Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
58


__ADS_3

danu masih cemas terus bolak balik di depan ruang IGD,


kenapa mereka lama sekali di dalam ucap danu semakin panik,


danu terus bolak balik di depan pintu IGD...


beberapa menit kemudian.....


Tiba-tiba pintu pun terbuka, seorang dokter keluar dari dalam ruang IGD dimana caca di periksa....


danu langsung mendekat dan berkata.... gimana dok adik saya... ucap danu


ratna dan bagas pun langsung berdiri dan berjalan ke arah danu dan dokter itu berdiri untuk mengetahui kondisi caca seperti apa....


kondisi pasien agak serius...


apa terjadi sesuatu yang mengakibatkan pasien emosi berlebihan seperti ini? tanya dokter


ada insiden yang memancing emosinya...ucap danu


dokternya pun mengangguk,


jadi bagaimana dok kondisi anak saya.... ucap ratna


sekarang kondisi pasien sudah stabil, sudah melewati masa kritis, namun masih harus terus di pantau perkembangannya.... saya pun tidak bisa memastikan kapan caca akan siuman.... ucap dokter


maksud dokter adik saya koma? tanya danu


bisa di bilang seperti itu.... cuma yang sekarang agak serius... kita berdoa saja agar pasien cepat siuman,


ayah.... caca.... ucap ratna menangis di pelukan bagas


danu langsung terduduk lemas mendengar ucapan dokter yang mengatakan caca koma....


saat ini pasien sudah bisa di pindahkan ke ruangan perawatan dan sudah bisa untuk di jenguk, namun sekarang masih proses pemindahan ke ruang perawatan,


kalau gitu saya permisi dulu.... ucap dokter


makasih dok... ucap danu


danu, ratna, bagas masih menunggu di ruang IGD, karena caca masih di proses pemindahan menuju ruang perawatan....


danu hanya diam.... merasa pikirannya kacau....


ratna pun terus menangis


sedangkan bagas berusaha menenangkan ratna....


beberapa menit kemudian....


datang seorang suster menghampiri....


permisi, keluarga pasien bernama cantika.... ucap perawat rumah sakit


iya Sus.... ucap danu


pasien sudah di pindahkan ke ruang perawatan dan keluarga pasien sudah bisa menjenguk pasien di ruangannya.... mari saya antar.... ucap suster


makasih Sus.... ucap danu

__ADS_1


Ratna, bagas dan danu pun menuju ruangan rawat caca dengan di antar suster....


sampainya di depan ruangan caca....


pasien di rawat di sini....silahkan.... ucap suster membuka pintu dan masuk


makasih sus.... ucap danu yang sudah berada di dalam


sedangkan ratna dan bagas sudah mendekat ke arah caca


sama-sama, kalau begitu saya tinggal dulu,... ucap suster


iya.... ucap danu


suster tersebut pun keluar dari kamar rawat caca dan kembali mengerjakan tugasnya....


setelah kepergian suster,


danu pun mendekat melihat kondisi caca...


miris melihat caca yang harus berbaring lemas seperti sekarang, ratna yang enggak sanggup melihat caca seperti itu, ratna kembali menangis di pelukan bagas...


bagas menuntun ratna keluar ruangan dan duduk di kursi tunggu depan ruangan caca di rawat,


danu yang sudah mendekat melihat caca dari jarak yang begitu dekat....


sakit melihat adik yang paling danu sayang harus berbaring tak berdaya seperti ini lagi,


danu pun harus menyaksikan hal ini untuk yang ke dua kalinya....


danu membelai rambut caca dengan lembut, seketika danu mengeluarkan cairan bening yang tidak danu sadari


bagas yang merasa bersalah hanya bisa terdiam, penyesalan terbesar bagas menjadi orang yang cuek dan dingin....


bagas tidak menyangka candaan yang ia buat menjadi petaka...


danu terus berada di sisi caca dan memandangi sosok yang telah berbaring lemah dengan tatapan sendu....


kejadian yang dulu pernah terjadi kini terulang lagi, ketakutan akan kehilangan sosok adik yang ia sayang kini menghantui danu kembali


dengan berlinang air mata, danu terus berdoa dalam hati agar adiknya cepat di berikan kesadaran dan dapat berkumpul kembali seperti sediakala.


danu menggenggam tangan caca dan tertunduk, dengan air mata yang masih membasahi pipinya....


