Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
140


__ADS_3

danu dan caca telah sampai di rumahnya,


bibi jum yang mengetahui kedatangan danu dan caca langsung membukakan pintu pagar,


setelah pintu pagar terbuka mobil danu pun masuk ke pekarangan rumah,


mobil danu yang sudah masuk, bibi jum kembali menutup pintu pagar dan menguncinya,


caca yang turun dari mobil langsung masuk ke dalam kamar,


setelah mengunci pagar bibi jum pun menghampiri danu,


den mau saya buatkan sesuatu... ucap bibi jum


tidak bibi makasih, bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi, saya mau ke kamar dulu... ucap danu


baik den... ucap bibi jum


danu pun meninggalkan bibi jum dan masuk ke dalam rumah lalu danu pun langsung masuk ke dalam kamarnya,


bibi jum pun kembali melanjutkan pekerjaannya,


caca yang berada di kamar sudah membaringkan badannya di atas tempat tidur dengan menghadap ke langit-langit kamarnya, karena merasa lelah,


begitu pun dengan danu langsung menjatuhkan badannya di atas sofa,


saat caca sedang membaringkan badannya, tiba-tiba ponsel caca berbunyi,


panggilan telepon masuk di ponsel caca,


caca pun langsung mengambil ponselnya yang berada di sebelahnya dan melihat siapa yang menelpon ke ponselnya,


saat caca melihat yang ternyata pacarnya,


" kakak eko " caca pun langsung mengangkat telepon nya,


halo.... ucap caca


sayang, kakak mau ke rumah sekarang, ini sudah mau jalan... ucap eko yang sudah berada di dalam mobil,


iya kak.... ucap caca


eko pun langsung mematikan telepon nya dan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan kampus menuju ke rumah caca,


setelah menerima telepon dari eko, caca pun langsung bagun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya,


sedangkan bibi jum sudah sibuk di halaman depan sedang menyapu halaman dan menyiram bunga sebelum bibi jum mulai memasak,


beberapa menit kemudian sampailah eko di rumah caca,


bibi jum yang mengetahui ada yang datang langsung membukakan pintu pagar dan lihat siapa yang datang,


saat bibi sudah membuka pintu dan melihat,


eh den eko, silahkan masuk.... ucap bibi jum membuka lebar pintu pagar,


eko pun kali ke dalam mobil dan memasukkan mobilnya ke halaman rumah,


setelah mobil eko masuk, bibi jum pun menutup pintu pagar kembali dan menguncinya,


setelah itu bibi jum pun menghampiri eko,


bibi, caca nya ada... ucap eko


ada den, mari masuk... ucap bibi jum melangkah masuk


dengan diikuti eko,


saat sudah berada di dalam rumah,


bibi jum berkata,


den eko saya panggilkan dulu non caca, aden bisa tunggu di halaman belakang... ucap bibi jum


makasih bibi... ucap eko,


eko melihat kepergian bibi jum, lalu eko pun melangkah menuju halaman belakang menunggu caca,


danu mengetahui ke datangan eko, danu kembali ke kamarnya,


bibi jum yang sudah berada di depan kamar caca langsung mengetuk pintu kamar caca,


tok


tok


tok


caca yang sudah dengan pakaian rapih, mendengar ketukan pintu langsung membuka pintu kamarnya,


iya bibi... ucap caca di depan pintu


maaf non, den eko sudah datang dan menunggu di halaman belakang... ucap bibi jum


iya bibi, caca ke sana, tolong buatkan minum dan bawa sedikit makanan... ucap caca


baik non... ucap bibi jum,


bibi jum pun meninggalkan kamar caca dan menuju dapur,


setelah bibi jum meninggalkan kamar caca, caca pun keluar dari kamarnya dan melangkah menuju halaman belakang untuk menemui eko yang sudah menunggu,


eko sudah menunggu caca di ayunan,


tak lama caca pun muncul,


maaf ya kak lama nunggu.... ucap caca yang sudah berada di belakang eko dan tersenyum


eko pun langsung melihat ke sumber suara karena kaget kemunculan caca,


eko pun tersenyum,


tidak sayang, kakak baru juga datang.... ucap eko


caca pun langsung duduk di depan eko,


mereka pun asik mengobrol berdua penuh canda tawa,


tak lama bibi jum pun muncul dengan membawa minuman dan makanan sesuai pesanan caca,


permisi non caca den eko.... ucap bibi jum sambil meletakkan makanan dan minuman di atas meja,

