
danu dan eko sudah berada di depan ruang inap dimana caca di rawat,
ayo masuk ucap danu pada eko saat membuka pintu,
kalian sudah kembali ucap ratna yang melihat danu dan eko masuk ke dalam ruangan
caca yang sudah siuman hanya daim memandang mereka melangkah masuk mendekat ke arah ranjang,
tante ucap eko dengan tersenyum
nak eko ayo sini ucap ratna mempersilahkan eko masuk,
teman-teman caca sudah pulang bu ucap danu sambil melangkah menuju ranjang bersama eko,
sudah danu ucap ratna
ayah mana ucap danu
kembali ke kantor, tadi dapat telepon ada hal penting ucap ratna
ooo ucap danu sambil mengangguk,
bagaimana keadaan kamu sayang ucap danu pada caca
mendingan ucap caca
syukurlah, lain kali enggak perlu mikir aneh-aneh jadi begini kan ucap danu
maaf kak ucap danu
danu kamu ini apaan sih ucap ratna
maaf ucap danu merasa bersalah atas ucapannya
sedangkan eko sedari masuk ruangan rawat caca hanya diam sambil memandang caca dengan perasaan enggak enak,
ratna yang melihat eko hanya diam langsung berkata,
oh ya sayang ibu lupa harus membeli sesuatu, kalau ibu tinggal enggak apa-apa kan? ucap ratna
caca mengangguk
danu antar bu ucap danu langsung paham
aku serahkan caca padamu ucap danu pada eko memberi kode
iya kak, tenang aja ucap eko tersenyum
nak eko ibu serahkan caca sama kamu, ibu pergi dulu ya sama danu ucap ratna tersenyum
iya bu ucap eko membalas senyuman
ratna dan danu pun keluar dari ruangan rawat caca meninggalkan eko dan caca berdua di dalam ruangan
setelah kepergian ratna dan danu tinggal lah caca dan eko di dalam ruangan, rasa canggung pun langsung melanda caca dan eko,
ibu memangnya ibu mau beli apa? ucap danu
tidak hanya alasan ibu saja ucap ratna santai sambil tersenyum
jadi tadi itu alasan ibu aja ucap danu
iya ucap ratna
danu pun paham,
mereka pun terus melangkah menyusuri lorong dan meninggalkan rumah sakit,
eko yang diam sejenak hanya berdiri mematung karena rasa takut akan kesalahannya yang membuat caca marah padanya, eko yang tersadar pun langsung melangkah mendekat ke ranjang caca dan duduk di samping caca dengan kecanggungan,
untuk menghilangkan kecanggungan eko pun basa basi pada caca
sayang kamu haus atau mau makan buah ucap eko gugup memandang caca
__ADS_1
enggak makasih ucap caca tersenyum
atau mau yang lain ucap eko
caca yang melihat tingkah eko yang kaku hanya tersenyum lalu berkata,
tadi kak danu enggak melukai kakak kan ucap caca sambil memandang eko
mereka pun mulai berbicara dari hati ke hati,
soal itu kakak mau minta maaf sama kamu sayang kakak sudah salah sangka sama kamu ucap eko
itu bukan salah kakak, caca yang salah sama kakak udah enggak jujur soal kak danu ucap caca
kamu enggak salah sayang, tapi kenapa kamu enggak ada cerita kalau kak danu sudah kembali ucap eko
sebenarnya, caca pun mulai menceritakan apa yang telah terjadi pada eko,
gitu kak, caca minta maaf ya ucap caca setelah menjelaskan semuanya
ooo, jadi gitu kakak paham ucap eko
kalau gitu mulai sekarang kalau ada apa-apa cerita sama kakak jangan merepotkan kak danu, kamu kan tunangan kakak dan kita akan menikah jadi kamu tanggung jawab kakak ucap eko
mendengar perkataan eko caca merasa senang namun pura-pura tidak setuju atas perkataan eko yang akan menjadikannya istrinya untuk menggoda eko,
hem, siapa juga yang setuju ucap caca memalingkan wajah lalu tersenyum senang namun iya sembunyikan,
jadi kamu enggak mau sama kakak? kamu menolak kakak? yasudah kalau gitu kakak nyari yang lain saja yang mau terima kakak ucap eko kembali menggoda karena tau caca sedang menggodanya,
caca yang mendengar ucapan eko yang pasrah pun akhirnya kesal dan langsung memandang eko dan berkata,
apa, kakak mau nyari yang lain?
