Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
120


__ADS_3

pesawat yang danu tumpangi baru saja landing di landasan bandara jakarta,


danu sampai dengan selamat...


saat danu baru tiba, danu pun langsung mengabari orang tuanya bahwa danu sampai dengan selamat di jakarta,


danu menyalakan ponselnya dan langsung menelpon bagas,


tut


tut


tut


suara telpon tersambung,


halo ayah.... ucap danu


iya nak, gimana kamu sudah sampai... ucap bagas yang masih berada di ruang tv bersama ratna,


ratna hanya diam menyaksikan bagas mengobrol dengan anaknya,


danu baru saja mendarat yah, ini masih ada di dalam pesawat mau turun... ucap danu


kalau gitu kamu hati ya nak di jalan... ucap bagas


iya yah, nanti danu kabarin lagi... kalau gitu danu mau turun dulu... ucap danu


iya, kamu hati-hati... ucap bagas


iya yah... ucap danu menutup telepon nya,


apa kata danu yah, danu sudah sampai... ucap ratna yang bertanya pada bagas kerena penasaran,


baru saja sampai di jakarta masih dalam pesawat mau turun... ucap bagas


syukurlah kalau begitu... semoga tidak ada apa-apa sampai bandung dengan selamat... ucap ratna


iya... ucap bagas


bagas dan ratna kembali menonton acara tv,


kini danu yang sudah turun dari pesawat lalu menuju tempat pengambilan bagasi sesuai tempat yang di tentukan,


suasana di sana cukup ramai, sudah banyak orang yang sedang antri menunggu barang mereka yang mereka taruh di bagasi pesawat,


beberapa menit kemudian, barang milik penumpang pun keluar dari tempat yang sudah di tentukan untuk pengambilan barang dari bagasi pesawat,


satu persatu tas telah keluar dari tempat pengambilan bagasi,


danu pun ikut di antara penumpang menunggu barang miliknya keluar...


selang berapa lama, barang milik danu pun telah keluar, danu pun segera mengambil barang miliknya,


setelah danu pindahkan ke troli yang ia bawa, danu pun keluar dari bandara,


danu yang sudah keluar dari bandara pun, mencari orang yang telah menjemputnya untuk kembali ke bandung,


karena sebelumnya danu sudah di pesan bahwa dirinya akan di jemput oleh orang suruhan pemilik proyek,


tak lama ada yang menghampiri danu...


permisi pak danu... ucap seseorang yang menyapanya,


iya betul... ucap danu


maaf pak, saya wawan saya suruhan bapak lingga... ucap orang tersebut


ooo... iya... ucap danu


silahkan pak lewat sini, biar saja saja pak yang membawa barang bapak.... ucap wawan


danu pun memberi troli yang ia bawa kepada wawan dan mengikuti wawan yang sudah melangkah lebih dulu...


sampainya di mobil,


ini pak mobilnya silahkan masuk... ucap wawan


danu pun masuk ke dalam mobil lebih dulu,


wawan pun langsung memasukkan barang bawaan danu ke dalam bagasi mobil,


setelah selesai meletakkan barang milik danu, wawan pun bergegas masuk ke dalam mobil...


kita jalan sekarang pak... ucap wawan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan bandara menuju bandung...


selama perjalanan menuju bandung, danu hanya diam, sesekali melihat pemandangan sepanjang jalan dan memainkan ponselnya...


tiba-tiba danu teringat caca adik kesayangannya,


yang ia tinggal beberapa jam yang lalu dengan raut wajah sedih...


awalnya danu ingin menghubungi caca namun danu urungkan niatnya,


namun setelah dipikir lagi danu pun akhirnya menghubungi caca, memberi kabar adiknya,


danu pun segera menelpon caca lewat video call...


tut


tut


tut


masih menyambung telpon dan akhirnya caca pun mengangkat telepon danu...

__ADS_1


halo.... ucap caca


sayang kamu sedang apa? kakak sudah sampai jakarta ini lagi di jalan menuju bandung... ucap danu


caca baru saja bangun kakak... ucap caca dengan posisi telungkup,


ooo... begitu kalau gitu kamu mandi biar segar... ucap danu


tapi caca kangen kakak, kakak cepat pulang... ucap caca


iya sayang, setelah urusan beres kakak langsung pulang... ucap danu


betul... ucap caca


betul... ucap danu


janji... ucap caca


iya sayang kakak janji... ucap danu tersenyum


baiklah kalau gitu... ucap caca


kamu baik-baik ya sayang, jangan sedih lagi dan jangan lupa mandi... ucap danu menggoda


kakak nih... ucap caca manja


ya sudah mandi sana biar segar sudah sore, jangan mandi malam-malam nanti sakit... ucap danu


iya paham... ucap caca


kalau gitu kakak tutup telepon nya ya? nanti kakak kabarin lagi... bay sayang.... ucap danu


iya kak... bay... ucap caca


danu pun mematikan teleponnya...


adiknya ya pak... ucap wawan


iya... ucap danu tersenyum


saya pikir pacar atau istri bapak... ucap danu tersenyum


danu tertawa,


bukan... ucap danu


jadi bapak masih sendiri... ucap wawan


iya... walau saya sendiri namun saya seperti memiliki pasangan dengan sikap adik saya yang seperti itu... maka saya belum terpikir memiliki pasangan... ucap danu


sepertinya bapak sangat sayang pada adik bapak... ucap wawan


dia adalah harta paling berharga saya... ucap danu tersenyum


wawan pun kembali fokus menyetir...


bibi jum sudah sibuk di halaman rumah sedang menyapu sedangkan mang ujang sedang menyiram tanaman dan membersihkan area taman...


