
setelah turun dari pesawat mereka langsung menuju pengambilan bagasi, setelah menunggu beberapa menit di pengambilan bagasi,
bagas pun telah selesai mengambil koper-koper, bagas langsung melangkah mendekat ke arah Ratna dan caca yang sedang duduk sambil menunggu bagas selesai mengambil bagasi....
sudah yah... ucap Ratna
sudah, yuk... ucap bagas
caca, bagas, Ratna keluar dari pintu kedatangan
melihat suasana yang padat dengan orang-orang yang menjemput....
Ratna melihat ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan danu...
caca yang menyadarinya langsung bertanya,
kenapa bu.... ucap caca
ini lagi nunggu jemputan nak.... ibu pesan mobil untuk ke Bandung.... ucap Ratna bohong
ooo.... gitu.... belum datang kali bu.... ucap caca
ya sudah tunggu aja kalau gitu.... ucap bagas
iya kita tunggu aja mungkin macet.... ucap Ratna
coba ibu cek sudah sampai mana.... ucap caca
tadi sih ibu tanya katanya susah nyampe bandara, tapi ko belum ada... ucap Ratna
ya udah tungguin aja.... ucap bagas
caca pun kembali sibuk mendengarkan musik sambil menunggu mobil jemputan yang dimaksud datang...
enggak lama kemudian dari kejauhan munculah sosok laki-laki berbadan tegap, tinggi menjulang, putih berparas tampan.... dengan menutupi mukanya dengan masker dan topi melangkah mendekat ke arah bagas, ratna dan caca....
danu yang sedang menyamar demi memberi kejutan pada adiknya....
danu melangkah mendekat ke arah ayah, ibu dan adiknya yang sudah menunggu...
sampailah danu yang menyamar itu dihadapan mereka...
permisi.... apa betul ini dengan keluarga bapak bagas yang memesan mobil.... ucap danu dengan menyamarkan suaranya
seketika Ratna, bagas, caca melihat ke arah sumber suara....
Ratna dan bagas sadar akan sosok supir tersebut hanya tersenyum... langsung mengiyakan perkataan danu...
iya betul.... ucap bagas
maaf bapak sekeluarga sudah lama menunggu... ucap danu
oh tidak apa-apa, belum lama menunggu juga... ucap bagas
kalau begitu mari... ucap danu mengajak bagas, Ratna dan caca menuju mobil
caca masih dengan mode diam namun memperhatikan supir tersebut dengan aneh karena berpenampilan serba tertutup dan seakan caca tidak asing dengan orang itu yang menjadi supir tersebut yang akan mengantarkan mereka ke Bandung...
namun caca tidak buka suara, hanya memperhatikan supir itu dari atas sampai bawah karena caca merasa belum yakin...
namun caca kenal dengan bau parfum yang di pakai supir tersebut, sama persis dengan parfum kak danu,
danu sadar akan caca yang sedang memperhatikan dirinya dengan curiga, namun danu berusaha untuk tenang... dan bersikap seperti supir pada umumnya
__ADS_1
saya yang akan mengantarkan keluarga bapak sampai tujuan.... ucap supir itu
baik.... kalau gitu.... ucap bagas
mari pak.... mobilnya ada di sebelah sana...ucap supir itu yang berjalan di depan sambil mendorong troli yang berisi koper-koper
caca terus memperhatikan supir itu dan tiba-tiba caca merasa yakin dengan sosok supir tersebut adalah kak danu...
caca pun langsung bersuara.... menghentikan langkah mereka
tunggu..... Tiba-tiba caca buka suara dengan memperhatikan supirnya
Ratna, bagas, danu seketika menghentikan langkahnya
kenapa sayang.... ucap Ratna
iya ada apa ca.... tanya bagas
kamu kenapa seh sayang... ucap ratna
danu yang sudah menyadari bahwa adiknya sudah curiga akan dirinya langsung membenarkan masker dan topi agar caca tidak mengenalinya....
caca hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Ratna dan bagas namun caca melangkah mendekat ke arah danu...
caca memperhatikan supirnya lebih dekat dan teliti
caca makin yakin kalau supir itu adalah kakaknya, karena gaya yang sama persis dengan danu...
