Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
151


__ADS_3

fikri, faldo dava dan juga dewa sudah berada di kampus lebih dulu, mereka janjian dengan eko bertemu di kampus untuk menyerahkan skripsi mereka yang sudah selesai kepada dosen pembimbing mereka masing-masing, setelah urusan mereka pun telah selesai, maka mereka pun tinggal menunggu waktu sidang dan wisuda saja,


saat teman-teman eko ingin menuju kantin sambil mengobrol,


eh eko mana sih ko belum nongol juga sampai sekarang ucap faldo


mana aku tau ucap fikri


eh coba telepon deh, tanya dia sudah di mana ucap faldo


kamu lah yang telepon ucap fikri


kamu aja ucap faldo


kalian ini ngapain ribut sih ucap dava


iya, kita tunggu aja sebentar lagi, mungkin macet ucap dewa


baik lah baik lah ucap faldo dan fikri,


mereka terus melangkah hingga pada akhirnya mereka melewati taman,


langkah faldo terhenti yang membuat yang lainnya saling bertabrakan,


aduh ucap fikri, dewa dan dava yang saling bertabrakan


kamu kenapa sih kok malah berhenti ucap fikri


itu tuh lihat ucap faldo


apa? mana? ucap fikri


iya ada apa sih ucap dava


itu tuh di sana ucap faldo


eh tunggu bukan nya itu cowok yang kemarin kita lihat ya yang sama caca ucap dava yang melihat danu sedang asik dengan laptopnya,


iya itu dia ucap faldo


ngapain dia di sini ucap fikri


nah itu dia yang jadi pertanyaan, aku harus kasih tau eko soal ini biar tau rasa ucap faldo emosi


kalian jangan suka main hakim sendiri, siapa tau dia kakaknya atau saudara jauh caca ucap dewa


kalau saudara atau kakak masa ia mereka kaya orang pacaran gitu sih ucap faldo


sudah jangan kompor deh, ingat jangan bikin masalah, udah ayo pergi ucap dewa


tapi itu ucap faldo


sudah ayo ucap dewa menarik faldo melangkah meninggalkan taman


dengan diikuti fikri dan dava


sedangkan caca dan teman-temannya sudah berada di kelas nya sedang menunggu mata kuliah yang akan di mulai lima belas menit lagi,


suasana kelas sudah cukup ramai karena baru sebagian mahasiswa yang berada di kelas yang lainnya masih berada di luar kelas,


teman-teman caca sedang asik mengobrol sedangkan caca seperti biasa membaca buku,


beberapa menit kemudian masuk lah dosen ke dalam ruangan dengan di susul mahasiswa lainnya yang masuk ke dalam ruangan,


semua mahasiswa pun langsung duduk dengan tenang,


pagi anak-anak ucap dosen yang sudah berada di depan kelas


pagi pak ucap semua mahasiswa


baik anak-anak langsung bapak mulai saja kalau begitu untuk mempersingkat waktu, pada hari ini ada beberapa materi yang akan bapak jelaskan pada kalian semua sekaligus untuk mempersiapkan materi untuk ujian yang akan kita dilaksanakan dalam waktu dekat ini, baik bapak akan mulai menjelaskan ucap dosen,


suasana kelas pun sudah tenang, semua mahasiswa sudah fokus pada dosen yang berada di depan yang sedang menjelaskan,

__ADS_1


begitu pun dengan caca dan teman-temannya yang juga sudah fokus memperhatikan dosen dan tak lupa mencatat poin-poin penting yang di jelaskan oleh dosen di depan kelas,


eko baru saja tiba di kampus, eko yang baru saja turun dari mobilnya, ponselnya pun berbunyi,


eko langsung meraih ponselnya dan langsung mengangkatnya,


halo ucap eko


kamu di mana ucap dewa


aku udah di parkiran baru aja sampai ucap eko


langsung ke kantin ya ucap dewa


ok ucap eko langsung menutup teleponnya dan melangkah menuju kantin,


udah di mana dia ucap faldo


parkiran dia menuju ke sini ucap dewa


mereka pun menunggu eko tiba di kantin sambil menikmati makanan dan minuman yang sudah mereka beli sambil sambil mengobrol asik,


tak lama kemudian tibalah eko di kantin kampus,


eko yang melihat teman-temannya pun langsung menghampiri fikri, faldo, dava dan dewa


maaf ya nunggu lama, tadi macet ucap eko yang sudah menghampiri teman-temannya lalu duduk bergabung bersama mereka,


santai aja, lagi pula kita enggak buru-buru juga ucap dewa


kalian sudah ketemu dosen nyerahin skripsi kalian ucap eko


belum lah, kita kan nunggu kamu mangkanya kita ke kantin ucap dewa


ayo, kalau gitu kita serahin sekarang ucap eko


santai dulu lah bro, ngapain buru-buru ucap dava


iya nih, nanti mana bisa kita ngumpul kaya gini lagi, usah sibuk masing-masing ucap faldo


mereka pun menghabiskan waktu di kantin,


sedangkan dava, fikri dan faldo mereka saling berpandangan karena mereka ingin memberi tau soal caca yang bersama dengan danu saat di mall,


mereka pun saling memberi isyarat, karena salah satu dari mereka enggak ada yang berani buka suara duluan,


