Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
128


__ADS_3

eko yang masih berada di kantin,


memasang muka sedih dan kecewa karena cemburu,


makanan yang di hadapannya pun hanya di aduk-aduk olehnya,


teman-teman eko yang sedang bersamanya merasa aneh dengan sikap eko,


kenapa dia... ucap temannya


iya, enggak biasanya... ucap teman satunya


salah satu temannya pun menegurnya,


hai, ko lo kenapa... ucap temannya


eko yang kaget memandang wajah teman-teman,


iya kamu kenapa sih ko aneh gitu? itu makanan bukannya di makan malah di aduk-aduk begitu... ucap temannya


enggak ada apa-apa ko... ucap eko langsung memasukkan makanan ke mulutnya dengan terpaksa


ayo buruan, kita harus kembali menyelesaikan tugas kita, waktunya tinggal beberapa hari lagi... ucap temannya yang satu lagi


eko pun tak berkata apa pun, hanya menghabiskan makanan begitu pun dengan teman-temannya,


danu, caca, zaza, rita, dika dan andre,


sudah berada di ruang kelas sedang menunggu dosen masuk ke dalam ruang kelas,


danu sedang berbincang dengan dika dan andre,


begitu pun dengan rita, zaza dan caca yang sedang bersama, rita dan zaza sedang menghibur caca yang masih terlihat sedih,


sudah dong ca jangan sedih lagi... ucap rita


iya ca, enggak usah kamu pikirin... kalau memang kak eko beneran sayang sama kamu, kak eko enggak mungkin ninggalin kamu... ucap zaza


iya ca... ucap rita


aku takut... ucap caca


kalau gitu coba kamu kirim pesan ajak ketemuan dan kamu jelasin semuanya... ucap rita


memangnya di masih mau ketemu aku... ucap caca


ya kamu coba ca, siapa tau mau... ucap zaza


caca hanya diam sambil berpikir,


danu yang sedang melihat caca merasa tidak tega dengan adiknya,


tak lama kemudian dosen pun masuk ke dalam kelas,


semua mahasiswa kembali ke tempat duduknya masing-masing dan kelas pun menjadi tenang,


siang anak-anak... ucap dosen


siang pak... ucap semua mahasiswa


baik anak-anak bapak akan langsung mulai saja pelajaran kita hari ini, bapak akan menjelaskan beberapa materi untuk kalian... ucap dosen


dosen pun mulai menjelaskan materi yang di berikan, semua mahasiswa yang berada di ruangan telah fokus mendengarkan dosen di depan, begitu pun dengan teman-teman caca, namun tidak dengan caca, caca masih memikirkan soal eko dan tidak fokus dengan pelajaran hari ini...


danu melihat adiknya yang hanya mencoret-coret buku dan tidak mendengarkan dosen,


eko yang sudah ada di depan laptop sedang fokus menyelesaikan tugasnya, begitu pun dengan teman-teman nya eko,


walau eko terus teringan soal caca, namun eko berniat menyelesaikan tugasnya,


agar bisa bertemu dengan caca serta keluarganya untuk memperjelas semuanya,


karena eko sudah terlanjur memiliki perasaan pada caca dan tidak ingin kehilangan caca,


danu, caca, zaza, rita, dika dan andre sudah dua jam berada di kelas sedang mengikuti kuliah,


dan kelas pun telah berakhir,


dosen pun telah mengakhiri penjelasannya di depan kelas,


baik, anak-anak kelas kita hari ini telah berakhir, maka bapak akan melanjutkan di kelas selanjutnya, sampai ketemu minggu depan... ucap dosen


lalu dosen pun meninggalkan ruang kelas dengan di susul mahasiswa lainnya yang juga sudah keluar dari kelas,


danu, caca, dika, andre, zaza dan rita masih berada di dalam ruang kelas,


ayo ayo kita pulang.... ucap dika yang sudah bersiap untuk pulang,


iya ayo... ucap rita yang juga sudah bersiap,

__ADS_1


sedangkan danu sudah berdiri menghampiri caca


ayo sayang kita pulang... ucap danu,


lalu melangkah keluar ruangan,


caca pun berdiri dari duduknya dan melangkah menyusul danu bersama teman-temannya,


saat sudah berada di luar ruangan,


kalian langsung pulang... ucap caca pada teman-temannya


iya ca,.. ucap rita


memangnya mau ke mana lagi ca... ucap dika


ya kali aja mau ke mana... ucap caca


lagi males mau pergi, paling kalau mau pergi ya kita ke rumah kamu ca... ucap rita


iya... ucap zaza


ya iya mau ke mana lagi... ucap dika


kalau gitu kalian sering-sering main ke rumah ya, biar caca ada temannya, lagian kakak juga enggak bisa terus-terusan nemenin caca, kan harus kerja... ucap danu


iya kak pasti... ucap dika


kalau gitu ayo kita pulang... ucap rita


iya ayo... ucap yang lainnya


danu, caca, dika, andre, zaza dan rita pun melangkah keluar gedung kampus dan menuju parkiran,


sampainya di depan pintu gerbang kampus,


mereka pun berpisah pulang ke rumah masing-masing,


caca kak danu kita duluan ya.. ucap andre dan dika,


iya kita juga duluan ya ca kak danu... ucap rita


iya... ucap danu


kalian hati-hati ya... ucap caca


iya ca, bay ca... ucap rita dan zaza juga pulang


bay... ucap caca


setelah kepergian teman-temannya, danu pun mengajak caca untuk pulang,


ayo sayang... ucap danu


caca pun melangkah menuju mobil,


sampainya di parkiran danu dan caca pun langsung masuk ke dalam mobil dan danu pun langsung menjalankan mobilnya meninggalkan kampus,


