Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
119


__ADS_3

ratna dan bagas sedang berada di kamar begitu pun dengan caca mereka pun sedang bersiap karena ingin mengantarkan danu ke bandara...


danu yang berada di kamar cukup lama,


juga sedang bersiap-siap dan memandangi setiap sudut kamarnya,


danu akan rindu dengan kamarnya, setelah kembali ke bandung dan danu pun akan rindu dengan adiknya juga pada kedua orang tuanya,


serta rindu akan masakan rumah,


danu yang sudah siap berangkat langsung keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu...


sampainya di ruang tamu danu meletakkan tas ranselnya dan duduk,


mang ujang pun menghampiri danu...


mau berangkat ke karang den... ucap mang ujang


iya mang tunggu ayah, ibu dan caca yang masih siap-siap... ucap danu


baik den... ucap mang ujang meninggalkan danu


beberapa menit kemudian...


muncullah caca di ruang tamu yang sudah siap,


kakak.... ucap caca yang langsung duduk di samping caca dan memeluk danu,


ada apa sayang... ucap danu


tidak hanya mau seperti ini sebelum kakak pergi... ucap caca


danu membiarkan adiknya memeluknya lalu tersenyum dan memeluk caca tanpa berkata apa-apa,


kakak... cepat pulang ya... ucap caca


iya kakak pasti akan cepat pulang, tunggu kakak ya... ucap danu


iya kak... ucap caca


kamu disini jaga kesehatan kamu, jangan bikin ayah dan ibu khawatir ya... selama kakak enggak ada kamu harus jagain ayah dan ibu di sini... ucap danu


iya kak... ucap caca


tak lama bagas dan ratna muncul,


sudah siap... ucap ratna


sudah bu... ucap danu


caca mau sampai kapan kamu seperti itu, kalau kamu peluk terus gimana kakak mau pergi... ucap ratna yang melihat caca terus menempel dengan danu


tidak apa bu... ucap danu


tuh kan kakak aja bilang enggak apa-apa... ucap caca


dasar kamu ya, kenapa enggak ikut aja sekalian sama kakak... ucap ratna


boleh bu... ucap caca semangat


kamu ya... ucap ratna


caca pun tertawa,


sudah ayo kita berangkat, nanti telat lagi... ucap bagas


bibi... panggil ratna


bibi jum yang mendengar langsung berlari ke ruang tamu,


iya nyonya... ucap bibi jum


bibi kita berangkat dulu ya... ucap ratna


iya nyonya... ucap bibi jum


danu pun berdiri dari duduknya dan berpamitan pada bibi jum,


bibi danu pamit ya, danu titip caca, ayah sama ibu... bibi juga baik-baik ya di sini... ucap danu berpamitan


iya den, hati-hati di jalan semoga selamat sampai tujuan... ucap bibi jum


makasih bibi... ucap danu


danu pun mengambil ranselnya dan melangkah keluar, caca pun berdiri dari duduknya dan melangkah keluar, namun caca tetap menggandeng lengan danu,


bagas dan ratna mengikuti dari belakang...


sampainya di depan,


berangkat sekarang den... ucap mang ujang pada danu

__ADS_1


iya mang... ucap danu


mang ujang pun langsung menaiki mobil dan menghidupkannya,


bibi jum sudah berada di depan gerbang,


danu, caca, bagas dan ratna pun naik ke dalam mobil,


mang ujang pun menjalankan mobilnya meninggalkan rumah,


bibi jum pun kembali menutup pintu gerbang dan menguncinya...


bibi jum pun kembali ke dalam rumah melanjutkan pekerjaannya...


dalam perjalanan menuju bandara,


caca tetap menempeli danu,


danu pun membiarkan adiknya manja manja padanya karena setelah keberangkatannya nanti, tidak ada lagi yang akan manja padanya...


danu tidak ada yang ketinggalan... ucap bagas


em... tidak ada yah, semuanya sudah danu bawa... ucap danu


bagus lah kalau begitu... ucap bagas


ada yang lupa... ucap ratna secara tiba-tiba


gimana sih ibu ini, apa yang lupa... ucap bagas


ini... lupa di bungkus... ucap ratna menunjuk caca


ih ibu apaan seh... ucap caca


hahahaha.... semua orang yang ada di dalam mobil tertawa


ayah kira apa... ucap bagas


habis liat aja tingkahnya dari tadi... ucap ratna


sudah lah bu biarkan saja... ucap bagas


enggak apa-apa bu... ucap danu


kasian kakak kamu dek, pasti capek kamu tempel terus seperti itu dari tadi... ucap ratna


enggak mau caca mau kaya gini... ucap caca manja


wajar saja manja nyonya, non caca kan sebentar lagi mau di tinggal lagi sama den danu... ucap mang ujang


kamu ya... ucap ratna pada caca


caca hanya tersenyum penuh kemenangan, ratna pun hanya bisa pasrah...


