Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
134


__ADS_3

eko yang sudah dalam perjalanan pulang ke rumahnya, merasa senang dan puas dengan hasil yang di dapat,


ternyata caca memiliki perasaan padanya, padahal awalnya danu berpikir bahwa caca memiliki perasaan pada laki-laki yang eko lihat, karena eko melihat kemesraan mereka saat itu,


jadi laki-laki itu siapa, tadi pun caca tidak berkata apa-apa... ucap eko berpikir


ya sudah lah, tidak usah di pikirkan yang penting sekarang caca adalah milikku... ucap eko


eko pun melajukan mobilnya pulang ke rumah,


beberapa menit kemudian,


akhirnya eko pun sampai di rumahnya,


eko yang turun dari mobilnya langsung masuk ke dalam rumahnya,


suasana rumah yang sepi,


karena orang tua eko yang jarang berada di rumah, mereka sibuk bekerja,


eko yang sudah masuk ke dalam rumah menuju dapur untuk mengambil air minum karena merasa haus setelah perjalanan jauh,


eko yang sudah berada di dapur langsung menuju kulkas untuk mengambil air mineral lalu langsung meminumnya,


setelah selesai minum, eko pun langsung masuk ke dalam kamarnya,


eko yang sudah masuk ke dalam kamar, langsung menuju kursi dan duduk untuk mengistirahatkan badannya yang lelah,


eko pun langsung mengambil ponselnya, untuk mengabari caca bahwa dirinya sudah sampai di rumah,


eko pun menelpon caca,


tut


tut


tut


suara telepon tersambung,


ponsel caca yang berada di atas meja berbunyi,


kring


kring


kring


namun caca sudah tertidur dan tidak mendengar ponselnya berbunyi,


setelah cukup lama, eko pun mematikan telepon nya,


apa sudah tidur ya... ucap eko


eko pun mengirim pesan pada caca,


satu notifikasi masuk di ponsel caca,


ting


setelah selesai mengirim pesan pada caca, eko pun berdiri dari duduknya dan meletakkan ponselnya di atas meja, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih dan menganti baju,


beberapa menit kemudian, eko telah keluar dari kamar mandi dan mengganti baju lalu eko pun melihat ponselnya kembali namun caca belum membalas pesannya, eko pun meletakkan kembali ponselnya dan naik ke atas tempat tidurnya untuk membaringkan badannya dan beristirahat,


hari sudah berganti sore,


bibi jum dan mang ujang sudah berada di halaman rumah sedang menyapu halaman dan menyiram tanaman,


caca baru bangun dari tidurnya,


caca pun langsung mengambil ponselnya dan memeriksa apa kah ada pesan atau telepon masuk,


ternyata saat caca melihat ada telepon tak terjawab dari eko dan satu pesan masuk,


caca pun langsung membuka pesan dari eko dan membacanya,


kakak eko :


sayang, kakak sudah sampai rumah


selamat istirahat


setelah membaca pesan eko, tiba-tiba caca tersenyum malu,


caca pun langsung membalas pesan eko,


setelah selesai membalas pesan, caca pun turun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi,


satu notifikasi masuk di ponsel eko,


ting,


namun eko sedang berada di kamar mandi,


beberapa menit kemudian, eko pun yang telah selesai mandi, keluar dari kamar mandi


eko pun langsung mengambil ponselnya dan memeriksa apa ada pesan masuk dari caca,


saat eko membuka ponselnya, ternyata ada satu notifikasi masuk dari caca,


eko pun langsung membaca pesan yang di kirimkan caca dan membacanya, lalu keluar dari kamarnya dan duduk santai di ruang tv,


sayangku :


maaf kakak, caca baru membaca pesan dari kakak, caca baru bangun tidur,


sekarang caca mau mandi dulu ya kak


eko yang sudah membaca pesan caca pun langsung membalas pesan caca,


satu notifikasi masuk di ponsel caca,


ting,


saat pesan eko masuk,


caca baru saja keluar dari kamar mandi,


caca pun langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan di ponselnya,


saat caca melihat ternyata eko,


caca pun langsung membukanya,

__ADS_1


kakak eko :


iya sayang tidak apa, kakak juga baru selesai mandi


caca yang sudah membaca pesan eko pun langsung membalas kembali pesan eko,


satu notifikasi kamu ke ponsel eko,


eko langsung membuka pesan dari caca lalu membacanya dan mereka pun saling berbalas pesan dan mengobrol dengan senangnya,


sayangku :


kakak, caca baru saja selesai mandi, kakak lagi apa?


