Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
118


__ADS_3

# beberapa hari kemudian #


pagi yang cerah,


hari ini bagas dan ratna tetap berada di rumah,


bibi jum sudah menyiapkan sarapan seperti biasa kini bibi jum menyiapkan semuanya seorang diri tidak di bantu oleh bibi jum,


hari ini pun adalah hari keberangkatan danu ke bandung...


danu mengambil jadwal pesawat keberangkatan siang, maka danu masih bisa santai beberapa jam sebelum ia berangkat...


pagi ini danu yang masih berada di kamar baru saja berkemas, tidak banyak barang yang akan danu bawa karena danu akan meninggalkan barang-barangnya di rumah,


hanya sebuah tas ransel saja yang akan ia bawa ke bandung,


saat danu sedang merapihkan barang-barang ke dalam ransel, tiba-tiba saja ada yang membuka pintu kamar danu,


kakak.... ayo kita sarapan.... ucap caca di depan pintu dengan suara lantang,


iya sayang... ucap danu yang masih merapihkan barang bawaannya


kakak sedang apa... ucap caca yang melihat danu memasukkan barang-barang ke dalam tas dan mendekat ke tempat danu berada,


sedang beres-beres barang yang akan kakak bawa nanti... ucap danu


hanya ini saja yang kakak bawa... ucap caca melihat danu yang merapihkan barangnya ke dalam ransel,


iya sayang, memangnya kenapa? biar tidak ada yang lupa saat berangkat, lagian kakak cuma bawa barang-barang penting aja kok... ucap danu


ooo... seperti itu, jadi sudah selesai beres-beres nya... ucap caca


sudah sayang... ayo kita sarapan... ucap danu menutup ransel,


ayo, ayah dan ibu sudah menunggu... ucap caca


danu pun melangkah keluar kamar dengan di susul caca menuju ruang makan...


sampainya di rumah makan,


pagi... ucap danu


pagi nak, ayo kita sarapan... ucap ratna


danu dan caca pun duduk di meja makan,


bibi jum langsung melayani danu dan caca,


setelah selesai melayani, bibi jum pun kembali ke dapur...


danu kamu sudah menyiapkan semua barang-barang yang mau kamu bawa... ucap bagas


sudah yah, danu hanya membawa barang-barang penting saja... ucap danu


iya, kakak tidak membawa baju-bajunya... ucap caca


jadi baju-baju kamu tinggal... ucap ratna


iya bu, di bandung masih ada baju danu yang danu simpan di sana... jadi pas nanti pulang ke sini danu tidak terlalu banyak bawa barang... ucap danu


nanti siang penerbangan jam berapa? ucap bagas


pesawat jam dua yah... ucap danu


kalau begitu beri tau mang ujang suruh bersiap-siap jam dua belas tiga puluh kita berangkat ke bandara... ucap bagas


iya yah nanti ibu sampaikan... ucap ratna,


oh ya danu kamu enggak mau bawa makan untuk di perjalanan atau oleh-oleh... ucap ratna


bawa makanan untuk di perjalanan saja bu... biar enggak ribet... ucap danu


kalau begitu habis ini kita beli makanan untuk bekal kamu di jalan... ucap ratna


iya bu... ucap danu


caca ikut... caca ikut.... ucap caca semangat


boleh sayang... ucap ratna tertawa


begitu pun dengan bagas, dan danu yang juga tertawa


caca yang melihat pun ikut tertawa,


mereka pun melanjutkan memakan sarapannya kembali hingga habis,


ratna, bagas, caca dan danu telah selesai sarapan,


bibi jum langsung merapihkan meja makan...


ayo kita berangkat.... ajak ratna yang masih duduk di meja makan


iya bu... ucap danu


caca mau ke kamar ambil tas dan ponsel sebentar... ucap caca langsung berlari ke kamar meninggalkan meja makan


ibu juga mau ambil tas... ucap ratna meninggalkan meja. akan


ayah tunggu di depan... ucap bagas


iya yah... ucap ratna


ayo danu kita tunggu di depan... ucap bagas


iya yah... ucap danu


bagas dan danu pun meninggalkan meja makan dan menunggu di depan

__ADS_1


sampainya di depan rumah danu langsung mengambil mobil,


ayah danu ambil mobil mobil dulu... ucap danu


iya danu... ucap bagas


danu pun meninggalkan bagas seorang diri...


tak lama datanglah caca dan ratna yang muncul dari dalam rumah...


sayang ayo... ucap ratna


loh mana kakak... ucap caca


sedang ke garasi ambil mobil... ucap bagas


mereka pun menunggu danu...


beberapa menit kemudian,


muncul danu dengan membawa mobil keluarga, ya mobil model santai lah,


danu menghentikan mobil dimana orang tua dan adiknya menunggu...


mereka pun masuk ke dalam mobil,


mang ujang sudah membukakan pintu pagar,


danu pun menjalankan mobilnya menjauh dari rumah...


setelah mobil keluar mang ujang menutup pintu pagarnya kembali dan menguncinya...


