Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
147


__ADS_3

sedangkan bibi jum yang berada di rumah sedang menyapu halaman depan rumah,


tak lama kemudian ada suara klakson mobil yang tak lain adalah eko dan caca yang baru saja sampai, bibi jun yang sedang menyapu di halaman rumah yang mendengar suara klakson mobil pun langsung berlari menuju pintu pagar dan membukanya,


saat pintu pagar terbuka eko pun memasukkan mobilnya, setelah mobil eko masuk bibi jum langsung menutup pintu pagar dan menguncinya kembali, setelah selesai bibi jum pun langsung segera menghampiri mobil eko,


caca pun turun dari mobil begitu pun dengan eko yang juga turun dari mobil,


bibi jum pun langsung menyapa caca


non caca sudah pulang ucap bibi jum


iya bibi ucap caca


bibi jum apa kabar ucap eko menyapa


den eko, baik den ucap bibi jum


non mau saya siapkan air hangat untuk mandi ucap bibi jum


boleh bibi, oh ya sekalian buatkan makanan dan minuman untuk kak eko ucap caca


baik non, kalau gitu saya permisi ucap bibi jum


bibi jum pun langsung menuju dapur,


ayo kak masuk ucap caca mengajak eko untuk masuk


mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah,


sampainya di ruang tv caca pun berkata,


kakak tunggu di sini ya caca mau ke kamar dulu mau bersih-bersih jangan sungkan anggap aja rumah sendiri ucap caca tersenyum,


iya sayang ucap eko bernada lembut sambil tersenyum


caca pun tersenyum lalu pergi meninggalkan ruang tv melangkah menuju kamarnya,


eko yang melihat kepergian caca langsung duduk di sofa depan tv seorang diri,


namun eko berpikir untuk mengerjakan skripsinya yang belum selesai sambil menunggu caca selesai mandi,


eko pun meraih tas yang selalu ia bawa dan mengambil laptopnya,


lalu eko pun meletakkan laptopnya di atas meja dan duduk dengan santai di lantai agar sejajar dengan meja, lalu eko pun menyalakan laptopnya dan mulai mengerjakan skripsinya,


bibi jum yang sudah berada di dapur masih sibuk menyiapkan makanan dan minuman untuk eko dan caca sambil memasak air panas untuk caca mandi,


caca yang berada di kamar sedang berbaring mengistirahatkan badannya sambil menunggu air panas untuk mandi yang sedang bibi jum siapkan untuknya,


tak lama ada suara ketukan pintu kamar caca,


tok


tok


tok


non air panasnya sudah siap ucap bibi jum dari balik pintu kamar caca


caca yang mendengar langsung mengubah posisi menjadi duduk dan menyuruh bibi jum masuk,


masuk bibi ucap caca


bibi jum pun membuka pintu kamar caca dan langsung masuk menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk caca mandi,


beberapa menit kemudian bibi jum keluar dari kamar mandi,


non air hangatnya sudah siap ucap bibi jum


makasih bibi ucap caca


sama-sama non saya permisi ucap bibi jum langsung keluar dari kamar caca,


setelah kepergian bibi jum caca pun berdiri dan langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi, karena caca takut eko menunggu terlalu lama,


bibi jum yang sudah kembali ke dapur untuk melanjutkan menyiapkan makanan untuk caca dan eko yang belum selesai di buatnya,


sedangkan eko yang berada di ruang tv masih fokus dengan laptopnya,


tak lama bibi jum pun datang dengan membawa makanan dan minuman untuk eko dan caca,


permisi den ini makanan dan minumannya ucap bibi jum yang sudah meletakkan di atas meja


makasih bibi ucap eko


sama-sama den saya permisi dulu ucap bibi jum yang langsung meninggalkan ruang tv,


setelah selesai membuat makanan dan minuman bibi jum pun kembali melanjutkan pekerjannya,


tak lama caca yang sudah mandi pun muncul di ruang tv caca yang melihat eko sedang sibuk di depan laptop pun langsung menghampiri eko yang sudah menunggunya dari tadi,