iya, bukannya tadi kamu bilang enggak mau sama kakak kenapa kamu marah ucap eko terus menggoda
ih, siapa yang marah terserah kakak ucap caca kenal
kalau gitu kakak pulang aja caca mau istirahat dulu ucap caca marah yang langsung membalikkan badannya membelakangi eko dan memejamkan matanya,
lalu eko pun berhenti menggoda caca dan memberi tau isi hati eko bahwa tidak ada orang lain di hatinya selain caca, memang eko bukan laki-laki romantis maka dari itu dia tidak tau caranya memanjakan wanita dia hanya mencoba berusaha membuat caca senang dengan sikap cueknya itu, walau pada kenyataannya eko adalah laki-laki yang setia dan baik tentunya tulus mencintai pasangan nya,
sayang, aku memang bukan tipe orang yang bisa menyenangkan dan memanjakan wanita, aku ya seperti ini adanya, tapi walau aku yang seperti ini asal kamu tau aku mencintai kamu sayang, di dalam hati aku hanya ada kamu seorang enggak ada yang lain kamu harus tau itu, jadi enggak mungkin aku mencari wanita lain untuk aku nikahi karena aku sudah memilih satu wanita yang akan menjadi pendamping aku saat di pelaminan itu adalah kamu,
caca yang tadinya ngambek kini langsung membaik setelah mendengar perkataan eko, caca pun langsung mengembangkan senyuman di wajahnya,
" dasar, katanya enggak bisa berkata manis tapi dia berkata begitu manis " gumam caca dalam hatinya
benar apa yang kamu katakan ucap caca yang langsung membalikkan badannya menghadap eko kembali,
iya benar, aku berkata jujur ucap eko
caca tersenyum
kamu sudah memaafkan aku sayang ucap eko melihat ekspresi caca yang tersenyum
dasar katanya tidak bisa membuat wanita senang, tapi yang barusan itu apa kamu berkata manis ucap caca
eko tersenyum,
memang itu berkata manis ya? padahal tadi itu aku cuma berkata jujur ucap eko
dasar, ucap caca dengan melebarkan senyumnya,
kini suasana kembali romantis, hubungan mereka pun kembali membaik setelah ke salah pahaman yang terjadi sudah di selesaikan, mereka pun mengobrol santai,
saat eko dan caca sedang mengobrol, pintu kamar rawat inap caca terbuka,
obrolan mereka pun terhenti dan mata sudah tertuju pada pintu yang terbuka yang tak lain adalah ratna dan danu yang masuk ke ruangan dengan membawa belanjaan keperluan caca,
ibu belanja apa banyak sekali ucap caca
ini nak beli makanan dan keperluan kamu ucap ratna melangkah ke lemari yang di sediakan untuk meletakkan keperluan pasien dan langsung merapihkan makanan ke dalam lemari
__ADS_1
bagaimana ucap danu pada eko
sudah aman kak ucap eko
syukurlah ucap danu,
ngomongin apa sih kalian ucap caca heran sejak kapan kakak nya begitu akrab dengan eko,
mau tau aja anak kecil ucap danu datar lalu danu pun melangkah ke sofa dan duduk, meninggalkan eko dan caca berdua,
kak ada apa sih ucap caca pada eko karena penasaran,
enggak kok bukan hal penting ucap eko tersenyum
sebel, rahasia rahasia segala ucap caca kesal
namun tiba-tiba ponsel eko berbunyi, membuat pembicaraan eko terhenti,
eko pun mengambil ponselnya yang di letakkan di saku celananya,
saat di liat ternyata dari temannya dewa
siapa kak ucap caca
dewa, sebentar ya ucap eko berpamitan pada caca untuk keluar mengangkat telepon,
caca pun mengangguk,
eko pun segera keluar ruangan dan mengangkat telepon dari dewa
caca terus melihat eko yang melangkah keluar ruangan hingga hilang dari pandangan nya,
kenapa sayang ucap danu menghampiri caca karena melihat eko yang keluar ruangan,
hah, enggak tau kak ucap caca yang sudah mengalihkan pandangan nya pada danu
danu pun duduk dan memberikan buah
nih di makan dulu ucap danu
caca pun memakannya,
eko kemana ucap ratna yang tak melihat eko saat melangkah menuju ranjang caca
di luar lagi terima telepon dari temannya ucap caca
ooo ucap ratna
tak lama eko pun sudah kembali masuk ke ruangan, melangkah mendekat ke ranjang caca,
kenapa kak ucap caca
maaf sayang kakak harus pergi ke kampus, kakak harus menyerahkan skripsi yang harus di serahkan hari ini, enggak apa-apa kan kakak tinggal dulu ucap eko
iya kak enggak apa-apa kok itu kan penting ucap caca
tenang aja nanti kakak balik lagi ucap eko
iya kak enggak usah khawatir di sini juga ada kak danu dan ibu ucap caca
iya, tenang aja eko di sini ada ibu dan danu yang jaga, jadi kamu pergi aja selesaikan urusan kuliah kamu hingga selesai ucap ratna
iya eko enggak perlu khawatir ucap danu
iya bu, kak danu, makasih ucap eko
kalau gitu eko pamit ya ibu, kak danu ucap eko
iya, hati-hati ucap ratna
sayang aku pergi dulu ya ucap eko
iya kak ucap caca
__ADS_1
eko pun meninggalkan ruangan rawat caca, lalu bergegas menuju kampus, karena sudah di tunggu oleh dosen pembimbing eko,