Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
65


__ADS_3

caca pun memejamkan matanya dengan di temani danu yang terus menjaganya....


danu membiarkan caca beristirahat....


danu tidak mau memaksa caca untuk membicarakan kedua orang tuanya....


beberapa menit kemudian,


ratna dan bagas sampai di parkiran rumah sakit,


ayo yah cepat.... ucap ratna langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit


iya bu, jalannya pelan-pelan bu.... ucap bagas yang melihat ratna begitu terburu-buru


ayo cepat yah... ucap ratna yang masih terus berlari


iya bu... ucap bagas berusaha mengejarnya...


dengan buru-biru mereka memasuki gedung rumah sakit menuju kamar di mana caca di rawat..


sampainya di depan ruangan rawat caca, ratna langsung membuka pintu dan masuk,


pintu terbuka dengan keras


seketika danu yang berada di samping caca langsung memandang ke arah sumber suara,


ayah ibu.... ucap danu langsung berdiri


ratna berlahan melangkah masuk mendekat ke ranjang caca,


air mata sudah membasahi pipi ratna melihat anaknya terbaring kaku....


ratna berfikir caca sudah meninggalkannya, karena sebelumnya ratna tidak di beri tau oleh bagas


ratna langsung menangis sejadi jadinya yang terus memeluk anaknya....


danu yang bingung langsung mendekat ke arah bagas


ada apa yah... kenapa ibu seperti itu.... ucap danu


ayah belum sempat bilang kalau caca sudah siuman, mungkin ibu kamu berfikir kalau caca sudah tidak ada karena tadi ayah ngajak ibu buru-buru... jelas bagas


terus sekarang gimana? ucap danu


biarkan saja seperti itu.... ucap bagas


ayah.... ucap danu


biar caca bisa secara alami melihat bagaimana ibumu menderita selama beberapa hari ini... ucap bagas


tapi yah caca sedang istirahat... ucap danu


sudah... ayo... ajak bagas


mereka pun mendekat ke ranjang caca dan melihat ratna yang sedang menangis memeluk caca....


lalu bagas pun mendekat ke arah caca dan berkata....


kini danu hanya diam dan melihat kedua orang tuanya yang sedang berbicara pada caca....


sayang ini ayah, ayah mau minta maaf karena ayah kamu menjadi seperti ini.... ucap bagas


seketika ratna memandang bagas dengan rasa amarah yang sudah memuncak..


apa kata mu... maaf.... maaf.... lihat anak kamu, karena ulah kamu yang berbicara tanpa kamu pikirkan.... lihat yah.... lihat.... ucap ratna emosi


tenang bu jangan emosi ini rumah sakit.... ucap danu


ayah tau ini salah ayah, ayah menyesal bu.... ucap bagas lagi

__ADS_1


menyesal kata mu, apa ada gunanya sekarang kata menyesal, apa kamu bisa mengembalikan caca kepada ku yah.... bentak ratna sambil menunjuk ke arah caca


kamu tenang dulu bu.... ucap bagas


gimana aku bisa tenang caca pergi tanpa aku bisa menjelaskan semua... dia salah faham... ucap ratna menangis


sudah bu...ucap bagas


lepaskan... jangan sentuh aku... ucap ratna


kamu tenang dulu sayang.... ucap bagas


gimana aku bisa tenang anak yang aku sayangi yang aku besarkan dengan kasih sayang.... pergi ninggalin aku seperti ini... ucap ratna emosi


bu, jangan emosi... tenang bu... ucap danu


gimana ibu bisa tenang danu, lihat adik kamu sudah pergi.... ucap ratna


ibu jangan malah bertengkar seperti ini dengan ayah.... ucap danu


itu semua karena salahnya... ibu tidak mau melihatnya... ucap ratna melangkah menuju sofa dan menangis


bagas pun segera menyusul ratna


ibu tenang jangan marah seperti ini.... ucap bagas


pergi, aku tidak mau melihatmu... ucap ratna


danu yang melihat ayah dan ibunya seperti itu, danu langsung mendekat ke arah caca, berkata pada adiknya...


kamu mau bikin mereka bertengkar caca.... ucap danu berbisik


caca yang masih memejamkan matanya langsung


mencubit perut danu,


danu pun merasa kesakitan


mangkanya diem.... ucap caca berbisik


cukup cantik kasian mereka.... bujuk danu


caca pun terdiam dan berpikir...


sayang... ayo lah jangan marah terus seperti ini pada mereka.... ucap danu


caca pun merasa kasihan pada ke dua orang tuanya... caca pun akhirnya luluh...


