
di pagi yang cerah,
matahari sudah bersinar dengan indah menyinari kota,
setelah beberapa hari berlalu,
akhirnya tibalah hari ini adalah di mana hari yang sangat berbeda,
eko yang akhirnya telah selesai menyelesaikan tugas prakteknya dan telah memberi kabar pada caca bahwa pada hari ini eko akan berkunjung ke rumah caca, sekaligus mengenal keluarga caca dengan baik, karena eko berniat untuk menjalani hubungan serius dengan caca, eko merasa bersemangat dan bahagia tentunya, karena eko sudah tidak sabar untuk memperjelas hubungannya bersama caca dan memperjuangkan cintanya yang memang tulus pada caca,
setelah beberapa hari caca pun yang telah menghabiskan waktu bersama danu dan caca pun memberanikan diri untuk memberi tau orang tua caca soal eko yang akan berkunjung ke rumah,
ratna dan bagas pun menanggapi dengan baik prihal niatan baik eko,
ratna dan bagas merasa senang jika eko memang serius dengan anaknya caca, begitu dengan danu yang senang jika memang eko bisa menjaga caca dan membuat caca bahagia,
mereka pun menunggu ke datang eko dan mempersiapkan makanan untuk menyambut ke datangan eko di rumah pada hari ini,
namun lain halnya dengan caca,
caca yang masih berada di atas tempat tidurnya, merasa bimbang dengan apa yang harus caca lakukan, apa caca sudah siap untuk membuka hatinya kembali,
walau caca bingung dengan hatinya sendiri apa caca benar-benar menyukai eko atau hanya sebatas nyaman saja,
ah enggak tau... ucap caca berbicara sendiri,
lalu caca pun turun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya,
pagi-pagi sarapan pun sudah tersedia di meja, yang di buat oleh ratna dan bibi jum setiap paginya,
seperti biasa, rutinitas pagi adalah sarapan bersama-sama sebelum melakukan rutinitas masing-masing, namun hari ini,
bagas dan ratna tidak akan pergi bekerja, karena akan kedatangan eko,
ratna begitu semangat mempersiapkan semuanya di bantu dengan bibi jum,
bibi semuanya sudah bereskan... ucap ratna yang sudah berada di meja makan
sudah nyonya semuanya sudah beres... ucap bibi jum
bagus kalau gitu... ucap ratna
ibu semangat sekali... ucap danu
ya harus dong, namanya juga mau menyambut tamu... ucap ratna
ibu kamu memang sangat bersemangat untuk menyambut menantunya yang akan datang berkunjung... ucap bagas
maksudnya... ucap danu
setelah ibu mengetahui bahwa caca susah punya pria yang ia sukai, ratna langsung tak sabar ingin bertemu dan ibu juga ingin tau siapa yang bisa menaklukkan hati anaknya, hingga membuat caca seperti sekarang... ucap bagas
semoga saja dia orang yang berbeda... ucap danu
iya sayang, semoga saja caca bisa bahagia dengan laki-laki yang sekarang ini... ucap ratna
oh ya caca mana... ucap bagas
masih ada di kamar... ucap danu
memangnya belum bangun... ucap ratna
enggak tau juga bu, mungkin sebentar lagi juga keluar... ucap danu
ya sudah ayo sarapan... ucap ratna,
__ADS_1
semua sudah berkumpul di meja makan sedang sarapan,
dengan di layani bibi jum tentunya,
kecuali caca yang masih berada di dalam kamarnya,
seakan tak bersemangat untuk ikut sarapan bersama,
namun beberapa menit kemudian,
caca pun telah selesai mandi dan langsung keluar dari kamarnya untuk sarapan,
sampainya caca di ruang makan, danu melihat kedatangan caca,
itu caca... ucap danu
sayang, ayo sini sarapan sama-sama... ucap ratna
iya ca cepat duduk... ucap bagas
caca pun duduk di samping danu,
sayang kenapa baru keluar... ucap danu
baru siap mandi... ucap caca
caca pun mulai sarapan dan danu pun melanjutkan kembali memakan sarapannya yang belum habis,
kini semuanya sudah berkumpul dan mereka telah sarapan bersama,
namun tiba-tiba ratna bertanya pada caca,
sayang jam berapa pacar kamu mau datang... ucap ratna sambil memakan sarapannya
