Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
155


__ADS_3

di ruangan dimana caca di rawat tinggal lah danu dan ratna,


caca kamu makan buah ya ucap ratna yang sedang mengupas jeruk di samping ranjang caca


iya bu ucap caca


ibu danu keluar sebentar ya? kalau ada apa-apa hubungi aja danu ucap danu yang sudah berdiri


iya nak ucap ratna


sayang kakak tinggal sebentar ya? kamu baik-baik di sini ucap danu


caca hanya mengangguk


danu pun pergi meninggalkan ruang rawat caca


setelah danu pergi, ratna pun duduk di samping caca sambil menyuapi caca buah,


ibu ucap caca


iya sayang kenapa ucap ratna


sebenarnya caca kenapa ya kalau caca merasa tertekan, marah atau melakukan sesuatu yang berat caca merasakan sakit di bagian dada ucap caca


ratna yang mendengar merasa bingung harus menjawab apa,


itu karena kamu kecapean, karena tingkat emosi kamu meningkat, mangkanya ibu suka bilang ke kamu kontrol emosi dan obat yang ibu kasih kamu minum buat kesehatan kamu ucap ratna


caca sakit ya bu ucap caca merasa ada yang lain dalam tubuhnya,


siapa bilang? kamu hanya enggak bisa kecapean dan tertekan sayang mangkanya ibu kasih kamu obat itu sayang ucap ratna dengan nada lembut


caca kemarin enggak minum obatnya habis ada teman-teman caca takut mereka mikir aneh-aneh sama caca ucap caca


lain kali utamakan kesehatan kamu, liat hasil nya kamu masuk rumah sakit kan, kamu enggak kasihan sama kakak, ibu dan ayah yang sedih melihat kamu seperti ini, kami semua hanya berharap kamu selalu sehat dan bahagia ucap ratna


maafin caca ya bu udah bikin kalian semuanya cemas ucap caca


iya sayang, mulai sekarang kamu harus jangan kesehatan, jangan capek-capek dan sekarang caca harus banyak istirahat biar cepat sembuh ucap ratna tersenyum


caca mengangguk dan tersenyum


nih makan lagi jeruknya, habiskan ucap ratna memberikan jeruk pada ratna,


caca pun melanjutkan memakan jeruknya dengan berlahan hingga habis


danu yang sudah berada di kantin rumah sakit langsung memesan segelas kopi,


setelah selesai memesan kopi danu pun melangkah menuju taman untuk bersantai sejenak sambil menikmati secangkir kopi,


danu duduk di bangku taman rumah sakit seorang diri, sambil menikmati suasana di sana,


yang pasti untuk menenangkan hati dan pikirannya,


tanpa terasa kini adik kesayangannya yang dulu masih kecil dan selalu menempel kepadanya kini sudah tumbuh dewasa dan akan segera menikah dengan orang yang sudah caca pilih untuk menjadi pendampingnya,


ada rasa sedih dan kehilangan dalam hati danu, adik kecilnya yang selalu dia sayang dan manja, tidak akan lagi bersikap manja padanya,


namun danu juga bahagia akhirnya caca mau membuka hatinya untuk orang lain setelah trauma yang dia alaminya dulu membuat caca menutup diri begitu lama,


saat ini danu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk adiknya dan semoga caca selalu sehat


eko telah sampai di kampus, eko langsung masuk ke gedung kampus dengan langkah yang di percepat menuju ruangan dosen pembimbing,


teman-teman eko yang sudah menunggu eko di koridor dengan gelisah menunggu kedatangannya karena waktu penyerahan skripsi tinggal lima belas menit lagi,


duh eko kok belum datang juga sih ucap dewa yang sadari tadi mondar mandir gelisah


kamu bisa diem enggak sih pusing tau liat nya ucap faldo


gimana bisa tenang eko belum datang waktu nya lima belas menit lagi ucap dewa


sebentar lagi juga nongol udah tenang aja ucap dava


iya tenang napa ucap fikri


dewa tetap gelisah


eh itu dia datang ucap dava melihat eko di ujung koridor yang sudah berlari mendekat ke arah teman-temannya


