
caca dan danu yang berada di dalam mobil sudah meninggalkan kampus,
suasana di dalam mobil begitu hening,
danu fokus mengemudi mobil,
caca hanya diam tanpa kata, yang sesekali melirik danu,
danu menyadari bahwa adiknya sedang memperhatikannya,
kenapa melihat kakak seperti itu? memangnya ada yang aneh sama muka kakak? ucap danu sambil fokus melihat ke depan
caca yang mendengar ucapan danu langsung melihat danu dan berkata,
tidak, cuma pengen liat aja... ucap caca
baru juga kakak tinggal beberapa hari kamu sudah aneh seperti itu... ucap danu
aneh? aneh gimana kakak... ucap caca
ya itu dari tadi ngeliatin kakak terus tapi enggak ngomong apa-apa, memangnya enggak kangen sama kakak ya... ucap danu
kaya mimpi, ya kangen lah masa enggak... ucap caca
mendengar ucapan caca, danu pun langsung mencubit pipi caca,
aduh sakit, kakak ko malah cubit pipi caca seh.... ucap caca ngambek manja,
bukannya tadi kamu bilang kaya mimpi, sakit kan kakak cubit, jadi ini mimpi bukan... ucap danu
iya deh percaya ini bener kakak... ucap caca
danu tersenyum melihat sikap adiknya yang menggemaskan,
oh ya kakak, ayah sama ibu tau kakak pulang... ucap caca
tau... ucap danu
jadi cuma caca aja yang enggak tau kakak pulang... ucap caca
iya sayang, soalnya kakak yang minta merahasiakan kepulangan kakak, kakak mau ngasih kamu kejutan... ucap danu
memangnya urusan kakak sudah selesai di bandung.. ucap caca
sudah... ucap danu
jadi kakak tetap di sini kan, enggak pergi lagi... ucap caca
iya sayang, kakak tetap di sini nemenin kamu... ucap danu
seriusan kak... ucap caca dengan wajah berseri
iya sayang... ucap danu
asik asik asik... jadi caca enggak akan sendirian lagi... ucap caca
danu tersenyum sambil membelai kepala caca dengan lembut,
setelah mengobrol panjang lebar, danu pun fokus kembali pada jalan dan caca terus memandang danu dengan bahagia,
mau sampai kapan kamu mau memandang kakak seperti itu... ucap danu
kapan pun... ucap caca tersenyum sambil terus memandang danu
danu pun tak berkata apa pun membiarkan caca memandanginya,
hingga akhirnya mereka pun telah sampai di rumah dan danu pun telah memarkirkan mobilnya,
saat danu mau turun dari mobil dan melihat ke arah caca, caca masih memandanginya dengan tersenyum,
sayang ayo turun, kamu mau di sini... ucap danu
iya iya caca turun... ucap caca
caca pun turun dari mobil, begitu pun dengan danu,
mereka langsung masuk ke dalam rumah,
saat di depan pintu caca dan danu di sambut oleh bibi jum,
den danu non caca sudah pulang... ucap bibi jum
iya bibi... ucap danu
den danu non caca makan siang sudah saya siapkan, mau langsung makan... ucap bibi
iya bibi siapkan saja, saya sama caca mau bersih-bersih dulu baru makan... ucap danu
baik den, kalau gitu saya permisi... ucap bibi jum
bibi jum langsung menuju dapur untuk mempersiapkan semuanya,
ayo... ucap danu mengajak caca
danu dan caca pun meninggalkan ruang tamu dan masuk ke dalam kamar masing-masing,
caca yang sudah masuk ke dalam kamarnya langsung meletakkan tas di atas meja belajar dan menjatuhkan badannya di atas kursi santainya,
caca teringat dengan eko yang katanya akan menelponnya,
caca pun mengambil ponselnya dan membuka buka ponselnya namun sampai saat ini eko sama sekali tak memberi kabar pada caca,
kenapa kak eko belum ada nelpon juga ya? apa dia masih sibuk... ucap caca seorang diri
apa aku telpon aja ya? ucap caca berpikir
ah tapi enggak, nanti malah ganggu lagi... ucap caca meletakkan ponselnya kembali
em... atau aku kirim pesan aja ya.. ucap caca berpikir kembali
iya deh kirim pesan aja mungkin enggak apa-apa kalau aku cuma ngirim satu pesan aja... ucap caca yakin, caca pun langsung mengambil ponselnya kembali dan mengirim pesan pada eko,
ting... satu notifikasi masuk di ponsel eko,
eko melihat ke layar ponselnya di sana tertulis " sayangku "
namun merasa malas untuk membuka pesan,
eko yang masih berada di ruang praktek kampus, sedang bersama teman-teman nya sedang menyelesaikan tugas praktek bersama namun eko sedang tidak fokus karena memikirkan kejadian tadi yang ia lihat di depan pintu gedung kampus,
eko merasa cemburu dengan sikap caca terhadap danu,
siapa laki-laki tadi yang bersama caca, mengapa begitu mesra... ucap eko dalam batinnya,
eko memang belum pernah bertemu danu makan dari itu eko tidak tau kalau itu kakaknya caca yang pernah caca ceritakan padanya,
danu pun dengan malas meraih ponselnya dan membuka pesan dari caca,
sayangku :
__ADS_1
kakak, sedang apa? apa kakak masih sibuk?
