
taksi yang caca tumpangi baru saja memasuki area kampus,
taksi yang di tumpangi berhenti di depan gerbang kampus,
makasih pak... ucap caca sambil memberikan ongkos taksi kepada bapak supir,
makasih.... ucap supir taksi
sama-sama pak... ucap caca
caca pun membuka pintu dan turun dari taksi lalu melangkah menuju gedung kampus...
dengan wajah yang terlihat pucat, caca terus melangkah masuk menahan rasa sakit yang ia rasa....
sampai akhirnya ia sampai di depan ruang kelas dan langsung masuk ke dalam ruangan...
teman-temannya yang melihat kedatangan caca langsung memanggilnya...
caca... panggil rita yang melihat kedatangan caca,
caca pun langsung melangkah ke tempat teman-temannya duduk...
akhirnya datang juga... ucap zaza
tumben ca telat datangnya, untungnya dosen belum masuk... ucap rita
macet... ucap caca berbohong
ooo... ucap zaza dan rita
andre yang melihat kedatangan caca merasa ada yang aneh dari caca,
begitu pun dengan dika yang menyadari akan keanehan itu...
dika dan andre pun saling berpandangan karena mereka sama-sama merasakan keanehan itu dan mencari jawaban atas apa yang mereka rasa.
aku rasa ada yang lain dari caca... ucap dika
sama aku juga ngerasain itu... ucap andre
kamu liat wajah dia enggak... ucap dika
iya, tapi kalau caca pakai bedak itu enggak mungkin kan... sejak kapan caca suka pakai make up gitu.... ucap andre
masa iya pucat kaya gitu... ucap dika
iya juga ya... ucap andre
dia pun agak pendiem dan senyumnya itu loh kaya di paksain... ucap dika
iya juga ya... ucap andre
dika dan andre terus memperhatikan caca yang terlihat aneh,
apa kita tanya aja ya... ucap andre
kamu kaya enggak tau caca aja, mana mau dia jujur, pasti jawabnya enggak apa-apa... ucap dika
iya juga... tuh anak kan keras kepala... ucap andre
kalau gitu kita awasi aja dia... takut terjadi apa-apa... ucap dika
setuju... ucap andre
andre dan dika pun terus melihat caca yang sedang mengobrol dengan zaza dan rita
tuh anak benar-benar ya, memaksakan diri... ucap dika yang terus memperhatikan caca
andre hanya diam sambil melihat caca...
tak lama dosen pun masuk ke dalam ruangan
pagi anak-anak.... sapa dosen
pagi pak... jawab semua mahasiswa
baik, kalau gitu bapak akan melanjutkan pembahasan materi kita yang pernah kita bahas di minggu lalu... masih ada sedikit yang belum sempat di bahas di minggu lalu, hari ini akan bapak selesaikan, setelah itu baru bapak akan memberikan materi baru... jelas dosen
baik pak... jawab semua mahasiswa
dosen pun memulai menjelaskan materi kuliah dan para mahasiswa semuanya dengan tenang mendengarkan dosen di depan dan mencatat poin-poin penting dari materi yang di berikan untuk bekal saat ujian nanti....
caca yang mengikuti kelas sedang tidak fokus karena sedang menahan sakit,
namun rita dan zaza tidak menyadari kondisi caca,
dika dan andre yang terus memperhatikan caca sepanjang pelajaran...
lihat tuh... ucap dika
melihat caca yang hanya tertunduk sambil menopang kepalanya...
andre langsung menoleh karena dika mengajak bicara,
andre pun melihat caca yang di beri tau dika...
tuh anak maksain banget, heran aku sama dia... ucap andre
kita awasi terus aja dia... ucap dika
iya... ucap andre
dua jam telah berlalu, mata kuliah hari ini telah berakhir,
baik lah anak-anak jam mata kuliah hari ini telah berakhir, kita akhiri sampai di sini... sampai jumpa minggu depan... ucap dosen
baik pak... ucap semua mahasiswa
dosen pun meninggalkan ruangan dengan di ikuti semua mahasiswa yang satu persatu meninggalkan ruang kelas,
__ADS_1
kantin yuk... ajak zaza
ayok... ucap rita
ayo ca... ajak zaza
caca pun mengangguk dan mengikuti zaza dan rita menuju kantin,
dika dan andre mengikuti dari belakang memperhatikan caca...
