Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
132


__ADS_3

baik lah kita subah banyak mengobrol tentang perkenalan kalian dan hubungan kalian saat ini, eko sekarang saya mau bertanya yang agak serius... ucap bagas


suasana pun langsung berubah,


baik om... ucap eko


kali ini ratna hanya mendengarkan,


begini eko, karena caca adalah anak perempuan satu-satunya yang saya punya maka saya akan lebih berhati-hati soal urusan anak saya,... ucap bagas


iya om... ucap danu


saya mau bertanya bagaimana perasaan kamu terhadap anak saya... ucap bagas


eko pun mulai mengutarakan perasannya,


caca dan danu pun mulai menyiapkan telinga untuk mendengar,


mungkin saya memang orang yang dingin dan cuek, yang terbilang kurang pintar dalam memperhatikan perempuan, namun perasaan saya terhadap caca itu tulus om tante, saya juga berharap bisa berlanjut ke jenjang yang lebih serius dengan caca, maka dari itu kedatangan saya kali ini ingin menunjukkan keseriusan saya dengan caca om tante... ucap eko


caca dan danu saling berpandangan,


sayang bagaimana, kamu sudah dengar sendiri kan? ucap danu


caca pun terdiam, memikirkan perasannya yang sebenarnya bagaimana pada eko,


jadi, eko sudah yakin dengan perasaan eko terhadap caca... ucap bagas


iya om, saya serius dengan caca, saya mencintai caca... ucap eko dengan tegas


apa kamu yakin bisa membahagiakan caca dan menyayanginya... ucap ratna


om dan tante tenang saja, saya akan berusaha memberikan yang terbaik pada caca... ucap eko


bagas dan ratna yang mendengar merasa bahagia dengan keberanian eko, mengutarakan perasannya secara langsung,


baik lah kalau seperti itu... saya hanya berpesan pada kamu eko, saya dan ibunya hanya ingin caca bahagia dengan laki-laki pilihannya, saya tidak ingin dia sedih, saya percaya sama kamu.... ucap bagas


sekarang keputusan ada di tangan kamu sayang... ucap danu


kalau begitu kita juga harus tanya perasaan caca bagaimana terhadap eko... ucap bagas


betul juga apa kata ayah... ucap ratna


namun mereka baru menyadari bahwa caca tidak ada,


mana caca... ucap bagas


oh iya, kok caca tidak keluar-keluar... ucap ratna


coba panggil bu... ucap bagas


iya yah, ibu panggil dulu caca nya... ucap ratna


ratna pun meninggalkan ruang tamu dan mencari caca,


caca yang masih bersama danu pun menyadari bahwa dirinya telah di cari,


sayang sana, di cari tuh... ucap danu


ayo kak... ucap caca mengajak danu


tidak sayang, kakak tetap di sini... ucap danu


tapi kak... ucap caca ragu


sayang, ingat kan apa yang kakak bilang, semua keraguan yang kamu rasakan akan terjawab jika kamu yakin dengan apa yang kamu rasakan, itu semua ada di sini... ucap danu sambil menunjuk ke hati caca,


caca mengerti kak... ucap caca


sekarang kamu temui pacar kamu dan utarakan apa yang kamu rasa, kakak akan selalu mendukung kamu dan kakak akan ada buat kamu... ucap danu

__ADS_1


iya kak... ucap caca


sudah sana... ucap danu


caca pun meninggalkan ruang tv, saat caca ingin melangkah menuju tuang tamu, caca pun bertemu dengan ratna,


sayang kamu kemana aja, dari tadi di tunggu... ucap ratna


caca baru keluar kamar bu, memangnya eko sudah datang ya... ucap caca pura-pura tidak tau


sudah dari tadi sayang, ayo cepat kamu sudah di tunggu... ucap ratna yang langsung mengajak caca ke ruang tamu,


sampainya di ruang tamu,


ayo sayang duduk... ucap ratna menyuruh caca duduk,


eko memandangi caca yang baru saja bertemu dan tersenyum,


caca pun membalas senyuman eko, lalu memalingkan pandangannya pada bagas,


sayang dari mana saja kamu... ucap bagas


dari kamar yah... ucap caca


ya sudah kita lanjutkan saja, karena caca juga sudah ada di sini... ucap bagas


kamu jawab jujur sayang... ucap ratna pada caca


caca mulai menundukkan kepalanya dan mendengarkan ucapan bagas,


jadi sayang ayah dan ibu sudah mengobrol banyak dengan pacar kamu ini, sekarang ayah dan ibu ingin mendengar kejujuran dari kamu soal perasaan kamu dengan eko itu seperti apa, karena eko berniat untuk menjalani hubungan ke jenjang serius bukan hanya pacaran... ayah dan Ibu tau kamu ca... ucap bagas


caca pun merenung sejenak dengan apa yang bagas katakan,


" aku harus berani melawan ketakutan aku selama ini "