dalam perjalanan menuju swalayan, suasana hening di dalam mobil,


sedangkan caca yang selalu menggunakan headphone kemana pun caca pergi sambil mendengarkan musik dan menikmati pemandangan sepanjang jalan menuju swalayan,


beberapa menit kemudian,


mobil yang danu bawa sudah memasuki area swalayan dan memarkirkannya,


sampai.... ucap danu


bagas, ratna, danu dan caca turun dari mobil


mereka pun melangkah masuk ke swalayan,


danu sudah mendorong troli dan menyusuri lorong makanan,


bersama caca, ratna dan bagas


danu apa yang mau kamu bawa... ucap ratna


minuman dan beberapa cemilan dan roti aja bu... ucap danu


kamu bener enggak mau bawa oleh-oleh buat di sana... ucap ratna


ya buat kamu aja sendiri, buat di rumah... ucap ratna


gimana ibu aja deh... tapi jangan banyak-banyak... ucap danu


mendengar jawaban danu ratna pun mengambil beberapa makan untuk danu bawa ke bandung,


danu yang melihat ibunya memasukkan beberapa makan uang sudah cukup banyak langsung berkata,


ibu sudah cukup, jangan banyak-banyak... ucap danu


memangnya cukup segitu... ucap danu


sudah ibu, danu susah nanti bawanya... ucap danu karena danu melihat makanan yang ibunya ambil sudah ada satu kardus besar...


baiklah... kalau begitu kita ke kasir membayar... ucap ratna


danu dan ratna pun menuju kasir untuk membayar barang yang di beli...


bagas dan caca menunggu ratna dan danu di luar kasir,


beberapa menit kemudian, saatnya giliran ratna dan danu...


saat di depan kasir ratna berkata pada pelayan kasir,


mbak, tolong di bungkus dengan kardus ya... ucap ratna


baik bu... ucap pelayan kasir


pelayan kasir pun meminta tolong pada karyawan lain untuk mengambilkan kardus,


ratna pun mengeluarkan makan yang berada di keranjang ke meja kasir, ratna memilah makanan yang akan di masukkan ke dalam kardus dan yang akan danu makan di perjalanan,


pelayan kasir mulai menscan barcode makanan yang di masukkan ke dalam kantong plastik,


beberapa menit kemudian, pegawai yang membawa kardus pun datang...


ini kak... ucap pegawai memberikan kardus


letakkan di situ saja... makasih ya... ucap pelayan kasir yang masih menscan makan...


sama-sama... ucap pegawai tersebut meletakkan kardus lalu pergi melakukan pekerjaannya...


setelah selesai menscan makan yang di masukkan ke dalam kantong plastik,


pelayan kasir pun mulai menscan makan yang akan di letakkan di kardus satu persatu dan pelayan satu lagi membantu meletakkan makan ke dalam kardus dan di susun dengan rapih...


beberapa menit kemudian, semua belanjaan telah selesai di masukkan ke dalam kardus dengan rapih dan di tutup dengan rapat...


totalnya... enam ratus lima puluh ribu... ucap pelayan kasir


ratna memberi kartu debit pada pelayan kasir

__ADS_1


ini mbak... ucap ratna


pelayan kasir pun mengambil kartu debit yang di berikan ratna dan menggeseknya di mesin EDC,


setelah selesai, pelayan kasir pun mengembalikan kembali kartu debit milik ratna beserta struk belanja...


makasih... ucap pelayan kasir


sama-sama... ucap ratna


danu mengambil kardus dan meletakkan kardus berisi makanan ke dalam troli,


mereka pun meninggalkan kasir dan menghampiri caca dan bagas yang menunggu,


ayo kita pulang... ucap ratna pada bagas dan caca


ayo... ucap bagas


sudah semua... ucap bagas


susah... ucap danu


mereka pun keluar dari swalayan menuju parkiran,


sampainya di mobil,


danu membuka kunci mobil dan membuka bagasi,


lalu memasukkan kardus ke dalam bagasi...


bagas, caca dan ratna sudah masuk ke dalam mobil,


bagas yang sudah menyimpan barang di bagasi langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil meninggalkan swalayan...


beberapa menit kemudian,


mobil yang danu kendarai telah sampai di depan rumah,


tin


tin


tin


danu membunyikan klakson mobil,


mang ujang yang mendengar langsung membukakan pintu pagar...


pinta pagar telah terbuka, mobil langsung masuk ke dalam halaman rumah...


mang ujang kembali menutup pintu pagar dan menguncinya...


bagas, ratna, caca turun dari mobil,


begitu pun dengan danu yang baru saja turun dari mobil dan membuka bagasi...


mang ujang langsung menghampiri danu,


den biar mang ujang aja yang bawa ke dalem... ucap mang ujang


makasih mang... ucap danu


banyak banget den belanjaannya... ucap mang ujang


biasa ibu... ucap danu


mang ujang pun tak bertanya lagi karena sudah paham...


mang ujang pun membawa kardus tersebut ke dalam rumah...


dengan diikuti danu dari belakang,


sampainya di dalam rumah,


den mau di letakkan di mana? ucap mang ujang


di ruang tamu aja mang... ucap danu


baik den... ucap mang ujang meletakkan kardus


makasih mang... ucap danu


ini mau di bungkus lagi den... ucap mang ujang


iya mang, tolong bantu ya mang... ucap danu


baik den... ucap mang ujang,


danu pun masuk ke dalam rumah,


mang ujang pun mengerjakan perintah danu,


beberapa menit kemudian semuanya pun telah selesai...


mang ujang menghampiri danu yang berada di ruang tv,


maaf den, semuanya sudah selesai den... ucap mang ujang


ooo... sudah siap ya mang... ucap danu langsung menuju ruang tamu,


kalau begitu bantu saja, masukkan lagi ke bagasi mang... ucap danu


baik den... ucap mang ujang


mang ujang pun langsung mengangkat kardus tersebut dan memasukkan ke dalam bagasi mobil...


sedangkan danu masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap berangkat ke bandara...

__ADS_1


__ADS_2