faldo, dewa, fikri langsung melihat ke arah ujung koridor,


mereka pun langsung tersenyum lega melihat eko yang tiba tepat waktu

__ADS_1


eko cepetan masuk masih ada waktu ucap dewa


iya cepetan masuk ucap yang lainnya,


ricuh menyuruh eko langsung masuk ke ruangan,


eko pun langsung bergegas masuk,


permisi, maaf saya terlambat ucap eko yang langsung membuka pintu dengan nafas yang masih belum teratur karena lelah berlari mengejar waktu,


lalu eko pun melangkah mendekat ke meja dosen dengan nafas yang sudah lebih teratur,


maaf pak saya mau menyerahkan skripsi saya ucap eko menyodorkan skripsi miliknya


dosen hanya terdiam tanpa kata mengambil skripsi milik eko dan membukanya,


sedangkan teman-teman eko yang sedang menunggu masih dengan perasaan khawatir menunggu eko yang belum juga keluar dari ruangan dosen,


kok eko belum keluar juga ya? apa dosen tidak menerima skripsinya karena terlambat ucap fikri


kamu jangan bicara sembarangan, eko kan belum terlambat mengumpulkan skripsinya ucap dava


sudah kalian jangan ribut kita tunggu saja ucap dewa


mereka pun akhirnya tenang menunggu eko keluar dari ruangan dosen,


setelah menunggu beberapa menit kemudian,


keluarlah eko dari ruangan dosen,


dengan ekspresi muka yang sedih,


teman-teman eko yang melihat ekspresi eko langsung memasang muka terkejut dan langsung menghampiri eko,


bagaimana? ucap dava


iya bagaimana? ucap faldo


enggak mungkin ucap fikri, dava dan faldo yang berpikir eko telah gagal


apa sih kalian ini, eko enggak bener kan ucap dewa


eko tiba-tiba tersenyum dan berkata


hah serius ucap teman-temannya bahagia


mereka langsung memeluk eko dengan senang, akhirnya mereka bisa lulus bersama dan tentunya eko lama di dalam itu karena eko sedang meminta izin pada pihak dosen dan kampus untuk membuat acara lamaran yang akan eko lakukan pada acara wisuda nanti,


syukurnya dosen dan pihak kampus memberi izin,


eko pun langsung menyusun rencana dan mempersiapkan semuanya,


oh ya tapi kok tadi kamu lama di dalam ucap dava


iya betul itu ucap fikri dan faldo


memangnya ada masalah ucap dewa


tidak, aku hanya meminta izin pada pihak dosen dan kampus mau mengadakan acara lamaran saat wisuda nanti ucap eko


apa lamaran ucap teman-temannya serentak karena terkejut dengan ucapan eko


serius kamu ko mau melamar caca ucap fikri


iya kamu kan tau caca selingkuh kenapa sekarang kamu mau menikah dengannya ucap dava


kamu yakin ko mau menikah dengannya ucap faldo


kamu enggak mau cerita sama kami ucap dewa


baik aku akan cerita sama kalian semua, tapi enggak di sini kita cari tempat buat mengobrol ucap eko


ok, ayo kita cari tempat ucap dewa


eko dan teman-temannya pun meninggalkan koridor kampus,


danu dan ratna sudah berada di ruangan dokter, dokter ingin membicarakan soal kondisi caca saat ini,


bagaimana dok kondisi anak saya ucap ratna


kondisi anak ibu saat ini sudah stabil, caca bisa melakukan rawat jalan dan yang terpenting jangan lupa dengan obatnya jika terjadi hal seperti tadi agar tidak berakibat fatal ucap dokter


baik dok ucap ratna

__ADS_1


oh ya dok soal penyakit caca apa semakin parah? ucap danu


soal penyakit caca kita hanya memperlambat perkembangan penyakitnya saja, namun sewaktu-waktu penyakit caca bisa berkembang dengan cepat tergantung dengan kondisi caca saat ini ucap dokter


