Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
17


__ADS_3

cantika..... ucap danu


danu langsung melangkah ke arah caca dengan lunglai tak bertenaga melihat caca yang terbaring telah memejamkan matanya....


otak danu langsung berpikir yang tidak-tidak...


danu mendekat ke arah caca dan memandang caca lalu memanggil caca...


ca..... panggil danu lirih dengan menggenggam tangan caca


bangun sayang, kakak mohon..... sambil membelai pipi caca


danu yang sudah merubah posisi menjadi duduk di samping caca sambil memegang tangan caca dan tertunduk menangis sejadi-jadinya


kenapa kamu tega sama kakak sayang.... kamu ninggalin kakak kaya gini... maafin kakak sayang.... karena kakak sudah ngecewain kamu dan bikin kamu kaya gini... ini semua karena kakak.... maafin kakak juga tadi kakak enggak ada di samping kamu, karena kakak takut kamu marah sama kakak, kakak enggak mau bikin kamu tambah parah... namun kamu malah ninggalin kakak kaya gini.... kakak nyesel tadi ninggalin kamu....maafin kakak sayang.... ucap danu


danu terus menyesali semuanya namun apa daya semuanya sudah terlambat untuk minta maaf dan merubah semuanya karena pikiran danu sudah campur aduk dengan kondisi caca yang enggak pernah di bayangkan akan seperti ini... kalau dia harus kehilangan caca...


caca yang sedari tadi memejamkan matanya karena merasa bersalah sudah membuat danu dan kedua orang tuanya sedih malah mendengar semua ucapan danu yang mengira caca sudah tidak ada,


namun caca tidak pernah menyalahkan danu karena itu semua bukan salah danu hanya caca saja yang egois...


soal sakit di daranya yang caca rasain sekarang memang sudah pernah caca rasakan namun tidak separah saat ini... namun caca tidak berbicara apa-apa....


setelah mendengar ucapan danu,


caca mengangkat tangannya dan memegang kepala danu yang sedang tertunduk sambil menangis,


sontak tangis danu terhenti, danu langsung mengangkat kepala menghapus air mata yang sedari tadi membasahi pipinya.... dengan ekspresi muka yang kaget.....


caca..... panggil danu


danu berdiri untuk meyakinkan dirinya bahwa tadi caca menyentuh kepalanya dan memandang muka caca memastikan kalau danu enggak salah caca telah memegang kepalanya....


caca kamu baik-baik aja sayang... ucap danu


namun caca belum membuka mata...


cantika bangun jangan bikin kakak merasa bersalah..... panggil danu


caca berlahan membuka mata dan memandang ke arah danu,


kamu baik-baik aja sayang.....ucap danu


danu langsung melebarkan senyuman dan memegang pipi caca dan mengecup kening caca karena rasa syukur telah di beri kesempatan untuk memperbaiki semuanya....


" makasih ya Allah kau masih memberi aku kesempatan untuk bertemu caca dan memperbaiki kesalahan ku padanya " batin danu


kamu jangan bikin kakak takut sayang.... maafin kakak sayang.... kakak benar-benar minta maaf sama kamu, udah bikin kamu kaya gini....


namun caca tidak menjawab hanya memandang danu dengan ekspresi datar....


lalu caca menganggukkan kepalanya dan menangis....


danu yang melihat langsung menghapus air mata caca....


jangan menangis.... ucap danu


sayang, kamu enggak boleh banyak pikiran dan beban... kamu enggak usah merasa bersalah karena kakak yang salah....


maafin kakak ya ca, udah enggak perhatian sama kamu dan ngertiin kamu....


sekarang caca harus sembuh ya.....


biar nanti kita bisa jalan-jalan lagi, makan sama-sama...

__ADS_1


pokoknya kakak akan ngabisin waktu sama caca....


ucap danu


caca mengangguk,


caca mengangkat tangannya dan menyentuh pipi danu yang jaraknya tidak terlalu jauh....


danu pun tersenyum dengan bahagia karena caca baik-baik saja,


saat ini caca belum bisa berbicara karena kondisinya yang masih lemah dan masih memakai oksigen.....


Ratna yang masih menangis karena caca tiba-tiba memejamkan mata, sedangkan bagas tidak menjelaskan apa-apa kepada Ratna....


pikiran Ratna sudah campur aduk.... karena Ratna berpikir caca sudah tidak ada,


bagas yang melihat Ratna sedari tadi menangis langsung berkata....


