Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
160


__ADS_3

rania dan caca yang baru saja sampai di kantin langsung menghampiri eko dan yang lainnya sambil mengobrol dengan ceria, mereka begitu akrab seperti sudah lama saling mengenal,


saat mengetahui rania dan caca telah kembali mata eko, dava, fikri, faldo, dan dewa langsung tertuju pada mereka, dengan terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat,


caca dan kiara kembali dengan begitu akrab


hai, siapa caca dengan tersenyum lalu memandang rania,


kalian ucap dava dengan bingung


kenapa dengan kita? ucap caca bingung lalu memandang rania untuk mencari jawaban


namun rania juga tidak memberikan jawaban, malah mengangkat bahunya dengan bingung


kalian udah baikan ucap dewa


sontak rania dan caca tertawa sambil saling memandang lalu berkata,


emangnya kita pernah berantem ucap serentak


syukurlah jika kalian sekarang baik-baik saja ucap dewa


rania dan caca tersenyum


sedangkan eko sudah tau dengan ending yang akan terjadi,


sedangkan yang lainnya tetap dengan mode silent


ayo kak kita duduk ucap caca menarik rania untuk duduk


kini mereka pun bersenang-senang bersama


tidak ada yang menolak kehadiran rania begitu pun dengan caca menyambut rania dengan senang hati walau caca tau rania menyukai eko namun caca percaya dengan eko bahwa eko tidak akan mengecewakannya,


setelah cukup lama bersantai,


akhirnya tiba lah saatnya di mana pengumuman hasil sidang skripsi bagi mahasiswa yang mengikuti sidang pada hari ini,


semua mahasiswa pun di minta untuk berkumpul di aula fakultas informatika,


caca pun menunggu eko di taman seorang diri sambil membaca buku


beberapa jam kemudian,


sayang, maaf ya lama ucap eko yang ternyata sudah berada di hadapan caca tanpa caca sadari


kakak, sendirian saja? bagaimana ucap caca yang langsung berhenti membaca


mereka sudah duluan pulang katanya ada urusan ucap eko


ooo begitu ucap caca sambil menganggukkan kepalanya,


lalu eko duduk di samping caca dengan memasang wajah sedih, eko sedikit berakting di depan caca


kakak ada apa ucap caca yang melihat raut wajah eko yang sedih


eko tetap diam,


kakak ada apa, kenapa kakak sedih ucap caca khawatir


enggak mungkin kan ucap caca menebak kalau eko tidak lulus sidang skripsi


mana mungkin ucap batin caca mematung memandang eko,


eko yang melihat ekspresi caca yang sedih, eko pin menjadi tak tega untuk mengerjai caca


sayang ucap eko membuka suara


kakak enggak mungkin enggak lulus sidang skripsi kan ucap caca lemah


enggak sayang, kakak lulus kok, maaf ya udah buat kamu sedih ucap eko memeluk caca


caca melepas pelukan eko lalu berkata,


jadi kakak ngerjain caca ucap caca sedikit kesal


eko tersenyum, maaf sayang ucap eko


caca langsung memukul dada danu sambil berkata


" nyebelin nyebelin dasar nyebelin "


eko meraih tangan caca yang sedang memukulinya lalu berkata


" iya sayang kakak minta maaf ya "


heh kesal caca yang langsung membelakangi eko


eko malah tersenyum melihat wanitanya yang begitu menggemaskan, walau sedang marah tetap saja bersikap manja


baik baik kalau gitu sebagai permintaan maaf kakak mau ngajak kamu makan sekalian merayakan kelulusan kakak, gimana ucap eko yang membalikkan badan caca


caca masih bersikap ngambek,


gimana mau enggak ucap eko sedikit menggoda


baik, setuju ucap caca


eko tersenyum


kalau gitu nanti malam kakak jemput ya ucap eko


caca mengangguk


ayo kita pulang sayang ucap eko


iya tapi kak danu belum sampai ucap caca


kalau gitu kakak temani kamu sampai kamu di jemput ucap eko


kakak enggak mau ikut ucap caca berharap eko bisa ikut dengannya berjalan-jalan bersama danu


maaf sayang kakak enggak bisa, kakak ada urusan yang harus di urus ucap eko


baik lah ucap caca kecewa

__ADS_1


eko pun menemani caca hingga danu menjemput


sedangkan teman-teman eko sedang berada di aula di mana akan di adakan acara wisuda dan juga acara eko yang akan melamar caca, tentunya atas seijin pihak kampus,