" ya Allah jangan kau ambil adikku, aku belum sanggup untuk kehilangan nya.... tolong sadarkan dia dan jauhkan penyakit dari dirinya... aku ingin melihat adikku bahagia tanpa harus merasakan sakit ini.... aku hanya memohon ke padamu ya Allah.... "


danu mengangkat kepala lalu memandang caca dan membelainya


tangan sebelah danu terus menggenggam tangan caca dan danu meletakkan tangan caca di pipi danu lalu mencium telapak tangan caca dengan air mata yang terus mengalir...


sayang ayo bangun sayang.... kakak mohon sama kamu... jangan kaya gini...


apa yang kamu dengar enggak seperti yang kamu bayangkan.... ayah sayang sama kamu... perhatian sama kamu... kamu anak yang mereka harapkan, hanya saja sikapnya yang cuek dan dingin membuat kamu salah faham.... tolong kamu bangun sayang.... ibu dari tadi menangis tidak sanggup melihat kamu seperti ini dan mereka merasa bersalah atas ini semua sayang... ucap danu


namun saat danu membelai kepala caca,


danu melihat pucung mata caca mengeluarkan air mata, sedangkan caca masih dalam posisi belum sadarkan diri...


seketika danu mengucap air mata caca yang jatuh dan memandang caca dengan harapan segera siuman sambil berkata....

__ADS_1


sayang... kamu mendengar kakak sayang.... tolong bangun sayang.... kamu jangan menangis


bangun sayang.... namun caca tidak merespon ucapan danu.... seketika danu membalikkan duduk di hadapan caca berharap akan ada keajaiban


ratna mulai agak tenang, bagas pun masih setia menemani ratna....


sayang sudah lebih tenang... tanya bagas


ratna mengangguk....


kenapa kamu berbicara seperti itu tadi.... ratna membuka suara


aku tidak bermaksud seperti itu bu... aku berbicara seperti itu hanya untuk menggoda kamu, aku pikir caca tidak akan berpikir sejauh itu sayang... maaf kan aku, aku sangat menyesal bu.... ucap bagas


jangan meminta maaf kepada ibu, ayah harus meminta maaf kepada caca... ucap ratna


iya bu... kalau keadaannya sudah stabil ayah akan bicara dengannya.... ucap bagas


tapi jangan berbicara sembarangan sama caca... ucap ratna


ayah janji bu... ucap bagas


ayo kita masuk yah... ajak ratna


bagas dan ratna pun bangkit dari duduknya dan masuk ke ruangan caca,


saat membuka pintu bagas dan ratna mendapat pemandangan


mereka melihat danu masih ada di dekat caca, danu tertidur dengan posisi duduk dan menaruh kepala di samping caca dengan tangan yang melipat di tempat tidur caca


seketika bagas dan ratna saling berpandangan,


lalu melangkah mendekati ranjang caca....


ratna dan bagas tidak ingin membangunkan danu, maka ratna dan bagas tidak bersuara agar tidak mengganggu danu yang sedang istirahat


saat merasa ada pergerakan di ruangan, danu langsung bagun dari tidurnya,


danu menggosok-gosok matanya,


saat melihat ternyata ratna dan bagas,


ayah ibu... ucap danu


st.... dengan isyarat tangan di letakkan di bibir,


danu pun tidak berbicara....


lalu, ratna membelai kepala caca dan mencium kening caca dengan lembut,


bagas pun membelai kepala caca dan mengecup kening caca,


setelah selesai bagas dan ratna keluar dari ruangan dengan di susul oleh danu...


ayah ibu... pulang saja dulu... pasti kan ibu dan ayah capek menunggu caca dari tadi... biar danu saja yang menjaganya.... ucap danu


tapi danu... ucap ratna


enggak apa-apa bu, pulang saja dulu... besok baru datang ke sini... ucap danu

__ADS_1


baik lah... ibu dan ayah pulang dulu... ucap ratna


mereka pun pulang dan danu kembali masuk ke ruangan dan duduk di samping caca


__ADS_2