Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
153


__ADS_3

saat danu dan eko sudah berada di mobil dan danu menjalankan mobilnya meninggalkan danau,


eko masih bingung apa yang telah terjadi,


kakak ada apa ucap eko


kita harus segera ke rumah sakit, caca masuk rumah sakit ucap danu sambil mengendara mobil dengan panik melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi,


eko yang mendengar pun langsung panik ada apa sebenarnya dengan caca kenapa sampai bisa masuk rumah sakit,


selama perjalanan menuju rumah sakit danu dan eko sudah di landa kecemasan takut ada apa-apa Dengan caca,


sedangkan teman-teman caca yang berada di depan ruangan IGD dengan gelisah menunggu caca yang sedang di periksa oleh dokter di dalam,


tak lama eko dan danu pun muncul di IGD, danu yang melihat teman-teman caca langsung menghampiri dan berkata


bagaimana keadaan caca ucap danu dengan panik


kak danu, belum tau kak caca masih di periksa ucap andre


kok bisa sampai seperti ini, apa yang terjadi ucap danu


tadi waktu caca di UKS caca terus menangis enggak bisa mengobrol emosinya, terus tiba-tiba penyakit caca kambuh kak ucap andre


danu terduduk panik, gelisah pusing memikirkan kondisi caca takut terjadi hal fatal,


eko yang mendengar langsung terduduk hanya bisa menangis menyesali perbuatannya yang membuat kondisi caca seperti ini,


sedangkan rita dan zaza hanya bisa menangis, dika dan andre pun berusaha menenangkan rita dan zaza,


tak lama kemudian ratna dan bagas pun tiba, dengan ratna yang susah menangis dan panik,


danu bagaimana kondisi caca ucap ratna


caca masih di periksa bu belum tau kondisinya ucap danu


kok bisa sampai begini sih danu, ibu sudah mengingatkan kamu untuk menjaga adik kamu ucap ratna emosi


ibu tenang jangan seperti ini, ini rumah sakit ucap bagas


gimana ibu bisa tenang yah, yang di dalam itu anak kita ucap ratna


ayah ngerti tapi enggak ada gunanya ibu seperti ini enggak akan mengubah keadaan, lebih baik ibu berdoa agar caca bisa melewati ini ucap bagas menenangkan


ratna pun terduduk dengan air mata yang masih berlinang karena gelisah menunggu,


maafin danu bu, danu lalai menjaga caca ucap danu merasa bersalah


kamu ini ya udah tau adik kamu sakit ucap ratna marah


danu pasrah dengan caci maki yang ratna lontarkan padanya,


eko yang melihat pun kini mengerti dengan semuanya, saat ini eko pun hancur, sedih tentunya menyalahkan dirinya yang begitu bodoh, seandainya tadi dia mendengar perkataan dewa untuk tidak emosi mungkin kejadian ini tidak terjadi dan teman-teman caca tentunya menghawatirkan caca yang masih berada di dalam,


lalu rita dan zaza pun yang melihat kondisi ratna langsung menghampiri ratna, ratna pun menggenggam tangan rita dan zaza,


kini mereka pun hanya bisa menunggu dokter keluar dari ruangan IGD yang sedang memeriksa tiwi,


setelah menunggu beberapa saat, pintu IGD pun terbuka dokter yang memeriksa tiwi keluar dari ruangan,


bagas, danu, ratna, eko, dika, andre, rita dan zaza yang melihat langsung menghampiri dokter tersebut,


bagaimana dok adik saya ucap danu


pasien sudah melewati masa kritis, kondisinya sudah stabil, namun masih harus tetap di rawat untuk melihat perkembangannya ucap dokter


saya boleh menjenguknya dok ucap ratna yang masih menangis


sudah, silahkan ucap dokter


makasih dok ucap danu


kalau gitu saya permisi ucap dokter langsung meninggalkan ruang IGD


ratna yang di papah oleh bagas langsung melangkah masuk ke ruang IGD begitu juga danu yang ikut masuk,


sedangkan eko memilih menunggu di luar bersama teman-teman caca,

__ADS_1


eko yang masih terduduk di kursi tunggu ruang IGD masih menyalahkan dirinya atas apa yang di alami caca,


dika yang melihat eko masih terduduk dengan menundukkan kepalanya langsung mendekat ke arah eko dan duduk di samping kiri eko,


kakak enggak masuk ucap dika


eko pun mengangkat kepalanya


kakak enggak berani menemui caca ucap eko


kenapa? kakak enggak mau tau kondisinya ucap dika


andre yang mendengar pembicaraan eko dan dika pun membuka suara


masuk aja kak kalau memang ingin tau kondisi caca ucap andre yang duduk di sebelah kanan eko


iya kak kita temui sama-sama ucap dika


baiklah ucap eko


mereka pun menunggu giliran,


beberapa menit kemudian danu keluar dari dalam ruang IGD


teman-teman caca yang melihat danu keluar langsung menghampiri danu,


danu yang melihat pun langsung berkata,


caca sudah di pindahkan ke ruangan rawat inap, kalian langsung saja ke sana ucap danu


iya kak ucap teman-teman caca


ayo kita ke sana ucap rita dan zaza yang tak sabar


teman-teman caca pun meninggalkan ruang IGD


sedangkan eko masih dengan posisi duduknya,


tinggal lah eko dan danu


danu melihat eko yang masih terduduk,


mereka hanya diam dalam keheningan koridor rumah sakit,


caca yang kini sudah di pindahkan ke ruang rawat inap masih dalam kondisi belum sadarkan diri,


