Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
60


__ADS_3

matahari pagi yang cerah sudah bersinar dan menyapa .... menyinari langit dan seluruh kota menunjukkan keindahannya yang tidak tertandingi....


cahaya mentari menyapa dengan indah ke kamar di mana caca di rawat....


sudah satu minggu caca terbaring lemah di ruangan ini di rumah sakit di mana caca di rawat, namun kondisinya caca pun masih sama dengan sebelumnya, hanya terbaring kaku di ranjang....


danu, ratna dan bagas hanya bisa bersabar menunggu dan merawat caca dengan penuh kasih sayang saat ini.... mereka selalu berharap ada mukjizat yang dapat membuat caca sadar dari komanya...


hingga rasa lelah yang mereka rasa sudah tak mereka perduli kan lagi, hanya berharap caca cepat sadar dan pulih seperti sedia kala dan berkumpul bersama keluarga....


danu yang masih tertidur, kini sudah terbangun dari tidurnya,


danu mengubah posisi menjadi duduk....


termenung sesaat, danu memandang di mana caca berada dan langsung mengecek kondisi caca dan merawat caca dengan telaten dan sabar. seperti biasa, setiap pagi danu pasti selalu mengajak ngobrol caca dengan ceria dan penuh semangat, walau tidak ada respon dari caca namun itu tetap danu lakukan... sambil membersihkan caca tentunya....


pagi sayang.... apa kabar kamu hari ini.... gimana keadaan kamu sayang.... semoga hari ini kamu lebih baik ya... kakak selalu berdoa supaya kamu cepat sembuh.... oh ya kita bersih-bersih dulu ya sayang, supaya kamu lebih segar dan sambil menunggu ayah dan ibu datang untuk menjaga kamu... mau kan sayang.... kakak bersihin ya....


danu pun mulai membersihkan muka caca, tangan dan kaki caca dengan begitu telaten dan hati-hati...


beberapa menit kemudian,


setelah semuanya beres danu pun tetap berada di ruangan untuk menunggu caca dan menunggu kedatangan ratna dan bagas....


sambil menunggu danu pun membuka laptop, untuk membuka laporan perkembangan pekerjaan yang sedang ia tangani saat ini...


karena danu selalu memantau perkembangannya walau saat ini danu tidak pergi melihat langsung ke lokasi...


saat danu sedang bekerja, Tiba-tiba pintu ruang rawat caca terbuka danu pun langsung memandang ke arah pintu....


pagi sayang..... ucap ratna


ternyata ratna dan bagas yang sudah datang


danu yang melihat kedatangan ratna dan bagas langsung menghentikan pekerjaannya...


pagi bu yah... ucap danu


sayang kerjaan kamu ada masalah? tanya ratna


enggak bu, danu hanya melihat laporan soal perkembangan nya aja, semuanya aman ko.... ucap danu


syukur lah kalau gitu.. ucap ratna


danu, ini sarapan buat kamu.... ucap ratna yang meletakkan kotak makanan di meja


makasih bu.... ucap danu yang langsung membuka sarapan yang ratna bawa dan memakannya...


bagaimana caca.... ucap ratna bertanya pada danu

__ADS_1


masih sama bu... ucap danu sambil menyantap sarapan yang di bawa ratna dari rumah....


Ratna pun menghampiri caca dan menyapa caca seperti biasanya....


pagi sayang.... gimana kabar kamu hari ini... kamu baik-baik aja kan sayang... mama selalu berdoa buat kamu agar kamu cepat sembuh sayang...


biar kita jalan-jalan dan belanja sama-sama,


kamu mau kan sayang...


ibu sama ayah... minta maaf sama kamu udah bikin kamu menderita seperti ini.... ibu harap kamu bisa maafin ayah dan ibu....


ayah dan ibu sayang sama kamu....


ucap ratna panjang lebar yang sudah berlinangan air mata memandang caca dan mengelus pucuk kepala caca dengan lembut....


pandangan ratna tak lepas memandang caca....