ucap caca di dalam hatinya,


iya bu... ucap caca


ayo bicara... ucap ratna melihat caca,


begitu pun dengan caca memandangi ratna


ayo sayang, kamu pasti bisa... ucap ratna yang tersenyum pada caca dan tau akan apa yang caca rasakan,


caca pun mengangguk, caca pun mulai bicara,


sejujurnya, caca nyaman ada di dekat kak eko, caca merasa bahagia, caca merasa ada yang melindungi seperti kakak selalu melindungi caca, awalnya caca ragu kalau perasaan yang caca rasa itu adalah perasaan suka terhadap pasangan dan caca menganggap hanya perasaan nyaman sebagai kakak saja enggak lebih, namun lama kelamaan saat kak eko tidak ada kabar karena sibuk, caca udah mulai merasa kehilangan namun caca takut mengakui itu... tapi sekarang caca mencoba berani untuk membuka hati caca dan memilih kakak eko sebagai pasangan caca, caca cuma berharap kakak eko tidak sama dengan laki-laki yang pernah caca kenal.... ucap caca


ratna, danu, bibi jum, mang ujang serta bagas tersenyum mendengar ucapan caca yang ternyata eko bisa merubah caca,


akhirnya ya jum... ucap mang ujang yang berada di dapur


iya, saya senang dengarnya kalau non caca mau membuka hatinya untuk orang lain... ucap bibi jum


ratna memeluk caca dengan senyuman yang terukir indah di wajahnya,


jadi kamu sudah yakin sayang... ucap bagas


iya yah, caca yakin, caca enggak mau terus-terusan di bayang-bayang dengan rasa takut caca... ucap caca


kalau kamu memang sudah yakin dengan keputusan kamu, baik lah... ayah dan ibu senang mendengarnya, kedepannya ayah dan ibu harap hubungan kalian akan baik-baik saja, dan buat eko mulai sekarang kamu harus menjaga caca dengan baik... ucap bagas


pasti om, pasti eko akan selalu jagain caca dan membahagiakan caca... ucap eko


saya percaya... ucap bagas


suasana pun sudah mulai mencair,


eko merasa senang karena ternyata caca memiliki perasaan padanya,

__ADS_1


danu pun ikut senang dengan keputusan yang caca ambil, semoga ini adalah langkah awal untuk caca buat berubah dan hubungan adiknya bersama eko bisa berjalan lancar hingga jenjang pernikahan...


kini bagas, ratna, caca dan eko sedang berbincang santai,


danu pun menuju dapur,


sampainya di dapur danu langsung mencari bibi jum,


bibi... ucap danu memanggil


iya den ada yang bisa bibi bantu... ucap bibi jum


tolong bawakan makan siang ke kamar ya bibi... ucap danu


loh, den danu enggak makan bareng... ucap bibi jum


enggak bibi, lagi ada kerjaan yang harus di kerjakan... ucap danu berbohong


baik den... ucap bibi jum


danu pun meninggalkan dapur dan masuk ke dalam kamarnya,


bibi jum pun menyiapkan makan siang untuk danu,


setelah siap bibi jum pun langsung mengantarkannya ke kamar danu,


bibi jum dan mang ujang yang sedang sibuk di dapur sudah siap mempersiapkan makan siang di meja makan, semua sudah di tata, karena tanpa terasa hari sudah siang waktunya untuk makan siang,


bibi jum pun menghampiri majikannya untuk memberi tau bahwa hidangan makan siang telah siap di hidangkan,


sampainya bibi jum di ruang tamu,


maaf nyonya semuanya susah siap... ucap bibi jum berbisik pada ratna


makasih bibi... ucap ratna


bibi jum pun kembali ke dapur,


kini caca ikut bersama bibi jum ke dapur lebih dulu,


non caca ngapain... ucap bibi jum


ikut bibi ke dapur... ucap caca


ko enggak bareng sama pacar non, nyonya dan tuan... ucap bibi jum


ah biarin mereka ngobrol... ucap caca


non non... ucap bibi jum yang heran dengan caca,


setelah kepergian bibi jum dan caca, ratna pun langsung berkata,


ayah, makan siang sudah siap gimana kalau kita makan siang dulu... ucap ratna


oh ya enggak kerasa kita sudah mengobrol cukup lama, kalau gitu ayo eko kita makan dulu sambil berbincang... ucap bagas


makasih om tante jadi ngerepotin... ucap eko


apa nya yang repot, lagian kita sudah mau menjadi keluarga... ucap bagas


tapi manggilnya jangan om tante dong, panggil aja seperti caca panggil ayah ibu... ucap ratna


eko tersenyum, iya tante... eh... ibu... ucap eko kaku


hahaha.... nah itu baru betul... ucap ratna tertawa


ya sudah ayo eko kita makan... ucap bagas


iya om, eh salah ayah... ucap eko tersenyum


hahaha... ya sudah ayo... ucap bagas

__ADS_1


ratna, bagas dan eko pun meninggalkan ruang tamu dan melangkah menuju ruang makan,


__ADS_2