Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
16


__ADS_3

saat danu menunduk sambil menangis dengan posisi tangan caca yang berada di bibir danu, karena sedari tadi danu menciumi tangan caca sambil mengajak bicara caca...


Tiba-tiba tangan caca bergerak...


sontak danu langsung menjauhkan tangan caca dari bibir danu dan memandang lebih jelas, kalau tadi bukan lah perasaan danu saja....


danu bangkit dari duduknya memandang jelas muka caca dan di belai pipi caca...


ca, kamu udah sadar sayang... ucap danu


namun caca masih memejamkan matanya....


sayang, kamu bisa dengar kakak.... panggil danu


berlahan caca membuka matanya walau hanya sedikit, caca mengangkat tangannya yang ingin meraih wajah danu yang masih berjarak sangat dekat dengan caca


di tarinya tangan caca dan di letakkan di pipi danu...


kakak ada di sini sayang.... kakak enggak akan pergi kemana-mana.... kakak akan jagain kamu....


danu mencium kening caca dan meneteskan air mata bahagia, bahwa danu tidak kehilangan adiknya


danu melebarkan senyumnya...


begitu pun caca yang tersenyum tipis ke arah danu


danu langsung memencet tombol panggilan darurat....


dokter dan suster pun masuk mengecek kondisi caca yang baru saja siuman....


tak lama dokter dan suster masuk ke dalam ruangan dan langsung memeriksa caca,


gimana dok keadaan adik saya.... tanya danu


adik bapak sudah stabil... tinggal tunggu pemulihannya saja... ucap dokter


baik... makasih dong.... ucap danu


dokter dan suster pun meninggalkan ruangan caca


danu tetap memegang tangan caca berada di samping caca


danu langsung menelepon bagas memberi kabar tentang caca


iya dan ada apa? tanya bagas


halo... ayah caca sudah siuman.... ucap danu


baik... ayah sama ibu ke sana sekarang.... ucap bagas


kenapa caca yah.... Ratna khawatir


caca sudah siuman bu.... ucap bagas


apa.... kalau begitu kita cepetan ke sana yah.... ibu mau ketemu caca yah.... iya sayang kita ke sana


kamu yang tenang dong jangan kaya gitu... ucap bagas


ibu udah enggak sabar yah, pengen ketemu caca.... ucap Ratna


iya... iya.... ucap bagas


mereka pun berangkat ke rumah sakit bersama mang ujang


beberapa menit kemudian sampailah di rumah sakit


Ratna yang turun dari mobil, langsung berlari menuju ruangan caca....


bagas pun tertinggal di belakang...


Tiba-tiba pintu kamar caca terbuka....


Ratna yang berada di ambang pintu melihat anaknya yang berbaring di atas tempat tidur telah sadar....

__ADS_1


spontan caca dan danu mengarah pandangan ke arah pintu....


air mata Ratna pun tak dapat terbendung lagi


Ratna langsung mencium caca dan memegang kedua pipi caca....


sayang.... ibu senang melihat kamu telah sadar,


kamu jangan tinggalin ibu sayang...


ibu enggak mau kehilangan kamu... ucap Ratna lirih


caca tersenyum,


caca enggak apa-apa bu....ucap caca dengan suara yang begitu lembut dan berat, karena caca masih dalam kondisi lemas....


bagas yang melihat sangat bahagia anaknya baik-baik saja...


gimana kondisi kamu sayang, ada yang kamu rasain nak.... tanya bagas


aku baik-baik aja ko yah.... ucap caca yang berusaha biasa saja....


danu hanya terdiam, tanpa berbicara apa-apa hanya memandang caca...


