Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
159


__ADS_3

di kantin teman-teman eko sudah menunggu eko dan caca dengan cemas,


bagaimana mereka sekarang? mengapa belum muncul juga ucap dava panik


iya, apa mereka bertengkar hebat ucap faldo


semoga saja enggak ucap fikri


mereka sama-sama udah dewasa, tunggu saja sebentar lagi juga datang ucap dewa santai


kamu santai sekali, memangnya enggak khawatir apa dengan mereka apa lagi caca yang kondisinya seperti itu ucap faldo


dengan kondisi caca yang sedang cemburu itu bukan masalah besar jika eko bisa mengerti caca, kecuali eko yang tidak peka dengan keadaan itu yang membuat suasana menjadi kacau ucap dewa menjelaskan


apa eko bisa? dengan sifat dia yang cuek ucap dava


iya betul itu ucap faldo dan fikri


aku rasa bisa jika eko berpikiran dewasa,


karena aku liat selama kenal caca, memang caca yang sikapnya lebih dewasa, selalu ngertiin eko, sabar, namun di sisi lain caca itu manja dan cengeng, mereka itu saling melengkapi sebenarnya ucap dewa


semoga saja enggak ada apa-apa ucap faldo


iya ucap dava


tak lama eko dan caca muncul dengan bergandengan tangan,


eh itu mereka datang ucap fikri yang melihat eko dan caca


eh iya tuh, sepertinya mereka baik-baik saja ucap dava


iya betul ucap faldo


teman-teman eko masih dengan tatapan bingung, saat melihat caca dan eko


kalian kenapa? ucap caca


iya ada apa kok kalian ngeliatin kita kaya gitu ucap eko


em, kalian baik-baik saja ucap dava dengan ragu


baik emangnya kita kenapa? ucap eko melihat ke arah caca untuk menemukan jawaban sambil tersenyum


iya kita kenapa? kita baik-baik aja kok ucap caca yang juga tersenyum


teman-teman eko yang mendengar penyataan eko dan caca bahwa mereka baik-baik saja pun merasa lega,


hah syukurlah kalian baik-baik saja ucap dava


kita pikir kamu berantem hebat gara-gara tadi ucap faldo


iya kita semua sudah cemas ucap fikri


nah, karena semuanya sudah jelas kalau gitu gimana kalau kita mulai makan untuk merayakan kesuksesan kita ucap dewa bersemangat


merayakan? merayakan apa? ucap caca polos dengan ekspresi bingung


maksud mereka merayakan kelancaran sidang tadi ucap eko


betul betul itu maksudnya ucap dewa


buat apa? pengumuman sidang saja belum ucap caca


soal itu enggak perlu di pikirin kita semua pasti lulus ucap dava yakin


sudah sudah enggak perlu di bahas lagi ayo kita rayakan ucap faldo


iya ayo ucap fikri


ayo duduk ucap eko menyuruh caca untuk duduk


caca pun menuruti kata eko mereka pun bersenang-senang merayakan kesuksesan mereka dalam melakukan sidang skripsi dengan lancar dan saat ini mereka pun sedang menunggu hasilnya yang akan di umumkan di hari yang sama,


sambil menunggu mereka pun bersenang-senang di kantin menikmati makanan yang ada sambil menghabiskan waktu

__ADS_1


rania yang saat ini sudah berada di taman kampus, sedang duduk seorang diri dengan perasaan yang sedih,


tak pernah terpikir olehnya bahwa dia harus kalah dari anak kecil seperti caca,


walau saat ini dirinya belum siap untuk menerima kenyataan kalah dari caca, namun riana harus terima bahwa caca lah yang di pilih eko, riana tak ingin menjadi wanita egois


riana pun perlu waktu untuk berdamai dengan hatinya,


setelah dirinya merenung cukup lama makan riana berniat untuk menemui caca berbicara dari hati ke hati antara perempuan,


danu kini mulai sibuk dengan kerjaannya, di saat danu sudah menyerahkan caca pada eko sepenuhnya untuk eko jaga,


ya walau ada rasa tak biasa hanya sibuk bekerja saja,


hari ini pun danu berniat untuk mengajak caca untuk jalan-jalan,


danu berhenti bekerja sejenak lalu meraih ponselnya yang berada di atas meja kerjanya, danu pun langsung menelpon caca


ponsel caca berbunyi,


caca yang senang menikmati makanan sambil bercanda pun langsung berhenti dan meraih ponselnya yang berada di dalam tasnya,