sedangkan dewa sedang asik mengobrol bersama eko,


pada akhirnya karena fikri, faldo dan dava yang terus saling melempar untuk lebih dulu bicara pada akhirnya dava lah yang buka suara,


eko panggil dava yang membuat eko dan dawa menghentikan obrolan mereka dan pandangan mereka sudah pada dava


kenapa? ucap eko yang melihat dava


dava terdiam sejenak


dewa merasa bingung ada apa dengan ketiga temannya itu,


kenapa diam aja? ada apa sih ucap dewa


dava, fikri dan faldo yang saling berpandangan akhirnya memberanikan diri buka suara,


gini kok, tapi sebelumnya kita bertiga minta maaf kalau kami lancang melakukan ini, tapi ini demi kebaikan kamu eko sebelum semuanya terlambat ucap dava


iya benar itu ucap faldo dan fikri


iya emangnya ada apa? ucap eko


iya kalian ini kenapa sih aneh gitu? ucap dewa


aku mau ngasih liat foto-foto tunangan kamu yang sedang bersama laki-laki itu, memang mereka tidak pergi berdua, mereka bersama teman-teman caca juga tapi perlakuan laki-laki itu pada caca enggak biasa ucap dava yang memberikan ponselnya pada eko


mana aku liat ucap dewa

__ADS_1


eko dan dewa pun melihat foto-foto hasil jepretan mereka kemarin yang mengikuti caca dan danu,


saat eko melihat fotonya, suasana hatinya langsung berubah,


eko jangan emosi dulu, lebih baik kamu tanya baik-baik sebelum kamu ngambil keputusan dan menyesal ucap dewa


jadi kemarin kamu ngikutin mereka? ucap eko


iya, habis aku penasaran ucap dava


sorry kita enggak bermaksud apa-apa cuma pengen kamu sadar tunangan kamu itu orang seperti apa? ucap faldo


eko terdiam, hatinya pun bimbang


kalian, jangan suka mancing emosi, apa kalian yakin dengan semua ini? jangan sampai kalian yang malu atas kelakuan kalian ucap dewa


apa sih yang perlu di ragukan, kita juga ngeliat kok kalau laki-laki itu memperlakukan caca seperti pacar ucap fikri


iya tapi belum tentu sama dengan apa yang kalian lihat ini, memangnya kalian sudah pastiin kalau caca ada hubungan dengan laki-laki ini ucap dewa


dava, fikri dan faldo terdiam karena mereka belum memastikan kalau caca memang berhubungan dengan danu,


kita enggak tau, hanya mengikuti mereka dari jauh ucap fikri


nah, kenapa kalian bisa berasumsi kalau caca selingkuh, bisa jadi itu keluarga jauh atau abangnya ucap dewa


mereka pun terdiam memikirkan perkataan dewa,


tapi, siapa yang tau kalau benar itu selingkuhannya gimana? ucap faldo


yang pasti kita harus memastikan semua ini, sebelum kalian memberikan informasi pada eko ucap dewa


sorry, kita cuma enggak mau eko di kecewakan oleh wanita seperti itu ucap faldo


seperti itu yang bagaimana? caca belum terbukti selingkuh lagi pula masa iya kalau memang caca selingkuh masa dia selingkuh di lingkungan kampus yang pasti eko bisa lihat, coba kalian pikir apa enggak aneh ucap dewa


dava, fikri dan faldo berpikir


iya juga ya ucap faldo


benar juga ucap dava


masuk akal tuh ucap fikri


tapi tetap saja kita harus cari tau , siapa sebenarnya laki-laki yang selalu bersama caca ucap dava


kalau soal itu hanya eko yang punya hak buat melakukannya bukan kita ucap dewa


eko tetap diam, saat ini eko tidak bisa berpikir jernih,


kalau gitu gimana kalau sekarang kita samperin aja laki-laki itu, lagi pula tadi aku liat dia ada di taman ucap faldo


gimana eko ucap faldo


namun eko tetap asik dengan lamunannya yang sedang memikirkan caca dan laki-laki itu dengan emosi yang sudah dia tahan sejak lama, ini lah saatnya eko harus tegas karena eko tak mau sampai kehilangan caca, orang yang eko cintai,


eko, are you ok? ucap dewa memanggil eko


namun tanpa kata eko langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan kantin untuk menemui danu,


dewa, dava,fikri dan faldo sontak yang melihat eko pergi langsung menyusul eko yang sudah lebih dulu meninggalkan kantin,


eh mau kemana itu ucap dava


ayo ayo buruan kejar ucap dewa


ayo ayo ucap fikri dan faldo


dewa, dava,fikri dan faldo kini sudah bersama eko, mereka pun mengikuti langkah eko yang menuju taman,


eko denger kamu jangan gegabah ini kampus, kalau kamu sampai kena masalah bisa-bisa kamu enggak bisa ikut sidang ucap dewa


eko tetap melangkah menuju taman untuk menemui danu meminta penjelasan dengan apa yang selama ini ia lihat dan dengar tanpa memperdulikan apa pun,

__ADS_1


teman-temannya pun hanya bisa mengikutinya untuk berjaga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan


saat eko baru saja meninggalkan kantin bersama teman-temannya, ternyata muncullah danu yang memasuki kantin untuk menunggu caca beserta teman-teman caca,


__ADS_2