kakak sedang apa? ucap caca yang sudah duduk di sofa melihat ke arah laptop


ini sayang lagi menyelesaikan skripsi ucap eko


masih banyak ya kak ucap caca


tidak kok sayang sudah mau selesai ucap eko


syukurlah semoga sidang nya lancar ucap caca


iya sayang makasih atas doanya ucap eko tersenyum


caca pun tersenyum,


kalau gitu kakak lanjut lagi ya, tinggal sedikit lagi ucap eko


iya kak, caca temenin kakak ucap caca


eko pun melanjutkan mengetik skripsinya yang sedikit lagi selesai, caca pun menemani eko mengerjakan skripsi sambil membaca novel dan menikmati makanan yang sudah tersedia,


beberapa jam kemudian eko telah selesai mengerjakan skripsi,


hah akhirnya selesai juga ucap eko sambil menutup laptopnya lalu meregangkan otot-ototnya yang kaku,


caca yang sedang membaca langsung menghentikan membacanya,


sudah selesai semua kak ucap caca menutup novel ya dan meletakkannya di atas meja


sudah sayang tinggal di serahkan ke dosen untuk di revisi kalau sudah selesai tinggal di print dan di serahkan ke dosen, terus nunggu sidang deh ucap eko


caca yang mendengar ucapan eko langsung berubah menjadi sedih,


sayang kamu kenapa kok sedih gitu ucap eko


enggak bisa ketemu kakak dong di kampus ucap caca sedih


eko tersenyum dan langsung duduk di sebelah caca,


dasar jelek, kebanyakan mikir ucap eko


em, emangnya ada yang salah ucap caca bingung


kamu tuh aneh sayang siapa bilang enggak bisa ketemu? emangnya kita beda kota? kakak bisa jemput dan nganterin kamu di kampus, kakak juga bisa sering ke rumah kamu ucap eko


iya juga ya caca lupa ucap caca tertawa


eko pun tertawa bahagia,


caca dan eko pun menghabiskan waktu bersama,


tak terasa hari pun sudah beranjak sore,


bibi jum sudah sibuk di dapur menyiapkan makan malam,


saat caca dan eko sedang asik menonton tv tiba-tiba bel berbunyi,


ting tong


ting tong


ting tong


eko dan caca pun terdiam dan saling berpandangan,


sepertinya ayah dan ibu pulang ucap caca


bibi jum yang berada di dapur pun langsung berlari ke depan untuk membukakan pintu,


tuan nyonya sudah pulang ucap bibi jum yang membuka pintu


iya bibi ucap ratna


ratna dan bagas pun masuk ke dalam rumah, setelah ratna dan bagas masuk ke dalam rumah, bibi jum pun menutup pintu rumah dan menghampiri majikannya,


bibi jum caca sudah pulang ucap ratna bertanya

__ADS_1


sudah nyonya ucap bibi jum


di mana caca sekarang ucap bagas


di ruang tv sedang bersama den eko ucap bibi jum


ratna dan bagas pun melangkah masuk menuju kamarnya namun sebelum masuk ke kamar ratna dan bagas akan melewati ruang tv lebih dulu, ratna dan bagas pun ingin menyapa eko lebih dulu karena sudah cukup lama eko tidak datang,


sedangkan bibi jum kembali ke dapur,


sampainya di ruang tv, bagas dan ratna menyapa eko,


eko, sudah lama ucap ratna


om tante sudah pulang, udah lama tante tadi sekalian nganter caca terus mampir ucap eko


bagaimana kuliah kamu? kata caca kamu lagi sibuk bikin skripsi ucap bagas


iya om mangkanya jarang main ke sini, kuliah lancar om, tinggal nunggu sidang aja ucap eko


syukurlah kalau enggak ada masalah, kapan sidang skripsi ucap bagas


bulan depan om ucap eko


semoga lancar ucap bagas


makasih om ucap eko


ya sudah kalian lanjut ngobrolnya, ayah dan ibu mau ke kamar dulu ucap ratna


iya tante ucap eko


ratna dan bagas pun meninggalkan caca dan eko di ruang tv,


namun belum sempat meninggalkan ruang tv langkah ratna terhenti dan berbalik lalu berkata,


oh ya eko kamu jangan pulang dulu kita makan malam sama-sama ucap ratna tersenyum


