
hari semakin malam,
danu baru saja sampai di bandung,
makasih ya wawan sudah mengantar saya... ucap danu
sama-sama pak, kalau begitu saya permisi... ucap wawan
tidak mau mampir dulu... ucap danu
makasih pak, saya langsung saja sudah malam juga... ucap wawan
baiklah kalau begitu, hati-hati saat mengemudi... ucap danu
baik pak, kalau begitu saya permisi dulu pak... ucap wawan
iya... ucap danu
wawan pun meninggalkan rumah danu,
setelah kepergian wawan danu pun segera masuk ke dalam rumahnya...
danu melihat keadaan rumahnya dan melihat ke sekitar rumahnya, kembali sepi yang danu rasa,
danu pun melangkah masuk ke dalam rumahnya,
danu meletakkan barang di sembarang tempat dan menjatuhkan badannya di sofa tengah rumahnya,
hah... lelah sekali... ucap danu yang sudah membaringkan badannya di sofa tengah rumah,
danu merasa badannya yang pegal setelah duduk berjam-jam di dalam mobil,
danu pun mengistirahatkan sejenak badannya di sofa,
untuk menghilang akan pegal yang ia rasa,
beberapa saat kemudian danu teringat,
pada ayah, ibu dan caca,
danu pun langsung mengambil ponselnya dari dalam saku celana, danu ingin memberi kabar ratna dan bagas kalau dirinya telah sampai dengan selamat,
danu pun langsung menelpon bagas,
sedangkan saat ini ratna, bagas dan caca masih berkumpul di ruang tv sedang menonton acara tv yang belum habis mereka tonton,
tiba-tiba ponsel bagas berbunyi,
kring
kring
kring
mata ratna dan caca langsung tertuju pada bagas,
bagas langsung meraih ponselnya,
bagas langsung mengambil ponselnya yang berada di atas meja dan melihat layar ponselnya yang tertulis " danu "
bagas pun langsung mengangkat telpon dari danu,
halo... ucap bagas
ayah danu sudah sampai di rumah... ucap danu
syukurlah kalau kamu sudah sampai dengan selamat, ibu menghawatirkan kamu... ucap bagas
caca merasa lega mendengar kakaknya telah sampai dengan selamat,
sini sini ibu mau ngomong... ucap ratna mengambil ponsel bagas
__ADS_1
bagas hanya diam dan melanjutkan menonton kembali,
halo danu, kamu sudah sampai ya... ucap ratna
iya bu, danu baru saja sampai... ucap danu
bagus lah kalau begitu, gimana tadi di perjalanan apa ada kendala... ucap ratna
perjalanan lancar bu, cuma memang cukup padat... ucap danu
ooo... seperti itu, tapi syukurlah kalau semuanya lancar... ucap ratna
iya bu...ucap danu
ya sudah kalau gitu, kamu pasti lelah setelah perjalanan jauh, sekarang kamu bersih-bersih lalu istirahat ya... ucap ratna
iya bu, besok danu juga mulai sibuk menyelesaikan pekerjaan danu di sini... ucap danu
ooo... besok kamu sudah mulai bekerja.... ucap ratna
iya bu, besok danu akan bertemu dengan pemiliknya untuk penyerahan gedung karena sudah selesai... namun sebelum penyerahan pagi-pagi danu akan mengecek semuanya ke sana...ucap danu
semoga lancar ya nak... ucap ratna
oh ya bu, bagaimana keadaan caca, baik-baik saja kan... ucap danu khawatir pada caca
iya tenang saja, caca baik-baik saja ko disini, ini malah lagi nonton tv bersama ayah dan ibu... ucap ratna
baguslah kalau begitu, danu mau bicara bu sama caca... ucap caca
tunggu sebentar ya... ucap ratna
ratna pun memberikan ponselnya pada caca,
nih kakak mau bicara... ucap ratna
caca pun langsung mengambil ponsel yang ratna berikan,
sayang, kakak sudah sampai di bandung dengan selamat, jadi sekarang kamu tenang aja ya di sana, jangan sedih terus dan ingat kakak enggak mau denger kabar kamu murung, sedih dan jadi pendiam apa lagi gara-gara pacar kamu itu... ucap danu
iya kak... ucap caca