ratna dan bagas sudah berada di kamarnya,


ratna baru saja siap mandi,


sedangkan bagas sedang duduk di meja kerjanya..


sayang mandi dulu sudah sore... ucap ratna


iya sayang sebentar lagi... ucap bagas


sayang, kok caca tidak keluar dari kamarnya ya setelah pulang mengantar danu, apa caca baik-baik saja... ucap ratna


tenang saja, sebentar lagi juga dia akan seperti biasa... ucap bagas


ratna terdiam karena ada benarnya juga apa yang di katakan bagas,


tapi kalau caca terus seperti ini gimana? ucap ratna lagi


sudah... kita lihat saja nanti... ucap bagas tetap fokus pada kerjaan nya,


ratna pun tak berkomentar,


caca masih berada di kamar mandi baru saja keluar dari dalam kamar mandi,


dengan badan yang sudah segar dan wangi, caca langsung duduk di meja belajarnya,


termenung sejenak,


selama ada kakaknya danu kesedihan seketika hilang,


namun saat danu l


tidak lagi menemani caca, maka caca akan teringat lagi akan kesedihannya rindu dengan seseorang yang ia rindukan selama beberapa hari ini yang tidak dapat ia hubungi karena kesibukannya, namun caca mencoba membuat dirinya senang dan tak larut dengan kesedihannya,


bukan tanpa alasan kakaknya meninggalkannya, pacarnya pun buka tanpa sebab tak ada kabar,


maka caca pun mencoba menerima semua ini,


semangat... ucap caca menyemangati dirinya sendiri,


ratna sudah keluar dari kamarnya dan menuju dapur karena mau memasak,


bibi jum pun sudah selesai memberikan halaman depan rumah dan melangkah masuk menuju dapur karena ingin memasak hidangan makan malam,


ratna dan bibi jum pun sudah berada di dapur,


ratna dan bibi jum mulai sibuk di dapur, mereka telah menyiapkan bahan dan membersihkan bahan-bahan masakan lalu mereka pun mulai memasak satu persatu menu yang akan di hidangkan tentunya,

__ADS_1


masakan telah siap untuk di hidangkan,


hari pun sudah mulai gelap waktunya untuk makan malam,


bibi jum telah menata makanan di atas meja dan menyediakan alat makan serta minuman,


setelah selesai bibi jum membantu ratna membersihkan dapur dan alat masak yang di gunakan...


setelah semuanya beres ratna pun memanggil bagas untuk makan yang sedang berada di ruang tv,


caca yang berada di kamar telah keluar dari kamarnya dengan ceria menuju ruang makan,


malam bibi... ucap caca yang sudah duduk di meja makan


malam non... ucap bibi jum yang bingung dengan tingkah caca yang lebih ceria,


ayah sama ibu mana? ucap caca


nyonya sedang memanggil tuan non... udah bibi jum


baik lah... ucap caca


ratna yang sudah berada di ruang tv langsung mengajak bagas untuk makan...


sayang, ayo makan, makan malam sudah siap... ucap ratna


iya sayang... ucap bagas


bagas langsung berdiri dan menghampiri ratna


ayo... ucap bagas


mereka pun meninggalkan ruang tv dan melangkah menuju ruang makan bersama,


sampainya di ruang makan,


malam... ucap caca


malam... ucap ratna dan bagas bingung


mereka pun duduk bersama,


bibi jum pun melayani ratna, bagas dan caca


setelah selesai melayani mereka pun makan bersama,


awalnya suasana tenang dan sunyi karena tak ada yang bersuara,


namun ratna dan bagas masih bingung dengan tingkah caca yang berubah secara drastis,


akhirnya setelah beberapa menit berada di meja makan, ratna memberanikan membuka suara


sayang, kamu baik-baik saja... ucap ratna ragu


baik bu, emangnya caca kenapa? ucap caca yang biasa saja


em... tidak ada apa-apa... ucap ratna


tak bertanya lagi,


ratna dan bagas pun memilih menyelesaikan makan malamnya,


beberapa menit kemudian ratna, bagas dan caca telah selesai makan malam bersama,


bibi jum langsung merapihkan meja makan,


ayah ibu caca duluan... ucap caca


caca meninggalkan meja makan lebih dulu namun tidak masuk ke dalam kamarnya melainkan ke ruang tv,


bagas dan ratna yang melihat merasa aneh,


ada apa lagi dengan anak itu... ucap ratna


iya aneh sekali, sebentar diam, sebentar marah, sebentar sedih, sekarang malah seperti itu... ucap bagas yang juga bingung


sudah... sudah... bagus seperti itu berarti caca sudah baik-baik saja... ucap ratna


iya bagus juga... ucap bagas


ya sudah yuk... ucap ratna


bagas dan ratna pun meninggalkan meja makan,


mereka menghampiri caca yang berada di ruang tv,


sampainya di ruang tv,


sayang... panggil ratna yang duduk di sebelah caca


iya bu... ucap caca


kamu baik-baik saja kan... ucap ratna meyakinkan dirinya


iya bu caca baik... ucap caca


sudah tidak sedih... ucap bagas


tidak... ucap caca tetap fokus pada acara tv


bagus lah kalau begitu... ucap ratna


kenapa harus sedih, kakak kan di sana kerja dan kakak janji akan segera kembali.. ucap caca


ratna dan bagas sudah paham mengapa anaknya bisa cepat sekali berubah...

__ADS_1


ratna dan bagas pun menonton bersama caca menghabiskan malam, karena belum mengantuk


__ADS_2