belum tau bu, nanti coba caca tanya... ucap caca yang sedang makan sarapannya
iya bu... ucap caca
sudah siap... ucap danu menggoda
apaan seh kakak nih... ucap caca ketus
danu tersenyum dengan tingkah adiknya,
caca pun berpikir jawaban apa yang harus ia katakan nanti,
beberapa menit kemudian, ratna, bagas, caca dan danu telah selesai sarapan,
bibi jum langsung menuju meja makan untuk merapihkan meja dan mencuci piring kotor,
bagas sudah meninggalkan meja makan melangkah menuju meja kerjanya, karena ada beberapa pekerjaannya yang danu kerjakan dari rumah,
begitu pun dengan danu dan caca yang juga sudah meninggalkan meja makan,
sedangkan ratna sedang membantu bibi jum merapihkan semuanya,
saat caca meninggalkan meja makan, ternyata caca menuju halaman belakang bukan ke kamarnya,
caca duduk di ayunan sambil merenung, memandangi langit,
sedangkan danu yang sedang duduk di meja kerjanya, sedang memikirkan caca dan merasa khawatir dengan kondisi caca, karena saat danu melihat caca, raut wajah caca seperti yang sedih,
tanpa pikir panjang, danu pun langsung berdiri dari duduknya keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan adiknya,
danu mencari caca ke kamarnya, namun caca tidak ada,
__ADS_1
danu pun keluar dari kamar caca dan mencari caca ke setiap sudut ruangan namun tidak menemukan caca,
kemana itu anak... ucap danu yang berada di ruang tv,
danu berpikir ke mana perginya caca, karena danu sudah mencari ke setiap ruangan, danu pun berpikir sejenak,
oh ya, taman belakang... ucap danu langsung lari meninggalkan ruang tv,
sampainya di taman belakang,
ternyata benar saja caca berada di sana sedang duduk di ayunan seorang diri,
danu pun langsung melangkah mendekati caca,
sayang kamu lagi apa... ucap danu yang sudah ada di dekat caca
caca pun tersadar dari lamunannya,
kakak... ucap caca
kamu lagi ngapain di sini, ko mukanya di tekuk begitu... ucap danu yang duduk di ayunan bersama caca
enggak kenapa-kenapa kakak cuma pengen duduk aja... ucap caca
yakin tuh, enggak usah bohong deh... ucap danu
caca pun terdiam,
kamu lagi mikirin eko kan yang mau datang ke rumah... ucap danu
em, iya kak... ucap caca
apa yang kamu pikirkan, bukannya ayah dan ibu sudah setuju dengan hubungan kalian... ucap danu
caca tau dan caca senang kalau memang ayah dan ibu setuju dengan hubungan caca... ucap caca
terus apa yang lagi kamu pikirin... ucap danu
caca masih takut kak... ucap caca
takut kenapa sayang... ucap danu
caca takut kalau eko sama kaya dia... ucap caca
jadi itu maslah kamu, kamu belum yakin sama perasaan kamu sendiri... ucap danu
caca cuma takut kak, caca takut kaya dulu lagi... ucap caca
sayang, dulu dan sekarang itu berbeda, sekarang kamu sudah dewasa sudah bisa menilai mana yang baik dan tidak, sudah bisa merasakan apa yang ada di dalam hati kamu, kakak sudah pernah bilang ke kamu, kuncinya cuma ada di hati kamu sayang... ucap danu
caca pun berpikir,
sayang sekarang kakak tanya sama kamu, apa kamu sayang dan cinta sama dia? apa kamu takut kehilangan dia? apa kamu cemburu kalau dia dekat sama orang lain? apa kamu senang ada di dekat dia? apa kamu sedih jika dia cuek dan menjauh dari kamu? apa kamu khawatir jika dia tidak memberi kabar... ucap danu
iya kakak... ucap caca menunduk,
itu berarti kamu punya perasaan sama dia cuma kamu tidak berani mengakui karena kamu takut sayang.. ucap danu
apa itu bisa di bilang suka kak.... ucap caca
iya sayang, sekarang kamu harus yakin dan pikirkan baik-baik, kakak masuk dulu ya... ucap danu meninggalkan caca seorang diri
danu pun kembali masuk ke dalam rumahnya,
saat melangkah masuk danu melihat ke arah caca sejenak, namun danu melanjutkan kembali langkahnya masuk ke dalam rumah,
__ADS_1
membiarkan caca seorang diri untuk berpikir keputusan apa yang mau di lakukan nanti,