__ADS_1


makasih bibi... ucap caca dan eko


lalu bibi jum kembali masuk ke dalam rumah, meninggalkan caca dan eko berdua,


setelah kepergian bibi jum,


eko dan caca pun kembali melanjutkan mengobrol,


setelah mengobrol cukup lama,


akhirnya eko pun langsung memulai pembicaraan yang serius sesuai niat awal ia datang ke rumah caca,


sayang... ucap eko memanggil


iya kak kenapa? ucap caca mulai memperhatikan eko


sebelumnya kakak minta maaf kalau omongan kakak yang bikin kamu kecewa, karena sikap kakak yang kurang percaya ke kamu.... ucap eko


memangnya ada apa kak... ucap caca bingung ada apa dengan eko, kenapa jadi aneh


sebenarnya kakak datang ke sini bukan hanya kangen sama kamu, tapi ada yang mau kakak tanyain ke kamu... ucap eko


iya, kakak mau nanya apa? ucap caca


eko sejenak terdiam, merasa ragu untuk berbicara,


namun eko harus memastikan semuanya, maka eko pun memberanikan diri bertanya,


sayang, soal gosip yang kakak dengar di kampus apa itu benar.... ucap eko


caca tersenyum, ternyata gosip itu sudah sampai di telinga eko,


kakak sudah mendengar gosip itu.... ucap caca


iya, kakak tau dari teman kakak, apa benar sayang dengan gosip itu... ucap eko


menurut kakak bagaimana? apa caca seperti itu? apa mungkin kalau caca ada hubungan dengan orang lain, orang tua caca merestui hubungan kita... ucap caca


eko terdiam,


kakak tidak yakin dengan caca? caca tidak masalah jika kakak memang ragu dengan caca, mungkin waktu yang akan menjawab semuanya... ucap caca


buka begitu sayang, karena kakak takut kehilangan kamu mangkanya kakak peduli dan memastikan soal gosip yang tersebar di kampus, kakak enggak mau kamu di gosip kan yang enggak-enggak seperti itu jika semuanya salah... ucap eko


semua itu enggak benar... ucap caca


jadi kamu enggak punya pacar selain kakak... ucap eko


caca hanya tersenyum,


sayang, kakak boleh nanya satu hal lagi? ucap eko


iya, apa kak... ucap caca


kakak pernah liat kamu bersama laki-laki dan begitu dekat dengan kamu, apa itu orangnya yang mereka bicarakan sebagai pacar kamu sebelum kenal kakak... ucap eko memberanikan diri untuk bicara hal yang sudah lama ingin dirinya tau,


caca tersenyum dan berkata, laki-laki itu, kita memang sudah lama kenal kami dekat sejak kecil, dia memang sayang dengan caca dan selalu melindungi caca, namun semenjak dia keluar kota untuk bekerja kami jarang ada waktu... ucap caca


jadi dia laki-laki yang di jodohkan dengan kamu, lalu kenapa orang tua kamu merestui hubungan kita jika sudah ada laki-laki lain yang menjaga kamu... ucap eko merasa sedih


aku juga enggak tau, namun setelah kakak tau kenyatannya apa kakak akan mundur dan ninggalin caca... ucap caca


tidak, aku ingin memperjuangkan kamu, membuktikan kalau aku lebih pantas untuk kamu... ucap eko


sama-sama sayang.... ucap eko


setelah berbincang cukup lama, eko pun berpamitan karena hati yang sudah semakin sore,


sayang, kakak pulang dulu ya... ucap eko


sudah mau pulang.... ucap caca


iya sayang, sudah sore enggak enak juga lama-lama di sini... ucap eko


enggak nunggu ayah dan ibu pulang dan makan bersama... ucap caca


lain kali saja sayang, kakak juga harus menyelesaikan skripsi kakak yang waktunya tinggal beberapa bulan lagi... ucap eko


iya lupa, kakak kan sudah mau lulus... ucap caca


besok-besok kakak main lagi ke rumah... ucap eko


iya kak... ucap caca


eko pun meninggalkan halaman belakang menuju depan rumah, dengan di antar oleh caca,


sampainya di mobil, eko pun berpamitan,


sayang, kakak pulang ya? sampai ketemu di kampus... ucap eko


iya kak, hati-hati di jalan ya, jangan lupa kabarin kalau sudah sampai... ucap caca


iya sayang... ucap eko


lalu eko pun masuk ke dalam mobil,


eko pun membuka kaca mobilnya,


bay sayang... ucap eko


bay... ucap caca


eko pun menjalankan mobilnya,


bibi jum yang berada di halaman rumah, mengetahui eko akan pulang makan bibi jum pun membukakan pintu pagar,


makasih bibi... ucap eko yang sudah berada di depan pintu pagar,


sama-sama den, hati-hati di jalan... ucap bibi jum


eko pun keluar meninggal rumah caca,


setelah kepergian eko, caca pun kembali masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke dalam kamar,


bibi jum menutup kembali pintu pagar dan menguncinya,


bibi jum pun kembali mengerjakan pekerjaannya,


danu yang sedari tadi berada di dalam kamarnya, berada di depan jendela melihat eko yang sudah pulang,


danu pun langsung keluar dari kamarnya melangkah menuju kamar caca,

__ADS_1


sampainya di depan kamar caca, danu tanpa mengetuk pintu langsung membuka pintu dan masuk,


danu melihat caca yang sedang duduk di kursi santainya langsung mendekat pada caca dan berkata,


