
danu yang kembali duduk di samping caca, setelah kepergian ratna dan bagas,
danu tak lepas mengawasi caca dan terus menunggu di samping caca dengan wajah sendunya....
danu terus memandang wajah caca yang begitu tenang berbaring di ranjang rumah sakit,
tangan caca terus di genggam oleh danu berharap akan ada keajaiban bahwa adiknya akan terbangun....
malam pun semakin larut, danu masih berada di samping caca, danu meletakkan kepalanya di ranjang caca tepat di samping caca sambil menggenggam tangan caca, danu tertidur di samping caca
danu tak mau jauh dari keberadaan caca, danu terus berada di samping caca tanpa pernah meninggalkannya,
karena danu tak mau meninggalkan caca lama-lama, takut terjadi apa-apa pada caca dan danu tidak mengetahuinya....
sedangkan ratna dan bagas yang sudah berada di rumah, sudah siap untuk beristirahat....
namun ratna merasa cemas dengan kondisi caca,
ratna yang tidak bisa tenang terus terjaga...
bagas yang melihatnya merasa cemas akan kondisi istrinya itu...
sayang kamu kenapa? kamu belum tidur.... tanya bagas yang sudah berada di atas tempat tidur dan berbaring....
bagas yang melihat ratna masih bersandar di atas tempat tidur langsung bangun dari tidurnya...
kamu kenapa belum tidur sayang.... ucap bagas sekali lagi
aku tidak bisa tidur, aku terus kepikiran caca yah... ucap ratna
tapi sayang kamu juga harus istirahat, enggak bisa seperti ini... nanti kamu sakit gimana? ucap bagas membujuk
tapi aku enggak bisa tenang yah... ucap ratna
percaya sama ayah, caca akan baik-baik saja dan caca pasti tidak senang melihat kamu seperti ini sayang, dia akan sedih kalau melihatnya.... ucap bagas membujuk...
baiklah.... ucap ratna
ayo kita istirahat dan menunggu kabar dari danu... ucap bagas
em.... ratna pun mengangguk
ratna pun membaringkan badannya dan begitu pun dengan bagas....
mereka pun beristirahat....
mentari pagi sudah mulai menyapa dengan indah....
cahaya mentari menyinari kamar caca,.....
beberapa hari pun telah berlalu di rumah sakit,
namun masih sama seperti hari-hari kemarin kondisi caca masih belum juga siuman...
caca masih dengan tenang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit, tidak ada pergerakan hanya respon mengeluarkan air mata saat danu, ratna dan bagas mengajaknya bicara....
seakan dia mendengar namun enggan untuk membuka mata....
ratna dan bagas sudah sangat cemas melihat kondisi caca yang belum ada kemajuan...
__ADS_1
begitu pun dengan danu yang selalu cemas dengan keadaan caca hingga saat ini, hingga ia tak pernah fokus mengerjakan hal lain....
ratna, bagas dan danu yang selalu bergantian menjaga caca selalu mengajak bicara caca setiap saat karena usulan dari dokter, agar keluarga selalu berinteraksi dengan pasien, agar pasien dapat cepat merespon....
namun tetap saja caca hanya merespon dengan air mata yang selalu mereka lihat,
dan mereka sudah tidak kaget lagi dengan hal itu, ratna, bagas dan danu selalu berharap caca akan membuka mata...
mereka pun sudah konsultasi dengan dokter yang merawat caca, namun dokter berkata kepada bagas, ratna dan danu agar bersabar dan menyerahkan semuanya kepada yang maha kuasa...
mereka yang mengalami kondisi seperti itu, selalu bisa mendengar apa yang kita bicarakan pada mereka, karena alam bawah sadarnya dapat melihat kita namun dia tidak dapat merespon dengan pergerakan....
air mata lah yang dapat pasien tunjukkan bahwa dia dapat mendengar apa yang kita sampaikan....
mendengar penjelasan dokter, danu yang lebih banyak waktu bersama caca selalu mengajak caca mengobrol dan bercerita...
karena bagas dan ratna lebih banyak menghabiskan waktu di rumah agar tidak kelelahan sesuai permintaan danu....
caca yang sudah berada di rumah sakit beberapa hari, masih belum ada perubahan...
setiap datang yang mereka lihat hanya caca yang terbaring lemah....
bagas, ratna dan danu selalu berharap ada mukjizat untuk caca.... agar bisa secepatnya siuman....
kali ini giliran danu yang menjaga caca,
danu masuk ke ruangan rawat caca....
bagas dan ratna yang sedang menjaga melihat ke datangan danu....