teman-teman eko sudah sibuk menyiapkan semuanya termasuk rania yang ikut membantu juga dalam mempersiapkan acara lamaran eko,


oh ya eko mana sih kok belum datang ucap dava


sabar, dia ada di depan kampus sedang menemani caca yang belum di jemput ucap dewa


oh ya rania kamu enggak jadi ikut sama caca ucap fikri


iya rania ucap faldo


enggak aku bantu kalian aja ucap rania


kenapa? kamu masih berharap pada eko celetuk dava


rania tertunduk


hanya perlu waktu untuk merelakan eko bersama caca namun aku yakin caca cocok bersama eko, walau caca terlihat lemah dan manja tapi sebenarnya dia anak yang kuat dan dewasa dalam berpikir ucap rania


yang sabar ya, kita yakin kok kamu akan menemukan seseorang yang akan mencintai kamu dengan tulus ucap dewa


makasih ucap rania tersenyum


mereka pun melanjutkan kembali mendekor ruang aula,


danu baru saja tiba,


sayang ayo ucap danu dari dalam mobil


kak danu sapa eko


danu tersenyum


kakak, caca duluan ya ucap caca berpamitan pada eko


iya sayang, kamu hati-hati ya nanti jangan lupa kabarin kakak ucap eko


iya kak ucap caca


caca pun masuk ke dalam mobil


eko kamu enggak ikut ucap danu


enggak kak, kebetulan masih ada urusan, lain waktu kak ucap eko tersenyum


baik, kalau begitu kita duluan ya ucap danu yang tau apa yang sedang eko lakukan


iya kak ucap eko


caca melambaikan tangannya sambil tersenyum begitu pun dengan eko yang membalas lambaian caca dengan tersenyum,


danu pun menjalankan mobilnya meninggalkan kampus,


eko melihat kepergian caca dan danu hingga hilang dari pandangannya,


setelah mobil danu tak terlihat lagi, eko pun langsung melangkah menuju aula untuk menemui teman-temannya yang sudah lebih dulu berada di aula,


caca masih bingung kemana danu akan membawanya,


karena sadari tadi danu hanya fokus mengemudi tanpa berkata apa-apa,


sesekali caca melihat ke arah danu namun danu tetap diam,


pada akhirnya caca pun buka suara


kakak sebenarnya kita mau ke mana? ucap caca


ke suatu tempat yang pasti kamu suka ucap danu dengan pandangan tetap ke depan


" aneh, ada apa dengan kakak hari ini, apa dia sedang ada masalah di tempat kerja? " ucap batin caca terus berpikir,


namun caca tetap diam hanya mengikuti danu kemana membawanya pergi


tibalah eko di aula


caca sudah di jemput ucap dewa melihat eko yang baru saja tiba di aula


mendengar ucapan dewa yang lainnya pun menghentikan pekerjaannya dan memandang ke arah eko


dia sudah di jemput ucap eko lalu bergabung dengan teman-temannya


kamu kenapa ada di sini ucap eko melihat rania


a- aku hanya ingin membantu ucap rania gugup karena takut eko marah


mendengar jawaban rania, eko tak berkata apa-apa, membiarkan rania tetap berada di aula membantu eko mempersiapkan semuanya


rania pun sejenak memandang eko yang tak merespon, lalu kembali melanjutkan pekerjannya yang belum selesai,


teman-teman eko yang melihat rania memandang eko dengan tatapan yang masih berharap dan sedangkan eko yang cuek tetap fokus dengan apa yang sedang di kerjakan eko, maka mereka pun tak mau ikut campur mereka pun memilih melanjutkan kembali pekerjaan mereka,


caca dan danu telah tiba di tempat yang di maksud oleh danu,


mereka pun turun dari mobil,


pantai ucap caca


iya ucap danu


ayo ucap danu lagi


mereka pun melangkah menuju pantai, mereka pun duduk di saung untuk menikmati suasana di sana dan melihat pemandangan pantai yang indah hanya untuk sekedar merilekskan pikiran,


kakak kenapa? lagi ada masalah ucap caca yang akhirnya melontarkan pertanyaan yang sadari tadi ia tahan


danu menghela nafas lalu berkata


" tidak hanya ingin bersantai saja, lagian sudah lama kita tidak pergi bersama "


caca yang mendengar langsung memandang danu dengan sedih,


memang sudah lama mereka tidak pergi bersama dan bersantai seperti ini,

__ADS_1


" ternyata kakak merindukan aku " ucap batin caca


danu yang menyadari sedang di tatap oleh caca langsung memandang caca dan berkata