iya tante ucap eko tersenyum


ratna pun melanjutkan langkahnya dan meninggalkan ruang tv


sedangkan bagas sudah lebih dulu melangkah menuju kamar,


caca pun tersenyum karena caca bisa bersama eko lebih lama,


eko yang memandang caca tersenyum seorang diri merasa aneh,


kamu kenapa sayang ucap eko


caca yang kaget langsung salah tingkah,


hah, enggak kok ucap caca malu langsung melihat ke arah tv, eko masih memandang caca dan caca menyadarinya,


kak nonton lagi, itu filmnya bagus ucap caca yang sudah malu,


eko hanya tersenyum melihat tingkah caca yang menggemaskan,


eko yang pandangannya sudah ke depan tv, terlintas dalam pikirannya ini kesempatan untuknya untuk membicarakan soal niat baiknya yang ingin melamar caca pada ratna dan bagas,


bagas yang sudah selesai mandi, muncul di ruang tv ikut menonton tv sambil menunggu makan malah siap,


sedangkan ratna sudah sibuk memasak di dapur bersama bibi jum


om ucap eko menyapa karena melihat ke datangan bagas


bagas pun duduk di sofa bersama eko dan caca lalu menonton tv bersama mereka,


tiba-tiba bagas buka suara,


caca kamu bantuin ibu sana di rapur ucap bagas


iya ayah ucap caca


kakak, caca ke dapur dulu ya ucap caca


iya ucap eko


caca pun meninggalkan ruang tv dan melangkah menuju dapur,


ada rasa aneh yang caca rasa,


ayah kenapa sih, mau ngomong apa sama kak eko kok caca enggak boleh tau ucap caca bingung sambil melangkah menuju dapur,


sampainya caca di dapur, caca langsung menghampiri ratna,


ibu enggak tau sayang, mungkin ayah mau marahin eko atau nyuruh eko ninggalin kamu ucap ratna menggoda


ih ibu ini bukannya bikin caca tenang, malah bikin caca takut ucap caca kesel


ratna tertawa,


tuh kan malah ketawa ucap caca manja


habis kamu segitunya banget, udah tenang aja kita liat aja nanti, sudah ayo bantu ibu siapin piring, gelas, sendok, garpu dan minumnya terus kamu tata di atas meja ucap ratna


iya ucap caca cemberut


ayo cepat malah bengong, senyum dong masa mukanya cemberut gitu ucap ratna


caca langsung memperlihatkan wajahnya pada ratna dengan senyuman yang dipaksakan,


ratna hanya tertawa lalu pergi menyiapkan yang lainnya,


caca pun melaksanakan perintah ratna,


kini di ruang tv hanya ada bagas dan eko,


suasana mulai hening pandangan mereka masih tetap pada acara tv yang mereka lihat,


apa rencana kamu setelah lulus? ucap andre tiba-tiba buka suara


eko yang mendapat pertanyaan itu langsung berubah pandangannya yang sudah memandang bagas


soal itu, sebenarnya eko ingin membicarakan hal itu dengan ayah ucap eko


bagas yang mendengar pun memandang eko dengan penuh tanya,


memangnya kamu mau membicarakan apa dengan saya ucap bagas,


eko pun langsung berbicara pada intinya karena eko sudah yakin akan hubungannya bersama caca,


saya mau melamar caca ucap eko dengan lantang


saya senang mendengarnya, terus apa rencana kamu ucap bagas


jadi saya mau membuat acara lamaran saat acara wisuda saya yang diadakan dua bulan lagi, jadi selama dua bulan ini saya akan mempersiapkan semuanya, tapi saya mau ayah dan ibu merahasiakan soal ini dari caca ucap eko


baik ibu dan ayah pasti akan membantu ucap bagas


makasih ayah ucap eko


tidak perlu sungkan ucap bagas


mereka pun kembali menonton tv,


sedangkan ratna dan bibi jum baru saja siap memasak dan di hidangkan di atas piring,


sudah siap saatnya di sajikan ucap ratna dengan senyuman,


caca yang sudah siap menata meja telah kembali ke dapur,


ibu semuanya sudah siap ucap caca yang sudah berada di dapur


kalau gitu bantu bibi jum membawa makanan ini untuk di hidangkan di atas meja, ibu mau memanggil ayah sama eko ucap ratna


iya bu ucap caca


bibi jum dan caca mengambil makanan yang sudah terhidang di atas piring dan membawanya ke ruangan makan untuk di hidangkan di atas meja,