ada apa dia kemari... ucap danu yang sudah berada di belakang kursi lalu duduk samping caca


dia bertanya soal gosip di kampus dan soal kakak... ucap caca


maksud kamu dia tau kalau kakak ini kakak kamu... ucap danu


bukan,


dia cuma nanya siapa laki-laki yang bersama caca dan begitu dekat waktu di kampus apa laki-laki itu yang di gosip kan di kampus pacar pertama dan dia pacar kedua... ucap caca menjelaskan


terus kamu bilang apa? ucap danu


caca bilang dia orang yang sayang sama caca dan sudah dekat dari kecil dan tau apa yang dia bilang... ucap caca


apa... ucap danu


di bilang, dia mau memperjuangkan caca dan meyakinkan semuanya kalau dia yang pantas untuk caca bukan laki-laki itu... ucap caca


danu tertawa dan berkata


ternyata dia cemburu sama kakak... ucap danu senang


kenapa kakak tertawa... ucap caca lemot


bagus jika dia mau memperjuangkan kamu, kita liat permainan selanjutnya apa dia tetap bertahan.... ucap danu


kakak jangan aneh-aneh... ucap caca


tenang aja sayang, ya sudah kamu istirahat jangan capek-capek, jangan lupa mandi, kakak ke kamar dulu... ucap danu langsung pergi keluar dari kamar caca,


caca hanya melihat kepergian kakaknya dan kembali menikmati pemandangan sore,


danu yang sudah berada di kamarnya duduk di meja kerjanya,


danu merasa senang dengan apa yang di katakan caca soal eko, namun danu merasa belum puas,


bibi jum yang sudah selesai dengan pekerjaan lainnya, kini sudah berada di dapur untuk menyiapkan hidangan makan malam,


ratna dan bagas pun sudah tiba di rumah dan berada di dalam kamarnya,


tak lama kemudian ratna keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk memasak bersama bibi jum,


bibi sudah mulai memasak.... ucap ratna yang baru saja muncul di dapur


belum nyonya, saya baru mempersiapkan bahannya... ucap bibi jum


sini saya bantu... ucap ratna


ratna pun mengerjakan yang lainnya,


bibi jum dan ratna pun sudah mulai sibuk di dapur,


bagas yang keluar dari kamarnya menuju ruang tv, untuk menonton acara tv, sambil menunggu ratna selesai memasak,


danu yang sedang duduk di meja kerjanya pun keluar dari kamarnya, melangkah menuju ruang tv,


saat danu tiba di ruang tv ternyata ada ayahnya yang sudah lebih dulu berada di sana,


ayah sudah lama di sini... ucap danu


iya, sambil menunggu ibu selesai masak... ucap danu


danu dan bagas pun menonton bersama,


beberapa menit kemudian muncul lah caca,


ayah kakak... ucap caca dengan ruang yang langsung duduk di samping danu sambil merangkulnya,


kamu, sudah punya pacar masih juga nempel sama kakak kamu... ucap bagas gerutu


biarin, kakak aja enggak masalah... ucap caca manja


kalau kamu seperti itu, bisa-bisa pacar kamu cemburu... ucap bagas


kayaknya pacarnya caca itu harus sabar-sabar deh... ucap danu


iya iya bener juga tuh.... ucap bagas


kakak nih malah ngeledek caca... ucap caca manja


iya maaf enggak deh, jangan ngambek ya... ucap danu


caca pun tersenyum dan tetap merangkul danu,


danu pun membiarkan adiknya manja padanya,


bagas yang melihatnya hanya geleng kepala dengan tingkah anaknya yang satu ini,


mereka pun kembali menonton tv bersama,


ratna dan bibi jum yang berada di dapur sudah siap memasak,


masakan pun telah di sajikan di atas meja,


ratna pun segera memanggil anak-anaknya dan suaminya,


sedangkan bibi jum telah mempersiapkan keperluan yang lainnya,


ratna yang sudah muncul di ruang tamu pun langsung berkata,


sayang, ayo kita makan, makan malam sudah siap... ucap ratna


iya sayang... ucap bagas


asik, makan, aku sudah lapar... ucap caca yang langsung berdiri dan menghampiri ratna


duh kasian anak ibu, ayo kita makan... ucap ratna tertawa


ratna pun melangkah lebih dulu bersama caca


bagas dan danu pun tersenyum melihat tingkah caca dan mengikuti dari belakang,


mereka pun menuju ruang makan,


bibi jum yang masih menunggu di ruang makan telah selesai menyiapkan semuanya,


sampainya di meja makan ratna, bagas, caca dan danu pun langsung duduk dan bibi jum pun langsung melayani majikan serta anak-anaknya,

__ADS_1


setelah selesai melayani, bibi jum pun kembali ke belakang untuk makan juga bersama mang ujang,


bagas, ratna, caca dan danu langsung menyantap makan malam mereka dengan bahagia penuh canda tawa


__ADS_2