sudah datang.... ucap ratna
masih sama nak.... ucap ratna
kalau begitu ayah dan ibu istirahat ya... sekarang giliran danu yang menjaga.... ucap danu
baik nak... kalau gitu kita pulang dulu... jangan lupa kasih kabar ya kalau ada perkembangan soal caca... ucap ratna
baik bu... ucap danu
jaga kesehatan kamu juga danu.... ucap bagas
baik yah.... kalian hati-hati ya.... ucap danu
iya sayang, kita pergi dulu.... ucap ratna
ratna dan bagas pun telah meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah dan beristirahat....
setelah kepergian ratna dan bagas danu pun duduk di samping caca memandangi caca...
danu termenung di hadapan caca sambil memandang wajah caca yang begitu damai yang beberapa hari ini danu liat....
sayang.... apa kamu merasa lebih baik seperti ini, apa kamu tidak merasa sakit dengan hanya berbaring di atas tempat tidur rumah sakit sayang.... kakak kangen sama kamu, kangen senyuman kamu, kakak kangen godain kamu, kakak juga kangen pengen jalan sama kamu kaya orang pacaran,yang suka kamu bilang, kakak rasa pacar, kaya dulu,....
kamu ingat sayang... kamu selalu bilang kalau kakak cuma punya kamu.... kamu selalu manja sama kakak
kakak akan selalu jadi kakak kamu dan cuma milik kamu....
kakak harap kamu bisa cepat sembuh sayang... biar kita bisa jalan-jalan, kakak rasa pacar gitu... mau kan,
__ADS_1
kalau kamu mau kamu harus cepetan sadar sayang dan sembuh,.... biar kakak bisa manjain kamu....
dengan ekspresi berusaha senyum namun sebenarnya sedih.... danu tertunduk di hadapan caca sambil menggenggam tangan caca
tanpa danu sadari, danu menangis di hadapan caca, merasa sesak di dada melihat caca hanya terbaring kaku tanpa respon dengan gerakan.....
namun caca merespon pembicaraan danu dengan air mata, caca meneteskan air mata di ujung matanya....
danu melihat itu.... seketika seulas senyum danu pancarkan bercampur sedih
caca kamu mendengar kakak sayang.... kamu selalu merespon apa yang kakak bicarakan, tapi kenapa kamu enggak mau bangun sayang... apa karena kamu masih marah sama ayah dan ibu....
tolong sayang jangan siksa kami seperti ini, ayah dan ibu sudah sangat sedih dan menyesali perbuatannya...
kamu jangan terus menyimpan kekecewaan kamu sayang...
kami semua sayang sama kamu...
semua itu enggak seperti yang kamu pikirkan,
enggak mungkin kakak, ayah dan ibu tidak sayang sama kamu...
tolong sayang.... kamu sadar jangan seperti ini....
ucap lirih danu....
namun caca tetap diam kaku tak memberi gerakan apa-apa....
ratna dan bagas yang berada di rumah langsung beristirahat, karena merasa lelah beberapa hari ini berada di rumah sakit...
ratna setiap di rumah selalu saja menangis memikirkan kondisi caca yang belum juga siuman...
sudah bu jangan menangis terus seperti itu.... ucap bagas
ibu enggak tega liat caca yah.... kenapa caca belum juga siuman sampai sekarang, padahal caca sudah stabil kondisinya.... apa caca marah yah sama kita... ucap ratna
ayah mengerikan bu... ini salah ayah yang enggak memikirkan resikonya... ucap bagas
kita berdoa saja bu untuk caca, semoga caca cepat siuman... ucap bagas lagi...
iya yah.... ucap ratna
kalau gitu ayo kita istirahat bu... sudah malam.... ucap bagas
merekapun masuk ke dalam kamar membersihkan diri dan naik ke atas tempat tidur lalu memejamkan mata berharap hari esok ada kabar baik....
danu di rumah sakit, sebelum membaringkan badannya yang terasa lelah, danu mengecek caca terlebih dahulu...
danu membetulkan letak selimut dan bantal,
setelah itu danu mengecup kening caca
danu pun melangkah ke arah sofa dan membaringkan badannya yang terasa pegal,
danu belum bisa tidur, danu pun memainkan handphone nya dan mengecek pekerjaannya....
tak terasa malam semakin larut, danu menyudahi pekerjaannya...
sebelum danu tidur, danu melihat ke arah caca, lalu membaringkan badannya dan danu pun akhirnya terlelap....
__ADS_1
berharap besok lebih baik dari hari ini...