Melepasmu Dengan Ikhlas

Melepasmu Dengan Ikhlas
154


__ADS_3

danu dan eko sudah berada di depan ruang inap dimana caca di rawat,


ayo masuk ucap danu pada eko saat membuka pintu,


kalian sudah kembali ucap ratna yang melihat danu dan eko masuk ke dalam ruangan


caca yang sudah siuman hanya daim memandang mereka melangkah masuk mendekat ke arah ranjang,


tante ucap eko dengan tersenyum


nak eko ayo sini ucap ratna mempersilahkan eko masuk,


teman-teman caca sudah pulang bu ucap danu sambil melangkah menuju ranjang bersama eko,


sudah danu ucap ratna


ayah mana ucap danu


kembali ke kantor, tadi dapat telepon ada hal penting ucap ratna


ooo ucap danu sambil mengangguk,


bagaimana keadaan kamu sayang ucap danu pada caca


mendingan ucap caca


syukurlah, lain kali enggak perlu mikir aneh-aneh jadi begini kan ucap danu


maaf kak ucap danu


danu kamu ini apaan sih ucap ratna


maaf ucap danu merasa bersalah atas ucapannya


sedangkan eko sedari masuk ruangan rawat caca hanya diam sambil memandang caca dengan perasaan enggak enak,


ratna yang melihat eko hanya diam langsung berkata,


oh ya sayang ibu lupa harus membeli sesuatu, kalau ibu tinggal enggak apa-apa kan? ucap ratna


caca mengangguk


danu antar bu ucap danu langsung paham


aku serahkan caca padamu ucap danu pada eko memberi kode


iya kak, tenang aja ucap eko tersenyum


nak eko ibu serahkan caca sama kamu, ibu pergi dulu ya sama danu ucap ratna tersenyum


iya bu ucap eko membalas senyuman


ratna dan danu pun keluar dari ruangan rawat caca meninggalkan eko dan caca berdua di dalam ruangan


setelah kepergian ratna dan danu tinggal lah caca dan eko di dalam ruangan, rasa canggung pun langsung melanda caca dan eko,


ibu memangnya ibu mau beli apa? ucap danu


tidak hanya alasan ibu saja ucap ratna santai sambil tersenyum


jadi tadi itu alasan ibu aja ucap danu


iya ucap ratna


danu pun paham,


mereka pun terus melangkah menyusuri lorong dan meninggalkan rumah sakit,


eko yang diam sejenak hanya berdiri mematung karena rasa takut akan kesalahannya yang membuat caca marah padanya, eko yang tersadar pun langsung melangkah mendekat ke ranjang caca dan duduk di samping caca dengan kecanggungan,


untuk menghilangkan kecanggungan eko pun basa basi pada caca


sayang kamu haus atau mau makan buah ucap eko gugup memandang caca

__ADS_1


enggak makasih ucap caca tersenyum


atau mau yang lain ucap eko


caca yang melihat tingkah eko yang kaku hanya tersenyum lalu berkata,


tadi kak danu enggak melukai kakak kan ucap caca sambil memandang eko


mereka pun mulai berbicara dari hati ke hati,


soal itu kakak mau minta maaf sama kamu sayang kakak sudah salah sangka sama kamu ucap eko


itu bukan salah kakak, caca yang salah sama kakak udah enggak jujur soal kak danu ucap caca


kamu enggak salah sayang, tapi kenapa kamu enggak ada cerita kalau kak danu sudah kembali ucap eko


sebenarnya, caca pun mulai menceritakan apa yang telah terjadi pada eko,


gitu kak, caca minta maaf ya ucap caca setelah menjelaskan semuanya


ooo, jadi gitu kakak paham ucap eko


kalau gitu mulai sekarang kalau ada apa-apa cerita sama kakak jangan merepotkan kak danu, kamu kan tunangan kakak dan kita akan menikah jadi kamu tanggung jawab kakak ucap eko


mendengar perkataan eko caca merasa senang namun pura-pura tidak setuju atas perkataan eko yang akan menjadikannya istrinya untuk menggoda eko,


hem, siapa juga yang setuju ucap caca memalingkan wajah lalu tersenyum senang namun iya sembunyikan,


jadi kamu enggak mau sama kakak? kamu menolak kakak? yasudah kalau gitu kakak nyari yang lain saja yang mau terima kakak ucap eko kembali menggoda karena tau caca sedang menggodanya,


caca yang mendengar ucapan eko yang pasrah pun akhirnya kesal dan langsung memandang eko dan berkata,


apa, kakak mau nyari yang lain?


