iya ada apa kok kalian ngeliatin kita kaya gitu ucap eko
em, kalian baik-baik saja ucap dava dengan ragu
baik emangnya kita kenapa? ucap eko melihat ke arah caca untuk menemukan jawaban sambil tersenyum
iya kita kenapa? kita baik-baik aja kok ucap caca yang juga tersenyum
teman-teman eko yang mendengar penyataan eko dan caca bahwa mereka baik-baik saja pun merasa lega,
hah syukurlah kalian baik-baik saja ucap dava
kita pikir kamu berantem hebat gara-gara tadi ucap faldo
iya kita semua sudah cemas ucap fikri
nah, karena semuanya sudah jelas kalau gitu gimana kalau kita mulai makan untuk merayakan kesuksesan kita ucap dewa bersemangat
merayakan? merayakan apa? ucap caca polos dengan ekspresi bingung
maksud mereka merayakan kelancaran sidang tadi ucap eko
betul betul itu maksudnya ucap dewa
buat apa? pengumuman sidang saja belum ucap caca
soal itu enggak perlu di pikirin kita semua pasti lulus ucap dava yakin
sudah sudah enggak perlu di bahas lagi ayo kita rayakan ucap faldo
iya ayo ucap fikri
ayo duduk ucap eko menyuruh caca untuk duduk
caca pun menuruti kata eko mereka pun bersenang-senang merayakan kesuksesan mereka dalam melakukan sidang skripsi dengan lancar dan saat ini mereka pun sedang menunggu hasilnya yang akan di umumkan di hari yang sama,
sambil menunggu mereka pun bersenang-senang di kantin menikmati makanan yang ada sambil menghabiskan waktu
__ADS_1
rania yang saat ini sudah berada di taman kampus, sedang duduk seorang diri dengan perasaan yang sedih,
tak pernah terpikir olehnya bahwa dia harus kalah dari anak kecil seperti caca,
walau saat ini dirinya belum siap untuk menerima kenyataan kalah dari caca, namun riana harus terima bahwa caca lah yang di pilih eko, riana tak ingin menjadi wanita egois
riana pun perlu waktu untuk berdamai dengan hatinya,
setelah dirinya merenung cukup lama makan riana berniat untuk menemui caca berbicara dari hati ke hati antara perempuan,
danu kini mulai sibuk dengan kerjaannya, di saat danu sudah menyerahkan caca pada eko sepenuhnya untuk eko jaga,
ya walau ada rasa tak biasa hanya sibuk bekerja saja,
hari ini pun danu berniat untuk mengajak caca untuk jalan-jalan,
danu berhenti bekerja sejenak lalu meraih ponselnya yang berada di atas meja kerjanya, danu pun langsung menelpon caca
ponsel caca berbunyi,
caca yang senang menikmati makanan sambil bercanda pun langsung berhenti dan meraih ponselnya yang berada di dalam tasnya,
eko dan yang lainnya pun langsung terdiam
siapa? tanya eko melihat caca
kakak ucap caca
ya sudah angkat siapa tau penting ucap eko
caca pun langsung mengangkat telepon dari danu
halo kak ucap caca
sayang kamu masih di kampus? ucap danu
iya kak, caca masih di kampus ada apa kak ucap caca
eko belum selesai sidangnya ya? ucap danu
sudah kak, tinggal nunggu hasilnya saja ucap caca
emangnya ada apa kak? ucap caca
enggak sayang kakak cuma mau ngajak kamu jalan-jalan kan udah lama kita enggak jalan-jalan ucap danu
caca terdiam dan memandang eko,
iya kak, nanti caca kabarin kalau sudah pulang ucap caca
baik kakak tunggu, kalau gitu kakak lanjut kerja dulu ya sayang ucap danu
iya kak ucap caca
lalu danu pun menutup teleponnya
kenapa sayang ucap eko
kak danu ngajakin caca pergi ucap caca
ya pergi aja kenapa harus bingung ucap eko
kakak enggak apa-apa ucap caca bingung
seketika eko tertawa tipis
loh kok kakak ketawa sih ucap caca kesal
ya habis kamu ini aneh orang kak danu ngajakin pergi kok kaya gitu, kakak enggak apa-apa sayang lagi pula kakak juga ada urusan nanti sama mereka ucap eko menunjuk ke arah teman-temannya
iya caca, jadi kamu pergi aja ucap dewa
baiklah ucap caca
ayo ayo kita lanjut lagi makan dan bersenang-senang nya ucap dava melanjutkan makannya
__ADS_1
iya ayo ayo ucap fikri, faldo, dava
mereka pun kembali bersenang-senang
beberapa saat kemudian
riana pun muncul di kantin
caca ucap riana menyapa yang sudah berdiri di samping caca
iya ucap caca pun langsung melihat ke arah sumber suara
saat caca melihat siapa yang telah menyapanya caca langsung terdiam
yang lain pun langsung terdiam dengan mata yang sudah terbelalak karena terkejut siapa yang telah datang menghampiri mereka
bisa kita bicara ucap riana memandang caca
caca yang mendengar langsung memandang eko,
eko pun mengangguk
baik, ayo ucap caca
caca pun pergi bersama riana meninggalkan kantin
eko kamu gila, kenapa kamu membiarkan caca pergi dengan riana ucap protes dava
iya, kalau caca kenapa-kenapa gimana ucap fikri
dia akan baik-baik saja ucap santai eko
karena eko tau riana seperti apa
iya, caca pasti baik-baik aja tenang saja,riana bukan orang yang seperti yang kalian pikirkan ucap dewa
sudah lanjutkan ucap eko sambil meneguk minumannya
teman-teman eko pun melanjutkan melanjutkan kembali makannya
caca dan rania yang berada di taman sudah mengobrol dari hati ke hati sesama wanita, caca mengerti dengan perasaan rania terhadap eko,
caca tidak merasa marah atau cemburu pada rania,
rania pun mencoba mengikhlaskan eko bersama caca,
kini caca memiliki kakak baru, caca menganggap kakak pada rania, begitu pun rania yang menganggap caca sebagai adiknya,
berharap bisa saling menjaga satu sama lain,
caca pun malah terlintas dalam pikirannya ingin menjodohkan rania dengan danu
" seperti nya kak rania cocok dengan kak danu " ucap batin rania memandang rania dengan tersenyum
rania yang melihat merasa bingung
caca, kenapa kamu melihat kakak seperti itu? apa yang sedang kamu pikirkan ucap rania
hah, enggak ada apa-apa kak ucap caca
ooo, begitu ucap rania
kakak nanti mau enggak ikut caca jalan-jalan ucap caca
em gimana ya dek ucap rania berpikir
ayo lah kak ucap caca memaksa
karena caca berniat mengenalkan caca pada danu
baik baik kakak ikut, tapi apa enggak ganggu ucap rania ragu
enggak kok kak, tapi benar ya kakak ikut ucap caca senang
iya benar, ya sudah yuk kita kembali ke kantin pasti mereka sudah menunggu ucap rania
__ADS_1
iya kak ucap caca
rania dan caca pun meninggalkan taman dan kembali ke kantin