saat dalam perjalanan ke kantin,
caca mulai merasa enggak kuat menahan rasa sakitnya, caca merasa kepalanya berat dan pandangan caca mulai goyang apa lagi dengan melihat panasnya mata hari membuat caca tidak bisa membuka mata...
caca mulai berjalan dengan sempoyongan dan tertunduk karena pandangannya yang mulai kabur...
dan tiba-tiba caca tak sadarkan diri karena sudah tidak kuat menahan sakitnya,
sontak dika dan andre yang melihat caca sudah pingsan langsung menghampiri caca dan meraihnya...
caca bangun ca.... panggil dika dan andre
rita dan zaza pun langsung terduduk histeris sambil memanggil nama caca
dika langsung mengangkat caca dan membawanya ke ruang UKS dengan sedikit mempercepat langkahnya...
rita, zaza dan andre langsung mengikuti dika menuju UKS...
sampainya di UKS, dika langsung membaringkan caca di ranjang dan langsung di periksa oleh dokter jaga di kampus tersebut...
dika, andre, zaza, dan rita menunggu kabar dari dokter yang sedang memeriksa caca di luar ruangan.
caca kenapa... tanya rita panik dan sedih begitu pun dengan zaza
kalian emang enggak sadar kalau caca sakit... ucap dika
enggak tau... ucap rita dan zaza sedih
kalian teman seperti apa sampai tidak tau kalau teman kalian sakit... ucap andre
kenapa kalian berdua enggak kasih tau kita... ucap rita
harusnya kalian tau dengan melihat mukanya saja sudah ketauan dan sikapnya yang beda... ucap dika emosi.
maaf kita salah... ucap zaza
lain kali kalian itu harus peka dengan kondisi teman sendiri... ucap dika
sudah lah tidak usah di ributkan lagi, yang penting kondisi caca semoga tidak apa-apa... ucap andre menenangkan dika,
dika pun terduduk di kursi di depan ruangan UKS sambil menundukkan kepalanya karena merasa khawatir dengan caca
tenang dika jangan cemas, caca kuat... ucap andre menenangkan,
padahal andre sendiri pun merasa cemas dengan kondisi caca namun andre berusaha tenang...
aku faham kekhawatiran kamu, cuma kita harus tenang, jangan emosi, bukan kamu aja yang khawatir kita semua juga khawatir sama caca.... ucap andre mencoba menenangkan dika
tak lama dokter keluar dari ruangan UKS,
gimana dok kondisinya... tanya dika dan andre
teman kalian kelelahan dan ada gejala flu juga,
kondisinya drop seperti itu juga karena pemicu penyakit yang ia derita, maka dari itu teman kalian harus ada pengawasan dari orang tua dan orang sekitar yang dekat dengan dia, untuk lebih bisa menjaganya, tapi saat ini sudah normal karena saya sudah memberikan obat dan saat ini biarkan dia untuk istirahat.... jelas dokter
makasih dok, tapi kita bisa liat kedalam... ucap andre
bisa, tapi biarkan dia istirahat... ucap dokter
baik dok. makasih... ucap dika
kalau gitu saya permisi... ucap dokter kembali masuk ke dalam UKS dan melangkah menuju ruangannya...
dika, andre, rita dan zaza masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi caca,
di sana mereka melihat caca yang sedang tertidur...
rasa sedih menyelimuti mereka melihat caca terbaring lemah seperti itu...
apa kita harus memberi tau orang tuanya... tanya zaza
kita liat dulu kondisi caca saat ini, lagi pula kata dokter dia baik-baik saja.... ucap dika
baik lah... aku mau disini sama caca... ucap zaza
aku juga mau nemenin caca... ucap rita
aku tetap menunggu caca di sini hingga tau perkembangannya.... ucap dika
baiklah kita semua menunggu caca di sini... ucap andre
satu jam berlalu, namun caca belum juga sadar...
ko caca belum juga bangun ya... ucap rita
mungkin karena obat yang dikasih dokter tadi... ucap dika
mungkin saja... ucap rita
kita tunggu saja... ucap andre
baik lah... ucap zaza
kali ini mereka bolos dari mata kuliah ke dua karena menunggu caca di uks yang belum juga sadarkan diri...
mereka terus menunggu caca,
dan akhirnya caca pun siuman, setelah menunggu selama dua jam di uks....