maksudnya dok ucap ratna


saya harap keluarganya dan orang terdekatnya bisa menjaga suasana hatinya bikini caca selalu bahagia, jangan berikan tekanan padanya seperti masalah yang mungkin dia hadapi, selalu dampingi dia dan yang terpenting obat yang saya berikan jangan lupa untuk di minum ucap dokter


baik dok saya mengerti ucap danu


kalau begitu kita permisi dulu dok ucap ratna


baik silahkan ucap dokter mempersilahkan keluar


ratna dan danu pun keluar dari ruangan dokter


dalam pikiran mereka masing-masing dan ekspresi sedih yang di tunjukkan setelah mendengarkan penjelasan yang dokter berikan atas penyakit yang di derita oleh caca,


dengan kemungkinan kecil untuk caca bisa sembuh membuat pukulan buat mereka,


danu merangkul ratna dengan maksud menguatkan ratna, agar bersabar dan menerima cobaan yang di berikan kepada keluarganya,


dengan terus melangkah ke ruangan di mana caca di rawat,


sudah bu jangan sedih seperti itu kita harus kuat di depan caca ucap danu


kenapa caca harus mengalami ini semua danu, kasihan caca ucap ratna


ini cobaan bu dan kita harus menerima ini semua dengan lapang dada ucap danu


jika caca mengetahui soal penyakitnya dia pasti sangat terpukul apa lagi kemungkinan untuk sembuh itu sangat kecil ucap ratna


sekarang yang terpenting kita harus bikini caca selalu bahagia bu, memperhatikannya dan menghabiskan waktu bersama caca selagi caca masih bersama kita ucap danu


sampai lah danu dan ratna di depan ruang rawat caca


ibu ayo tersenyum jangan sedih seperti itu ucap danu


ratna pun berusaha mengontrol emosinya berusaha tenang,


ratna menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya berlahan lewat mulut,


setelah merasa tenang ratna pun melangkah masuk bersama danu,


saat ratna dan danu sudah berada di ruangan mereka melihat caca sedang tertidur,


mereka melangkah mendekat ke ranjang caca,


memastikan caca baik-baik saja,


danu membenarkan letak selimut caca,


ratna memandang caca dengan tata pan sedih lalu membelai caca dan mengecup kening caca dengan lembut penuh kasih sayang,


danu yang melihat ibunya pun ikut terbuai dalam kesedihan,


danu terpaku sejenak memandang dua orang wanita yang dia sayangi, dengan tatapan sendu,


lalu danu pun beranjak pergi melangkah menuju sofa,


dengan lunglai, tak terbayangkan jika dirinya benar-benar kehilangan caca,


danu menjatuhkan dirinya di sofa dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sambil memejamkan matanya, danu berusaha menahan kesedihannya, namun tanpa terasa air mata telah keluar dari ujung matanya, danu tak kuasa menahan air mata yang akhirnya jatuh membasahi pipinya,


tanpa danu sadari ratna telah menghampiri dirinya,


ratna melihat danu yang sedang menangis,


baru kali ini ratna melihat danu yang begitu rapuh, merasakan kesedihan takut kehilangan adiknya yang selama ini dia jaga dan dia sayangi melebihi dirinya sendiri,


ratna mengerti dengan apa yang danu rasakan,


ratna pun duduk di samping danu,


danu yang menyadari ratna yang telah duduk di sampingnya langsung membuka mata dan menegakkan duduknya sambil menghapus air matanya,


menangis lah jika kamu ingin menangis jangan menahan nya ucap ratna dengan tata pan kosong,


danu memandang ratna, danu pun langsung memeluk ratna dan tangisan pun pecah dalam pelukan ratna,


ratna membiarkan danu menangis hingga danu merasa lega,


ratna pun ikut meneteskan air mata

__ADS_1


__ADS_2