Ratna sudah jangan menangis lagi.... ucap bagas


kenapa kamu begitu tenang melihat anak kamu tidak ada... ucap Ratna emosi


anak kamu enggak kenapa-kenapa Ratna....ucap bagas


maksud kamu apa...kamu tidak lihat tadi...ucap Ratna


sudah tenaga aja anak kamu baik-baik saja sekarang.... saya mengajak keluar karena caca dan bagas punya masalah dan saya hanya membantu mereka berbaikan.... ucap bagas memperjelas


maksud kamu? ucap Ratna belum mengerti dengan apa yang di ucapkan bagas


tadi saya melihat caca menatap danu saat danu keluar ruangan seperti merasa bersalah,


maka dari itu saya berbicara dengan danu dan danu menjelaskan bahwa danu merasa bersalah karena kejadian ini, danu merasa ini salahnya... makanya danu enggak berani bertemu caca, takut sakit caca bertambah parah saat tadi siuman...


mangkanya tadi saat masuk ayah bilang pada caca bahwa danu takut bertemu caca... lalu caca menangis memejamkan matanya, seakan ini salahnya...maka dari itu ayah mengajak ibu keluar ruangan agar caca tenang, tapi ibu berpikir lain di tambah ekspresi ibu yang menangis.... membuat danu berpikir kalau caca telah tiada dan danu bergegas masuk.... ucap danu


seperti itu.... ucap Ratna,


jadi ini rencana kamu yah? tanya Ratna


iya sayang.... dan kamu sudah membantu.... ucap bagas tersenyum sambil memeluk Ratna,


Tiba-tiba Ratna melepas pelukannya..


kenapa? tanya bagas


ibu mau liat mereka.... ucap ratna


Ratna langsung menuju pintu dan membukanya di susul bagas


bagas dan Ratna melihat mereka di balik pintu


bagas tersenyum begitu pun dengan Ratna


karena sekarang anak-anak nya sudah berbaikan


bagas dan Ratna pun masuk ke ruangan dan mendekat ke arah mereka


danu.... panggil bagas


iya yah.... jawab danu


lebih baik sekarang kamu pulang dan istirahat biar ayah dan ibu yang menjaga caca, lagian kamu dari semalam belum istirahat.... ucap bagas


tidak apa-apa yah danu di sini aja menjaga caca, lebih baik ayah dan ibu pulang... ucap danu

__ADS_1


sudah kamu istirahat dulu di rumah, kamu pasti capek... ucap bagas


iya sayang biar ayah dan ibu yang jaga... ucap Ratna


tapi bu.... ucapan danu terhenti karena caca menegang tangan danu, menandakan caca menyuruh danu pulang untuk istirahat...


danu langsung melihat caca,


caca mengangguk...


akhirnya danu pun menyetujui permintaan ayah dan ibunya


baiklah... ucap danu


danu pun berpamitan pada caca,


sayang, kakak pulang dulu ya? nanti kakak balik lagi ke sini untuk jagain kamu.... ucap danu berpamitan


yang di berikan anggukan oleh caca


sebelum melangkah keluar ruangan danu mengecup kening caca.... dan tersenyum.


baik-baik ya di rumah sakit... ucap danu


caca mengangguk...


ayah ibu danu pamit, nanti danu ke sini lagi sekalian bawa keperluan caca..... ucap danu


iya sayang, Hati-hati ucap ratna


danu pun melangkah keluar ruangan yang di pandang oleh caca hingga sosok danu menghilang di balik pintu....


sayang kamu mau makan buah? tanya Ratna


caca menjawab dengan anggukan


Ratna mengambil buah jeruk di meja, lalu mengupas nya dan di berikan kepada caca,


Ratna terus memantau perkembangan caca, menyuruh caca makan dan minum....


sedangkan bagas sedang duduk di sofa sambil memantau pekerjaan di rumah produksi....


caca kamu sekarang istirahat ya.... ucap Ratna


caca memejamkan matanya...


Ratna menghampiri bagas dan duduk di samping bagas....


yah... sedang apa? tanya Ratna


ini lagi liat kerjaan di rumah produksi.... ucap bagas


enggak ada masalah kan? tanya Ratna


enggak ada bu... semaunya baik-baik aja tinggal sedikit lagi selesai....


baguslah..... ucap Ratna


Ratna pun mengecek restorannya kepada manajer restorannya....


meminta laporan restorannya selama Ratna tidak berkunjung...


setelah memastikan dan semuanya berjalan dengan lancar


Ratna merasa tenang....

__ADS_1


__ADS_2