setelah membaca pesan dari caca, eko pun langsung membalas pesan caca


satu notifikasi masuk di ponselnya caca


caca pun langsung membacanya,


kakak eko :


kakak lagi duduk di ruang tv sendiri, sayang sendiri lagi apa?


setelah caca membaca pesan eko, caca pun membalas pesan eko,


satu notifikasi masuk di ponsel eko dan eko pun langsung membaca pesan caca


sayangku :


caca lagi duduk di kamar sambil melihat pemandangan sore


setelah eko membaca pesan caca, eko pun membalas pesan caca,


satu notifikasi masuk di ponsel caca, caca pun membacanya


kakak eko :


Jangan-jangan, lagi mikirin kakak lagi, atau kangen nih sama kakak


( eko sedikit menggombal pada tiwi sambil tersenyum saat menulis seperti itu )dan mengirimnya pada tiwi


saat tiwi membaca pesan eko,


caca tersenyum membacanya karena baru kali ini eko mengirim pesan seperti itu, dengan sikap eko yang cuek,


caca pun membalas pesan eko,


satu notifikasi masuk di ponsel eko dan eko pun langsung membacanya,


sayangku :


ih pede banget seh, siapa juga yang lagi kangen n mikirin kakak...


setelah membaca pesan caca, eko pun langsung membalas pesan caca


satu notifikasi masuk ke ponselnya caca,


caca pun langsung membaca pesan yang eko kirim padanya,


kakak eko :


masa sih enggak kangen dan mikirin kakak, kakak enggak percaya ( eko kembali menggoda caca )


caca merasa malu padahal hanya lewat ponsel tidak bertemu langsung dengan orangnya,


caca pun membalas pesan eko setelah membacanya,


satu notifikasi masuk ke ponsel eko,


eko langsung membuka pesan yang caca kirim padanya,


sayangku :


ih, apaan sih kakak ini, kok malah godain caca terus seh, awas ya kalau ketemu nanti


setelah membaca pesan caca, eko langsung membalas pesan caca,


satu notifikasi masuk ke ponsel caca,


caca langsung membuka pesan eko


kakak eko :


ih... takut, mau diapain nih kalau ketemu,


jangan di cubit ya? kalau di peluk mau, apa lagi di cium ( eko semakin menggoda caca )


eko tertawa renyah saat menulis pesan itu


dasar genit, itu sih maunya, ucap caca saat membaca pesan yang eko kirim padanya, namun entah mengapa caca merasa senang dengan eko yang seperti ini, tidak kaku, tidak cuek


caca pun membalas kembali pesan yang eko kirim,


satu notifikasi masuk di ponsel eko,


eko langsung membukanya


sayangku :


enak aja


eko tertawa membaca pesan dari caca yang begitu pendek,


sepertinya caca kesal dengan godaan yang aku kirim... ucap eko


caca caca kamu itu menggemaskan, buat aku tuh kangen kalau jauh dari kamu karena sifat manja kamu.... ucap eko


eko pun tak membalas pesan caca dan menyudahi obrolan mereka,


eko pun meninggalkan ruang tv,


namun eko tidak mengetahui kalau caca sedang menunggu balasan,


caca terus melihat layar ponselnya namun eko tak memberi balasan padanya,


ko enggak di bales sih, nyebelin banget.... ucap caca gerutu


udah godain orang malah menghilang... ucap caca


beberapa menit kemudian caca yang masih menunggu pun, berkata


yasudah lah mungkin dia sibuk juga... ucap caca

__ADS_1


caca pun meletakkan ponselnya dan berdiri dari duduknya, yang sedari tadi caca duduk di kursi santainya,


tanpa di sadari ternyata hari sudah gelap, caca asik mengobrol dengan eko hingga lupa waktu,