__ADS_1
caca kamu sudah sadar... ucap rita yang melihat caca telah siuman,
dika, andre dan zaza langsung mendekat ke arah ranjang...
caca kamu enggak apa-apa... tanya andre
ada yang sakit enggak... ucap dika
andre tolong panggilkan dokter.. ucap dika lagi
andre pun langsung berlari menghampiri dokter yang berada di ruangan
caca kamu baik-baik aja kan... tanya rita
caca mengangguk tanpa bersuara
andre yang baru sampai di ruangan dokter, langsung berkata,
dok... teman saya sudah sadar... ucap andre
dokter pun langsung bergegas menuju ruang uks,
dengan di susul andre di belakangnya...
tak lama dokter memasuki ruangan uks dan langsung memeriksa caca...
rita, zaza, dika dan andre melihat caca yang sedang di periksa oleh dokter...
kondisi teman kalian sudah membaik, cuma masih harus tetap istirahat setelah sampai di rumah nanti... ucap dokter
makasih dok... ucap andre
sama-sama, kalau gitu saya permisi... ucap dokter langsung meninggalkan ruangan uks,
kalian dari tadi di sini... ucap caca
iya, kita nungguin kamu... ucap dika
kalian enggak kuliah... ucap caca
enggak ca... ucap zaza
gara-gara aku kalian ketinggalan kuliah... ucap caca
sudah, enggak usah di pikirin kita enggak masalah ko... yang penting kamu baik-baik aja... lain kali kalau sakit enggak usah maksain kuliah cantik.... ucap andre
maaf ya aku udah bikin susah kalian... ayo kita pulang... ucap caca
caca kamu sudah kuat untuk berjalan... tanya rita
aku sudah enakan ko... ucap caca
kamu jangan keras kepala, jangan bikin kita khawatir... ucap dika
maaf ya aku udah bikin cemas kalian... ucap caca
lain kali kamu bilang sama kita kalau kamu lagi sakit... ucap rita
aku cuma enggak mau bikin kalian khawatir... ucap caca
kami semua malah khawatir kalau kamu seperti ini ca... ucap dika emosi
dika tahan... ucap andre
dika pun keluar dari ruangan, karena merasa kesal
sudah ca, enggak usah di pikirin, dia cuma lagi khawatir sama kamu, nanti juga reda marahnya... ucap andre
iya aku ngerti ko... ucap caca
kalau gitu kamu kita antar pulang ya ca dan istirahat di rumah... ucap andre
makasih... ucap caca
enggak usah berterimakasih kita kan sahabat, sahabat itu harus saling batu... ucap andre
makasih kalian selalu ada buat aku... ucap caca
itu lah gunanya sahabat... kita kan sayang sama kamu... ucap zaza dan rita memeluk caca
ya udah yuk... ucap andre
caca pun berdiri dari ranjang dan berjalan dengan di tuntun oleh rita dan zaza keluar uks...
saat membuka pintu di sana ada dika yang sedang duduk...
caca mendekat ke arah di mana dika masih duduk diam,
aku minta maaf ya.... jangan marah lagi... ucap caca
aku enggak marah ko... maaf kalau aku tadi bicara kasar aku cuma takut kamu kenapa-kenapa... ucap dika
makasih... udah khawatir sama aku, aku janji enggak akan gini lagi... ucap caca menyodorkan jari kelingking
dika yang melihat langsung memandang caca
ayolah jangan marah lagi... ucap andre
iya baikan dong... ucap zaza dan rita
dika pun tersenyum dan meraih kelingking caca
asik... sekarang kita selalu sama-sama... ucap zaza
ya udah sekarang ayo kita anterin caca pulang... ucap andre
ayo... ucap zaza dan rita
mereka pun meninggalkan kampus dan mengantar caca ke rumahnya,
__ADS_1