janji ya sama kakak, kamu jaga diri kamu baik-baik jangan sampai sakit, kakak akan cepat pulang ke sana... kakak janji... ucap danu
iya, kak caca janji... ucap caca
bagus, kalau gitu udah dulu ya, kakak mau bersih-bersih terus istirahat, kamu juga jangan tidur larut ya... ucap danu
iya kak... ucap caca
bay sayang, kakak sayang kamu, selamat malam... ucap danu
danu pun menutup teleponnya,
selesai berbicara caca memberikan ponsel pada bagas,
sudah bicaranya... ucap ratna
sudah bu... ayah ibu caca mau masuk ke kamar dulu... ucap caca langsung meninggalkan ruang tv,
bagas dan ratna melihat kepergian caca,
kenapa lagi anak itu, ko jadi aneh... ucap ratna
mungkin danu berbicara sesuatu... ucap bagas
apa sampai seperti itu... ucap ratna
sudah tidak apa-apa bu tidak udah di pikirkan, besok juga sudah baik-baik saja... ucap bagas
yakin... ucap ratna
__ADS_1
iya... ucap bagas datar
ratna pun percaya akan ucapan bagas dan kembali menonton tv,
mereka pun melanjutkan menonton tv berdua,
caca yang sudah berada di kamar,
duduk di kursi santainya sambil memandang langit malam penuh bintang,
tiba-tiba caca memikirkan perkataan kakaknya yang tidak usah memikirkan eko, sebenarnya caca merasa bingung karena caca pastinya merindukan eko selama beberapa hari ini ia tidak mendapatkan kabar apa-apa,
caca tidak tau apa kah eko baik-baik saja atau tidak saat ini,
ingin rasanya caca hanya mengirimkan pesan padanya, namun caca sudah berjanji tidak mau mengganggunya selama ia menyelesaikan tugas praktek kuliahnya dan apa lagi eko mulai mengajukan judul skripsinya,
seperti kata danu bahwa caca harus mengerti kondisinya karena semua itu memang akan menyita waktu,
namun sampai kapan caca harus bersabar dengan kondisi ini...
apa lagi dalam beberapa hari, liburan kuliah caca akan berakhir dan caca akan melakukan perkuliahan kembali, apa masih tidak mungkin untuk caca bertemu walau hanya menyapa atau melihat wajahnya...
caca terbuai dalam lamunannya sambil melihat bintang-bintang di langit seperti yang biasa caca lakukan, hingga tanpa sadar caca pun terlelap,
ratna dan bagas baru saja selesai menonton film yang mereka tonton...
em... akhirnya selesai juga... ucap ratna
ayo kita istirahat... ucap bagas
iya yah... ucap ratna
oh ya ibu ke kamar duluan ya... ucap bagas
ayah mau kerja lagi... ucap ratna
bukan, ayah mau liat caca dulu... ucap bagas
ya sudah ibu duluan ya... ucap ratna
iya sayang... ucap bagas
ratna pun lebih dulu masuk ke dalam kamar,
sedangkan bagas melangkah menuju kamar caca, ingin melihat apa caca sudah tertidur atau belum,
sampainya di depan kamar caca, bagas langsung masuk ke kamar caca,
bagas tidak melihat caca di atas tempat tidurnya,
kemana itu anak... ucap bagas
namun bagas teringat perkataan danu yang memberi tau kebiasaan caca,
" ayah kalau caca sedang sedih dia akan ada di kursi kesayangannya yang ada di depan jendela, hingga tertidur "
bagas mencoba melangkah ke dekat jendela,
sampainya di kursi depan jendela, benar saja bagas melihat caca sudah tertidur di sana,
ternyata benar apa yang di bilang danu... ucap bagas
bagas pun langsung memindahkan caca ke tempat tidurnya dengan berlahan dan menyelimutinya,
selamat malam sayang... ucap bagas mengecup kening caca lalu keluar dari kamar caca dan menutup pintu dengan berlahan,
bagas yang sudah keluar dari kamar caca pun masuk ke dalam kamarnya,
sampainya di depan kamar, bagas langsung masuk,
bagas melihat ratna sudah berbaring di atas tempat tidurnya, bagas pun ikut membaringkan badannya di samping ratna dan memejamkan matanya,
__ADS_1