baik lah, bantu caca mengubah posisi ranjang caca kak... ucap caca


danu pun tersenyum dan langsung melakukan apa yang caca minta padanya....


danu pun segera meninggikan posisi kepala caca menjadi agak lebih tinggi,


dan caca pun melihat pertengkaran ke dua orang tuanya yang berada di sofa...


kamu masih marah pada mereka ca.... ucap danu


sebenarnya masih ada rasa kecewa kak... ucap caca


mau sampai kapan ca... lihat mereka sedang ribut karena ibu berfikir kalau kamu meninggalkan kita semua karena tadi pas ibu dan ayah datang melihat kamu sedang tertidur.... mangkanya ibu marah pada ayah karena ini salahnya sudah membuat kamu meninggalkan ibu.... ucap danu menjelaskan semuanya


caca tau, caca mendengar semuanya... ucap caca


terus mau sampai kapan kamu membiarkan mereka bertengkar... ucap danu


caca pun terdiam, merasa tidak tega melihat ke dua orang tuanya bertengkar....


seketika caca mulai bersuara karena mereka terus beradu argumen,

__ADS_1


kenapa kalian malah ribut.... aku kan sedang istirahat..... ucap caca dengan nada yang di bikin agak kesal


ratna dan bagas langsung terdiam, mereka menghentikan perdebatan mereka dan membalikkan wajahnya ke arah ranjang...


caca.... ucap ratna kaget


seketika ratna mematung melihat apa yang sedang ia lihat... rasa tak percaya....


ratna langsung berlari ke arah caca dan memeluknya sambil berlinang air mata


caca, kamu baik-baik saja sayang, ibu pikir ibu sudah kehilangan kamu, kamu sudah bikin ibu takut.... ucap ratna yang masih memeluk caca sambil menangis


aku baik bu.... ucap caca


tapi,.... ucap ratna melepas pelukannya sambil memandang bagas


ayah.... maksud ayah apa tadi ngajak buru-buru ibu tanpa memberi tau apa-apa.... ucap ratna lagi


ya kan ibu yang menyimpulkan seperti itu, bukan salah ayah.... ucap bagas


kamu.... kesal ratna


ayah mau memberi tau ibu namun ibu sudah keburu menyimpulkan sendiri saat masuk.... ucap bagas


kamu juga sama, malah ikut ikutan ayah... kenapa kamu diem aja.... ucap ratna melihat ke arah danu


ayah yang menyuruh danu untuk diam... ucap danu


kalian.... ucap ratna kesal


namun ratna tidak menghiraukan itu, yang terpenting anaknya baik-baik saja itu yang terpenting....


sayang... ayah mau minta maaf sama kamu soal kejadian kemarin... ayah enggak bermaksud seperti itu.... ucap bagas


iya yah... caca sudah melupakannya... ucap caca


makasih sayang.... ucap bagas


caca pun tersenyum...


bagas pun merasa lega dan tersenyum kepada caca,


sedangkan ratna terus berada di samping caca tanpa mau meninggalkannya sedetikpun


ratna melayani caca hingga mengajaknya ngobrol, danu dan bagas yang melihatnya hanya bisa diam memandangi sikap ratna yang seperti itu...


bagas dan danu memutuskan untuk sarapan sambil memandang pemandangan ibu dan anak yang sedang asik bercengkrama....


liat, betapa bahagianya ibu kamu? ucap bagas kepada danu yang melihat ke arah caca dan ratna


iya yah.... semoga caca tetap sehat dan kuat menjalani ini.... ucap danu juga memandang ratna dan caca


Oh ya nak... gimana kata dokter? tanya bagas


kondisi caca sudah membaik dari beberapa hari yang lalu kata dokter... namun soal caca baru siuman itu karena alam bawah sadar caca yang belum ingin kembali.... ucap danu


maksudnya? tanya bagas bingung


ya bisa di bilang rasa kecewa, sedih yang membuat caca tidak mau kembali


menyangkut masalah kemarin? tanya bagas


bisa jadi yah.... di alam bawah sadar caca merasa kecewa namun itu tanpa caca sadari.... jelas danu


apa itu bahaya kak.... tanya bagas


danu kurang tau yah, namun kata dokter kita harus lebih ekstra untuk menjaganya... beberapa hari ini caca juga harus banyak istirahat jangan banyak beban pikiran yang bisa memicu penyakitnya kambuh.... ucap danu


bagas pun mengangguk-angguk paham

__ADS_1


sambil terus melihat caca dan ratna yang sedang asik bercanda gurau....


__ADS_2