Ratna dan bagas hanya tersenyum ternyata caca mencurigai supir rental yang di pesan oleh orang tuanya
liat yah.... ucap Ratna
iya bu... caca pasti mengenali kakaknya.... ucap bagas
apa tidak akan terjadi apa-apa yah.... ucap Ratna
danu itu yang sudah di tatap hanya diam dan tersenyum tipis di balik maskernya
bisa nunduk sedikit..... ucap caca
ada apa ya.... ucap danu
udah nunduk aja.... ucap caca
caca memintanya nunduk
karena danu memang lebih tinggi dari caca.
danu pun menuruti kemauan caca...
danu pun menunduk dan mensejajarkan dengan caca
setelah berdiri sejajar caca langsung membuka topi dan masker danu,
tebakan caca benar, caca pun yang merasa kesal langsung memukuli dada danu... namun danu pasrah di pukul oleh caca
jahat.... jahat.... dasar pembohong.....ucap caca kesal dan menangis
pembohong.... pembohong.... aku benci kakak.... aku benci kakak.... kakak itu nyebelin.... ucap caca yang masih terus memukul danu
Ratna dan bagas hanya menjadi penonton di sana,
yah... ucap Ratna yang khawatir karena caca yang emosi
__ADS_1
tidak apa-apa bu... ucap bagas
kalau caca kumat gimana? ucap Ratna
tenang aja, enggak akan terjadi apa-apa... ucap bagas
danu yang merasa tidak tega langsung memeluk caca....
maafin kakak sayang.... ucap danu
kakak jahat sama caca.... ucap caca yang menangis di pelukan danu sambil membenamkan mukanya di dada danu
maaf sayang kakak enggak bermaksud bikin kamu marah, kakak cuma mau ngasih kejutan sama kamu...
udah dong jangan nangis lagi, masih benci sama kakak.... ucap danu sambil menghapus air mata caca
caca memeluk danu dan menggelengkan kepalanya
caca kangen sama kakak.... ucap caca manja
kakak juga kangen sayang sama kamu, kangen banget malah.... ucap danu
benar.... ucap caca
iya sayang, kalau kakak enggak kangen sama kamu, ngapain kakak bela-belain jemput ke sini dan liburan bareng adik kakak yang manja ini.... ucap danu yang mencubit hidung adiknya
benar kakak mau liburan bareng kita.... ucap caca senang
iya sayang.... jawab danu sambil mencubit pipi caca dengan lembut
asik..... ucap caca dengan senang
jangan nangis lagi ya... kalau gitu ayo kita pulang... ucap danu
iya kak... ayo.... ucap caca
Ratna dan bagas yang melihat anak-anaknya merasa bahagia...
ayo ayah ibu kita pulang... ucap bagas
mereka pun menuju parkiran...
dalam perjalanan menuju ke Bandung, caca selalu manja dengan danu.....
kak....panggil caca
iya.....jawab danu
ngapain coba kakak nyamar kaya tadi.... ucap caca
kakak mau ngasih kejutan ke kamu.... ucap danu
Oh ya ko kamu bisa tau kalau tadi itu kakak seh.... ucap danu lagi
tau lah.... lain kali kalau mau nyamar itu yang niat jangan setengah-setengah gitu ya ketauan lah.... ucap caca
maksudnya.... ucap danu bingung
iya lah... gimana enggak ketauan.... parfum enggak di ganti, gaya nya sama.... cuma gaya bicaranya aja yang di rubah... ucap caca
danu hanya tersenyum dan terdiam mendengar penjelasan caca, karena caca sangat hafal dengan wangi parfum danu dan gaya danu
adik kakak memang pintar... ucap danu mengelus kepala caca
__ADS_1
caca pun tersenyum
sedangkan Ratna hanya tersenyum melihat kelakuan anak-anaknya...