caca sudah sampai di rumah
maaf kalau caca menganggu kakak?
setelah membaca pesan caca, eko pun membalas pesan caca dengan rasa sakit hati
ting... satu notifikasi masuk ke ponsel caca
caca langsung membuka pesan dari eko
kakak eko :
maaf sayang, kakak masih di kampus mengerjakan tugas praktek sama teman-teman kakak,
nanti kalau sudah selesai, kakak langsung kabarin kamu
caca yang sudah membaca pesan eko pun langsung meletakkan ponselnya, ada rasa kecewa namun caca harus mengerti dengan kondisi eko,
caca pun bangkit dari duduknya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih dan menganti pakaian,
danu yang berada di kamarnya sedang menata dan merapihkan barang-barang yang ia bawa dari bandung, karena mulai hari ini danu ada menetap di kotanya dan mencari pekerjaan di kota ini, karena sekarang ini danu hanya ingin dekat dengan keluarga tersayangnya dan selalu ada waktu untuk keluarga termasuk caca yang selalu ia khawatirkan selama danu berada di bandung kemarin,
setelah selesai merapihkan barang-barang nya danu pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya,
caca yang sudah keluar dari kamar mandi dan menganti baju langsung keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan untuk makan siang yang sudah di siapkan oleh bibi jum,
sampainya di ruang makan, caca tidak melihat kak danu,
caca pun duduk seorang diri di meja makan,
tak lama bibi jum muncul,
caca yang melihat pun langsung berkata,
bibi kak danu belum keluar ya... ucap caca
belum non... ucap bibi jum
sini bibi ambilkan... ucap bibi jum melayani caca
tak lama danu pun muncul,
duh udah makan duluan aja... ucap danu yang langsung duduk dan makan bersama caca
kok kakak baru keluar... ucap caca
tadi kakak habis merapihkan barang dulu... ucap danu
ooo... ucap caca
makasih bibi... ucap caca pada bibi jum yang telah mengambilkannya makanan,
sama-sama non... ucap bibi jum
setelah melayani caca, lalu bibi jum pun melayani danu,
makasih ya bibi... ucap danu
sama-sama den,.. ucap bibi jum
bibi jum telah selesai melayani danu dan caca, bibi jum pun berpamitan meninggalkan ruang makan dan melanjutkan pekerjaan yang lainnya,
den danu non caca bibi permisi dulu... ucap bibi jum meninggalkan meja setelah melayani caca dan danu,
danu dan caca pun makan siang bersama,
baik-baik aja kakak... ucap caca
bagus lah kalau semuanya lancar... ucap danu
terus gimana dengan pacar kamu apa sudah ada kabar... ucap danu
soal itu, tadi caca ketemu dia di kampus dan kita ngobrol bentar, soalnya dia sibuk... ucap caca
sabar ya sayang... ucap danu
tapi, dia aneh kak... ucap caca
aneh kenapa sayang... ucap danu
tadi waktu caca mengirim pesan sama dia, sepertinya dia sedang menghindar dari caca... ucap caca
maksud kamu menghindar gimana? ucap danu
ya, kaya nyari alasan gitu... katanya dia sibuk, padahal waktu di kampus dia janji mau nelpon caca... ucap caca
mungkin dia memang sedang sibuk sayang... ucap danu mencoba membuat caca berpikiran positif
mungkin... ucap caca
caca pun melanjutkan makannya yang belum habis,
begitu pun dengan danu yang juga melanjutkan menghabiskan makanannya,
bagas dan ratna hari ini pun berencana untuk pulang lebih awal dari biasanya karena mereka tau kepulangan danu,
ratna yang berada di restoran sudah bersiap akan pulang ke rumah,
namun masih ada sedikit pekerjaan yang harus ratna selesaikan lebih dulu, maka ratna pun menyelesaikan pekerjaannya,
bagas pun yang sudah berada di toko sudah bersiap untuk pulang, namun sebelum pulang bagas mengontrol keadaan di sana dan mengecek pembukuan, bagas pun menyelesaikan pekerjaan lebih cepat,
caca dan danu yang sudah selesai makan, langsung meninggalkan meja makan,
bibi jum pun merapihkan meja makan,
caca yang langsung masuk ke dalam kamarnya duduk di kursi santainya,
begitu pun dengan danu yang masuk ke dalam kamarnya untuk mengistirahatkan badannya karena merasa lelah,
hari yang sudah beranjak sore,