caca pun keluar dari kamarnya, menuju dapur karena merasa haus,


sampainya di dapur, caca melihat bibi jum dan ratna sudah berada di dapur sedang sibuk memasak,


wah wangi sekali, ibu masak apa... ucap caca yang melangkah menuju kulkas


em ini sayang ibu lagi masak ikan bumbu kuning... ucap ratna


em, enak itu... ucap caca


sebentar lagi mateng kita makan sama-sama ya... ucap ratna


iya bu... ucap caca


oh ya bu kakak mana... ucap caca


kakak kamu tadi sih ada di ruang tv, tapi enggak tau sekarang udah ke kamar atau belum.... ucap ratna


kalau gitu caca mau nyamperin kak danu dulu... ucap caca


iya sayang, nanti kalau sudah siap makanannya ibu panggil... ucap ratna


iya bu... ucap caca


caca pun meninggalkan dapur dan menuju ruang tv untuk menemui danu, karena sedari tadi caca tidak melihat danu,


sampainya caca di ruang tv, ternyata danu masih berada di sana,


kakak.... ucap caca langsung nempel pada danu


iya sayang kenapa? ucap danu


enggak, mau sama kakak aja... ucap caca manja


kamu sudah punya pacar juga masih manja sama kakak... ucap danu


memangnya kenapa, caca enggak boleh nih manja sama kakak... ucap caca


bukan begitu sayang, boleh kok.... ucap danu


kalau gitu caca mau manjanya sama kakak aja... ucap caca menyandarkan kepalanya di pundak danu dan memeluk lengan danu


caca caca... ucap danu heran dengan adiknya


mereka pun menonton tv bersama,


bagas baru saja keluar dari kamarnya dan menuju ruang tv,


sampainya bagas di ruang tv,


caca yang melihat kedatangan bagas pun langsung berkata,


ayah sudah selesai kerjanya... ucap caca


sudah sayang.... ucap bagas


ayah menggambar lagi... ucap caca


iya, banyak pesanan yang masuk... ucap bagas


enggak capek apa yah dari tadi kerja... ucap caca


mau gimana lagi, demi keluarga... ucap bagas


caca mau bantu enggak ngerti... ucap caca


kamu enggak perlu bantu apa-apa sayang, kamu cukup hidup bahagia itu sudah cukup... ucap bagas


iya yah... ucap caca


oh ya kenapa enggak kakak aja, kan kakak juga lagi enggak kerja.... ucap caca


ya beda dong sayang... ucap danu


bedanya apa bukannya sama-sama gambar ya... ucap caca


kamu ya, kuliah bukannya pinter... ucap danu menyentil kening caca


awe... sakit kakak, kok caca malah di sentil sih emangnya caca salah ngomong ya... ucap caca


beda sayang, kakak itu arsitek sedangkan ayah itu desainer interior... ucap bagas


ooo... caca kira sama, habis kan sama-sama menggambar... ucap caca


danu geleng-geleng kepala


ya maaf... ucap caca


mereka pun setelah mengobrol kembali menonton tv,


ratna dan bibi jum ya berada di dapur baru saja siap masak,


bibi jum pun menata makanan di atas meja,


lalu ratna menyiapkan keperluan lainnya,


setelah semuanya selesai ratna pun meninggalkan ruang makan, untuk memanggil anak-anaknya serta suaminya,


sampainya di ruang tv,


danu caca ayo makan... ucap ratna yang baru muncul di ruang tv,


eh ayah, kirain ibu di kamar, sudah selesai kerjanya... ucap ratna


sudah bu, mangkanya ayah di sini... ucap bagas


ya sudah kalau gitu ayo makan, makan malam sudah siap... ucap ratna


asik asik.... ucap caca


ayo sayang, ikannya sudah mateng... ucap ratna pada caca


caca pun melangkah menuju ruang makan bersama ratna dengan di susul bagas dan danu dari belakang


mereka pun menuju ruang makan bersama,


sampainya di meja makan ratna, bagas, danu dan caca langsung duduk dan bibi jum pun langsung melayani majikannya,


setelah selesai melayani majikannya, bibi jum pun kembali ke dapur,

__ADS_1


ratna, bagas, danu dan caca pun menikmati makan malam mereka dengan suasana hangat dan ceria


__ADS_2