ratna pun meninggalkan dapur dan melangkah menuju ruang tv,


sampainya di ruang tv ratna langsung berkata,


sepertinya asik nih ngobrolnya ucap ratna


iya, ada kabar baik bu nanti ayah cerita sama ibu ucap ayah,


wah ada apa nih sepertinya rahasia sekali ucap ratna dengan suara keras karena bahagia


st, jangan kencang-kencang ngomongnya ucap bagas


ada apa sih yah ibu kan Pena saran ucap ratna yang sudah memelankan suaranya


sini-sini ucap bagas


ratna pun duduk di samping bagas

__ADS_1


gini loh bu, eko mau melamar caca saat dia wisuda nanti ucap bagas


apa, yang benar ucap ratna


iya bu ucap eko


bagus itu, tapi kok caca enggak boleh tau sih ucap ratna


eko mau ngasih kejutan dan ibu jangan kasih tau caca dan kita juga akan membantu melakukan persiapannya ucap bagas


ok ok ucap ratna tersenyum


oh ya sampai lupa ibu ke sini mau ngasih tau kalau makan malam sudah siap ucap ratna


yasudah kalau gitu ayo kita makan ucap bagas


ratna, bagas dan eko meninggalkan ruang tv dan melangkah ke ruang makan untuk makan malam bersama,


sedangkan danu masih berada di ruangannya, dia baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya dan sedang bersiap untuk pulang karena hari sudah malam,


danu pun meninggalkan ruangannya dan melangkah keluar kantor menuju parkiran di mana danu memarkirkan mobilnya,


sampainya di mobil danu langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan area parkir menuju rumahnya,


sampainya danu di rumah, danu pun langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah,


saat danu berada di ruang tamu danu di sambut oleh bibi jum,


den danu sudah pulang ucap bibi jum


iya bi, oh ya kok sepi pada kemana bibi ucap danu


nyonya, tuan sama neng caca ada di ruang makan den mereka sedang makan,oh ya ada pacar non caca juga ucap bibi jum


danu yang mendengarnya langsung tersenyum dan akan menjalankan rencananya untuk menguji eko, danu pun melangkah menuju ruang makan dengan diikuti bibi jum dari belakang,


sampainya danu di ruang makan,


malam ayah ibu ucap danu yang menyapa dan langsung duduk di sebelah caca


caca yang melihat tersenyum, kok pulangnya malam sih ucap caca dengan nada manja


eko yang melihat hanya tersenyum, danu pun membalas senyuman eko dan eko kembali makan dengan perasaan yang sakit dan otak yang langsung berpikir aneh-aneh, danu yang melihat tingkah eko hanya tersenyum tipis,


ratna dan bagas yang melihat dengan pandangan heran hanya diam, suasana pun jadi canggung,


bibi jum pun melayani danu, setelah selesai bibi jum kembali ke dapur,


danu tersenyum, maaf ya sayang kakak banyak kerjaan ucap danu mengelus kepala caca dengan lembut,


kakak sibuk terus jadi enggak ada waktu buat caca ucap caca


maaf ya sayang, kapan-kapan kakak meluangkan waktu deh buat kamu terus kita jalan ucap danu


bener ya kak jangan bohong ucap caca senang


danu mengangguk,


lalu danu pun mulai makan, begitu pun dengan yang lainnya yang berada di meja makan, suasana menjadi hening,


bibi jum yang sudah kembali ke dapur langsung di hampiri mang ujung


ada apa sih kok tegang begitu ucap mang ujang


enggak ngerti, waktu den danu datang suasana menjadi tegang ucap bibi jum


apa den danu enggak setuju ya dengan hubungan non caca sama den eko ucap mang ujang


hus, jangan ngomong sembarangan kita enggak usah ikut campur masalah mereka, kita itu di sini cuma kerja ucap bibi jum


iya juga ya, ya sudah jum aku mau makan saja ucap mang ujang yang melangkah mengambil makanan,


sedangkan bibi jum memandang sejenak ke arah meja makan dan berkata " ternyata jadi orang kaya itu enggak mudah " ucap batin bibi jum


mang ujang yang sudah mengambil makana melihat bibi jum yang melamun langsung mengagetkan bibi jum