Tiba-tiba danu beranjak dari tempat duduknya


ayah ibu danu keluar dulu.... danu pun berlalu meninggalkan caca


caca hanya memandang danu yang telah berlalu hingga danu hilang dari pandangan caca.....


ada raut kesedihan di muka caca, melihat danu pergi... namun caca hanya diam


bagas yang melihat kejadian itu.... curiga ada masalah dengan anak-anak nya


caca ayah tinggal dulu ya... ucap bagas


iya yah.... jawab caca


Ratna aku keluar sebentar.....ucap bagas


bagas melangkah pergi...


saat bagas keluar ruang, di lihat danu sedang duduk di kursi tunggu depan kamar caca, bagas menghampiri danu


kamu kenapa kak? tanya bagas


enggak apa-apa yah, hanya ingin duduk di sini saja.... ucap danu bohong


namun bagas tau kalau danu sedang ada masalah dengan adiknya


enggak perlu bohong sama ayah, ada apa kamu sama caca? tanya bagas


danu sesaat terdiam....


caca seperti ini karena danu....


bagas yang mendengarnya merasa kaget,


maksud kamu kak? tanya bagas penasaran


sebelum kejadian caca sakit,


caca sempet ngomong ke danu, kalau caca enggak mau danu keluar kota...


caca mau danu tetap di kota ini...


namun danu memberi pengertian pada caca kalau danu akan sering berkunjung ke sini


dan caca setuju, namun tanpa danu duga caca merasa tertekan dan sedih memikirkan kepergian danu.... lirih danu


danu ayah enggak nyalahin kamu,


kamu pergi karena kamu bekerja, ayah paham itu

__ADS_1


cuma semenjak kamu pulang, caca merasa caca ada teman, jari saat kamu bilang akan kembali bekerja, caca sedih karena dia akan kesepian.


ini semua bukan salah kamu danu.... bagas menepuk pundak danu dan kembali masuk ke dalam kamar dimana caca di rawat


danu masih terdiam di bangku ruang tunggu,


sedangkan bagas sudah meninggalkan danu...


bagas yang sudah memasuki ruangan menghampiri caca....


gimana sayang sudah mendingan? tanya bagas


caca hanya mengangguk


namun caca melihat ke arah pintu....


bagas yang melihat menyadari kalau caca mencari danu


kamu nyari kakak ya? tanya bagas


caca hanya mengangguk


kamu marah sama kakak?


caca menggelengkan kepalanya


sayang.... kak danu masih takut ketemu kamu sayang, karena kakak merasa bersalah udah bikin kamu masuk rumah sakit....


kak danu enggak mau kejadian kemarin terulang lagi....


mata caca berkaca-kaca mendengar penjelasan dari bagas


akhirnya air mata yang caca tahan keluar....


caca pun yang tadi memandang bagas kita mengalihkan pandangannya menjadi melihat ke langit-langit ruangan rumah sakit dan berlahan caca memejamkan matanya sambil terus mengeluarkan air mata.....


caca berusaha menahan kesedihannya....


membuat kak danu seperti ini


padahal semua ini karena keegoisannya karena tidak mau kakaknya pergi


Ratna yang menyaksikan, langsung memandang bagas...


yah.... caca kenapa? lirih Ratna


cantika sayang kamu jangan bikin takut mamah sayang.... tangis Ratna pecah


namun bagas mengerti maksud caca,


Ratna, ayo kita keluar.... biarkan cantika istirahat... ajak bagas


tapi yah.... cantika.... ucap Ratna


enggak apa-apa bu ayo kita keluar..... ucap bagas menuntun Ratna untuk keluar ruangan....


danu yang tadinya menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya,


sontak mengarahkan wajahnya ke arah pintu


danu langsung seketika berdiri,


melihat bagas memapah Ratna yang menangis sesenggukan....


ada apa yah? ibu kenapa? ada apa dengan caca? yah jangan diem aja... caca kenapa.... bertubi-tubi pertanyaan danu lontarkan kepada bagas namu bagas hanya diam memasang ekspresi sedih....


danu yang melihatnya langsung sontak berlari ke dalam ruangan....


saat membuka pintu, danu melihat caca memejamkan matanya,


badan danu sontak kaku, lutut menjadi lemas tak punya tenaga.... mata danu berkaca-kaca...


pikiran danu sudah tidak karuan

__ADS_1


" enggak mungkin.... ini enggak mungkin.... "


batin danu sambil menggelengkan kepalanya dan air matanya pun akhirnya keluar


__ADS_2