" kenapa sayang, kok melihat kakak seperti itu "


hah, tidak ada ucap caca


danu tersenyum mendengar jawaban caca,


karena danu tau apa yang sedang caca pikirkan


kamu enggak perlu merasa bersalah sayang, wajar saja jika kita jarang ada waktu bersama karena kesibukan kakak saat ini, begitu pun dengan kamu yang juga sibuk kuliah ucap danu


caca tetap diam,


sudah jangan sedih seperti itu sayang kakak mengajak kamu jalan-jalan itu untuk bersenang-senang, bukan untuk bersedih ucap danu


iya kak ucap caca


bagaimana tadi sayang sidang skripsinya eko, lancar?ucap danu


lancar kak dan eko lulus ucap caca


bagus lah kalau begitu, semoga semuanya lancar hingga waktu wisuda tiba ucap danu


iya kak ucap caca


mereka pun kembali menikmati suasana pantai


eko dan teman-temannya yang berada di aula,


kini sedang bersiap untuk pulang,


ayo kita pulang, nanti kita lanjutkan, lagi pula masih ada waktu beberapa hari untuk menyelesaikan semuanya sampai hari wisuda tiba ucap eko


baik ucap fikri


kalau gitu ayo kita pulang ucap dava


ayo ayo ucap fikri dan faldo


mereka pun langsung merapihkan ruangan aula yang berantakan, setelah selesai mereka pun pulang ke rumah masing-masing


eko aku duluan ya ucap fikri


sip ucap eko


fikri pun meninggalkan aula


eko pulang dulu ya ucap dava yang juga meninggalkan aula


sip ucap eko


kita duluan ya eko ucap faldo dan dewa yang juga meninggalkan aula,


ok ucap eko


teman-teman eko pun telah pergi


rania masih berada di aula, dia sengaja menunggu eko yang masih berada di aula,


kamu enggak pulang ucap eko yang melihat rania


rania pun mendekati eko


aku nunggu kamu ucap rania


kamu di jemput ucap eko bertanya


enggak, kita pulang bareng ya ucap rania percaya diri


sorry aku buru-buru, aku masih ada urusan ucap eko menolak karena tau maksud dari rania


kamu buru-buru mau ketemu caca kan ucap rania yakin


iya aku mau ketemu dengan caca aku sudah janji untuk pergi dengannya ucap eko


apa di dalam hati kamu hanya ada caca? apa tidak ada sedikitpun perasaan kamu sama aku? ucap rania


maaf rania, aku hanya menyukai caca dan aku mencintainya aku enggak mau menyakiti caca ucap eko


tapi eko kita sudah lama kenal dan aku sudah lama menyukai kamu, sedangkan kamu baru mengenal caca sudah langsung mencintainya, apa kurangnya aku ucap rania emosi


eko berusaha tenang menghadapi rania, karena eko tau akan terjadi hal seperti ini,


rania dengar perasaan itu enggak bisa di paksakan, selama ini aku hanya menganggap kamu teman baik enggak lebih, aku harap kamu mengerti rania ucap eko


aku tau, ternyata kamu memang tidak punya perasaan sedikit pun terhadap aku ucap rania sedih namun berusaha ikhlas


maaf rania, semoga kamu bisa menemukan laki-laki yang mencintai kamu dengan tulus ucap eko


tiba-tiba rania tersenyum


aku sudah kamu akan memberi jawaban seperti itu, caca memang berbeda pantas saja kamu mencintainya ucap rania


maksud kamu ucap eko bingung


aku sudah bicara banyak dengan caca ucap rania


jadi, barusan kamu ucap eko


iya aku sedang mengetes kamu, dia memang wanita yang berbeda, dengan pemikiran yang dewasa walau manja, baik, polos, tulus, kamu cocok dengannya, semoga kalian selalu bersama dan kamu ingat jangan sekali-kali kamu menyakiti hatinya kalau kamu enggak mau berhadapan dengan aku ucap rania


baik, aku pasti akan selalu menjaganya dan tidak akan menyakitinya ucap eko


aku pegang janji kamu ucap rania


ok kalau gitu aku duluan ya, bay ucap rania langsung melangkah meninggalkan eko seorang diri


rania yang melangkah meninggalkan aula dengan tersenyum, kini saatnya rania untuk menata hatinya karena rania sudah mengikhlaskan eko bersama caca,


eko masih mematung melihat kepergian rania dengan bingung, lalu seketika eko pun tersenyum,


eko pun baru lah melangkah meninggalkan aula

__ADS_1


__ADS_2