hey ngapain bengong ucap bibi jum


ih, kamu ngagetin aja ucap bibi jum yang kesal karena kaget


habis kamu malah ngelamun ngeliatin mereka ucap mang ujang


cuma kasian aja sama non caca kalau memang den danu enggak setuju ucap bibi jum


sudah lah jum, ngapain mikirin masalah itu, itu kan masalah majikan kita mending makan ucap mang ujang yang meninggalkan bibi jum dan menyantap makan malamnya begitu pun dengan bibi jum yang juga makan malam bersama dengan mang ujang


beberapa menit kemudian, ratna, bagas, caca, danu dan eko telah selesai makan,


eko dan bagas pun langsung meninggalkan meja makan dan duduk kembali di ruang tv, sedangkan danu sudah masuk ke dalam kamarnya untuk bersih-bersih dan caca sudah kembali ke dalam kamarnya sedang mengerjakan tugas kuliah,


saat ini eko yang sedang menonton tv bersama bagas masih merasa gelisah dengan apa yang tadi ia lihat di meja makan,


sedangkan ratna yang baru saja selesai mencuci piring dan merapihkan meja makan bersama bibi jum, menyusul bagas dan eko yang berada di ruang tv,


untuk menonton tv bersama sambil membawa dua piring buah-buahan,


ayah, eko ini ibu bawa buah-buahan ucap ratna yang meletakkan piring buah-buahan di atas meja lalu duduk di damping bagas


makasih bu ucap eko


ayo di makan ucap ratna


iya bu ucap eko


mereka pun menyantap buah-buahan sambil menonton tv,


danu yang telah selesai mandi keluar dari kamarnya dan melangkah ke kamar caca,


sampainya di depan pintu kamar caca, danu langsung membuka pintu kamar caca dan masuk,


caca langsung melihat ke arah pintu,


kamu sedang apa sayang? kakak ganggu? ucap danu di depan pintu


enggak kok kak, ada apa? ucap caca


tanpa menjawab pertanyaan caca danu pun masuk ke dalam kamar caca dan menutup pintu kamar caca lalu melangkah ke kursi santai di mana caca biasa duduk sambil memandang pemandangan malam yang indah


caca yang melihat merasa aneh, caca pun berhenti mengerjakan tugas lalu melangkah mendekat ke arah danu dan duduk bersama di kursi santai,


mereka pun menikmati pemandangan malam bersama,


lalu danu membuka suara


sayang kamu sudah yakin menjalani hubungan dengan eko dan menikah dengannya jika kamu di lamar olehnya ucap danu dengan pandangan yang tetap memandang langit,


caca belum kepikiran kak ucap caca


apa kamu menyayangi eko ucap danu


sayang ucap caca


sayang itu banyak arti, kamu mengartikan sayang itu seperti apa pada eko ucap danu


caca terdiam, memikirkan perkataan kakaknya


kakak tidak melarang kamu sayang memiliki hubungan dengan eko, kakak hanya tidak mau kamu kecewa lagi, kakak enggak bisa melihat kamu sedih, maaf kalau kakak terlalu mengatur kamu ucap danu


tidak kak, caca senang punya kakak seperti kak danu yang selalu menyayangi dan memperhatikan caca ucap caca memeluk danu


iya sayang kakak hanya bisa menjaga kamu, jika kamu sudah menemukan pasangan maka pasangan kamu yang akan memberi perhatian sama kamu sayang ucap danu


ih kakak ini, caca juga mau perhatian dari kakak ucap caca


kamu ini, kakak akan selalu menyayangi kamu dan memberi perhatian sama kamu ucap danu


caca tersenyum,


tapi, soal tadi di meja makan ucap caca


oh itu kakak sengaja melakukan itu, mau liat reaksi dia ucap danu


kakak ini ucap caca


kalau mau mengambil kamu dari kakak, berarti dia harus siap dengan ujian yang kakak kasih ucap danu


emangnya ujian sekolah ucap caca


bisa di bilang begitu ucap danu


jadi kamu sudah yakin sama eko ucap danu


iya ucap caca


baik ucap danu


caca dan danu pun menikmati pemandangan malam bersama dengan membiarkan eko yang sedang bersama ratna dan bagas,

__ADS_1


__ADS_2