beberapa jam kemudian, sampailah mereka di bandara,


mang ujang langsung turun dari mobil dan menurunkan barang di bagasi mobil,


ratna, caca, danu dan bagas pun turun dari mobil,


maaf tuan, saya tinggal parkir mobil dulu... ucap mang ujang


iya mang... ucap bagas


mang ujang pun naik ke dalam mobilnya namun belum sempat masuk, danu memanggil,


mang ujang... ucap danu


iya den... ucap mang ujang menghentikan langkahnya,


danu pamit ya mang, mang ujang baik-baik di sini, tolong titip ayah, ibu dan caca ya mang... ucap danu


iya den... den danu hati-hati di jalan... ucap mang ujang


iya mang... makasih... ucap danu


kalau gitu mang ujang permisi den mau parkir... ucap mang ujang


iya mang... ucap danu


mang ujang pun masuk ke dalam mobil dan memarkirkan mobil di tempat parkir,


mau langsung masuk danu... ucap bagas


sebentar lagi yah, masih ada waktu... ucap danu melihat jam di tangannya,


kalau begitu tunggu di dalam saja... ucap bagas


ayo yah... ucap ratna


bagas, ratna dan caca mengantar danu ke dalam bandara sambil menunggu registrasi penumpang...

__ADS_1


beberapa menit kemudian, waktunya danu berangkat,


danu pun berpamitan pada ratna bagas dan caca...


ayah, ibu sudah waktunya danu berangkat... ucap danu


iya sayang, hati-hati ya... ucap ratna memeluk danu


sukses danu, hati-hati, kalau sudah sampai kasih kabar... ucap bagas juga memeluk danu


sayang, kakak pergi dulu ya? ingat pesan kakak... ucap danu


iya kak... cepat pulang ya.... ucap caca


iya sayang, kalau gitu kakak masuk dulu ya... ucap danu


iya kak... ucap caca


ayah ibu, danu masuk dulu... ucap danu


iya sayang... ucap ratna


danu pun melangkah masuk meninggalkan ratna, bagas dan caca


mereka melihat kepergian danu,


bay... ucap danu dari jauh


bay.... ucap bagas ratna dan caca membalas lambaian tangan danu,


setelah danu yang sudah tak terlihat,


bagas mengajak ratna dan caca pulang


ayo kita pulang... ucap bagas


iya yah... ucap ratna


mereka pun meninggalkan bandara,


danu yang sudah berada di ruang tunggu, sedang menunggu jadwal keberangkatannya,


sedangkan bagas, ratna dan caca sudah dalam perjalanan pulang,


sepanjang perjalanan caca hanya diam memandang ke pinggir jalan,


ratna melihat perubahan caca semenjak meninggalkan bandara, namun membiarkan caca seperti itu...


sedangkan danu baru saja masuk ke dalam pesawat dan mencari nomer kursi yang suai dengan boarding pas yang danu miliki,


setelah menemukan nomer kursinya danu pun langsung duduk dan memakai sabuk pengaman, danu pun menunggu penumpang lainnya masuk dan pesawatnya berangkat...


setengah jam kemudian, akhirnya pesawat yang danu tumpangi pun lepas landas meninggalkan kota dimana ia di besarkan...


bagas, ratna, caca dan mang ujang sudah sampai di rumah...


caca langsung masuk ke dalam kamarnya,


itu anak kebiasaan selalu seperti itu... ucap ratna


sudah lah bu biarkan aja nanti juga akan baik sendiri... ucap bagas


tuan nyonya sudah sampai... sapa bibi jum


iya bibi... ucap ratna


perlu saya siapkan sesuatu... ucap bibi jum


bikinkan saya kopi ya bibi... nanti antar kan ke ruang tv, saya mau bersih-bersih dulu... ucap bagas


baik tuan... ucap bibi jum


saya bikinkan jus ya bibi... ucap ratna


baik nyonya saya permisi... ucap bibi jum kembali ke dapur,


ratna dan bagas pun masuk ke dalam kamarnya,


caca yang berada di kamar sedang membaringkan badannya di atas tempat tidur dengan rasa sedih, karena caca sudah kangen pada padu, padahal danu baru saja meninggalkan rumah dan tak lama caca pun terlelap...


bagas dan ratna yang sudah membersihkan diri, kini sudah berada di ruang tv sedang bersantai...


ayah sudah ada kabar dari danu... ucap ratna


belum bu tunggu saja... ucap bagas


mungkin belum turun dari pesawat... ucap ratna


sepertinya begitu... ucap bagas


sudah nonton lagi filmnya lagi seru nih... ucap bagas

__ADS_1


iya yah... ucap ratna


__ADS_2