bagas yang melihat langsung menghampiri ratna


ibu, tenangkan diri mu jangan seperti ini, kasihan caca bu.... jangan menangis di depan caca pasti dia akan sedih kalau melihatnya...


ayah paham kesedihan ibu, ayah juga sedih karena semua ini karena ayah... tapi kita harus kuat dan sabar menunggu caca untuk siuman.... ini pasti karena caca merasa kecewa sama kita bu... ucap bagas


danu yang melihat merasa sedih dan tidak tega melihat kedua orang tuanya seperti itu setiap hari...


ayah ibu... sudah jangan buat caca sedih...


kita berdoa saja agar caca cepat siuman.


Tiba-tiba pada saat ratna memandang caca,


ratna melihat caca meneteskan air mata....


sayang.... maafin ibu sayang.... kamu jangan menangis sayang.... ucap ratna yang langsung mendekat dan menghapus air mata caca


tenang sayang.... ucap ratna


yah, caca mendengar apa yang kita bicarakan, tapi kenapa dia enggak mau bangun bertemu kita.... ucap ratna menangis


sudah bu.... sabar.... ucap bagas yang menuntun ratna untuk duduk di sofa


kamu jangan terus menangis seperti ini kasihan caca bu.... ucap bagas


ibu enggak kuat yah liat caca menderita seperti ini harus merasa kan sakit.... ucap ratna yang masih menangis


ini sudah takdir bu, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita sebagai orang tua harus bisa menguatkan caca jangan menunjukkan kesedihan kita di depannya... ucap bagas


ratna masih terus menangis...

__ADS_1


bagas pun menenangkan ratna...


danu pun menghentikan makannya....


sudah bu jangan menangis depan caca dia akan merasa sedih melihat ibu seperti ini.... ucap danu


danu pun berdiri dari sofa dan melihat caca...


saat danu duduk samping caca danu melihat caca meneteskan air mata dan danu pun mendekat memandang caca sambil memegang tangan caca....


jangan menangis sayang.... kamu enggak perlu memikirkan apa-apa.... yang penting sekarang kamu istirahat dan kakak harap kamu mau membuka mata kamu sayang....kakak harap kamu tidak kecewa dengan ayah dan ibu dan kamu bisa- memaafkan mereka.... kasian ibu yang selalu menangis seperti itu .... ucap danu menggenggam tangan caca dan meletakkannya di bibir danu....


danu terus mencium punggung tangan caca dengan sedih....


namun saat danu meletakkan tangan caca di pipinya dan terus menciumnya, Tiba-tiba caca memberi respon dengan menggerakkan sedikit jari, sontak mata danu melotot dan langsung melihat ke arah tangan yang sedang di genggam saat ini....


danu memperhatikan tangan caca....


sayang, kamu mendengar ucapan kakak sayang... ucap danu langsung bangkit dari duduknya dan memandang wajah caca lebih dekat..


ratna dan bagas yang berada di sofa langsung melihat ke arah danu yang sedang histeris entah kenapa....


kenapa dengan caca sayang.... tanya ratna yang langsung menghampiri danu, karena takut terjadi sesuatu dengan caca


bagas pun langsung menghampiri danu dan melihat caca....


kenapa dengan caca danu.... tanya bagas penasaran


jari caca gerak bu.... ucap danu


yang betul danu.... tanya ratna


iya bu... ucap danu


mereka langsung melihat ke arah caca


yah caca.... ucap ratna langsung menangis


tenang dulu bu.... ucap bagas


bangun sayang kita selalu nunggu kamu sayang.... ucap danu


jangan marah lagi sayang ayah sama ibu minta maaf.... ucap ratna


ayo bangun ca... kakak mohon sama kamu sayang.... ucap danu


namun caca tidak merespon....


rasa kecewa pun menghampiri mereka semua....

__ADS_1


jangan menangis bu.... ucap bagas


danu pun langsung lemas tak berdaya setelah merasa bahagia karena caca menggerakkan tangannya.... namun seketika semuanya hilang semangat... karena caca tidak merespon kembali


__ADS_2