
cantika..... ucap danu
danu langsung melangkah ke arah caca dengan lunglai tak bertenaga melihat caca yang terbaring telah memejamkan matanya....
otak danu langsung berpikir yang tidak-tidak...
danu mendekat ke arah caca dan memandang caca lalu memanggil caca...
ca..... panggil danu lirih dengan menggenggam tangan caca
bangun sayang, kakak mohon..... sambil membelai pipi caca
danu yang sudah merubah posisi menjadi duduk di samping caca sambil memegang tangan caca dan tertunduk menangis sejadi-jadinya
kenapa kamu tega sama kakak sayang.... kamu ninggalin kakak kaya gini... maafin kakak sayang.... karena kakak sudah ngecewain kamu dan bikin kamu kaya gini... ini semua karena kakak.... maafin kakak juga tadi kakak enggak ada di samping kamu, karena kakak takut kamu marah sama kakak, kakak enggak mau bikin kamu tambah parah... namun kamu malah ninggalin kakak kaya gini.... kakak nyesel tadi ninggalin kamu....maafin kakak sayang.... ucap danu
danu terus menyesali semuanya namun apa daya semuanya sudah terlambat untuk minta maaf dan merubah semuanya karena pikiran danu sudah campur aduk dengan kondisi caca yang enggak pernah di bayangkan akan seperti ini... kalau dia harus kehilangan caca...
caca yang sedari tadi memejamkan matanya karena merasa bersalah sudah membuat danu dan kedua orang tuanya sedih malah mendengar semua ucapan danu yang mengira caca sudah tidak ada,
namun caca tidak pernah menyalahkan danu karena itu semua bukan salah danu hanya caca saja yang egois...
soal sakit di daranya yang caca rasain sekarang memang sudah pernah caca rasakan namun tidak separah saat ini... namun caca tidak berbicara apa-apa....
setelah mendengar ucapan danu,
caca mengangkat tangannya dan memegang kepala danu yang sedang tertunduk sambil menangis,
sontak tangis danu terhenti, danu langsung mengangkat kepala menghapus air mata yang sedari tadi membasahi pipinya.... dengan ekspresi muka yang kaget.....
caca..... panggil danu
danu berdiri untuk meyakinkan dirinya bahwa tadi caca menyentuh kepalanya dan memandang muka caca memastikan kalau danu enggak salah caca telah memegang kepalanya....
caca kamu baik-baik aja sayang... ucap danu
namun caca belum membuka mata...
cantika bangun jangan bikin kakak merasa bersalah..... panggil danu
caca berlahan membuka mata dan memandang ke arah danu,
kamu baik-baik aja sayang.....ucap danu
danu langsung melebarkan senyuman dan memegang pipi caca dan mengecup kening caca karena rasa syukur telah di beri kesempatan untuk memperbaiki semuanya....
" makasih ya Allah kau masih memberi aku kesempatan untuk bertemu caca dan memperbaiki kesalahan ku padanya " batin danu
kamu jangan bikin kakak takut sayang.... maafin kakak sayang.... kakak benar-benar minta maaf sama kamu, udah bikin kamu kaya gini....
namun caca tidak menjawab hanya memandang danu dengan ekspresi datar....
lalu caca menganggukkan kepalanya dan menangis....
danu yang melihat langsung menghapus air mata caca....
jangan menangis.... ucap danu
sayang, kamu enggak boleh banyak pikiran dan beban... kamu enggak usah merasa bersalah karena kakak yang salah....
maafin kakak ya ca, udah enggak perhatian sama kamu dan ngertiin kamu....
sekarang caca harus sembuh ya.....
biar nanti kita bisa jalan-jalan lagi, makan sama-sama...
__ADS_1
pokoknya kakak akan ngabisin waktu sama caca....
ucap danu
caca mengangguk,
caca mengangkat tangannya dan menyentuh pipi danu yang jaraknya tidak terlalu jauh....
danu pun tersenyum dengan bahagia karena caca baik-baik saja,
saat ini caca belum bisa berbicara karena kondisinya yang masih lemah dan masih memakai oksigen.....
Ratna yang masih menangis karena caca tiba-tiba memejamkan mata, sedangkan bagas tidak menjelaskan apa-apa kepada Ratna....
pikiran Ratna sudah campur aduk.... karena Ratna berpikir caca sudah tidak ada,
bagas yang melihat Ratna sedari tadi menangis langsung berkata....
