Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
49


__ADS_3

setelah turun dari pesawat mereka langsung menuju pengambilan bagasi, setelah menunggu beberapa menit di pengambilan bagasi,


bagas pun telah selesai mengambil koper-koper, bagas langsung melangkah mendekat ke arah Ratna dan caca yang sedang duduk sambil menunggu bagas selesai mengambil bagasi....


sudah yah... ucap Ratna


sudah, yuk... ucap bagas


caca, bagas, Ratna keluar dari pintu kedatangan


melihat suasana yang padat dengan orang-orang yang menjemput....


Ratna melihat ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan danu...


caca yang menyadarinya langsung bertanya,


kenapa bu.... ucap caca


ini lagi nunggu jemputan nak.... ibu pesan mobil untuk ke Bandung.... ucap Ratna bohong


ooo.... gitu.... belum datang kali bu.... ucap caca


ya sudah tunggu aja kalau gitu.... ucap bagas


iya kita tunggu aja mungkin macet.... ucap Ratna


coba ibu cek sudah sampai mana.... ucap caca


tadi sih ibu tanya katanya susah nyampe bandara, tapi ko belum ada... ucap Ratna


ya udah tungguin aja.... ucap bagas


caca pun kembali sibuk mendengarkan musik sambil menunggu mobil jemputan yang dimaksud datang...


enggak lama kemudian dari kejauhan munculah sosok laki-laki berbadan tegap, tinggi menjulang, putih berparas tampan.... dengan menutupi mukanya dengan masker dan topi melangkah mendekat ke arah bagas, ratna dan caca....


danu yang sedang menyamar demi memberi kejutan pada adiknya....


danu melangkah mendekat ke arah ayah, ibu dan adiknya yang sudah menunggu...


sampailah danu yang menyamar itu dihadapan mereka...


permisi.... apa betul ini dengan keluarga bapak bagas yang memesan mobil.... ucap danu dengan menyamarkan suaranya


seketika Ratna, bagas, caca melihat ke arah sumber suara....


Ratna dan bagas sadar akan sosok supir tersebut hanya tersenyum... langsung mengiyakan perkataan danu...


iya betul.... ucap bagas


maaf bapak sekeluarga sudah lama menunggu... ucap danu


oh tidak apa-apa, belum lama menunggu juga... ucap bagas


kalau begitu mari... ucap danu mengajak bagas, Ratna dan caca menuju mobil


caca masih dengan mode diam namun memperhatikan supir tersebut dengan aneh karena berpenampilan serba tertutup dan seakan caca tidak asing dengan orang itu yang menjadi supir tersebut yang akan mengantarkan mereka ke Bandung...


namun caca tidak buka suara, hanya memperhatikan supir itu dari atas sampai bawah karena caca merasa belum yakin...


namun caca kenal dengan bau parfum yang di pakai supir tersebut, sama persis dengan parfum kak danu,


danu sadar akan caca yang sedang memperhatikan dirinya dengan curiga, namun danu berusaha untuk tenang... dan bersikap seperti supir pada umumnya

__ADS_1


saya yang akan mengantarkan keluarga bapak sampai tujuan.... ucap supir itu


baik.... kalau gitu.... ucap bagas


mari pak.... mobilnya ada di sebelah sana...ucap supir itu yang berjalan di depan sambil mendorong troli yang berisi koper-koper


caca terus memperhatikan supir itu dan tiba-tiba caca merasa yakin dengan sosok supir tersebut adalah kak danu...


caca pun langsung bersuara.... menghentikan langkah mereka


tunggu..... Tiba-tiba caca buka suara dengan memperhatikan supirnya


Ratna, bagas, danu seketika menghentikan langkahnya


kenapa sayang.... ucap Ratna


iya ada apa ca.... tanya bagas


kamu kenapa seh sayang... ucap ratna


danu yang sudah menyadari bahwa adiknya sudah curiga akan dirinya langsung membenarkan masker dan topi agar caca tidak mengenalinya....


caca hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Ratna dan bagas namun caca melangkah mendekat ke arah danu...


caca memperhatikan supirnya lebih dekat dan teliti


caca makin yakin kalau supir itu adalah kakaknya, karena gaya yang sama persis dengan danu...