ratna terus menangis di samping caca dengan di temani bagas,


sudah bu jangan menangis terus, kasian caca ucap bagas menenangkan


ibu enggak tega yah liat caca kaya gini, kenapa harus caca ucap ratna menangis


ayah paham, tapi ibu jangan seperti ini nanti ibu sakit, kalau caca tau ibu sakit dia malah makin sedih bu kasian caca, sudah jangan menangis ucap bagas


ratna yang mendengar ucapkan bagas pun langsung menyeka air matanya yang susah membasahi pipi nya sadari tadi,


teman-teman caca sudah berada di depan ruangan di mana caca di rawat,


sebelum masuk mereka melihat situasi di dalam,


ayo masuk ucap rita


ih, sabar dong ucap dika


andre pun membuka pintu ruangan,


ratna dan bagas yang mengetahui langsung memalingkan pandangan nya ke pintu,


teman-teman caca yang berada di depan pintu melihat keberadaan ratna dan bagas pun berkata,


permisi ucap teman-teman caca yang berdiri di depan pintu


kalian, ayo masuk-masuk ucap ratna


masih tante ucap teman-teman caca melangkah mendekat ke ranjang caca,


mereka melihat kondisi caca yang terbaring tak berdaya untuk yang kesekian kalinya, raut wajah mereka pun berubah, jelas terlihat sedih,

__ADS_1


seperti ini lah kondisi caca belum sadarkan diri ucap ratna


tapi kata dokter caca enggak apa-apa kan tante ucap andre


kata dokter sih enggak ada masalah ucap bagas


oh ya bukan nya caca selalu membawa obatnya kenapa hal ini bisa sampai terjadi ucap ratna


obat? ucap teman-temannya


iya obat, namun tante bilang itu obat untuk menjaga daya tahan tubuh dan harus meminumnya jika dia merasa tidak enak atau sakit pada badannya ucap ratna


tadi caca enggak ada bilang, kalau caca selalu bawa obat ucap andre penasaran


andre pun melangkah mengambil tas caca lalu membuka tasnya,


bagas, ratna, dika, rita dan zaza hanya memandang apa yang andre lakukan


dan saat andre mencari apa benar ada obat di dalam tas caca, ternyata memang ada obat di dalam tas caca dan andre pun mengeluarkannya dari dalam tas caca dengan ekspresi kaget yang membuat andre terdiam, begitu pun dengan rita, zaza dan dika yang juga kaget,


kok aku enggak tau ya ucap rita


iya aku juga ucap zaza


tangisan ratna pun pecah saat melihat nya,


yah, lihat anak kamu dia enggak meminum obatnya ucap ratna


bagas hanya diam sudah tidak tau harus berkata apa hanya memeluk ratna yang menangis, teman caca memandang ke arah caca dengan perasaan sedih,


kini danu dan eko sudah berada di taman rumah sakit mereka duduk santai, tentunya untuk menenangkan hati dan pikiran mereka masing-masing dengan apa yang sudah terjadi,


lalu danu pun bukan suara setelah mereka terpaku dalam diam,


sekarang kamu sudah tau kondisi cantika seperti apa, apa kamu masih tetap ingin menjadikannya pasangan kamu ucap danu dengan pandangan lurus,


aku yakin akan tetap menikahinya ucap eko


tapi aku pikir caca tidak ucap danu


maksudnya ucap eko bingung dengan ucapan danu


setelah dia tau kalau dia sakit, pastinya dia akan memilih mundur untuk kebahagiaan kamu ucap danu


jadi maksudnya caca enggak tau kalau dia sakit ucap eko


iya, selama ini tidak ada yang memberi tau kondisi caca seperti apa dan aku harap kamu juga jangan berkata apa-apa ucap danu


eko masih bingung,


kenapa harus menyembunyikan penyakitnya? bukannya kalau caca tau akan lebih mudah untuk mengobatinya ucap eko


memang ada kemungkinan tapi tetap tidak menjamin caca akan sembuh sepenuhnya itu hanya untuk memperlambat saja ucap danu


jadi selama ini kamu selalu bersamanya dan mengaku caca pacar kamu itu hanya untuk melindungi nya ucap eko


iya, demi untuk menjaga nya ucap danu


eko baru mengerti, lalu eko pun meminta maaf pada danu atas ke salah pahaman nya pada danu selama ini,


aku minta maaf, selama ini salah menilai kakak ucap eko


danu hanya diam, lalu berkata


aku mengerti ucap danu


makasih kak ucap eko


danu tersenyum, lalu berkata


kamu jika memang tulus mencintai caca tolong jaga dia dengan baik, lagi pula aku enggak bisa selamanya selalu ada di sampingnya ucap danu,


tenang saja, aku akan menjaga nya ucap eko


oh ya satu lagi, jangan lupa untuk caca selalu rutin minum obatnya, kamu bilang saja vitamin atau apa lah, jangan sampai caca tau ucap danu


iya, tenang saja ucap eko

__ADS_1


danu tersenyum, eko pun membalas senyuman danu


mereka pun kembali bersantai menikmati suasana sebelum kembali ke ruangan di mana caca di rawat,


__ADS_2