bibi jum sudah sibuk menyapu halaman seperti biasa dan menyiram tanaman,
ratna dan bagas sudah sampai di rumah,
bibi jum melihat kedatangan majikannya dan menghampiri,
tuan nyonya sudah sampai... ucap bibi jum
bibi anak-anak mana? ucap ratna
ada di kamarnya nyonya... ucap bibi jum
kalau gitu saya masuk dulu... ucap ratna
baik nyonya... ucap bibi jum
__ADS_1
ratna dan bagas pun masuk ke dalam rumah,
bibi jum pun melanjutkan kembali pekerjannya,
saat ratna dan bagas masuk ke dalam rumah, suasana rumah sepi,
ayah ko sepi ya... ucap ratna
mungkin mereka sedang tidur bu... ucap bagas
mungkin aja... ucap ratna
ya sudah biarin aja mereka istirahat, ayo kita ke kamar bersih-bersih... ucap bagas
iya ayo.. ucap ratna
bagas dan ratna pun masuk ke dalam kamarnya dan bersih-bersih
hari yang sudah semakin sore,
ratna dan bibi jum sudah sibuk di dapur sedang memasak untuk hidangan makan malam,
bibi, tadi anak-anak pulang jam berapa? ucap ratna yang sedang memasak,
siang nyonya, seperti biasa non caca pulang... ucap bibi jum
ooo... berarti mereka langsung pulang... ucap ratna
bibi jum dan ratna pun melanjutkan memasaknya kembali,
sedangkan bagas sudah berada di ruang tv menonton acara tv seorang diri,
danu dan caca sudah bangun dari tidurnya,
danu yang sudah mandi langsung keluar dari kamarnya,
danu melangkah ke dapur,
sampainya di dapur,
ibu... ucap danu memanggil
iya nak, sudah bangun, sebentar ya makan malam segera siap... ucap ratna
iya bu, ayah sudah pulang... ucap danu bertanya
sudah nak, ayah ada di ruang tv,.. ucap ratna
kalau gitu, danu nyamperin ayah dulu ya bu... ucap danu
iya nak... ucap ratna yang masih sibuk memasak
danu pun meninggalkan dapur dan menuju ke ruang tv untuk menemui bagas,
sampainya di ruang tv, danu langsung duduk,
ayah... ucap danu
sudah bangun... ucap bagas
iya yah... ucap danu
bagaimana perjalanan kamu tadi... ucap bagas
lancar yah tidak ada kendala... ucap danu
syukurlah kalau seperti itu... jadi apa rencana kamu sekarang... ucap bagas
untuk saat ini danu mau istirahat dulu yah di rumah sambil mencari pekerjaan... ucap danu
ooo... seperti itu, kamu atur saja mana yang terbaik... ucap bagas
iya yah... ucap danu
danu dan bagas pun melanjutkan kembali menonton tv nya sambil menunggu makan malam siap,
tak lama caca pun muncul di ruang tv,
caca langsung duduk samping danu dan memeluk lengan danu,
ada apa sayang... ucap danu merasa aneh dengan sikap caca, begitu pun dengan bagas,
iya kamu kenapa ca... ucap bagas
enggak apa-apa mau seperti ini aja... ucap caca
bagas hanya menggelengkan kepalanya,
danu pun membiarkan adiknya yang bersikap manja,
mereka pun menonton tv,
hari sudah malam,
ratna dan bibi jum yang berada di dapur, sudah siap memasak dan sudah di sajikan di atas meja,
akhirnya selesai juga... ucap ratna
bibi saya mau memanggil bapak sama anak-anak dulu, tolong bibi siapkan yang lainnya... ucap ratna
baik nyonya... ucap bibi jum
ratna pun meninggalkan ruang makan dan menuju ruang tv,
bibi jum kun menyiapkan perlengkapan lainnya,
sampainya di ruang tv,
ayo kita makan... makan malam sudah siap... ucap ratna
iya bu... ucap bagas
ayo... ucap danu pada caca
mereka pun menuju ruang makan bersama,
sampainya di meja makan, mereka langsung duduk bersama, bibi jum yang masih berada di meja makan sudah mempersiapkan keperluan makan bagas, ratna, caca dan danu,
ayo makan... ucap bagas
ayo nak, makan... ucap ratna pada danu
iya bu... ucap danu
ayo sayang... ucap ratna pada caca
bibi jum pun mulai melayani bagas, ratna, caca dan danu makan,
setelah selesai melayani, bibi jum pun kembali ke belakang melakukan pekerjaan lainnya,
__ADS_1
bagas, ratna, caca dan danu sudah mulai makan, mereka pun menikmati kebersamaan mereka malam ini, karena mulai sekarang keluarga mereka sudah berkumpul karena danu akan tetap berada di kota ini,
canda tawa serta kebahagian melengkapi makan malam mereka, membuat suasana malam ini menjadi hangat,