iya, bukannya tadi kamu bilang enggak mau sama kakak kenapa kamu marah ucap eko terus menggoda


ih, siapa yang marah terserah kakak ucap caca kenal


kalau gitu kakak pulang aja caca mau istirahat dulu ucap caca marah yang langsung membalikkan badannya membelakangi eko dan memejamkan matanya,


lalu eko pun berhenti menggoda caca dan memberi tau isi hati eko bahwa tidak ada orang lain di hatinya selain caca, memang eko bukan laki-laki romantis maka dari itu dia tidak tau caranya memanjakan wanita dia hanya mencoba berusaha membuat caca senang dengan sikap cueknya itu, walau pada kenyataannya eko adalah laki-laki yang setia dan baik tentunya tulus mencintai pasangan nya,


sayang, aku memang bukan tipe orang yang bisa menyenangkan dan memanjakan wanita, aku ya seperti ini adanya, tapi walau aku yang seperti ini asal kamu tau aku mencintai kamu sayang, di dalam hati aku hanya ada kamu seorang enggak ada yang lain kamu harus tau itu, jadi enggak mungkin aku mencari wanita lain untuk aku nikahi karena aku sudah memilih satu wanita yang akan menjadi pendamping aku saat di pelaminan itu adalah kamu,


caca yang tadinya ngambek kini langsung membaik setelah mendengar perkataan eko, caca pun langsung mengembangkan senyuman di wajahnya,


" dasar, katanya enggak bisa berkata manis tapi dia berkata begitu manis " gumam caca dalam hatinya


benar apa yang kamu katakan ucap caca yang langsung membalikkan badannya menghadap eko kembali,


iya benar, aku berkata jujur ucap eko


caca tersenyum


kamu sudah memaafkan aku sayang ucap eko melihat ekspresi caca yang tersenyum


dasar katanya tidak bisa membuat wanita senang, tapi yang barusan itu apa kamu berkata manis ucap caca


eko tersenyum,


memang itu berkata manis ya? padahal tadi itu aku cuma berkata jujur ucap eko


dasar, ucap caca dengan melebarkan senyumnya,


kini suasana kembali romantis, hubungan mereka pun kembali membaik setelah ke salah pahaman yang terjadi sudah di selesaikan, mereka pun mengobrol santai,


saat eko dan caca sedang mengobrol, pintu kamar rawat inap caca terbuka,


obrolan mereka pun terhenti dan mata sudah tertuju pada pintu yang terbuka yang tak lain adalah ratna dan danu yang masuk ke ruangan dengan membawa belanjaan keperluan caca,


ibu belanja apa banyak sekali ucap caca


ini nak beli makanan dan keperluan kamu ucap ratna melangkah ke lemari yang di sediakan untuk meletakkan keperluan pasien dan langsung merapihkan makanan ke dalam lemari

__ADS_1


bagaimana ucap danu pada eko


sudah aman kak ucap eko


syukurlah ucap danu,


ngomongin apa sih kalian ucap caca heran sejak kapan kakak nya begitu akrab dengan eko,


mau tau aja anak kecil ucap danu datar lalu danu pun melangkah ke sofa dan duduk, meninggalkan eko dan caca berdua,


kak ada apa sih ucap caca pada eko karena penasaran,


enggak kok bukan hal penting ucap eko tersenyum


sebel, rahasia rahasia segala ucap caca kesal


namun tiba-tiba ponsel eko berbunyi, membuat pembicaraan eko terhenti,


eko pun mengambil ponselnya yang di letakkan di saku celananya,


saat di liat ternyata dari temannya dewa


siapa kak ucap caca


dewa, sebentar ya ucap eko berpamitan pada caca untuk keluar mengangkat telepon,


caca pun mengangguk,


eko pun segera keluar ruangan dan mengangkat telepon dari dewa


caca terus melihat eko yang melangkah keluar ruangan hingga hilang dari pandangan nya,


kenapa sayang ucap danu menghampiri caca karena melihat eko yang keluar ruangan,


hah, enggak tau kak ucap caca yang sudah mengalihkan pandangan nya pada danu


danu pun duduk dan memberikan buah


nih di makan dulu ucap danu


caca pun memakannya,


eko kemana ucap ratna yang tak melihat eko saat melangkah menuju ranjang caca


di luar lagi terima telepon dari temannya ucap caca


ooo ucap ratna


tak lama eko pun sudah kembali masuk ke ruangan, melangkah mendekat ke ranjang caca,


kenapa kak ucap caca


maaf sayang kakak harus pergi ke kampus, kakak harus menyerahkan skripsi yang harus di serahkan hari ini, enggak apa-apa kan kakak tinggal dulu ucap eko


iya kak enggak apa-apa kok itu kan penting ucap caca


tenang aja nanti kakak balik lagi ucap eko


iya kak enggak usah khawatir di sini juga ada kak danu dan ibu ucap caca


iya, tenang aja eko di sini ada ibu dan danu yang jaga, jadi kamu pergi aja selesaikan urusan kuliah kamu hingga selesai ucap ratna


iya eko enggak perlu khawatir ucap danu


iya bu, kak danu, makasih ucap eko


kalau gitu eko pamit ya ibu, kak danu ucap eko


iya, hati-hati ucap ratna


sayang aku pergi dulu ya ucap eko


iya kak ucap caca

__ADS_1


eko pun meninggalkan ruangan rawat caca, lalu bergegas menuju kampus, karena sudah di tunggu oleh dosen pembimbing eko,


__ADS_2