Ratna sudah jangan menangis lagi.... ucap bagas
kenapa kamu begitu tenang melihat anak kamu tidak ada... ucap Ratna emosi
anak kamu enggak kenapa-kenapa Ratna....ucap bagas
maksud kamu apa...kamu tidak lihat tadi...ucap Ratna
sudah tenaga aja anak kamu baik-baik saja sekarang.... saya mengajak keluar karena caca dan bagas punya masalah dan saya hanya membantu mereka berbaikan.... ucap bagas memperjelas
maksud kamu? ucap Ratna belum mengerti dengan apa yang di ucapkan bagas
tadi saya melihat caca menatap danu saat danu keluar ruangan seperti merasa bersalah,
maka dari itu saya berbicara dengan danu dan danu menjelaskan bahwa danu merasa bersalah karena kejadian ini, danu merasa ini salahnya... makanya danu enggak berani bertemu caca, takut sakit caca bertambah parah saat tadi siuman...
mangkanya tadi saat masuk ayah bilang pada caca bahwa danu takut bertemu caca... lalu caca menangis memejamkan matanya, seakan ini salahnya...maka dari itu ayah mengajak ibu keluar ruangan agar caca tenang, tapi ibu berpikir lain di tambah ekspresi ibu yang menangis.... membuat danu berpikir kalau caca telah tiada dan danu bergegas masuk.... ucap danu
seperti itu.... ucap Ratna,
jadi ini rencana kamu yah? tanya Ratna
iya sayang.... dan kamu sudah membantu.... ucap bagas tersenyum sambil memeluk Ratna,
Tiba-tiba Ratna melepas pelukannya..
kenapa? tanya bagas
ibu mau liat mereka.... ucap ratna
Ratna langsung menuju pintu dan membukanya di susul bagas
bagas dan Ratna melihat mereka di balik pintu
bagas tersenyum begitu pun dengan Ratna
karena sekarang anak-anak nya sudah berbaikan
bagas dan Ratna pun masuk ke ruangan dan mendekat ke arah mereka
danu.... panggil bagas
iya yah.... jawab danu
lebih baik sekarang kamu pulang dan istirahat biar ayah dan ibu yang menjaga caca, lagian kamu dari semalam belum istirahat.... ucap bagas
tidak apa-apa yah danu di sini aja menjaga caca, lebih baik ayah dan ibu pulang... ucap danu
__ADS_1
sudah kamu istirahat dulu di rumah, kamu pasti capek... ucap bagas
iya sayang biar ayah dan ibu yang jaga... ucap Ratna
tapi bu.... ucapan danu terhenti karena caca menegang tangan danu, menandakan caca menyuruh danu pulang untuk istirahat...
danu langsung melihat caca,
caca mengangguk...
akhirnya danu pun menyetujui permintaan ayah dan ibunya
baiklah... ucap danu
danu pun berpamitan pada caca,
sayang, kakak pulang dulu ya? nanti kakak balik lagi ke sini untuk jagain kamu.... ucap danu berpamitan
yang di berikan anggukan oleh caca
sebelum melangkah keluar ruangan danu mengecup kening caca.... dan tersenyum.
baik-baik ya di rumah sakit... ucap danu
caca mengangguk...
ayah ibu danu pamit, nanti danu ke sini lagi sekalian bawa keperluan caca..... ucap danu
iya sayang, Hati-hati ucap ratna
danu pun melangkah keluar ruangan yang di pandang oleh caca hingga sosok danu menghilang di balik pintu....
sayang kamu mau makan buah? tanya Ratna
caca menjawab dengan anggukan
Ratna mengambil buah jeruk di meja, lalu mengupas nya dan di berikan kepada caca,
Ratna terus memantau perkembangan caca, menyuruh caca makan dan minum....
sedangkan bagas sedang duduk di sofa sambil memantau pekerjaan di rumah produksi....
caca kamu sekarang istirahat ya.... ucap Ratna
caca memejamkan matanya...
Ratna menghampiri bagas dan duduk di samping bagas....
yah... sedang apa? tanya Ratna
ini lagi liat kerjaan di rumah produksi.... ucap bagas
enggak ada masalah kan? tanya Ratna
enggak ada bu... semaunya baik-baik aja tinggal sedikit lagi selesai....
baguslah..... ucap Ratna
Ratna pun mengecek restorannya kepada manajer restorannya....
meminta laporan restorannya selama Ratna tidak berkunjung...
setelah memastikan dan semuanya berjalan dengan lancar
Ratna merasa tenang....
__ADS_1