eko dan yang lainnya pun langsung terdiam


siapa? tanya eko melihat caca


kakak ucap caca


ya sudah angkat siapa tau penting ucap eko


caca pun langsung mengangkat telepon dari danu


halo kak ucap caca


sayang kamu masih di kampus? ucap danu


iya kak, caca masih di kampus ada apa kak ucap caca


eko belum selesai sidangnya ya? ucap danu


sudah kak, tinggal nunggu hasilnya saja ucap caca


emangnya ada apa kak? ucap caca


enggak sayang kakak cuma mau ngajak kamu jalan-jalan kan udah lama kita enggak jalan-jalan ucap danu


caca terdiam dan memandang eko,


iya kak, nanti caca kabarin kalau sudah pulang ucap caca


baik kakak tunggu, kalau gitu kakak lanjut kerja dulu ya sayang ucap danu


iya kak ucap caca


lalu danu pun menutup teleponnya


kenapa sayang ucap eko


kak danu ngajakin caca pergi ucap caca


ya pergi aja kenapa harus bingung ucap eko


kakak enggak apa-apa ucap caca bingung


seketika eko tertawa tipis


loh kok kakak ketawa sih ucap caca kesal


ya habis kamu ini aneh orang kak danu ngajakin pergi kok kaya gitu, kakak enggak apa-apa sayang lagi pula kakak juga ada urusan nanti sama mereka ucap eko menunjuk ke arah teman-temannya


iya caca, jadi kamu pergi aja ucap dewa


baiklah ucap caca


ayo ayo kita lanjut lagi makan dan bersenang-senang nya ucap dava melanjutkan makannya

__ADS_1


iya ayo ayo ucap fikri, faldo, dava


mereka pun kembali bersenang-senang


beberapa saat kemudian


riana pun muncul di kantin


caca ucap riana menyapa yang sudah berdiri di samping caca


iya ucap caca pun langsung melihat ke arah sumber suara


saat caca melihat siapa yang telah menyapanya caca langsung terdiam


yang lain pun langsung terdiam dengan mata yang sudah terbelalak karena terkejut siapa yang telah datang menghampiri mereka


bisa kita bicara ucap riana memandang caca


caca yang mendengar langsung memandang eko,


eko pun mengangguk


baik, ayo ucap caca


caca pun pergi bersama riana meninggalkan kantin


eko kamu gila, kenapa kamu membiarkan caca pergi dengan riana ucap protes dava


iya, kalau caca kenapa-kenapa gimana ucap fikri


dia akan baik-baik saja ucap santai eko


karena eko tau riana seperti apa


iya, caca pasti baik-baik aja tenang saja,riana bukan orang yang seperti yang kalian pikirkan ucap dewa


sudah lanjutkan ucap eko sambil meneguk minumannya


teman-teman eko pun melanjutkan melanjutkan kembali makannya


caca dan rania yang berada di taman sudah mengobrol dari hati ke hati sesama wanita, caca mengerti dengan perasaan rania terhadap eko,


caca tidak merasa marah atau cemburu pada rania,


rania pun mencoba mengikhlaskan eko bersama caca,


kini caca memiliki kakak baru, caca menganggap kakak pada rania, begitu pun rania yang menganggap caca sebagai adiknya,


berharap bisa saling menjaga satu sama lain,


caca pun malah terlintas dalam pikirannya ingin menjodohkan rania dengan danu


" seperti nya kak rania cocok dengan kak danu " ucap batin rania memandang rania dengan tersenyum


rania yang melihat merasa bingung


caca, kenapa kamu melihat kakak seperti itu? apa yang sedang kamu pikirkan ucap rania


hah, enggak ada apa-apa kak ucap caca


ooo, begitu ucap rania


kakak nanti mau enggak ikut caca jalan-jalan ucap caca


em gimana ya dek ucap rania berpikir


ayo lah kak ucap caca memaksa


karena caca berniat mengenalkan caca pada danu


baik baik kakak ikut, tapi apa enggak ganggu ucap rania ragu


enggak kok kak, tapi benar ya kakak ikut ucap caca senang


iya benar, ya sudah yuk kita kembali ke kantin pasti mereka sudah menunggu ucap rania

__ADS_1


iya kak ucap caca


rania dan caca pun meninggalkan taman dan kembali ke kantin


__ADS_2