
caca pun memejamkan matanya dengan di temani danu yang terus menjaganya....
danu membiarkan caca beristirahat....
danu tidak mau memaksa caca untuk membicarakan kedua orang tuanya....
beberapa menit kemudian,
ratna dan bagas sampai di parkiran rumah sakit,
ayo yah cepat.... ucap ratna langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit
iya bu, jalannya pelan-pelan bu.... ucap bagas yang melihat ratna begitu terburu-buru
ayo cepat yah... ucap ratna yang masih terus berlari
iya bu... ucap bagas berusaha mengejarnya...
dengan buru-biru mereka memasuki gedung rumah sakit menuju kamar di mana caca di rawat..
sampainya di depan ruangan rawat caca, ratna langsung membuka pintu dan masuk,
pintu terbuka dengan keras
seketika danu yang berada di samping caca langsung memandang ke arah sumber suara,
ayah ibu.... ucap danu langsung berdiri
ratna berlahan melangkah masuk mendekat ke ranjang caca,
air mata sudah membasahi pipi ratna melihat anaknya terbaring kaku....
ratna berfikir caca sudah meninggalkannya, karena sebelumnya ratna tidak di beri tau oleh bagas
ratna langsung menangis sejadi jadinya yang terus memeluk anaknya....
danu yang bingung langsung mendekat ke arah bagas
ada apa yah... kenapa ibu seperti itu.... ucap danu
ayah belum sempat bilang kalau caca sudah siuman, mungkin ibu kamu berfikir kalau caca sudah tidak ada karena tadi ayah ngajak ibu buru-buru... jelas bagas
terus sekarang gimana? ucap danu
biarkan saja seperti itu.... ucap bagas
ayah.... ucap danu
biar caca bisa secara alami melihat bagaimana ibumu menderita selama beberapa hari ini... ucap bagas
tapi yah caca sedang istirahat... ucap danu
sudah... ayo... ajak bagas
mereka pun mendekat ke ranjang caca dan melihat ratna yang sedang menangis memeluk caca....
lalu bagas pun mendekat ke arah caca dan berkata....
kini danu hanya diam dan melihat kedua orang tuanya yang sedang berbicara pada caca....
sayang ini ayah, ayah mau minta maaf karena ayah kamu menjadi seperti ini.... ucap bagas
seketika ratna memandang bagas dengan rasa amarah yang sudah memuncak..
apa kata mu... maaf.... maaf.... lihat anak kamu, karena ulah kamu yang berbicara tanpa kamu pikirkan.... lihat yah.... lihat.... ucap ratna emosi
tenang bu jangan emosi ini rumah sakit.... ucap danu
ayah tau ini salah ayah, ayah menyesal bu.... ucap bagas lagi
__ADS_1
menyesal kata mu, apa ada gunanya sekarang kata menyesal, apa kamu bisa mengembalikan caca kepada ku yah.... bentak ratna sambil menunjuk ke arah caca
kamu tenang dulu bu.... ucap bagas
gimana aku bisa tenang caca pergi tanpa aku bisa menjelaskan semua... dia salah faham... ucap ratna menangis
sudah bu...ucap bagas
lepaskan... jangan sentuh aku... ucap ratna
kamu tenang dulu sayang.... ucap bagas
gimana aku bisa tenang anak yang aku sayangi yang aku besarkan dengan kasih sayang.... pergi ninggalin aku seperti ini... ucap ratna emosi
bu, jangan emosi... tenang bu... ucap danu
gimana ibu bisa tenang danu, lihat adik kamu sudah pergi.... ucap ratna
ibu jangan malah bertengkar seperti ini dengan ayah.... ucap danu
itu semua karena salahnya... ibu tidak mau melihatnya... ucap ratna melangkah menuju sofa dan menangis
bagas pun segera menyusul ratna
ibu tenang jangan marah seperti ini.... ucap bagas
pergi, aku tidak mau melihatmu... ucap ratna
danu yang melihat ayah dan ibunya seperti itu, danu langsung mendekat ke arah caca, berkata pada adiknya...
kamu mau bikin mereka bertengkar caca.... ucap danu berbisik
caca yang masih memejamkan matanya langsung
mencubit perut danu,
danu pun merasa kesakitan
mangkanya diem.... ucap caca berbisik
cukup cantik kasian mereka.... bujuk danu
caca pun terdiam dan berpikir...
sayang... ayo lah jangan marah terus seperti ini pada mereka.... ucap danu
caca pun merasa kasihan pada ke dua orang tuanya... caca pun akhirnya luluh...