Ratna dan bagas hanya tersenyum ternyata caca mencurigai supir rental yang di pesan oleh orang tuanya


liat yah.... ucap Ratna


iya bu... caca pasti mengenali kakaknya.... ucap bagas


apa tidak akan terjadi apa-apa yah.... ucap Ratna


danu itu yang sudah di tatap hanya diam dan tersenyum tipis di balik maskernya


bisa nunduk sedikit..... ucap caca


ada apa ya.... ucap danu


udah nunduk aja.... ucap caca


caca memintanya nunduk


karena danu memang lebih tinggi dari caca.


danu pun menuruti kemauan caca...


danu pun menunduk dan mensejajarkan dengan caca


setelah berdiri sejajar caca langsung membuka topi dan masker danu,


tebakan caca benar, caca pun yang merasa kesal langsung memukuli dada danu... namun danu pasrah di pukul oleh caca


jahat.... jahat.... dasar pembohong.....ucap caca kesal dan menangis


pembohong.... pembohong.... aku benci kakak.... aku benci kakak.... kakak itu nyebelin.... ucap caca yang masih terus memukul danu


Ratna dan bagas hanya menjadi penonton di sana,


yah... ucap Ratna yang khawatir karena caca yang emosi

__ADS_1


tidak apa-apa bu... ucap bagas


kalau caca kumat gimana? ucap Ratna


tenang aja, enggak akan terjadi apa-apa... ucap bagas


danu yang merasa tidak tega langsung memeluk caca....


maafin kakak sayang.... ucap danu


kakak jahat sama caca.... ucap caca yang menangis di pelukan danu sambil membenamkan mukanya di dada danu


maaf sayang kakak enggak bermaksud bikin kamu marah, kakak cuma mau ngasih kejutan sama kamu...


udah dong jangan nangis lagi, masih benci sama kakak.... ucap danu sambil menghapus air mata caca


caca memeluk danu dan menggelengkan kepalanya


caca kangen sama kakak.... ucap caca manja


kakak juga kangen sayang sama kamu, kangen banget malah.... ucap danu


benar.... ucap caca


iya sayang, kalau kakak enggak kangen sama kamu, ngapain kakak bela-belain jemput ke sini dan liburan bareng adik kakak yang manja ini.... ucap danu yang mencubit hidung adiknya


benar kakak mau liburan bareng kita.... ucap caca senang


iya sayang.... jawab danu sambil mencubit pipi caca dengan lembut


asik..... ucap caca dengan senang


jangan nangis lagi ya... kalau gitu ayo kita pulang... ucap danu


iya kak... ayo.... ucap caca


Ratna dan bagas yang melihat anak-anaknya merasa bahagia...


ayo ayah ibu kita pulang... ucap bagas


mereka pun menuju parkiran...


dalam perjalanan menuju ke Bandung, caca selalu manja dengan danu.....


kak....panggil caca


iya.....jawab danu


ngapain coba kakak nyamar kaya tadi.... ucap caca


kakak mau ngasih kejutan ke kamu.... ucap danu


Oh ya ko kamu bisa tau kalau tadi itu kakak seh.... ucap danu lagi


tau lah.... lain kali kalau mau nyamar itu yang niat jangan setengah-setengah gitu ya ketauan lah.... ucap caca


maksudnya.... ucap danu bingung


iya lah... gimana enggak ketauan.... parfum enggak di ganti, gaya nya sama.... cuma gaya bicaranya aja yang di rubah... ucap caca


danu hanya tersenyum dan terdiam mendengar penjelasan caca, karena caca sangat hafal dengan wangi parfum danu dan gaya danu


adik kakak memang pintar... ucap danu mengelus kepala caca

__ADS_1


caca pun tersenyum


sedangkan Ratna hanya tersenyum melihat kelakuan anak-anaknya...


__ADS_2