ternyata di sana ada eko, eko melihat caca yang masuk ke dalam mobil bersama danu,


rasa cemburu eko makin menjadi-jadi, eko pun langsung meninggalkan kampus,


di dalam mobil,


danu dan caca diam tanpa suara,


danu melihat ke arah caca, danu melihat muka caca yang sedih,


sayang kamu masih mikirin soal pacar kamu itu... ucap danu


dia enggak ada ngirim pesan ke caca atau nelpon caca kak, kalau dia benar-benar marah gimana sama caca... ucap caca


sayang kamu harus percaya sama kakak, dia pasti nelpon kamu atau mengirim pesan ke kamu, mungkin sekarang dia emang lagi sibuk sayang... ucap danu


apa caca aja ya yang ngirim pesan ke dia atau telpon gitu, biar semuanya jelas kak... ucap caca


itu hak kamu sayang,kalau kamu yakin ya coba aja... ucap danu


kalau gitu nanti caca coba deh... ucap caca


danu pun berniat untuk menemui pacarnya caca, tanpa sepengetahuan caca,


danu tak ingin melihat adiknya sedih apa lagi di sakiti,


dengan melihat sikap pacarnya caca ini danu sedikit khawatir, apa lagi dengan kondisi caca dan sifat sensitif nya caca yang akan membuat caca bisa-bisa drop,


beberapa menit kemudian,


sampailah danu dan caca di rumah,

__ADS_1


danu memarkirkan mobilnya,


caca pun turun dari mobil di susul danu,


mereka pun masuk ke dalam rumah,


danu dan caca di sambut oleh bibi jum


den danu non caca sudah pulang... ucap bibi jum di ruang tamu


iya bibi... ucap caca


mau bibi siapkan makan atau mau bibi buat sesuatu... ucap bibi jum


caca mau makan deh bibi... ucap caca


baik non, den danu juga mau makan... ucap bibi jum


boleh bibi... ucap danu


kalau gitu bibi siapin dulu ya den danu non caca... ucap bibi jum


iya bibi, kalau gitu caca mau ke kamar dulu bersih-bersih... ucap caca


iya non... ucap bibi jum langsung menuju dapur


sedangkan danu langsung melangkah menuju kamarnya,


eko yang sudah berada di rumahnya, sedang mengistirahatkan badannya di atas tempat tidurnya karena merasa lelah dan kepikiran soal caca dan laki-laki yang bersama caca,


eko merasa stres memikirkan masalah ini, eko berpikir mengapa ia harus mengalami ini, eko merasa tidak sanggup untuk kehilangan caca,


eko merasa pusing dengan masalah ini, apa yang harus ia lakukan saat ini,


caca yang sudah berada di kamarnya pun duduk di kursi santainya di depan jendela,


caca merasa bingung apa yang harus ia lakukan saat ini,


caca pun berpikir untuk mengirimkan pesan pada eko,


caca memberanikan diri, caca mengambil ponselnya dan menulis pesan pada eko, caca berharap eko akan merespon pesan yang caca kirim padanya,


ting.... satu notifikasi masuk di ponsel eko


eko langsung mengambil ponselnya,


dan di layar ponsel tertulis " sayangku "


eko langsung membuka pesan yang di kirim oleh caca


sayang ku :


kakak, apa kabar? gimana tugas kuliah kakak apa sudah selesai? apa kita bisa ketemu? caca juga kangen sama kakak, ada yang mau caca omongin juga sama kakak


saat eko membaca pesan caca, eko pun merasa kan kerinduan karena sudah lama eko tak bertemu caca,


namun di satu sisi eko masih merasa kecewa dan cemburu,


namun rasa sayang eko lebih besar dari rasa kecewa eko,


eko pun akhirnya memutuskan untuk membalas pesan yang caca kirimkan padanya,


ting... satu notifikasi masuk di ponsel caca


caca langsung membuka balasan pesan yang caca kirim,


kakak eko :


kabar kakak baik sayang, kakak masih menyelesaikan tugas kakak, kakak juga kangen sama kamu, kakak juga pengen ngomong sesuatu sama kamu, tapi kakak bisanya ketemu weekend ya sayang, kakak nanti ke rumah kamu


caca yang membaca pesan dari eko, caca merasa senang, karena akhirnya caca bisa ketemu dengan eko dan caca pun bisa sekalian mengenalkan eko pada ayah, ibu dan kak danu,


caca pun langsung meletakkan ponselnya dan bangkit dari duduknya masuk ke dalam kamar mandi,


danu yang berada di dalam kamarnya,


masih membaringkan badannya, menghilangkan lelahnya sejenak,


sambil memikirkan soal caca dan pacarnya,


semoga saja pacar caca bisa bersikap dewasa dan mau mendengar penjelasan caca jika tidak, makan danu akan menemui eko dan berbicara padanya,


setelah merasa lelahnya sudah sedikit menghilang, danu pun masuk ke dalam kamar mandi,


bibi jum yang berada di ruang makan sudah menyiapkan makanan untuk danu dan caca,


beres.... ucap bibi jum


tinggal nunggu non caca dan den danu selesai mandi... ucap bibi jum,

__ADS_1


__ADS_2