baik lah, bantu caca mengubah posisi ranjang caca kak... ucap caca
danu pun tersenyum dan langsung melakukan apa yang caca minta padanya....
danu pun segera meninggikan posisi kepala caca menjadi agak lebih tinggi,
dan caca pun melihat pertengkaran ke dua orang tuanya yang berada di sofa...
kamu masih marah pada mereka ca.... ucap danu
sebenarnya masih ada rasa kecewa kak... ucap caca
mau sampai kapan ca... lihat mereka sedang ribut karena ibu berfikir kalau kamu meninggalkan kita semua karena tadi pas ibu dan ayah datang melihat kamu sedang tertidur.... mangkanya ibu marah pada ayah karena ini salahnya sudah membuat kamu meninggalkan ibu.... ucap danu menjelaskan semuanya
caca tau, caca mendengar semuanya... ucap caca
terus mau sampai kapan kamu membiarkan mereka bertengkar... ucap danu
caca pun terdiam, merasa tidak tega melihat ke dua orang tuanya bertengkar....
seketika caca mulai bersuara karena mereka terus beradu argumen,
__ADS_1
kenapa kalian malah ribut.... aku kan sedang istirahat..... ucap caca dengan nada yang di bikin agak kesal
ratna dan bagas langsung terdiam, mereka menghentikan perdebatan mereka dan membalikkan wajahnya ke arah ranjang...
caca.... ucap ratna kaget
seketika ratna mematung melihat apa yang sedang ia lihat... rasa tak percaya....
ratna langsung berlari ke arah caca dan memeluknya sambil berlinang air mata
caca, kamu baik-baik saja sayang, ibu pikir ibu sudah kehilangan kamu, kamu sudah bikin ibu takut.... ucap ratna yang masih memeluk caca sambil menangis
aku baik bu.... ucap caca
tapi,.... ucap ratna melepas pelukannya sambil memandang bagas
ayah.... maksud ayah apa tadi ngajak buru-buru ibu tanpa memberi tau apa-apa.... ucap ratna lagi
ya kan ibu yang menyimpulkan seperti itu, bukan salah ayah.... ucap bagas
kamu.... kesal ratna
ayah mau memberi tau ibu namun ibu sudah keburu menyimpulkan sendiri saat masuk.... ucap bagas
kamu juga sama, malah ikut ikutan ayah... kenapa kamu diem aja.... ucap ratna melihat ke arah danu
ayah yang menyuruh danu untuk diam... ucap danu
kalian.... ucap ratna kesal
namun ratna tidak menghiraukan itu, yang terpenting anaknya baik-baik saja itu yang terpenting....
sayang... ayah mau minta maaf sama kamu soal kejadian kemarin... ayah enggak bermaksud seperti itu.... ucap bagas
iya yah... caca sudah melupakannya... ucap caca
makasih sayang.... ucap bagas
caca pun tersenyum...
bagas pun merasa lega dan tersenyum kepada caca,
sedangkan ratna terus berada di samping caca tanpa mau meninggalkannya sedetikpun
ratna melayani caca hingga mengajaknya ngobrol, danu dan bagas yang melihatnya hanya bisa diam memandangi sikap ratna yang seperti itu...
bagas dan danu memutuskan untuk sarapan sambil memandang pemandangan ibu dan anak yang sedang asik bercengkrama....
liat, betapa bahagianya ibu kamu? ucap bagas kepada danu yang melihat ke arah caca dan ratna
iya yah.... semoga caca tetap sehat dan kuat menjalani ini.... ucap danu juga memandang ratna dan caca
Oh ya nak... gimana kata dokter? tanya bagas
kondisi caca sudah membaik dari beberapa hari yang lalu kata dokter... namun soal caca baru siuman itu karena alam bawah sadar caca yang belum ingin kembali.... ucap danu
maksudnya? tanya bagas bingung
ya bisa di bilang rasa kecewa, sedih yang membuat caca tidak mau kembali
menyangkut masalah kemarin? tanya bagas
bisa jadi yah.... di alam bawah sadar caca merasa kecewa namun itu tanpa caca sadari.... jelas danu
apa itu bahaya kak.... tanya bagas
danu kurang tau yah, namun kata dokter kita harus lebih ekstra untuk menjaganya... beberapa hari ini caca juga harus banyak istirahat jangan banyak beban pikiran yang bisa memicu penyakitnya kambuh.... ucap danu
bagas pun mengangguk-angguk paham
__ADS_1
sambil terus melihat caca dan ratna yang sedang asik bercanda gurau....